Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
51. Sikap manis


__ADS_3

Tidak menunggu jawaban dari naya ,anggasta langsung menggendong naya di hadapan semua orang yang ada di sana termasuk ayahnya sendiri yang saat ini menyaksikannya. Di sana dia lakukan itu ,agar citra baiknya kuat di rumah karena kemarin malam dia sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan juga tidak bertanggung jawab terhadap naya.



Dalbert tersenyum dengan kelakuan putranya itu dan dia sangat bahagia karena semua pekerja yang bekerja di rumahnya, menyaksikan itu semua. Sehingga tidak akan ada beranggapan miring lagi kepadanya yang meninggalkan mereka di waktu yang belum tepat terutama untuk naya yang seharusnya ,saat ini masih berstatus pelajar sama seperti teman-teman yang lainnya.



Semua pekerja yang ada di sana tersenyum mereka karena melihat tuan muda mereka bersikap seperti itu kepada anaya, karena mengingat bahwa hari-hari kemarin dia sangatlah berbeda ,dengan sifatnya hari ini yang membuat mereka merasa sangat bahagia dengan apa yang saat ini anaya dapatkan.



" Alhamdulillah akhirnya sedikit lebih dekat mereka ini!"ucap mbak mirna.



" Ya Allah, saya senang banget tuan muda bersikap seperti itu kepada istrinya dan semoga saja dia mempertahankan segala sifatnya hari ini sampai nanti!"ucap sopir pribadi dalbert yang berdiri tepat di samping mbak mirna.



Mereka semua yang mendengarkan ucapan dari sopir itu hanya tersenyum dan mengaamiinkannya. Sedangkan naya yang memukuli anggasta, dia meminta untuk diturunkan. Tetapi tidak juga diturunkan oleh anggasta, dia malah semakin mempercepat langkahnya untuk segera sampai di dalam kamarnya itu.



Dan anggasta tidak menghiraukan apapun yang dilakukan oleh anaya ,yang saat ini ia ingin segera pergi dari kerumunan semua orang.



"Stop, turunin aku sekarang juga? "Sergah naya sambil memukul lengan anggasta.



" diam, kalau nggak mau diam gue banting lu di sini juga? "Sergah anggasta.


__ADS_1


Yang membuat naya langsung terdiam membisu tanpa melakukan tindakan apapun lagi ,karena dia saat ini sangat ketakutan dengan kemarahan anggasta kembali. Apalagi wajahnya itu sudah tidak bersahabat, berbeda dengan tadi saat dia digendong di hadapan semua orang.



" Sebenarnya dia mau apa dan kenapa bersikap seperti ini!"gumam naya dalam hati.



Sekarang mereka sudah sampai di dalam kamar dan anggasta, langsung mengunci pintu kamarnya dari dalam agar semua orang tidak mengetahui apa yang dia lakukan dan tidak mendengar apa yang dia ucapkan pada naya. Karena kamar itu sekarang sudah kedap suara, sehingga tidak akan ada seorangpun yang mengetahui apa yang sedang ia lakukan. Dan begitu juga naya tidak akan meminta bantuan kepada siapapun, karena pintu kamarnya dia kunci dan kuncinya dia sembunyikan.



Anggasta langsung menjatuhkan naya ke atas kasur dan ia membiarkan saja dia di sana ,sedangkan dirinya langsung memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan dia lakukan itu agar semua orang menganggap. Jika hubungan mereka baik-baik saja dan dia mencintai naya.



Naya sangat kebingungan dengan tingkah suaminya itu ,padahal kemarin-kemarin dia sangat jahat padanya .Begitu jahat kepadanya itu, tetapi untuk hari ini dia sangat berbalik jauh berbeda dari sikap sebelumnya. Apalagi jika di depan semua orang ,dia tetap berpikir dengan pemikirannya yang sangat kebingungan saat ini.




