
Selama berada di dalam kamar mandi dia terus saja menangis tanpa henti merasakan apa yang sedang dia rasakan saat ini benar-benar sakit, di malam pertama pernikahannya dia kira dia akan baik-baik saja ternyata dia menderita seperti itu.
"Tuhan kenapa aku harus dinikahkan dengan orang arogan seperti dia aku tidak mau hidup seperti ini untuk selamanya aku mohon kembalikanlah aku kepada mama biar aku bisa tenang dan juga bahagia bersama Mama di rumah! "gumam naya di tengah isakan tangisnya.
15 menit lamanya naya berada di dalam kamar mandi sendirian dia sangat puas mengeluarkan air matanya dengan menumpahkan segala kekesalan yang dia dapatkan dari anggasta dan juga ingin berbalas dendam kepadanya.
Naya berjalan ke arah anggasta yang saat ini masih rebahan di atas kasur empuk miliknya yang berada di dalam hotel pemberian ayahnya, dia melihat ke arah naya yang berjalan ke arahnya dan dia mengerutkan keningnya saat Naya terus menundukkan kepalanya itu.
" ngapain ke sini? "sergah anggasta.
" aku mau tidur aku udah ngantuk dan aku juga udah kedinginan banget karena terlalu lama di dalam kamar mandi!"serunya tanpa mengangkat wajahnya karena takut melihat wajah anggasta.
" tidur di bawah awas aja kalau berani-beraninya tidur di atas kasur ini,tidur di bawah? "sergahnya .
" tapi tadi kata ayah kamu aku boleh tidur di sini nanti aku sakit kalau tidur di bawah? ".
" Terus urusannya sama gue apa lo tinggal tidur aja di sana awas aja kalau sampai naik ke atas kasur gue gue akan bikin lo lebih parah daripada yang tadi? "sergahnya dengan menekan kata-katanya.
Anggasta melemparkan satu bantal kepada anaya dan juga selimut tebalnya karena dia tidak mau tidur satu kasur bersamanya, apalagi dia sudah berjanji pada kekasihnya untuk tidak tidur berdua bersama naya.
Karena kekasihnya pun sudah mengetahui jika anggasta menikah hari ini bersama anaya pilihan dari ayahnya anggasta tapi dia tidak marah kepada anggasta karena dia juga takut jika tuan dalbert mengetahui itu dan selama ini mereka pacaran secara diam-diam tanpa diketahui oleh orang banyak kecuali sahabat terdekat mereka.
__ADS_1
Anaya langsung memunguti selimut dan satu buah bantal yang dilempar oleh anggasta kepadanya dan dia jadikan untuk tempat istirahat malam ini walaupun di bawah lantai .Tetapi dia sangat mengantuk jadi dia terima saja.
" Ya sudahlah aku tidur di sini aja daripada aku tidur di luar lebih dingin dan sekarang aku udah ngantuk banget, apalagi besok harus pergi sekolah!"gumamnya .
Tidak lama dari itu anaya sudah tertidur pulas karena dia pun sudah sangat kecapean untuk hari ini dengan serangkaian acara yang harus dia ikuti dan juga harus tersenyum sepanjang hari.
Dan itu semua diperintah oleh tuan dalbert agar semua orang mengetahui jika pernikahan itu tanpa ada paksaan sedikitpun dan rekan-rekan bisnisnya selalu menyanjung dia.
Anaya sudah tidak mengetahui apapun yang terjadi karena dia sudah dialami mimpi dan dia juga sudah tenang istirahat di sana walaupun dia lantai tetapi dia merasakan sangat nyaman di sana.
"Papa? "Anaya mengejarnya.
Dia pun berhenti dan melihat ke arah putrinya dan tersenyum.
