Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
50. Pulang


__ADS_3

Lumayan lama naya berada di rumah tiara dan dia di sana sambil ngobrol kembali dengan tiara melanjutkan obrolan mereka yang tadi terputus, hingga dia memutuskan untuk kembali pulang karena itu juga sudah sangat sore dan sebentar lagi akan masuk maghrib.



" Tiara maaf ya bukannya aku gak mau lama-lama di sini. Padahal aku masih betah ada di sini, tapi ini udah sangat sore dan aku harus segera pulang aku titip salam aja sama ke orang tua kamu ,karena dari tadi mereka belum kembali .Jadi aku titip salam dan ini semua makanan buat kalian di sini?"serunya.



" iya naya nanti aku sampaikan salam kamu ini buat aku beneran,makasih banyak ya Ini banyak banget! "Sergahnya sambil melihat ke arah kantung kresek yang ditunjukkan oleh naya.



" Iya sama-sama, nggak apa-apa yang penting semua makanannya dimakan gak dibuang ya? "Sergah naya.



" pasti lagi makan masa dibuang ini kan rezeki sekali lagi .Makasih banyak ya naya aku merasa sangat gak enak sama kamu!"serunya.



" nggak apa-apa tiara. Ya udah kalau gitu aku pamit pulang ya?"serunya.



"Iya naya, hati-hati di jalannya ya sampai ketemu lagi besok di sekolah? "Ucap tiara sambil mengantar naya sampai depan teras rumahnya.



Setelah perpamitan dari sana naya sekarang masuk ke dalam mobil yang di mana sopir pribadinya sudah menunggu dia dengan sangat lama sendirian di dalam mobil , dan saat ini naya sudah menaiki mobil. Sehingga mereka langsung segera pergi meninggalkan kediaman rumah tiara dengan segera ,karena itu juga sudah sangat hampir maghrib dan mereka masih belum juga sampai di rumah.


__ADS_1


Cukup memakan waktu untuk sampai ke rumah mertua naya ,karena dari sana jaraknya lumayan jauh dan mereka harus menempuh beberapa jalur jalan yang cukup menguji adrenalin karena jalanan di sana sangat jelek dan juga curam.



Karena cuaca juga tidak mendukung dan jalanannya pun licin, karena habis hujan. Tapi karena sopir pribadi naya sangat berpengalaman dengan jalanan seperti itu sehingga mereka bisa melewatinya.



Sampai naya ketiduran di sana karena kelelahan, tidak lama dari itu akhirnya mereka sampai di kediaman abimana yang di mana di sana sudah ada dalbert abimana sebagai pemilik rumah besar dan mewah itu ,beserta tuan muda anggasta yang saat ini sudah kembali ke rumahnya.



Naya yang dari tadi tertidur di mobilnya dia di bangunkan oleh sopir pribadinya itu dan memberitahu dia ,jika mereka sudah sampai . Sehingga naya yang saat ini masih sangat ingin menidurkan tubuhnya dia terpaksa bangun ,karena di sana juga dia melihat jika di luaran sudah banyak para bekerja di rumah itu menyambutnya pulang, bak seorang putri raja.



Dia mengucek matanya pelan dana keluar dengan menenteng tas ransel yang dibawanya untuk sekolah dan dia sangat terkejut, karena dia disambut oleh orang yang sangat membuat dia tidak ingin bertemu lagi dengannya dan ia tidak mau berhadapan dengan orang itu, tetapi nyatanya. Jika dia disambut baik olehnya saat ini dan itu disaksikan oleh seluruh pekerja di rumah.




Dan anggasta sengaja melakukan itu agar dirinya aman dan lupa diketahui ancaman dari seseorang yang dia belum diketahui secara pasti orang tersebut dan dia juga tidak mau ,sampai ayahnya mengetahui apa yang sudah dia lakukan kepada anaya.



Karena dia sudah memikirkan cara untuk memanipulasi orang yang sedang bermain-main dengannya dan orang yang sudah berkhianat kepadanya itu, dia tidak akan melakukan sesuatu dengan gegabah. Tetapi dia akan menyelidiki terlebih dahulu orang tersebut sebelum bertindak selanjutnya.



Saat ini dia ingin namanya lebih baik lagi dari semua orang , terutama ayahnya yang sudah berada di dalam rumah itu sebelum dia pulang ke rumah. Dan itu dilakukan oleh dalbert abimana ,karena dia mendapatkan kabar jika naya tenggelam di kolam renang yang diakibatkan oleh putranya tersebut dan ia sangat menakut jika orang lain mengetahui itu semua dan menyebarluaskan ke publik .Sehingga nama baiknya itu akan hancur , sehancur-hancurnya karena nama baik yang selama ini dia jaga dan selalu baik di hadapan orang ,semua nya akan tiba-tiba hancur begitu saja, karena ulah putranya anggasta.

__ADS_1



Sebelum naya pulang ke rumah itu, anggasta terlebih dahulu berbicara dengan ayahnya dan mereka sama-sama saling tidak mengungkapkan isi hati mereka masing-masing .Jika mereka sedang menutupi apa yang sedang mereka ketahui, dan anggasta tidak mau jujur kepada ayahnya begitu juga dalbert abimana yang seolah bungkam dengan apa yang telah dilakukan oleh putranya itu, karena dia ingin mengetahui apa yang akan selanjutnya dia lakukan.



Dan dia juga tidak membicarakan tentang jatuhnya naya ke dalam kolam renang itu, yang membuat ia sampai tidak sadarkan diri dan harus dipanggilkan dokter pribadinya.



Naya berjalan melewati satu persatu para pekerja yang berbaris di sana menyebutnya pulang dan sopir pribadi yang selalu mengantar dia langsung memasuki mobilnya kembali dan memarkirkannya di garasi.



Wajah biasana ya terlihat di sana saat dia berhadapan langsung dengan anggasta yang saat ini berada di hadapannya, sambil menatap dia dengan segala kepura-puraannya di depan semua orang. Agar dia tahu jika ada orang yang saat ini dia selidiki melakukan apa, karena dia memastikan seseorang yang sudah membuat dia tidak tenang.



" Hai istri cantikku, kamu baru pulang ya pasti capek banget udah sekolah sepanjang hari dan sampai pulangnya maghrib kayak gini ,aku udah siapin air hangat buat kamu mandi dan juga makan malam yang sudah di masakan oleh mbak mirna. Spesial buat kamu ,jadi sekarang aku bantu ya kamu naik ke atas dulu biar nggak terlalu capek naikin tangganya! "Ucapnya yang langsung membuat naya sangat terkejut.



" apaan sih ini orang kemarin aja dia udah lakuin yang nggak-nggak dan sekarang ,malah baik banget di depan semua orang apalagi dia kayaknya cari perhatian dari seseorang di sini apa mungkin! "Gumam naya dalam hati saat memasuki rumah dan ia melihat keberadaan ayah mertuanya yang saat ini sudah terduduk di sofa ruang tamu.



" pantesan aja dia baik kayak gini sama aku! "gerutunya dalam hati saat melihat ayah mertuanya kembali menatap nya saat dia menatap dia.



Naya tidak menghiraukan ucapan anggasta yang saat ini ingin membantunya untuk pergi ke kamar, dia mencoba menulikan pendengaran nya itu. Tetapi apa yang di lakukan oleh anggasta, sungguh mengejutkan dan juga membuat naya menjadi sangat kesal.

__ADS_1


__ADS_2