Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
33. Lupa


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu yang cukup lumayan lama anaya mengoles semua luka-lukanya yang dia tutup dengan make up dan penampilannya saat ini terlihat sama seperti biasanya.


" penampilan aku udah perfect dan semua luka tercover dengan baik, cuma di jidat aja yang susah, karena benjolannya juga sangat besar jadi nggak papa deh. Nanti aku cari alasan aja buat jawab jika ada yang menanyakan tentang ini semua! "Gumamnya.


Naya langsung menyambar tas ransel miliknya dan ia segera pergi dari sana ,karena dia harus segera sampai di sekolah sebelum bel masuk. Dia dengan hati-hati menuruni anak tangga sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, walaupun orang lain tidak mengetahui jika saat ini dia merasakan kesakitan tetapi dirinya sendirilah yang merasakan itu semua.


Dan dia tidak mungkin memberitahu itu semua kepada orang-orang terdekat nya, karena pasti dia sudah mengetahui jika anggasta setelah itu pasti tidak akan diam saja jika dia membocorkan rahasia itu. Apalagi di sana sudah tidak ada orang.


Naya menghampiri mbak mirna yang saat ini sedang menata masakannya, karena dia memasak makanan khusus untuk naya sahabatnya.


" pagi mbak, mbak masak apa wanginya harum banget? " serunya berjalan mendekati mbak mirna.


" Oh ini mbak masakin nasi goreng spesial buat kamu dan kamu wajib mencoba nasi goreng buatan mbak ini ,karena mbak memasaknya dengan penuh cinta dan sangat spesial! "Ucap mbak mirna membalikkan badannya.


" Wah kayaknya enak sih ini tapi aku buru-buru banget mbak, sekarang udah jam segini aku harus segera berangkat takutnya telat nanti! "serunya.


" Ya udah kalau buru-buru siapin kotak nasi buat dibawa aja ya ,soalnya sayang banget mbak bikininnya susah-susah lo karena ini sangat spesial! "Serunya yang langsung mengambil kotak nasi dan dia langsung mengisi kotak nasi itu dengan nasi goreng buatannya.


Mau tidak mau naya menunggunya di sana, walaupun dia harus segera pergi tapi dia tidak mau mengecewakan mbak mirna yang sudah selesai payah memasak untuk dirinya. Dan dia pun dengan sabar menunggu mbak mirna mempersiapkan semuanya sampai selesai.


" Alhamdulillah ini semuanya udah selesai mbak juga udah nyiapin nasi gorengnya yang sudah dimasukkan ke kotak nasi dan ini cemilan buat di sekolah biar nanti bisa nyemil? "Serunya memberikan paper bag pada naya .

__ADS_1


" ya udah mbak makasih ya untuk semuanya aku berangkat dulu, karena ini udah tepat banget? "Serunya menyalami mbak mirna .


Setelah berpamitan dia langsung segera keluar dari rumah dan menghampiri sopir pribadinya yang sudah stand by di sana untuk segera berangkat ke sekolah.


Naya segera memasuki mobil dan dia duduk di belakang, tidak ada pembicaraan sedikitpun diantaranya dengan sang sopir, karena mereka masing-masing fokus dengan pekerjaannya sendiri. Naya yang saat ini memeriksa tugas-tugasnya kembali yang dia kerjakan semalam dan sopir fokus untuk mengendarai mobil.


Kini mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah dan ayah segera keluar mobil untuk masuk ke dalam sekolahnya, karena bel sudah berbunyi dan itu tandanya gerbang sekolah akan segera ditutup dan sang sopir langsung kembali ke rumah dalbert abimana. Setelah mengantarkan naya sampai sekolah dan dia akan kembali lagi saat naya pulang.


" Pak makasih ya udah anterin aku, aku langsung keluar, karena bel masuk sudah berbunyi dan itu tandanya gerbang sekolah akan segera ditutup? "Serunya yang terburu-buru.


