Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
6. Menuju Akad


__ADS_3

Lama mereka bisa menenangkan daya untuk berhenti menangis dan mereka berhasil merias wajah Naya yang seperti barbie hidup itu dengan susah payah, karena naya terus saja menolak saat akan didandani.


Ditambah dengan memakai gaun pengantin yang sangat indah pas di tubuhnya dan sangat cocok dengan warna kulitnya yang putih sampai para pelayan itu terkagum-kagum dengan sosok Naya yang sangat sempurna di mata mereka.


" Ya ampun cantik banget kayak barbie hidup beruntungnya tuan muda mendapat ajaran istri yang sangat cantik bak seperti barbie hidup? "ucap salah satu pelayan yang bekerja di sana.


" Iya benar-benar cantik seperti bidadari beruntungnya tuan muda mendapatkannya lihat sepertinya dia itu bidadari yang dikirimkan tuhan untuknya! "ucapnya.


Banyak sekali ucapan-ucapan yang sangat positif untuk naya dan mereka sangat kagum dengan kecantikannya, tetapi berbeda dengan keadaan hatinya saat ini .Naya sangat sedih dia tidak mau menikah saat ini juga karena dia masih sekolah apalagi dia akan dinikahkan dengan orang yang lebih tua darinya.


Bahkan dia sangat arogan karena dia tahu jika salah satu pelayan yang berada di sana berkata jika mereka adalah keluarga yang sangat kasar dan selalu ingin tidak dibantah oleh siapapun.


" sebetar lagi aku akan menjadi istri orang lain dan aku sudah tidak bisa bertemu teman-teman di sekolah hidup aku akan hancur! "Ucapnya .


Naya diam disana karena beberapa orang sudah menjemput nya untuk segera keluar dari kamar itu dan itu tandanya sebentar lagi dia akan dinikahkan.


"Selamat sore nona, kami ke sini ingin memberitahu jika ibu dari nona sudah datang? "ucapnya yang membuat Naya sangat bahagia.


"Mama ,mama dimana? "Sergah naya.


" Mama di sini sayang!" dia yang memasuki ruangan itu dan mereka semua meninggalkan ibu dan anak itu di sana.


Sehingga bisa membuat nazma dan naya bisa leluasa untuk berbicara,karena semua pelayan yang mengantarkannya ke dalam kamar naya tersebut sudah pergi meninggalkan mereka hanya berdua saja di dalam kamar itu.

__ADS_1


"Mama! "Ucap naya yang langsung memeluk ibunya.


"Iya sayang! "Ucap sang mama membalas pelukan erat sang putri.


"Naya nggak mau nikah sekarang saya mau sekolah mau sama teman-teman dulu? "Rengeknya.


"Mama tau ini berat buat kamu dan mama juga sebenarnya tidak mau kamu menikah dengan keluarga dalbert tapi hutang papa sangat besar dan mereka mengancam keselamatan kamu dan mama, mama nggak mau kamu bahaya sayang? "Ucap nya mengusap air mata nya sendiri.


"Aku juga nggak mau mama kenapa-napa tapi aku harus melakukan ini! "Ucapnya yang masih di pelukan sang mama.


" maaf ya sayang karena mama nggak bisa melakukan apapun dan mama sangat bingung harus melakukan apalagi sekarang karena di luar kita dijaga ketat oleh para ajudan mereka!"serunya mengusap kepala naya.


Tidak lama mereka berbicara di sana ternyata ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu dan memerintahkan kepada mereka untuk segera turun karena semua para tamu undangan dan calon mempelai pria sudah ada di tempat yang akan dijadikannya sebagai akad pernikahan antara Naya dan anggasta.


Naya Mendengar hal itu langsung mengeratkan tangannya kepada tangan mamanya untuk bisa menerima semua itu dan dia meminta perlindungan kepadanya.


Nazma menganggukan kepalanya kepada naya supaya dia segera mengikutinya untuk turun ke bawah, karena dia takut jika nantinya terjadi sesuatu kepada Naya setelah dia menjadi menantu dalbert.


Mereka pun turun bersamaan untuk menghampiri ruang yang akan dijadikan tempat akan kaya dan anggasta dan mereka juga terus dipantau oleh para ajudan - ajudan dalbert dan juga para pelayan yang mengikutinya dari belakang.


Anggasta yang sudah berada di tempat akad dan didampingi oleh dalbert ayahnya beserta keluarga dari ayahnya dan tidak lupa juga ada agista adik sepupu yang sudah dianggapnya sebagai adik kandung dia ikut mendampingi nya.


" Kakak yakin mau nikah sama cewek itu padahal dia seumuran aku loh?" bisiknya di telinga anggasta.

__ADS_1


" nggak kayak gini karena ini perintah jadi kakak harus nurutin semua perintah dari ayah! "serunya.


Dalbert yang tidak suka dengan keributan antara anggasta dan juga agista di sana dia menginstruksikan keduanya agar diam karena di sana sangat banyak tamu undangan yang hadir dan juga awak media yang meliput di sana.


"Hemmmm! "Dehemnya.


Anggasta dan agista langsung terdiam karena mereka tahu jika itu adalah perintah bagi mereka untuk diam dan mereka juga tahu di sana sangat banyak orang .Bahkan mereka juga tidak kenal orang-orang yang berada di sana hanya sebagian saja yang mereka ketahui dan itu juga hanya kerabat dekat saja.


Naya yang didampingi oleh nazma dia berjalan menuruni anak tangga dan semua orang melihat ke arahnya dan semua orang menetap kagum kepada naya yang dihiasi bak seorang putri raja dan wajahnya seperti barbie hidup yang membuat mereka terbuka untuk itu juga dengan anggasta yang baru melihat calon istrinya secantik itu.


Sampai dia tidak berkedip saat melihat naya berjalan menuruni anak tangga dan semakin mendekatinya.


Naya terus pada jalan didampingi ibunya dan diikuti oleh para pelayan-pelayan yang bekerja di hotel itu dan mereka mengantarkan naya sampai tempat akad .


Banyak yang tergabung dengan kecantikan ayah dan mereka sangat memuji tua dapat ,karena bisa memilih menantu secantik itu yang membuat semakin besar kepala dia sangat puas dengan semua itu karena semua orang memuji dirinya.


Walaupun di hatinya tidak ada niatan seperti itu tapi sudah terlanjur karena semua awak media sudah menyorotinya dan dia pura-pura bahagia dengan yang itu semua ,karena tujuannya untuk menikahkan ayah dan juga nggak suka untuk balas dendam kepada darma sebagai musuh bisnisnya selama ini.


" Baiklah permainan akan dimulai aku harus berpura-pura di depan semua orang agar nanti citra nama baikku semakin tinggi dan aku akan memanfaatkan dia untuk mengembangkan perusahaanku lebih baik lagi dan aku akan menjadi satu-satunya ceo terhebat tanpa ada yang mengalahkan !"gumamnya dalam hati.


Sangat percaya diri dan dia juga sangat bangga kepada dirinya yang sudah membuat rencana licik yang dia susun sebaik mungkin dan dia juga sudah memikirkan itu betul secara mentang-mentang ,walaupun harus mengorbankan putra sama ada wayangnya untuk dinikahkan dengan anak dari musuh nya itu.


Agar semua rencana dan cita-citanya berjalan dengan lancar dan dia bisa mencapai keinginannya dengan mudah dan dia juga ingin terlihat lebih baik di depan semua orang untuk kepentingannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2