
Gista yang langsung memasuki ruang pribadi kakaknya itu tanpa izin, karena anggota di sana sedang melakukan meeting dengan klien . Dia merasa malu dengan klien karena gista sudah bersikap tidak sopan dihadapan mereka.
" siang kakak, sini aku mau kasih sesuatu sama kakak? "Serunya yang berat dari yang tanpa melihat arah orang-orang itu.
Anggasta sangat terkejut dan dia langsung menempuh jidatnya, para klien pun sama terkejutnya tetapi mereka merasa terganggu dengan kedatangan gista ke sana.
"Gista apa yang kamu lakukan? "Sergahnya dalam hati sambil melototkan matanya pada gista yang saat ini tidak mengerti dengan kode dari kakak nya itu.
"Apaan sih! "Seru gista yang belum mengerti juga.
Anggata yang sangat merasa malu di depan klien-klien nya ,da segera meminta izin terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalahnya hari ini agar meeting mereka juga bisa dilanjutkan.
" Mohon maaf untuk semuanya saya permisi dulu untuk mengurusi masalah ini? "Serunya yang langsung pergi membawa gista dari sana.
Gista yang di seret ke luar dari ruangan anggasta dia merasa tidak terima dengan perlakuan kakak nya itu, apalagi para karyawan melihat nya.
"Kakak lepasin dulu sakit tau? "Sergahnya.
"Ngapain kamu bersikap kayak tadi malu-maluin banget, kamu tau mereka itu klien penting kakak. Seharusnya kamu bersikap sopan di kantor kakak? "Sergahnya.
"Ih kakak lagian aku ke sini sebentar kok nggak lama! "Seru gista.
" Iya gista terus kamu mau ngapain ke sini kakak lagi ada meeting? "Sergah anggasta.
Gista langsung menyerahkan handphone miliknya yang berisi foto-foto dan video memilik naya kepada anggasta dan anggasta langsung melihat semua potretan yang didapatkan oleh adiknya itu ,tentang kebersamaan istrinya dengan laki-laki lain.
__ADS_1
" ini apa maksudnya gista? "seru anggasta.
" itu istri kakak sama siapa, baru aja sekolah satu hari dan dia udah kayak gitu apalagi nanti! "Memanasi anggasta.
" Ya udah kirimkan foto-foto itu kalau handphone kakak dan sekarang kamu pulang saja ,karena kakak masih banyak pekerjaan dan masih ada meeting juga? "Suruhnya.
"Oke! "Seru gista mencium kakak nya.
Gista langsung pergi dari sana sedangkan anggasta dia kembali lagi ke ruang pribadinya, karena di sana masih ada klien penting untuk membahas bisnis yang akan dapatkan dengan mudah.
Saat gista ingin yang keluar dari kantor milik kakaknya tiba-tiba dia bertemu kembali dengan tari yang tadi memiliki konflik dengannya saat ingin menemui kakaknya.
Tari berniat untuk meminta maaf kepada gista tetapi gista malah mengancamnya untuk memecat dia.
"Mohon maaf nona saya tidak mengetahui nona itu siapa dan sekarang saya sudah mengetahui jika nona adalah keluarga dari tuan besar dalbert abimana, untuk itu saya mau meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada nona karena ketidaktahuan saya! "Serunya menundukkan kepalanya.
Gista langsung pergi dari sana meninggalkan tari yang saat ini berkaca-kaca, dia tidak memperdulikan tari sama sekali.
" Jangan didengerin semoga aja kamu nggak di pecat gara-gara kejadian tadi, sekarang kamu fokus lagi dengan pekerjaan kamu jangan dipikirkan! "seru salah satu karyawan di sana.
"Iya! "Ucap tari.
Anggasta yang saat ini sudah kembali meeting dengan klien-klien pentingnya, dia merasa sangat kesal dengan foto-foto yang dikirimkan oleh adiknya itu.
