
Setelah lama menunggu dan waktunya juga sudah hampir habis untuk dia pergunakan mempersiapkan semuanya, agar meeting yang sempat tertunda bisa berjalan kembali. Anggasta sudah patah semangat, karena tidak ada juga sopir pribadinya itu mengantarkan berkas miliknya.
Dari kejauhan dia sudah bisa melihat jika mobil yang dikendarai oleh sopir pribadinya dari itu adalah salah satu mobil milik dari ayahnya sendiri, dan dia mengetahui secara pasti kalau itu adalah orang suruhan yang untuk menyerahkan berkas penting yang harus segera dia terima.
" pasti dia sudah datang dan aku yakin jika itu adalah sopir pribadi ayah aku nggak suka menunggu terlalu lama seperti ini, tetapi aku harus segera mendapatkan berkas itu agar meeting yang dari tadi ditunda bisa berjalan secara cepat dan aku akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan tentunya akan membanggakan ayah juga!"gumamnya.
" Semoga aja para klien-klien yang ada di dalam sana tidak marah ,dengan kelalaian ini dan bisa meneruskan meeting yang sempat tertunda hari ini sama ayah jika meeting ini dibatalkan! "Gumamnya kembali.
Dan tidak lama dari itu akhirnya mobil yang dari tadi ditunggui oleh anggasta,kini sudah ada di depan matanya dan sopir pribadi rumahnya itu keluar dengan membawa berkas yang dia maksud.
Tanpa basa-basi ya nggak sekarang langsung mengambil berkas yang dia inginkan dari tangan sopir pribadinya, tanpa berterima kasih kepadanya yang sudah berusaha melewati beberapa rintangan untuk sampai ke kantornya itu. Dari kemacetan yang dia lalui dan juga mencari berkas itu bersama para pelayan di ruang pribadi ayahnya yang sangat besar itu.
"Tuan muda? "Serunya karena anggasta langsung pergi dari sana.
Tetapi dia tidak menghiraukan seruan dari sopir pribadinya itu ia malah langsung oergi menuju ke arah lift untuk menuju ke arah ruang meeting untuk menghampiri para klien yang sangat penting, dan mereka masih berada di sana. Dan waktu pun ada beberapa menit lagi untuk bisa sampai ke sana dengan tepat waktu.
" tuan muda kebiasaan banget!"gerutu nya yang kembali masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan area kantor milik majikannya itu.
Sedangkan anggasta saat ini sudah keluar dari lift dan ia sekarang berlari untuk menuju ke arah ruang meeting, karena takut jika para klien yang sudah berada di ruangan itu pergi, meninggalkan semua rencana bisnis yang sudah dirancang sedemikian rupa .
Dengan bercucuran keringat karena berlari dan sampai di depan ruang meeting ,dia berapasan langsung dengan para klien penting yang dari tadi sudah menunggunya di sana. Tetapi mereka ingin segera pergi ,karena sudah terlalu membuang banyak waktu berada di sana.
__ADS_1
" mohon maaf tuan muda karena kami sudah lama menunggu di sini .Jadi kami memutuskan untuk pergi karena kami sudah membuang banyak waktu berada di sini? "Sergah salah satu dari mereka.
" Tuan mohon maaf dengan kelalaian saya, karena saya telah melupakan ini dan sekarang saya telah membawanya untuk dijadikan bahan meeting di dalam dan tolong berikan kesempatan kepada saya untuk memperbaikinya. Dan saya berharap kalian semua bisa masuk kembali ke ruang meeting dan melanjutkan dengan bahasan meeting yang tertunda ini?"anggasta sangat memohon kepada mereka.
Mereka semua menimbang-nimbang apa yang akan diucapkan kepada anggasta, tetapi saat ini mereka membutuhkan meeting tersebut karena mereka juga menanam saham yang banyak di sana.
" baik saya akan melanjutkan meeting dan menerima semua bahasa yang akan kita bahas nanti untuk mengembangkan bisnis yang sudah lama kita jalani ini! "Serunya yang langsung memasuki kembali ruang meeting tersebut.
