
Naya menaiki tangga untuk menuju ke kamar anggasta dia ingin segera membereskan buku-buku yang dia akan bawa untuk besok ke sekolah barunya dan dia juga akan mempersiapkan segalanya, karena dia juga harus beradaptasi kembali di sekolah.
" untuk hari ini bahagia banget karena aku juga sudah mendengarnya secara langsung dengan bisa pergi lagi ke sekolah dan belajar seperti biasanya, walaupun suasana sekolahnya pasti akan berbeda dengan sekolah lama aku tak bisa apa-apa yang penting aku bisa belajar dan mewujudkan cita-cita aku! "gumamnya.
" dan sekarang aku harus menyiapkan buku dulu baru seragam dan tadi aku dengar dari ayah jika dia akan mengirimkan ajudannya agar dia membelikan semua perlengkapan aku di sekolah dan itu udah pasti ,karena dia juga yang sudah mengizinkan aku pergi sekolah lagi untuk belajar! "Ucapnya yang membuka pintu kamar milik anggasta.
Naya memasuki kamar itu dan dia segera menuju ke arah meja kerja milik anggasta yang di mana di sana dia melihat banyak sekali buku-buku miliknya.
" Wah itu buku-buku milik siapa ya kok banyak banget jadi penasaran aku,padahal tadi pagi gak ada di sini deh apa aku nggak liat ya? " ucapnya yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
Dia semakin mendekati meja kerja milik negara dan dia semakin jelas melihatnya jika di sana banyak sekali buku-buku milik anggasta yang sengaja disimpan di situ dan ada yang menarik dari pandangannya sehingga dia mengambil satu buku yang dirasa dia menyukainya dan dia akan membacanya.
" ada 7 buku di sini dan wah ini buku kayaknya menarik banget sih buat aku baca! "Yang langsung mengambil buku itu dan dia duduk di atas kasur.
Naya tersenyum dan dia langsung membuka di halaman pertama buku itu dan merasa jika dia cocok dengan buku itu karena di halaman pertama, apalagi dia mau menyelesaikan sampai tamat dengan membaca buku itu.
"Fix ini aku harus membaca bukunya sampai selesai nggak papa aku nggak izin dulu sama orang yang punya siapa suruh dia simpan di sana. Jadi aku melihatnya dan mau baca buku ini nggak papa nih sekarang baca aja dulu nanti kalau ada orang yang punya ,aku baru bilang kalau aku minjam sekalian nunggu bosen juga di sini! "Gumamnya.
__ADS_1
Naya terus membaca buku itu sampai dia merasa kantuknya datang dan tiba-tiba saja kantuknya menyerang dia sampai dia tidak bisa melanjutkan membaca buku dia tidak tahu apa-apa lagi setelah itu, karena dia sudah tertidur pulas sambil memeluk buku yang sedang dia baca.
Anggasta saat ini sedang berada di dalam ruangan pribadinya yang merupakan ruang pribadi milik dalbert sebelumnya yang diberikan kepadanya sedangkan dalbert abimana dia berada di perusahaan ke dua miliknya .
Tetapi jaraknya tidak terlalu jauh dari perusahaan pertama miliknya yang memudahkan dia untuk bolak-balik pergi ke perusahaan yang dia bangun sejak awal merintis akhirnya di bidang bisnis dan itu semua di temani sang istri yaitu ibu dari anggasta.
" Halo sayang iya nanti malam aku ke sana kamu nggak boleh kemana-mana? "Ucap anggastasa yang tersenyum.
"Oke sayang kalo gitu aku kembali sekolah ya karena bel udah bunyi! "Serunya dari seberang sana.
" Oke honey muachhh! "ucap anggasta yang langsung mematikan handphone miliknya.
