Bucinnya Ceo Galak

Bucinnya Ceo Galak
48. Teman baru


__ADS_3

Naya yang sudah berhasil menghampiri teman satu kelasnya yang sudah membantu dia menghindari rasa malu yang dia akan terima selama di perjalanan pulang, karena bajunya menerawang, sehingga tubuhnya terlihat dia mengeluarkan tangannya di hadapan gadis yang berkaca mata bulat itu yang membuat .Dia sangat merasa aneh dan juga dia menerimanya saja ,karena selama dia bersekolah di sana dan selama berada di kelas itu dia belum pernah diajak baru salaman oleh teman-temannya ,kecuali sama temannya yang merupakan teman baik yang dia punya saat ini.



Temannya pun sama-sama memakai kacamata bulat sepertinya ,tetapi perbedanya jika dia keturunan dari orang yang sangat terkenal dan dia juga merupakan pewaris tahta keluarganya. Sehingga berbeda jauh dengan dirinya yang hanya mendapatkan beasiswa untuk sekolah di sana ,dan dia juga merupakan anak yang lahir dari keluarga sederhana.



Tetapi dia sangat beruntung memiliki teman sebaiknya seperti naya yang memiliki teman seperti alcan, mereka sama-sama memiliki takdir yang sama bersekolah di sana . Karena tidak ada satupun yang ingin berteman dengan mereka lantaran mereka pikir beda kasta ,padahal mereka sama-sama memiliki kelebihan masing-masing dan mereka juga sama-sama baik.



" Hai perkenalkan nama aku baya, aku cuma mau mengucapkan terima kasih banyak atas apa yang kamu bantu dengan aku ini, sehingga aku bisa pulang dengan nyaman dan tidak akan ada orang yang melihat ke arah aku dengan memakai pakaian yang nerawang. Jadi sebagai permohonan maaf ,karena jaket kamu aku pinjam dan aku mau ngajakin kamu sekalian makan siang di cafe dekat sekolah aja ,nggak jauh kok gimana? "Serunya.



" aku tiara, iya sama-sama senang membantu kamu dan senang juga berkenalan dengan kamu ,eh nggak usah deh aku harus segera pulang soalnya ,karena aku harus membantu ibu untuk berjualan sore ini. Jadi kamu nggak usah memberikan apapun sama aku. Kamu pakai aja jaket jelek aku itu! "ucapnya sambil menundukkan kepalanya karena dia merasa gugup saat ditatap oleh Naya.



" Jangan gitu dong aku merasa nggak enak nih kalau kamu nolak permintaan aku ini ,sekali ini aja kamu ikut aku ke cafe dekat sekolah nggak lama aku tenang aja aku akan mengantarkan kamu sampai rumah kok. Karena nanti ada sopir yang jemput aku, jadi kamu nggak usah khawatir dan jangan takut juga? "Ucapnya memegang tangan tiara.



Tiara menatap lekat wajah naya dan dia merasa jika naya itu adalah orang baik ,jadi dia tidak mungkin salah untuk membantu orang yang baik seperti naya dan tiara juga tidak merasa takut saat ini ,saat dia merasa tangan naya memegang tangan mungilnya itu.



" Hei ngapain kamu bengong udah ayo ikut aja aku juga nggak akan macam-macam sama kamu, aku cuma mau berteman dekat aja sama kamu dan juga mengenal lebih dekat sama kamu, karena di kota ini aku belum memiliki teman perempuan selama aku tinggal di sini dan hanya memiliki teman yang satu bangku aku aja di kelas ini jadi aku mau kita berteman aja ya! "Seru naya tersenyum ke arah Tiara.



Tiara terdiam dan dia menatap kembali karena ya dan dia yakin jika naya itu orang baik ,sehingga dia mau diajak olehnya dan dia segera beranjak dari sana sambil melakukan kepalanya yang membuat naya sangat bahagia.



" Ya udah aku mau berteman sama kamu dengan baik dan aku juga mau diajak kamu untuk makan siang. Tapi janji ya kamu harus menepati ucapan kamu kalau kamu akan mengantarkan aku pulang!"serunya.



" Ya udah ayo kita sekarang berteman ya? "Sergah nya tidak berhenti tersenyum dan mereka langsung segera keluar dari kelas yang sudah sangat kosong tanpa dihuni oleh teman-teman yang lain ,karena mereka sudah pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1



Naya dan tiara berjalan beriringan menuju ke arah gerbang sekolah ,yang sudah sangat sepi di sana dan .Hanya mereka saja yang masih berada di area sekolah mereka sama-sama menunggu di depan gerbang, yang saat ini sudah terkunci dari dalam oleh satpam yang berjaga di sana.



Lumayan lama mereka menunggu di sana sampai-sampai tiara merasa gelisah, karena dia takut jika dirinya akan diculik tetapi naya yang dengan gelagat dari tiara .Dia hanya bisa menenangkan sambil menunggu sopir pribadi dari rumah mertuanya menjemput dia di sana yang dari tadi belum juga muncul .Tidak seperti biasanya yang langsung stand by di depan gerbang sekolah sehingga dia bisa langsung memasukinya dan pulang ke rumah.



" tiara kamu kenapa kok keringatan kayak gitu dan tangan kamu juga dingin banget kamu nggak usah takut ,aku gak akan ngelakuin apa-apa, kita tunggu aja sopir pribadi aku jemput ke sini dan tidak akan lama lagi kok dia akan segera datang ke sini .Karena aku sendiri udah hubungin dia dan dia juga bilang, jika saat ini masih dalam perjalanan karena terjebak macet?" saru Naya sambil memegang tangan mutiara yang saat ini sudah sangat dingin.



