Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
43. Semua Khawatir


__ADS_3

Saat ini naya sudah berada di dalam kamar nya dan saat ini dia ditemani oleh para asisten rumah tangga yang bekerja di sana, mereka semua tidak tahu harus melakukan apa karena takut nantinya disalahkan.



Mbak mirna dia tidak memiliki pilihan apapun lagi, karena melihat naya yang saat ini masih tergeletak lemah diatas kasurnya dan dia belum juga sadarkan diri. Dari itu dia memberanikan diri untuk menghubungi tuan besar nya, karena tidak mungkin dia menghubungi anggasta yang sudah pergi setelah kejadian itu.



"Aku tidak memiliki pilihan lagi, karena naya harus ditangani oleh dokter dengan segera. Dan jika menghubungi dokter tentu harus izin terlebih dahulu kepada tuan besar! "Gumam mbak mirna yang langsung mengambil handphone nya.



Setelah beberapa saat dia baru bisa mendengar seruan dari tuan nya, yang membuat dia langsung mengatakan semuanya dan menjelaskan apa yang telah terjadi di sana, sehingga tuan besar dalbert abimana memberikan izin untuk mereka memanggilkan dokter untuk menangani naya.



"Halo, tuan saya mirna? "Gumamnya.



"Iya ada apa kamu menghubungi saya? "Serganya.



"Anu tuan, itu! "Mbak mirna merasa gugup.



" apa yang akan kamu bicarakan kepada saya, jangan membuang waktu saya, karena saya sedang bekerja? "sergahnya sambil membentak.



"Itu tuan, non naya saat ini belum sadarkan diri,setelah dia didorong oleh tuan muda dan sampai saat ini tuan muda belum juga kembali dan kami belum memanggilkan dokter tanpa seizin kalian! "ucapnya dengan suara rendah.



Dalbert mengerutkan keningnya, sebenarnya dia merasa bingung tapi karena pekerjaannya masih banyak dan di sana juga masih banyak para klien yang harus dia temani untuk membicarakan bisnisnya. Dia pun langsung memberikan izin kepada mbak mirna untuk memanggilkan dokter untuk memeriksa keadaan naya.



" Ya sudah sekarang juga ,kamu panggilkan dokter untuk memeriksanya dan beri kabar lagi saya nanti karena saya saat ini sedang sibuk?"sergahnya yang langsung menutup sambungan teleponnya.



Dan dia kembali lagi dengan para klien yang sedang meeting bersamanya bicarakan tentang bisnis yang saat ini sedang dia lakoni dan mereka tidak mempermasalahkan saat dalbert mengangkat teleponnya di kala mereka sedang mengadakan meeting.



Mbak mirna yang saat ini sudah mendapatkan izin dari tuan besarnya ,dia langsung menelpon dokter pribadi rumah itu. Untuk segera datang ke rumah majikannya untuk segera memeriksaan naya, karena sampai sekarang naya belum sadarkan diri dari pingsannya dan mereka sangat mengkhawatirkannya ,karena dari tadi pun tidak ada pergerakan sedikitpun dari naya.

__ADS_1



Setengah jam kemudian barulah dokter yang di telepon oleh mbak mirna kini datang ke sana dan langsung memeriksa naya yang masih terbaru lemah di atas kasur itu, mereka semua masih tetap mengkhawatirkan naya ,walaupun dokter sudah menanganinya.



"Dok bagaimana keadaan non naya saat ini apakah dia baik-baik saja? "sergah mbak mirna saat dokter itu keluar dari kamar setelah memeriksa naya.



" Kalian tidak usah khawatir ,karena saya tadi sudah memberikan obat kepadanya dan mungkin beberapa jam lagi dia akan sadarkan diri, tolong segera tebus obatnya di apotek terdekat dan ini resep obatnya yang harus di tebus !"ucapnya sambil menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan resep obat-obatan yang harus dikonsumsi oleh naya saat ini.



" baik dok terima kasih banyak atas bantuannya!"seru mbak mirna penerima selembar kertas itu.



" baik kalau begitu saya permisi dulu, semoga dia cepat pulih kembali dan bisa menghilangkan trauma yang telah dialami dan saya ingatkan kepada kalian ,jangan sampai kejadian ini terulang lagi karena dia tidak bisa berenang. Jadi sebisa mungkin ,jangan biarkan dia main dekat air ,apalagi kolam renang yang sangat dalam? "Sergahnya.



"Baik dok! " seru mereka semua yang mendengarkan ucapan dokter tersebut karena semua para pekerja pun berada di sana menunggu di luar kamar naya.



Dokter pribadi keluarga besar tuan dalbert abimana sudah pergi dari sana dan dia diantar oleh para penjaga sampai teras depan, dan mereka menunggu sampai dokter itu keluar melewati gerbang rumah itu.




" Iya semoga saja dia cepat pulih kembali seperti biasanya dan dia juga tidak terhormat dengan apa yang sudah terjadi terhadap dirinya!"sergah salah satu nya lagi.