Dia terus bekerja sampai sore pun tiba dan itu tandanya dia bisa pulang dari kantor ,walaupun itu kantor milik ayahnya dan sekarang dipegang olehnya tapi dia tidak bisa pulang pergi semaunya .Karena dia memiliki prinsip yang selalu diterapkan oleh ayahnya dan ia juga selalu diajarkan oleh ayahnya tentang kedisiplinan ,yang dimana dia harus tetap disiplin dalam bekerja.
Anggasta menutup laptop miliknya yang dia gunakan untuk bekerja hari ini dan dia langsung segera menyambar jas yang dia kenakan tadi pagi dan kunci mobil miliknya dia langsung pergi dari sana, tanpa memberikan ucapan sepatah katapun kepada sekretarisnya yang sekarang sedang berada di dalam ruangan pribadi miliknya.
" buat bunda kebiasaan kalau mau pergi nggak suka bilang dulu nanti kalau aku ditanyain sama tuan besar bagaimana dan aku lagi yang akan di salahkan, harus jawab apa nanti! "Gerutunya membereskan meja kerja milik anggasta yang ditinggalkan oleh pemiliknya begitu saja.
__ADS_1
Setelah dia selesai membereskan meja kerja milik anggasta dan kembali ke ruangannya, karena dia belum bisa pulang sebelum jam kerja untuk para pekerja tiba dan dia selalu berusaha untuk nggak jadi yang terbaik di perusahaan itu.
Dan tujuan utamanya untuk bekerja di perusahaan itu agar dia bisa menguasai perusahaan itu dan bisa mengambil hati anggasta terlebih dahulu dan bisa membuat perusahaan milik dalbert abimana hancur.
Dengan kecepatan tinggi anggasta melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat luar biasa ,sehingga dia tidak memperdulikan pengendara lain yang berada di jalanan itu dan serasa jalanan milik sendiri.
Karena dia ingin bersegera sampai di rumah pacarnya yang saat ini masih pada sekolah di ke bangku sma dan dia merupakan adik kelasnya setelah dia lulus dari sekolah itu waktu beberapa tahun yang lalu.
Mereka bertemu dan saling mengenal saat pergi ke sekolah sma-nya dulu untuk ikut merayakan ulang tahun sekolah itu, bersama teman-temannya yang lain dan kebetulan di sana banyak sekali para murid di sma itu ikut hadir di sana .Sehingga mereka saling mengenal ,karena sebuah pertemuan yang tidak disengaja dan akhirnya mereka sampai sekarang ini menjalin hubungan.
Dan itu semua agar tak sembunyikan dari ayahnya sehingga dia tidak memberitahunya ,bahkan dia tidak ingin memberitahukan kepada ayahnya jika dia sudah nemiliki seseorang kekasih dan baru-baru ini ayahnya sudah mengetahui dengan hubungannya itu.
" Akhirnya sampai juga!"ucapnya mematikan mobilnya dan ya segera keluar dari mobilnya itu dan berjalan menuju ke arah rumah pacarnya itu.
Anggasta pergi ke sana dengan membawa mimisan untuk kekasihnya dan juga orang tuanya yang sampai saat ini belum pernah dia temui, karena mereka berada di luar negeri dan pacarnya berada di indonesia dengan tinggal sendiri dan hanya ditemani oleh art yang bekerja di rumahnya.
Anggasta memencet bel yang berada di depan rumah milik pacarnya berkali-kali ,karena dari tadi tidak ada yang membukakan pintu untuknya padahal setiap kali datang ke sana bi euis biasa yang akan membukakannya dan dia juga sudah sangat mengenal pembantu yang ada di rumah milik pacarnya.
__ADS_1
" pada ke mana sih kok dari tadi nggak ada siapapun yang membukakan pintu dan biasanya juga bi euis yang selalu membukakan pintu untuk gue! "gumamnya.
Dan saat ini dia belum bisa masuk ke dalam rumah itu karena tidak ada satupun yang membukakan pintu bahkan pacarnya pun belum banyak-banyak di sana ,sehingga dia merongoh saku miliknya dan mengambil handphone agar dia bisa menghubungi pacarnya itu.