Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
45. Pagi hari


__ADS_3

Pagi hari, naya menggeliat dari tidurnya. Dia melihat jika mbak mirna masih berada di sana dan dia cara tidur dalam keadaan duduk ,yang membuat dia sangat merasa bersalah, karena membiarkan mbak mirna tidur dengan posisi itu semalaman . Dan itu akan membuat tubuhnya sakit, karena dia tidur dengan tidak nyaman.


" Ya ampun mbak kasihan banget sih ,pasti semalam tidurnya nggak nyaman, apalagi posisi tidurnya seperti ini. Maafin naya ya mbak! "Gumamnya yang berusaha terbangun dari tidurnya karena dia merasa ingin memindahkan mbak mirna dari sana ke tempat tidur.


Karena dia tidak mau sampai mbak mirna, merasa seluruh tubuhnya sakit akibat posisi tidurnya tidak nyaman. Naya yang saat ini kondisinya mulai membaik dan dia lekas dari sakitnya itu dan tenaganya pun kembali ,seiring dengan berjalannya waktu, karena dia mengistirahatkan tubuhnya semalaman.


Saat naya memegang tangan mbak mirna dengan tujuan memindahkannya dari sana, tetapi mbak mirna terbangun dari tidur nya yang membuat naya kaget. Sampai dia terjungkal ke belakang dan terbentur ke lantai, yang embuat mbak mirna syok.


"Ya ampun, naya. Kamu nggak appa kan? "Teriak mbak mirna sambil membantu naya untuk segera bangun.


"Aku nggak papa kok mbak, mbak nggak usah khawatir? "Ucap nya yang terlihat biasa saja ,tapi dia masih memegang kepalanya yang sakit dan terasa pusing.


"Kamu itu terbentur,sekarang istirahat dulu. Mbak mau ambilin kompresan di dapur dulu, jangan kemana-mana? "Sergahnya yang langsung pergi meninggalkan naya sendirian di sana.


Mbak mirna segera berlari menuju ke arah dapur untuk mengambil air kompresan untuk naya, tapi pagi itu tidak ada siapapun yang ada di sana kecuali dirinya. Dia tidak melihat semua orang yang biasanya sudah bekerja sepagi itu. Yang membuat dia penasaran, tapi dia langsung segera kembali lagi ke kamar naya karena dia akan mengompres nya di sana.


"Kemana semua orang tumben banget jam segini belum pada kerja, dan nggak ada satupun dari mereka berada disini, mentang-mentang tuan besar nggak ada di sini mereka seenaknya aja kerja! "Gerutu mbak mirna sambil membawa air hangat dan juga handuk kecil.

__ADS_1


"Tunggu saja, saat saya kembali lagi kesini dan kalian masih nggak ada atau belum bekerja siap-siap saya laporkan kalian pada tuan besar! "Gumamnya kembali.


Dia dengan segera menaiki anak tangga untuk pergi ke kamar naya yang saat ini membutuhkan apa yang dia bawa saat ini. Dengan hati-hati dia membawa nya, sampai dia pun sudah sampai di dalam kamar naya dan segere mengompres nya ,karena kening yang terjedot lantai tadi sudah membengkak.


"Mau kemana? "Sseru mbak mirna saat naya turun dari tempat tidurnya yang membuat mbak mirna menjadi khawatir. Karena dia akan segera mengompres keningnya.


" Aku mau pergi ke kamar mandi dulu mbak! "Serunya.


" Ya sudah mbak bantu! "Ucapnya yang langsung gercep membantu naya untuk pergi ke kamar mandi dan naya sudah memasuki kamar mandi. Sedangkan mbak mirna,tetap di sana menunggu sampai nanya keluar dari kamar mandi karena dia takut terjadi sesuatu kepadanya.


" Ya ampun mbak, kenapa nunggunya di sini .Padahal aku cuma sebentar kok di dalam kamar mandinya, kenapa mbak menunggu dis sini, seperti ini aku nggak mau membuat mbak sampai kerepotan gara-gara aku, yang merepotkan mbak terus-menerus! "sergahnya.