Anggasta langsung mengusap keringat yang membasahi dahinya dan dia mengatur nafasnya terlebih dahulu, sebelum memasuki ruang meeting karena dia sudah sangat kelelahan, apalagi keringat yang ada di tubuhnya sudah sangat basah yang membuat dia sangat tidak nyaman. Tetapi dia harus segera menyelesaikan pagi ini, karena waktu juga sudah sangat mepet dan dia terlalu membuang waktu.
" akhirnya masalah ini sudah terselesaikan dan nantinya aku tidak akan diselamatkan sama ayah ,dan semoga ini pagi ini berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan lagi! "Gumamnya yang langsung masuk ke ruang meeting dan langsung menutup rapat pintu itu.
Dengan wajah yang berseri dia memasuki ruang meeting, di sana juga sudah banyak sekali para klien yang sudah lama menunggunya dan juga beberapa orang yang merupakan kepercayaan ayahnya, orang-orang kepercayaan dari ayahnya pun ikut serta dalam meeting tersebut, karena meeting tersebut sangat privat.
Anaya yang sudah berada di dalam kelasnya dan di sana belum juga ada guru yang masuk ,sehingga dia bisa santai dan tidak merasa khawatir karena akan terkena hukuman.
Dibangkunya sudah ada alcandor yang saat ini memegang paper bag lucu yang membuat naya sangat penasaran dengan isinya itu. Tetapi dia tidak berani menanyakan karena malu jika itu untuk orang lain.
Dia berjalan menuju ke arah bangkunya dan duduk di samping alcandor yang saat ini masih memegang paper bag itu, tanpa mengucapkan sepatah katapun dan hanya tersenyum saja pada alcandor yang saat ini masih terdiam.
"Pagi nay? "Sapa alcandor.
__ADS_1
"Pagi juga alcan !"serunya tersenyum manis.
" setiap hari kamu berangkat sekolah jam segini?"ucap alcan.
" nggak juga sih kebetulan aja dari telat dan di jalan juga macet ,jadinya nyampe jam segini untung aja gerbang masih dibuka.Dan aku tadi lari ,karena gerbang mau ditutup! "Serunya.
" Oh gitu aku kirain dia paling kamu datang ke sekolah jam segini!"serunya.
"Iya! "Seru naya yang mengistirahatkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum guru masuk ke kelas itu untuk memulai pelajaran hari ini.
Tetapi saat dia ingin minum alcandor menyodorkan paper bag yang dari tadi dia pegang kepada anaya , yang membuat naya terkejut, sekalipun bahagia karena di hari keduanya mereka berteman dengan alcan dia mendapatkan hadiah.
Naya tidak langsung mengambil paper bag yang diberikan oleh alcan ,karena dia takut jika itu hanya candaan semata. Apalagi mereka baru saja mengenal yang nantinya akan membuat naya malu.
" Kenapa ini nggak diambil kamu gak mau ya,hadiah dari aku? "sergah alcan yang langsung murung.
"Eh enggak kok, emang ini beneran buat aku, apa aku nggak salah kalau kamu beri aku hadiah ?"serunya.
" Iya ini untuk kamu sebagai tanda pertemanan kita dan semoga kedepannya berteman dari kita tetap baik-baik saja, dan apapun yang ada di dalam paper bag ini aku mau kamu menggunakannya dan memanfaatkannya secara baik? "Sergahnya.
Naya tersenyum manis ke arah alcan, dan dia mengucapkan terima kasih kepadanya yang sudah memberikan hadiah ,walaupun itu adalah hari kedua mereka berteman. Dan bertemanan mereka masih sangat bandara yang masih bisa dihitung dalam beberapa jam saja ,karena kemarin mereka tidak full saling mengenal .
__ADS_1
Tapi untuk sekarang mereka semakin dekat apalagi mereka satu bangku dan pergi ke mana pun juga mereka bersama. Karena naya belum memiliki teman perempuan di kelas itu, sehingga dia di temani oleh alcan.