" iya sama-sama non kan ini adalah tugas bapak, semangat belajarnya ya non? "ucapnya sambil tersenyum.


" Iya pak pasti kalau gitu aku keluar sekarang ya bapak nanti jemputnya kayak biasa aja, karena aku gak akan pergi kemana-mana dulu dan aku juga nggak mengikuti ekskul di sekolah ini! "Serunya yang langsung keluar dari mobil dan berlari menuju ke arah gerbang sekolah.


Drttt.....drttttt......drttt.....


" iya ,halo tuan muda ada apa? "serunya mengangkat sambungan telepon dari anggasta.


" Pak tolong ambilin berkas warna biru di meja ruang pribadi ayah saya dan di sana ada beberapa berkat penting yang harus bapak bawa ke kantor secepatnya, saya tunggu! "Sergahnya yang langsung menutup teleponnya tanpa mendengarkan ucapan dari sopir tersebut.


"Iya den! "Serunya.

__ADS_1


" eh si aden udah dimatiin aja nih teleponnya! "serunya kembali saat melihat layar handphonenya.


Dia pun segera menyimpan handphonenya dan langsung pergi dari sana untuk kembali ke rumah majikannya terlebih dahulu lalu memberikan berkas yang dimaksud oleh tuan mudanya, karena dia harus segera cepat sampai ke sana sebelum dia dimarahi.


Anaya yang sudah berlari melewati gerbang yang sedikit lagi sudah ditutup oleh sebab .Tetapi dia bisa lolos ,karena dia dengan kekerasan harga pada lari tanpa merasa jika sakit di tubuhnya akan parah.


" Untung aja aku udah sampai di sini kalau nggak pasti gerbangnya akan ditutup dan aku tidak bisa masuk untuk mengikuti pelajaran hari ini!" gumamnya yang berjalan secara santai.


Sambil mengatur nafasnya yang sudah terengah, karena dia berlari. Dan dia pun mempercepat jalannya, karena takut jika guru sudah ada di dalam kelas.


Anggasta saat ini sudah mondar-mandir menunggu sopirnya yang akan membawakan berkas penting untuk meeting hari ini ,karena dia melupakan berkasih itu dan langsung pergi ke kantor tadi pagi.


" ke mana sih kok lama banget, padahal jaraknya juga nggak terlalu jauh dari sini!"gumamnya dengan wajah yang sudah gelisah.


Dia berjalan menuju ke depan kantornya, karena dia ingin menunggunya di sana agar cepat mendapatkan berkas itu. Dan meeting yang seharusnya dilaksanakan 15 menit yang lalu ini harus ditunda terlebih dahulu, karena berkas penting itu belum ada di sana.


Anggasta terus melihat ke arah jarum jam yang ada di jam tangannya dia sangat begitu gelisah, karena dia hanya mempunyai waktu lima menit lagi untuk bisa lanjutkan meetingnya.


Jika dalam waktu 5 menit tidak juga sampai berkas itu di tangannya ,maka dia akan kehilangan keuntungan yang sangat besar dan dia juga akan merusak citra nama baik kantornya.


" kenapa lama sekali padahal aku aku sudah bilang jangan lama-lama, kalau begini aku bisa kalah memenangkan tender yang dari dulu ingin aku capai! "Gumamnya dengan wajah yang sangat cemas dan dia tidak mau jika ayahnya sampai mengetahui, jika nanti dia sampai tidak bisa melanjutkan meeting karena berkas itu tertinggal.

__ADS_1


Para karyawan pun melihat ke arah atas tayang dari tadi mondar-mandira di depan gedung kantornya dan mereka merasa heran kepada tuan muda mereka yang selalu menampilkan wajah dingin terhadap semuanya tetapi saat ini, dia seperti sangat gelisah yang membuat para karyawan merasa sangat aneh dengan tuan mudanya.


Dan dari mereka tidak ada yang berani untuk menanyakannya, karena takut jika mereka akan kena semprot dari tuan muda mereka itu.


__ADS_2