Mbak mirna hanya membalas dengan senyuman dia langsung memegang tangan naya dan membantunya ,untuk kembali duduk di atas kasurnya dan dia dengan cepat mengompreskan handuk kecil itu pada kening naya. Naya tidak menolak dengan perlakuan karena dia menganggap pemirsa seperti ibunya sendiri, karena dia merasa jika mbak mirna yang memiliki kasih sayang lebih kepadanya, yang sangat dalam kepadanya seperti ibunya sendiri yang selalu menyayanginya.


"Mbak sekali lagi aku minta maaf ,karena aku selalu merepotkan mbak dan terima kasih banyak atas apa yang mbak berikan sama aku dan apa yang aku dapatkan dari mbak ,karena kasih sayang mbak mengingatkan aku sama mama. Aku sangat merindukannya. Apakah aku boleh meluk kembar sebagai ibu aku disini? "Ucapnya berkaca-kaca.


" Ya tentu silakan ,kalau kamu mau peluk mbak silahkan saja? "serunya.

__ADS_1


Naya sangat bahagia dan dia tidak terlepas dari senyum manisnya . Begitu juga dengan mbak mirna yang sangat bahagia karena dia bisa sedekat Itu dengan naya. Dia membalas pelukan naya pada dirinya, mereka sama-sama berpelukan dengan saling menguatkan.


Dan setelah itu, mbak mirna kembali mengompres kening naya yang saat ini sudah sedikit kempes ,tidak seperti tadi yang bengkaknya parah.


Di rumah sasya, kini anggasta baru dari bangun dari tidurnya yang kurang nyenyak, karena semalaman dia tidak bisa tidur ,karena kepikiran dengan ancaman orang yang dia belum mengetahui identitasnya yang akan menyebarkan video saat kejadian semalam dan itu yang menyebabkan dia kurang tidur.


Saat terbangun, dia sangat kaget. Karena sasya ada di samping nya dan satu kasur bersamanya. Yang membuat dia semakin terpuruk, Karena takut jika dia melakukan sesuatu yang tidak diinginkan saat ini. Yang membuat pikirannya semakin kacau saat ini.


"Kenapa sasya ada di samping aku, padahal semalam aku sendirian di sini dan aku juga sudah mengunci pintunya, agar tidak ada yang masuk ke dalam kamar ini ,tetapi kenapa sasya ada di sini. Dia lewat ke mana bisa sampai masuk ke dalam kamar ini, apalagi aku tidak menyadari itu semua! "Gumamnya dalam hati, sambil meraba-raba tubuhnya sendiri.


Tapi dia merasa lega saat bisa merasakan jika semua pakaian yang dia kenakan semalam masih utuh dan hanya sasya yang memakai baju haram, sehingga membuat anggasta tergiur dengan pesona pacarnya itu, tapi dia tetap ingin menjaganya. Karena seberengsek apapun dia yang dari dulu sampai sekarang terkenal sebagai seorang badboy, tetapi dia tetap tidak ingin merusak masa depan seseorang.


Dengan alasan, dia memiliki adik perempuan yang dia lindungi dan tidak akan dia biarkan laki-laki lain merusak nya, itulah moto hidupnya yang tidak akan merusak seseorang karena nafsu sesaat.


Dia dengan segera menutupi tubuh sasya menggunakan selimut tebal yang semalam dia pakai, dan dia langsung memasuki kamar mandi untuk mencuci wajahnya terlebih dahulu dan sekalian ingin membersihkan tubuhnya di sana. Karena di sana masih banyak yang dia bawa dari rumahnya atau dia beli langsung yang dibawa ke rumah sasya, dan itu sudah menjadi kebiasaannya dan sudah biasa juga dia menginap disana.


Dia langsung pergi begitu saja meninggalkan sasya yang saat ini masih tertidur dengan pulasnya dan dia tidak ingin melihat keadaan pacarnya itu, yang hanya memilih untuk segara memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2