" Iya naya! "jawabnya yang merasa gugup.



Anaya hanya tersenyum saja melihat teman barunya itu yang bersikap seperti sekarang dan dia merasa. Jika dia akan cocok berteman dengannya, karena selama ini pun dia selalu mendapatkan teman-teman sebaiknya tiara dan bukan dari covernya saja dia menilai seseorang baik ,tetapi dengan sikap dan keikhlasan dalam membantunya.



Setelah lama menunggu di sana akhirnya sopir pribadi naya datang juga dan dia sudah ditunggu-tunggunya dari beberapa jam lalu, sampai tiara merasa gelisah, karena dia harus membantu ibunya untuk berjualan.




" Tiara, Ayo naik kamu duduk di sebelah aku ayo jangan takut kita akan pergi ke cafe dengan sekolah aja dan aku juga akan mengantarkan kamu pulang biar nggak kesorean kan kamu sendiri yang bilang kalau kamu mau bantu ibu kamu jualan?"sergah nya yang saat ini sudah masuk ke dalam mobil.



" tapi aku nggak pernah naik mobil bagus ini naya aku gak pantas duduk di mobil ini, jadi nggak usah jadi deh nanti-nanti aja kalau kita bertemu di luar makannya aku mau segera pulang karena pasti Ibu aku sudah menunggu!"serunya.



Naya segera keluar kembali dari mobil itu dan dia terus mengajak tiara untuk memasuki mobilnya ,karena dia juga tidak ingin terlalu lama berada di sana. Apalagi perutnya sudah sangat keroncongan yang dari tadi belum makan, karena dia tidak ada teman untuk pergi ke kantin.



" Tiara ayo ,masuk aja gak apa-apa kamu juga sekarang kan kita berteman jadi apapun yang aku miliki. Dan aku pakai kamu juga harus melakukannya?"ucap naya.

__ADS_1



" Tapi aku gak suka ya kamu naya kamu bisa membeli apapun dengan uang kamu, tapi aku harus bekerja dulu jika aku ingin mendapatkan sesuatu. Jadi jangan maksa aku untuk bisa jadi seperti kamu, karena kita itu beda jauh kamu itu seorang putri sedangkan aku!" ucapannya terpotong karena Naya tidak mau lagi mendengar ucapan dari Tiara seperti itu.



" kita itu udah jadi teman jadi apapun yang aku lakukan dan aku punya kamu juga harus memilikinya, karena aku akan selalu berbagi dengan kamu karena saat ini kamu itu sudah menjadi teman baik aku. Jadi kamu nggak usah insecure, karena ya gitu kamu juga akan sukses di suatu saat nanti, karena kamu itu anaknya pintar dan kamu akan menggapai semuanya dikala kamu sudah sukses. Jadi nggak usah kayak gitu biar kamu bisa merasakan semua yang pernah aku rasakan .Aku akan mengajak kamu keliling mall dulu biar kamu merasakan jadi aku selama ini! "Serunya yang memaksa tiara memasuki mobilnya.



" Naya tapi aku nggak!"serunya yang lagi-lagi terpotong oleh ucapan Naya.



" udah tiara ,aku jamin kamu akan bahagia di mana saat-saat aku mendapatkan semua yang sampai sekarang aku dapatkan dan kamu harus merasakan nya .Jadi kamu gak usah khawatir dan aku juga tidak akan membiarkan teman aku ini, merasa sedih dengan semua yang telah kamu dapatkan?"ucapnya sambil tersenyum.



Tiara hanya bisa dapat terdiam saja dan saat ini kepalanya merasa pusing ,karena dia baru saja pertama kalinya menaiki mobil mewah seperti mobil milik naya dan selama ini juga, dia hanya bisa menatap mobil-mobil mewah yang berjejeran di parkiran sekolah tanpa bisa menaikinya. Walaupun teman yang merupakan anak orang kaya nya itu, selalu mengajak dia untuk masuk ke dalam mobilnya untuk sekedar jalan-jalan. Tetapi dia selalu menolak, karena selama sekolah di sana dan setelah itu dia harus segera pulang ke rumahnya untuk membantu ibunya yang saat ini menjadi seorang penjual keliling.



" tiara kamu kenapa kok mata kamu merem merem kayak gitu, Apa kamu ngantuk ya? "Seru Naya.



" Aku bukannya ngantuk, tapi aku merasa mual karena ini pertama kalinya aku naik mobil sama mewah ini dan aku juga ,aduh pusing banget ya! "Ucapnya menahan Gejolak dari perutnya.



" kamu tahan dulu ya ,sebentar lagi juga kita akan sampai ke restonya jadi kamu nggak akan mual lagi kalau udah makan. Jadi sekarang kamu tahan nafas lalu keluarkan ,tenang dan jangan mikirin apapun biar kamu nggak pusing?"ucap naya yang langsung dituruti oleh Tiara.



Selama perjalanan ke kafe yang sangat dekat dengan sekolah itu walaupun hanya ditempuh dengan beberapa jarak saja tetapi itu cafe yang terdekat dari sekolahnya, mereka semua yang berada di dalam mobil tidak mengeluarkan suara masing-masing.



Sopir pribadi naya yang fokus mengendarai mobil itu ,naya yang saat ini yang sibuk dengan handphonenya. Sedangkan dia rasakan ini dia masih menahan gejolak yang ada di perutnya dan dia menahan pusing yang terus ada di kepalanya.


__ADS_1


Tetapi, walaupun naya sibuk mengotak-atik handphone nya itu, naya tetap mengusap-usap pundak tiara, agar dia tidak merasa mual terus-menerus.


__ADS_2