" berani-beraninya dia melakukan itu semua,padahal semua orang pasti sudah tahu jika dia itu adalah istri gue. Awas aja mentang-mentang lo di sekolah, para murid tidak mengetahui siapa lo sebenarnya! "ucap anggasta meremas kaleng minuman.
__ADS_1
Saat ini semua klien penting yang tadi meeting dengan nya sudah pulang dan saat ini dia sendirian di dalam ruang pribadinya, dari tadi dia terus saja melihat semua foto-foto yang dikirimkan adiknya kepada dia beserta video kebersamaan naya dan laki-laki yang ada di video itu. Membuat anggasta marah padahal dia tidak memiliki perasaan apapun terhadap naya.
" Kenapa gue marah kayak gini padahal kan dia pelukan siapa-siapa gue cuma istri di atas kertas aja? "Tanyanya pada dirinya sendiri.
" tapi ini nggak baik kalau ayah tahu ini semua pasti dia akan marah dan tentu gue yang akan dimarahin sama dia! " anggasta mondar-mandir memikirkan sesuatu untuk merencanakan sesuatu, agar ayahnya tidak sampai mengetahui itu apalagi orang-orang di luar ranah yang sudah mengetahui jika naya adalah istrinya.
"Awas aja lo ya nanti gue pulang lo gue hukum karena lo udah buat gara-gara sama gue! "Sergah nya.
Anaya yang hari ini sudah menemukan mbak mirna yang saat ini berada di dalam kamarnya dan dia juga sudah selesai membersihkan tubuhnya. Dia sedang makan siang ditemani oleh mbak mirna, karena dia ingin menceritakan semua kejadian yang dialami untuk pertama kalinya dia masuk sekolah di sekolah barunya.
Mbak mirna dengan sabar menemani naya yang saat ini sedang makan siang dan setelah selesai makan siang ,naya terus saja bercerita tentang kesehariannya di sekolah dari awal pertama dia masuk ke dalam sekolah sampai dia pulang sekolah kembali dan dia mendapatkan teman laki-laki yang sangat baik.
Gelak tawa yang menemani mereka sambil bercerita, banyak sekali cerita-cerita yang diucapkan oleh naya pada mbak mirna yang membuat obrolan mereka semakin panjang dan satu sama lain saling mengeluarkan pendapat masing-masing terutama mbak mirna yang terus saja menceramahi naya. Agar dia tidak selalu dekat dengan teman laki-lakinya karena saat ini naya sudah menjadi istri seseorang.
"Naya saran dari mbak sih kamu nggak boleh terlalu dekat dengan teman laki-laki kamu, karena kamu ini sekarang sudah menjadi seorang istri dan kamu wajib menjaga marwah sebagai istri untuk suami kamu? "Serunya.
" Aku nggak terlalu dekat kok mbak sama dia dan kami juga cuma temen biasa satu bangku juga, sehingga kami sama-sama terus dan tadi juga yang nemenin aku saat istirahat dia bukan teman perempuan karena mereka pada sombong semuanya! "Sergahnya.
" Iya itu kan cuma saran dari mbak takutnya nanti terjadi fitnah ,karena kamu saat ini sudah beda status dengan teman-teman kamu! "Serunya.
"Iya mbak, sekarang mbak cobain jeruk ini enak loh nggak asem, ini makan? "Serunya memberikan jeruk itu pada mbak mirna dan mbak mirna pun menerimanya dengan antusias.
"Makasih ya! "Serunya.
"Sama-sama !" Oh ya benar ya sambil tersenyum dan mbak mirna pun sebaliknya membalas senyuman dari naya.
__ADS_1
Dan mereka berdua pun terus mau ngobrol di sana tanpa mengenal waktu dan saat ini ia memiliki tugas individunya dan dia harus segera menyelesaikannya malam ini juga, karena besok pelajaran itu ada lagi dan otomatis dia harus mengerjakannya dengan cepat karena besok pasti akan dikumpulkan.