" Ya sudah sekarang kalian beristirahatlah di kamar masing-masing karena saya yang akan menjaga non naya di sini, kalau ada apa-apa diantar jadi sesuatu kepadanya saya akan langsung memanggil kalian semua terutama para penjaga di rumah ini, karena saya memerlukan bantuan kalian semua? "Seru mbak mirna selaku ketua pekerja di rumah itu.



Mereka semua pun langsung mengikuti semua perkataan dari mbak mirna karena mereka menghargai mbak mirna, sebagai ketua bekerja di rumah itu. Apalagi dia adalah salah satu pekerja yang dipercayai penuh oleh tuan besar abimana.



Mereka semua langsung membubarkan diri untuk segera beristirahat ke kamar masing-masing dan para penjaga yang berjaga malam ini di rumah itu ,mereka segera kembali ke tempat kerja masing-masing. Dan mbak mirna dia segera memasuki kamar naya untuk menemaninya di sana ,walaupun saat ini naya belum juga siuman dari pingsannya .



Dia terus menunggunya di sana sampai naya siuman dan itu membuat dia sangat bahagia dan merasa lebih tenang karena naya sudah bisa sadarkan diri.

__ADS_1



2 jam lamanya dia berada di sana menunggu naya yang masih belum sadarkan diri, tanpa mendapatkan kepastian kapan dia akan bangun dan kapan dia akan bicara kepadanya untuk mengatakan. Jika dia baik-baik saja agar dia tidak merasa khawatir lagi dengan kondisinya.



Naya yang saat ini membuka matanya dengan pelan ,dia melihat ke arah sekelilingnya dan pandangan nya berhenti pada mbak mirna yang saat ini menangis di sana.



"Mbak, mbak mirna? "Seru naya dengan suara yang sangat lemah, bahkan suaranya tidak terdengar oleh mbak mirna yang saat ini masih menangis.



"Mbak mirna kenapa nangis dan kenapa dia ada di kamar aku? "Ucap naya dalam hatinya yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.



Naya terus berusaha menyerukan nama mbak mirna di sana dengan suara yang sangat lemah dan dia tetap berusaha untuk bisa menyerukannya. Tapi tetap saja tidak bisa karena suaranya yang sangat lemah dan sangat rendah, sehingga tidak bisa didengar oleh siapapun hanya dirinya sendiri yang mendengar suaranya itu.



Naya mencoba mengumpulkan tenaganya terlebih dahulu untuk bisa menormalkan kembali suara dan tubuhnya agar orang yang ada di sana mendengar seruan dia, agar mereka bisa saling mengobrol dan mereka juga mengetahui jika saat ini naya sudah sadarkan diri.



" Semoga aja setelah aku mengumpulkan tenaga aku kembali mereka bisa mendengar seseorang yang aku serukan kepada mereka dan mereka bisa mengetahui jika aku saat ini sudah terbangun .Jadi mereka tidak perlu sesedih itu, karena aku tidak apa-apa! "gumamnya dalam hati setelah mengingat kejadian sebelum dia berada di sana dan dia pun sudah mengingat semuanya.



Lama dia diam dan memperhatikan mbak mirna yang terus menangis .Tetapi dia tidak melihat ke arah naya yang membuat dia tidak mengetahui jika saat ini orang yang sedang dia tangisi sesudah terbangun.



" Oh iya aku sudah mengingat semuanya ini semua gara-gara anggasta, awas aja dia kalau sudah ada di sini aku akan balas dengan caraku sendiri dan aku tidak akan main-main dengan ini semua, karena dia sudah mempermainkan aku dan dia juga sudah melanggar, semua janjinya yang tidak akan mengajariku tapi buktinya apa dia tetap merasa. Sampai-sampai aku terjatuh ke dalam kolam renang yang sangat dalam itu dan aku tidak bisa berenang, dan aku akan membuktikan semua kejahatan mereka di depan publik, agar mereka semua mengetahuinya! "gumam naya dalam hatinya.



Dia kembali lagi menatap mbak mirna yang saat ini masih menangis sampai dia tidak tega melihatnya ,tapi dia sangat beruntung memiliki teman yang baik di sana dan dia juga selalu ada untuknya, bahkan selama ini dia yang membantu nya apapun itu, selalu ada untuknya tanpa pamrih dan ikhlas melakukan nya.



"Mbak makasih ya, karena mbak selalu ada untuk aku dan aku juga sangat bahagia karena memiliki hati yang tulus sama aku! "serunya dalam hati sambil meneteskan air mata nya.



Mbak mirna belum menyadari jika naya saat ini sudah tersadar, sampai naya ikut menangis pun dia tidak sadar karena dia menghadap bertolakkan dengan naya terbaring. Sehingga membuat dia tidak mengetahui jika saat ini naya sudah sadarkan diri.


__ADS_1


Naya mencoba untuk tidak sedih, tapi dia tidak bisa karena dia melihat kebaikan mbak mirna yang selalu ada di sampingnya dan dia selalu ada menemaninya ,dikala dia sedang sedih ataupun sedang mengalami musibah. Walaupun mereka baru saja mengenal beberapa hari yang lalu, tetapi ketulusan yang benar-benar sangat terasa.


__ADS_2