
Naya yang saat ini sudah tidak lagi melihat mbak mirna di sana dia segera memasuki kamar milik anggasta, karena itu juga sudah malam dan dia pun sudah mengantuk.
"Mendingan aku istirahat aja biar besok bisa langsung pergi sekolah dan aku juga sudah banyak ketinggalan pelajaran gara-gara acara kemarin! "Gumamnya membuka gagang pintu kamar itu.
Dan ternyata saat dia memasuki kamar milik anggasta naya melihat jika anggasta sudah terlelap jadi dia tidak akan di marahinya karena sudah tertidur.
"Untung aja singa satu ini udah tidur jadi nggak akan ada drama lagi nantinya dan aku bisa tidur dengan sangat nyenyak! "Ucap naya tersenyum sambil meletakkan tas yang di bawa di dekat nakas.
"Sekarang aku bersih-bersih dulu aja mungpung belum ngantuk banget! "Gumamnya kembali.
Dan naya pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang saat ini sudah dibasahi oleh keringat ,walaupun dia tidak beraktivitas berlebih untuk hari ini.
"Alhamdulillah udah enak banget tubuh aku ini setelah di bersihin dan di dalam nyaman juga tempat nya! "Gumamnya tersenyum dan segera naik ke atas kasur milik anggasta dengan sangat hati-hati.
Tanpa sepengetahuan anggasta naya masuk ke dalam selimut tebalnya dan dia juga tertidur di sana karena merasa kedinginan pada malam itu.
Naya langsung terlelap begitu saja di sana dan tidak mengetahui kejadian setelah itu yang membuat dia sangat nyaman dan tertidur pulas disana.
Anggasta juga tidak menyadari saat ini dia sedang tertidur satu ranjang bersama naya ,karena dia pun sama seperti naya yang tertidur pulas tanpa mengetahui apa-apa.
***
__ADS_1
Tepat pukul 04.00 pagi anggasta menggeliat dan dia membuka sedikit matanya karena dia meraba-raba jika guling yang selalu dipeluknya itu berbeda dan alangkah terkejutnya dia ,saat melihat keberadaan naya di sampingnya itu dan dia sendiri yang memeluknya.
Anggasta langsung melepaskan pelukannya dan dia mendorong naya sampai naya terjatuh ke lantai sehingga dia meringis kesakitan saat terbangun dari tidurnya dan anggasta juga berteriak dengan kencang sehingga membuat Naya terkaget.
"Arghhhhh! "Teriak nya sambil mendorong Naya dengan kencang.
"Awshhhh! "Ringisnya.
Naya mengembalikan terlebih dahulu kesadarannya, karena dia baru saja terbangun dari tidurnya saat angin kasta mendorongnya. Hingga terjatuh ke lantai dan itu juga membuat dirinya terkejut ,karena bisa seperti itu padahal semalam dia baik-baik saja ketika anggasta tertidur pulas dan dia tidak merasakan jika anaknya berada di atas kasurnya.
" ngapain lo ada di sini dan kenapa lo berani-beraninya tidur di kasur gue tanpa seizin gue lo gue akan hukum?"sergah anggasta yang menatap jijik kepada Naya.
" semalam kata ayah aku boleh tidur di sini sama kamu dan dia juga nunjukin kamar ini buat aku tidur!"serunya yang berusaha beladiri dan menahan rasa sakit yang sudah dibuat oleh anggasta sampai keningnya pun terbentur ke lantai dengan sangat keras yang membuat dia merasa pusing.
Naya sangat takut dengan bentakannya itu dan itu sangat menyeramkan baginya, apalagi ini adalah tempat bukan tempat rumahnya sendiri. Dan dia merasa membenarkan ucapan anggasta dan dia juga di sana cuma numpang dan hanya dinikahi oleh anak dari musuh ayahnya yang sudah meninggal.
" Kenapa diam heh lo budek ya? "sergahnya.
"Maaf! " Hanya itu yang mampu anaiya ucapkan karena dia tidak bisa berkata-kata lagi apalagi di sana dia sangatlah asing dan tidak akan ada yang peduli kepadanya saat ini ,apalagi dia memiliki suami yang sangat erogan dan tidak mencintainya dan mereka juga menikah karena terpaksa.
