
Gunawan namanya, aku memanggilnya om Gun. Dia adalah teman lama papaku yang berprofesi sebagai seorang pengacara. Aku mengenalnya sudah lama, tapi aku mulai dekat dengannya saat om Gun mendampingi papaku dalam menghadapi kasus hukum yang tengah di jalaninya.
Om Gun begitu baik, dia tak mau di bayar sepeserpun. Dalam artian dia hanya membantu papaku secara cuma-cuma. Bahkan saat itu kami yang sedang terpuruk dibantu secara finansial oleh om Gun.
Tapi, ada yang aneh. Om Gun lebih suka dipanggil dengan sebutan mas olehku, katanya biar lebih akrab. Sebagai wanita dewasa, aku cukup memahami kalau Om Gun berharap lebih dariku, ya om Gun tertarik padaku. Tentu saja aku tak menanggapinya secara serius, karena aku masih punya suami dan aku yakin suamiku masih mampu menafkahi aku, Raffa dan mama.
Tapi, mama seakan merestui hubungan terlarang antara aku dan om Gun tersebut. Bahkan mama tak segan-segan meminta uang pada om Gun. Hingga suatu hari, aku lebih memilih pulang ke rumah mertuaku. Mas Rido menjemputku, katanya kak Yati tak akan lagi muncul di rumahnya. Jujur saja, aku sangat merasa tersaingi oleh kakak iparku yang kampungan itu.
Tapi, sialnya baru saja sebulan di rumah mas Rido, aku sudah mendapatkan masalah. Aku tak sengaja menjatuhkan emak saat aku kepergok mau mengambil uang dari dompetnya. Ini semua gara-gara mama yang selalu merongrong ku, sebentar-sebentar uang, uang-uang saja yang ada di pikirannya.
Malam itu, mas Rido, bapak dan bang Rozi menginap di rumah sakit, karena sesudah insiden emak terjatuh olehku, emak langsung di bawa ke rumah sakit. Aku sangat ketakutan, takut terjadi apa-apa pada emak, belum lagi ancaman mas Rido. Mas Rido terlihat benar-benar marah kepadaku.
[Mas, jemput aku]
[Aku tunggu malam ini juga]
__ADS_1
Begitu pesan WhatsApp yang ku kirimkan kepada om Gun. Aku tak tahu harus melakukan apa, yang jelas aku sangat ketakutan. Aku sengaja meminta tolong pada om Gun. Kalau suatu saat mas Rido dan keluarganya ingin melaporkan ke polisi. Ada om Gun yang seorang pengacara dan banyak uang itu yang akan membantuku.
Hingga tengah malam, om Gun mengabarkan ku. Aku di minta menyusulnya di ujung gang. Sebelum pergi, ku tatap anakku lama, ku peluk dan cium dia. Karena aku tahu ini akan menjadi akhir dari segalanya, setelah ini, aku, mamanya tak akan bisa setiap saat di sisinya.
Ku mengendap keluar kamar, di ruang tengah berjejer wanita kampungan itu tidur bersama ke empat anaknya. Dasar wanita kampung, tidurnya pun kaya kebo, aku lewat di dekatnya saja dia nggak tahu. Akhirnya aku berhasil kabur dari rumah mas Rido, di bantu oleh om Gun tentunya.
.______________________
Semua kebutuhanku di tanggung oleh om Gun, apapun yang ku minta pasti di kabulkan olehnya. Mas Rido, sepertinya ia tak mencariku, kalau meneleponku jelas tak bisa karena nomor ponselku sudah ku ganti sejak malam aku pergi dari rumahnya dulu.
Aku terkejut, mas Rido sudah berada di rumahku, entah kapan datangnya. Dan aku tak pernah menyangka kalau mas Rido akan mencariku.
"Mau apa lagi Kau, Rido!" bentak mama dan berusaha menghalangi mas Rido masuk. Karena memang aku sedang bersama om Gun di ruang tamu rumah mama ini.
"Jadi, selama ini Mama mengetahui semua ini?"
__ADS_1
"Iya, karena aku ingin anakku bahagia. Hidup bersamamu buat anakku menderita saja."
"Baik, mulai hari ini aku kembalikan Airin pada Mama. Airin aku talak, Ma." napasku tersengal mendengar ucapan mas Rido, tapi aku tak bisa berbuat apa, karena memang kesalahan yang aku buat sangat fatal. Aku bukan saja kabur dari rumah, juga telah melakukan perselingkuhan.
_______________________
Aku telah di ceraikan oleh mas Rido. Kini aku tak punya pilihan lain, selain meneruskan hubungan terlarang ku dengan om Gun yang jelas-jelas masih beristri itu. Kini semua kebutuhan hidupku bergantung pada lelaki hidung belang itu. Sungguh aku tak menyangka, kehidupanku akan jadi seperti ini. Hidup sebagai simpanan om-om.
Hampir setahun aku menjalin hubungan dengan om Gun, semua memang tercukupi, uang bukanlah perkara yang sulit bagiku. Tapi, entahlah, semua kebahagiaan, kemewahan yang ku dapatkan dari om Gun terasa semu.
Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga. Begitu juga dengan hubungan terlarang ini. Hingga suatu hari, istri sah om Gun memergoki aku dan suaminya sedang indehoy di sebuah hotel. Dia mengancamku akan mem-viralkan aku, kalau aku masih menjalin hubungan dengan suaminya.
Sebenarnya aku tak gentar, asalkan om Gun juga sama denganku, sama-sama masih ingin melanjutkan hubungan ini tentunya. Tapi, kenyataan tidak. Setelah ketahuan oleh istrinya, om Gun seakan menghilang bak di telan oleh bumi. Dia tak pernah menemuiku lagi, apalagi uangnya, tak pernah lagi mengalir ke rekening-ku. Ternyata om Gun itu harimau di luar rumah saja, kalau sudah masuk kandang otomatis berubah menjadi kucing. Dasar, suami takut istri.
Sejak di campakkan oleh om Gun, aku baru tersadar kalau aku telah melangkah terlalu jauh. Seketika aku teringat anakku dan mas Rido, entah mengapa aku sangat rindu pada mereka.
__ADS_1
Tapi, bak di sambar petir. Saat aku datang menemui mereka, ternyata mas Rido mau melamar wanita lain. Tidak, tidak akan ku biarkan, bagaimana pun caranya akan ku rebut hati mas Rido kembali. Karena aku tahu mas Rido sangat mencintaiku.