Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
37. Waktu


__ADS_3

Alcan yang dari tadi tertidur di pangkuan naya dan naya pun fokus dengan buku yang sedang dia baca tanpa melihat arah sekitar dan seakan menulikan pendengarannya, karena terlalu fokus dengan buku novel itu.



Ada beberapa buku novel yang dia banyak dan bawa juga ke sana tetapi dia menyelesaikan bacaannya satu persatu, karena alcan memberikan dia banyak buku bacaan, lagi nggak dia harus membacanya dengan pelan, walaupun banyak karena dia ingin mengetahui isi sebuah cerita dari novel tersebut.



Mereka berdua sama-sama tidak menyadari itu sudah masuk dan bel berbunyi dari tadi, tetapi mereka masih berada di tanah dengan posisi alcan yang tiduran di pangkuan naya dan naya menyadarkan tubuhnya pada pohon besar yang ada di sana sambil memegang buku yang dia baca saat ini.



Beberapa jam kemudian naya baru menyadari karena dia merasa, jika mereka berada di sana tidak terlalu lama .Padahal mereka berada di sana ,gerbang sekolah akan segera di tutup dan buku novel yang dia baca pun sudah setengah buku itu dia baca.



" alcan tidurnya lama banget sih dan bel masuk juga belum bunyi, seneng banget sih kalau gini tiap hari ,waktu istirahat nya lumayan lama nih. Padahal aku baca nya santai dan juga aku membaca novel ini biar semuanya aku simak dengan baik! "Gumam naya.



" Ya udah deh aku lanjutin aja baca novelnya, nanggung sama cerita nya sampai ceritanya habis baru, aku jadi bisa tahu deh endingnya kayak gimana! "Gumamnya kembali.



Naya pun kembali lagi dengan buku novel yang lagi dia baca saat ini dan dia akan membaca novel itu sampai selesai, tanpa ada gangguan dari siapapun sehingga dia bisa menggunakan bacaannya.



Naga sudah selesai membaca bukunya dan dia menutup buku itu ,karena sudah mengetahui seluruh isi cerita dari novel tersebut. Saat dia menutup buku itu dia menatap ke arah sekitar yang sudah sangat gelap dan di sana juga alcan yang dari tadi itu dia alcan dari tadi belum juga, sehingga membuatnya merasa berpikir kalau melakukan itu kita sudah sudah mulai.



" Kenapa langitnya mendung banget ya. Padahal aku baca novelnya nggak terlalu lama juga! "Serunya.



Selama itu naya berusaha untuk menempuk menepuk pipi alcan yang dari tadi belum bisa terbangun.



"Alcan ayo lah bangun, kaki aku udah kesemutan? "serunya.



Tetapi tetap saja alcan tidak bangun-bangun .Walaupun naya sudah berusaha membangun kan nya, sampai beberapa waktu sudah terlewati dan disana sudah semakin gelap, akhirnya alcan terbangun juga.

__ADS_1



Dan itu membuat naya sangat senang karena disana gelap yang membuat dia ketakutan dari tadi. Saat alcan terbangun, dia tidak langsung duduk atau berdiri tapi dia malah memeluk naya ,karena dia merasa nyaman.



"Alcan ayo bangun, kamu nggak boleh kayak gini,ini uldah malem banget dari tadi aku udah nungguin kamu? "sergahnya.



" Bentar dulu, lagi nyaman nih! "Serunya dengan suara yang serak khas bangun tidur.



Naya sangat kebingungan dengannya yang dari tadi ,hanya di sana saja tidak bangun atau berdiri malah memeluknya seperti anak kecil.



Selama berada di sana dia baru bisa terbangun dan mengerjakan kedua matanya melihat naya yang saat ini sedang merasakan kedinginan, karena cuaca pun sangat dingin yang membuat dia menggigil dan itu juga dirasakan oleh alcan.



"Nay are you oke? "Serunya.