Tok tok tok ......
__ADS_1
Pintu diketuk dari luar dengan susah payah Anaya berdiri dan dia membukakan pintu untuk orang yang sudah mengetuk pintu kamar anggasta dan dia juga berniat ingin langsung membereskan barang-barangnya kembali .Yang semalam dia bawa ke dalam kamar anggasta ,karena anggasta juga sudah mengusirnya dan tidak menerima dia berada di sana.
Saat dia membukakan pintu dia melihat jika ayah anggasta tuan dalbert abimana berada di sana dan dia dengan tegasnya meminta kepada anggasta untuk bisa menerima anaya tidur di kamarnya itu, karena bagaimanapun dia sudah menjadi istrinya dan dia harus bersikap baik di hadapan semua orang takutnya ada yang mendengar bentakan nagasa tadi dan sampai menjadi perbincangan orang luar.
"Ayah! "Ucap naya sambil mengusap air matanya dan menyembunyikan keningnya yang sudah sangat memerah akibat terbentur lantai tadi.
" angesta apa yang sudah kamu lakukan sama dia jaga sikap kamu jangan sampai orang lain mengetahui ini semua bisa buruk ini kita di mata orang lain dan kamu juga jangan pernah membuat anggasta marah .Untuk sekarang anggasta kamu dan naya tinggal bersama dalam satu kamar tidak ada pembantahan dan kamu tidak boleh menolak keinginan ayah?"sergahnya karena dia mendengar saat anggasta memarahi Naya tadi.
Naya hanya menundukkan kepalanya saja tidak menjawab karena takut salah apalagi dengan ayah mertuanya dia sangat takut jika terjadi sesuatu nantinya.
" Kenapa ayah ingin aku tinggal bersama dia dalam satu kamar aku gak mau dan aku gak sudi lihat orang ini aku nggak suka ayah kenapa sih jodohin aku sama dia dan paksa kita nikah ,apalagi dia masih kecil? "sergah anggasta untuk pertama kalinya.
" karena ia sudah mengetahui jika kamu ada hubungan dengan anak yang membuat ayah pernah terpuruk dan kamu tidak tahu siapa yang sudah membuat ibu mu meninggal saat itu? "sergah dalbert.
Anggasta langsung terdiam karena dia tidak tahu jika selama ini ayahnya mengetahui tentang hubungannya dengan pacarnya itu ,dan ternyata pacarnya itu anak dari orang yang telah menghabisi ibunya yang sudah meninggal dan telah meninggalkannya dari umur yang masih sangat kecil.
Dalbert langsung pergi dari sana dia tidak banyak bicara tanpa pamit dia langsung pergi dan anaya yang mendengar dan melihat itu semua diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun dia hanya melihat anggasta yang sangat murung.
" Apakah benar ayahnya namira yang sudah membunuh ibu dan apakah benar itu semua kenapa sampai sekarang aku tidak mengetahui hal itu dan betapa butuhnya aku bisa mengenal keluarga orang yang sudah menghancurkan hidupku selama ini, tapi mungkin ayah salah dia menyalahkan orang lain karena kepergian ibu aku tidak yakin dengan ini semua sebelum aku sendiri yang mengetahuinya! " gumam anggasta yang masih bisa didengar oleh naya dan ayah pun masih tetap diam di sana takut salah jika dia bicara atau mengusulkan pendapatnya saat ini.
Angkasa melihat ke arah naya yang saat ini sedang menatapnya sehingga membuat anggasta kembali marah kepadanya karena dia terus saja melihat ke arahnya.
__ADS_1
" ngapain lo lihatin gue kayak gitu pergi sana gue gak suka lihat lo hadir di sini apalagi gue harus tinggal bareng sama lo? "sergahnya.
Naya hanya menundukkan kepalanya saja tanpa berkata-kata lagi, karena dia takut jika terkena hukuman lagi dari anggasta .Apalagi luka yang kemarin saja belum mengering dan dia tidak mau sampai itu terjadi lagi karena itu sangat menyakitkan baginya.