" Sayang kamu masih punya mama temenin dia ya papa pulang karena Tuhan menyayangi kita dan kamu harus kuat dan tegar menerima semuanya, papa yakin kamu bisa dan nanti akan ada suatu kebahagiaan yang akan kamu rasakan. Tapi kamu juga harus menerima semua penderitaan dan kehidupan di dunia ini kamu pasti bisa sayang papa tahu kamu itu kuat?"ucap nya tersenyum.
" tapi naya gak suka hidup di sini naya mau kembali lagi sama papa sama-sama juga sama mama? "ucap naya memeluk papanya.
" sayang kamu harus kembali ya papa mau pulang dulu nanti kalau ada apa-apa kamu curhatnya sama Tuhan biar dia nolong kamu dalam segala hal apapun dan kamu jangan patah semangat nanti kebahagiaan akan melekat di kehidupan kamu? "ucapnya melepas pelukan naya yang sangat begitu erat.
Naya menangis karena papanya pergi untuk kedua kalinya dan dia tidak bisa mengejarnya lagi ,karena di sana sudah tidak ada siapapun dan dia merasa sangat kesepian lagi saat ini. Tetapi, dia tidak tahu tempat apa dan di mana itu karena selama ini dia belum pernah pergi ke sana.
__ADS_1
"Papa papa papa? "Teriak naya sambil menangis.
Pukul 01:15 tepatnya di mana naya ter bangun dan melihat ke arah sekitar tetapi dia tidak bisa melihat papanya yang dari tadi bersamanya. Tetapi, hanya ada anggasta yang melototkan matanya dan dia belum tidur semalam itu.
Naya langsung diam dan menundukkan kepalanya dia heran kenapa nggak stabil dan dia juga melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan jam segitu.
"Maaf! "Ucap naya.
Anggasta tidak menjawab perkataan dari naya dia fokus dengan handphonenya yang saat ini sedang melakukan vc dan naya tidak mengetahui dengan siapa anggasta berbicara semalam ini dan dia juga tidak istirahat.
" Ya udah besok semangat ya kuliahnya aku jemput kamu di tempat biasa jangan marah nanti aku kasih sesuatu sama kamu ya?"ucap anggasta.
"Iya sayang dah! "Ucapnya kembali dan langsung menutup sambungan teleponnya.
Anggasta menatap jengah ke arah naya dan dia langsung merebahkan tubuhnya setelah menyimpan handphone miliknya di atas nakas dan dia tertidur di sana tanpa menggunakan selimut ,karena selimutnya diberikan kepada Naya.
Dan naya pun tertidur kembali karena dia masih mengantuk dan juga ingin beristirahat ,apalagi untuk besok pagi dia harus pergi ke sekolah dan pura-pura tidak terjadi sesuatu untuk hari ini.
" Ya udah deh aku tidur kembali aja karena besok juga aku harus berangkat sekolah takutnya telat dan aku juga butuh istirahat yang sangat maksimal, karena tadi siang energi aku sudah terkuras habis dengan mengikuti semua acara yang menurutku tidak perlu aku ikuti tadi. Tapi karena paksaan semua orang di sana aku harus mengikutinya!"gumamnya.
" tapi gak apa-apa deh yang penting hidup aku sama mama aman dari semua ancaman yang tuan dalbert ucapkan dan aku sekarang udah bebas dengan ancamannya ,karena aku juga sudah menikah dengan anaknya yang sangat arogan itu dan aku akan balas dendam nanti. Kalau aku udah besar dan juga punya kekuatan yang lebih kuat! "Gumamnya kembali.
__ADS_1
" Selamat tidur anaya yang cantik jelita kesayangannya mama papa dan semoga tiduran nyenyak ya jangan dibawa-bawa mimpi lagi apa lagi rasa sakit yang kamu derita saat ini yang penting kamu sekarang bisa tenang dan hidup damai, walaupun hidup sekarang bersama orang yang asing bagi kamu tapi semangat ya! "Menyemangati dirinya sendiri.
Dan dia pun langsung tertidur dengan sangat pulas meneruskan tidurnya yang sempat terganggu akibat mimpi yang bertemu dengan papanya.