" kamu tahan dulu ya kita pergi ke kelas dulu untuk ambil jaket aku biar bangun nggak kedinginan dan setelah itu aku yang antar kamu pulang!"serunya yang sangat tergesa untuk segara pergi dari sana.



Naya hanya diam saja sedangkan alcan dia membereskan semua buku-buku yang dari tadi naya baca dan tempat itu, supaya tetap terjaga kebersihannya.



Alcan sudah selesai membereskan nya dia langsung menggendong naya untuk segera pergi dari sana karena dia sudah melihat jika naya sudah menggigil kedinginan ,yang membuat dia tidak mungkin membiarkan naya berjalan sendirian.



Naya sudah menolak jika dia tidak ingin di gendong oleh alcan, tetapi alcan ngotot tidak ingin menurunkan nya. Yang membuat naya pasrah, karena di sana pun tidak ada siapapun yang bisa melihat mereka jadi dia terima saja karena dia pikir seperti itu ,maka tidak akan ada yang mengetahuinya.



Alcan alcan berjalan sambil menggendong naya sampai ke depan kelas ,walaupun disana sudah sangat gelap dia tetap lakukan karena ingin mengambil barang-barangnya yang masih ada di dalam kelas. Walaupun di sana sudah tidak ada orang ,bahkan disana teihat sangat menyeramkan. Tetapi dia melakukannya, karena dia tidak ingin membuat naya tidak sampai kedinginan lagi .

__ADS_1



"Alcan aku takut banget sama tempatnya ,kita pulang langsung saja karena aku takut sama kegelapan? "serunya yang memeluk alcan karena takut melihat keadaan sekitar.



" kamu tenang aja ada aku disini, kita cuma mau ambil barang-barang aja jadi nggak usah takut? "Serunya melihat pada naya, sehingga pandangan mereka bersitubruk dan sangat dekat yang membuat jantung keduanya berdebar.



Mereka yang tersadar dia langsung memalingkan wajah mereka bersembarang tempat dan alcan dia merasa sangat gugup dengan itu semua dan dengan menghilangkan kegugupannya, dia langsung memasuki kelas untuk mengambil tasnya.



Sama-sama tidak mengeluarkan sepatah katapun setelah itu, karena masing-masing merasa gugup .



Alcan sudah mengambil barang-barangnya dan juga barang milik naya. Dia segera menghampiri naya untuk memberikan jaketnya supaya naya tidak kedinginan.



Naya menerima saja karena dia boleh sangat kedinginan, apalagi di sana cuacanya sangat dingin dengan angin yang sangat begitu kencang. Dan itu membuat alcan sangat bahagia dengan momen-momen yang tidak terduga itu.



"Senakal-nakal nya gue, semoga suatu saat nanti gue bisa milikin lo nay? "Gumamnya dalam hati.



"Alcan ayo kita pulang aku udah kedinginan banget dan mau istirahat? "Sergahnya.



Seketika lamunan dia buyar ketika mendengar suara naya dan dia langsung segera memenuhi keinginan naya, karena dia sendiri sudah merasa begitu. Tetapi dia sudah terbiasa dengan angin malam, tapi dia sangat khawatir dengan naya yang sangat menggigil dan dia yakin jika naya tidak pernah keluar malam.



" alcan ayo cepetan kita pulang sekarang ,aku udah kedinginan banget udah gak kuat lagi! "serunya.



" Iya nay kamu sabar dulu ya dan kamu harus kuat, sekarang aku lagi berusaha untuk bisa membuat kamu nggak kedinginan? "serunya.


__ADS_1


Alcan dengan cepat menggendong kembali naya setelah memberikan jaketnya dan naya memakai jaketnya itu. Naya hanya diam aja di dalam gendongan alcan, karena dia sendiri sangat merasa nyaman dengan perlakuan alcan seperti itu padanya. Walaupun mereka hanya mengenal beberapa waktu saja, tetapi mereka berdua sama-sama merasa saling nyaman.


__ADS_2