Sampai anggasta saat ini sudah selesai membersihkan tubuhnya dan ia juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai saat ini. Dan dia masih melihat anaya yang masih duduk di atas kasurnya dengan melamun sendirian.



Dia dengan sengajanya melemparkan handuk bekas dia mandi ke wajah naya dan seketika lamunan yang ada di pikiran naya dari tadi seketika buyar. Karena anggasta yang membuat naya merasa kesal kepadanya .Tetapi dia tidak tahu harus melakukan apa, karena saat ini dia tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapapun ,karena pintu kamar pun dikunci sehingga dia tidak bebas untuk keluar masuknya kamarnya.



" di sini itu ada orang, kenapa sembarangan lemparan handuk bekas ke wajah aku? "sergah naya yang tak terima.



" terserah gue, kamar-kamar gue barang-barang juga barang gue dan rumah juga rumah gue. Terserah mau gue lakuin apa dengan semua yang gue punya termasuk lo ,gue bebas sakitin lo karena lo udah jadi istri gue. Jadi jangan berharap ada kebahagiaan dihidup lo,n gue gak akan taku lagi sama ancaman yang lo lakuin itu? "Ucap anggasta sambil menunjuk ke arah wajah naya.

__ADS_1



Naya langsung memalingkan wajahnya ,karena dia tidak mau melihat wajah anggasta yang saat ini berada tepat di depan wajahnya. Tetapi anggasta berujung mencengkeram wajah manisnya itu yang membuat naya merasa kesakitan.



"Lepasin, sakit? "Teriak naya.



" gue gak akan lepasin lo, gara-gara lu gue dimarahin sama ayah dan ada orang yang ancam gue, karena kejadian semalam dan itu semua gara-gara lo sampai-sampai gue harus kehilangan uang miliaran dalam sekejap? "sergahnya.



"Maksud kamu? " Naya mengerutkan keningnya karena dia tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh anggota.



" lo tahu siapa orang yang udah videoin lo saat lo tercekbur ke kolam dan itu gue sama sekali nggak dorong loh, tapi di video itu memperlihatkan jika seolah-olah guelah yang mendorong lo. Orang ada saat lo jatuh sendiri dan orang itu ancam gue akan menyebarkan video yang dia dapatkan. Kalau gue nggak bayar miliaran rupiah semalam dan lo tahu sampai sekarang dia masih neror gue, kalai gue nggak ngasih uang sama dia maka video itu akan disebarluaskan olehnya? "Sergahnya.



" gue dah terlalu peduli sama nominal yang dia minta ,tapi jika video itu tersebar maka nama gue akan hancur. Apalagi nama ayah dan perusahaan akan hancur .Begitu juga dengan nama lo sendiri,kan lo baru masuk sekolah dan otomatis semua orang akan mengetahui. Jika lo itu udah nikah maka lo akan dikeluarin dari sekolah paham lo? "Sergahnya yang membuat naya ketakutan.



" aku nggak mau sampai dikeluarin dari sekolah dan aku nggak mau sampai orang-orang tahu. Jika aku sudah menikah aku nggak mau karena aku mau belajar bersama teman-teman! "Serunya sambil menahan rasa takut pada dirinya.



" Ya udah kalau gitu aku harus cari tahu siapa yang udah videoin ,saat lo tercebur di kolam, karena gue yakin orang itu masih ada di sekitar rumah ini dan dalam seminggu. Gue gak mau tahu lo harus menemukannya, karena gue sibuk harus kerja di kantor .Kalau lo nggak bisa menemukan orang tersebut, maka siap-siap lo akan gue hukum seberat-beratnya?"sergah nya.



Anggasta melepaskan cengkramannya pada wajah naya, setelah mengatakan itu semua dan dia pergi dari sana meninggal naya. Dan naya ia yang saat ini masih terdiam di atas kasur, karena dia bingung harus melakukan apa ,karena dia tidak mengetahui dan belum kenal betul dengan orang-orang yang berada di rumah itu selain mbak mirna.

__ADS_1


__ADS_2