Bukan Menantu Impian

Bukan Menantu Impian
Ferdi selingkuh?


__ADS_3

Tahun berlalu, hari-hari kami jalani sangat damai. Airin tak lagi berusaha menganggu ketentraman keluarga ini. Dia sering datang menengok Raffa, juga sekali-kali Raffa di bawanya pergi ikut dengannya.


Airin memang banyak berubah, penampilannya tak seperti dulu lagi, lebih sopan dan terkesan sederhana. Mungkin karena faktor keuangan juga, Airin sekarang bekerja di sebuah butik milik temannya.


Rido dan Santi pun sudah menempati rumah mereka yang dibangunnya di sebelah rumah kami. Anak mereka pun sudah besar, sudah berusia setahun dan berjenis kelamin perempuan bernama Raisa. Dan itu menjadi pelengkap kebahagiaan mereka.


____________________


"Kak, mari ke rumahku, mbak Airin datang."


"Kapan Airin datang, San?" tanyaku saat kami berjalan menuju rumahnya.


"Barusan, Kak."


"Rido...ada?"


"Belum pulang, Kak. Palingan sebentar lagi," ucap Santi pula.


Saat kami masuk rumah, terlihat Airin duduk di sofa ruang tamu seraya memangku Raisa. Dadaku berdegup kencang, takut Airin melakukan sesuatu pada Raisa.


"Kak Yati, apa kabar," sapa Airin ramah padaku.


"Baik, Rin..." sahutku seraya duduk di sebelah Airin.


"Syukurlah, Kak."


"Kau apa kabar, Rin. Mama sehat?" tanyaku pula.


"Seperti yang Kakak lihat, dan mama juga baik, Kak," jawab Airin pelan.


Aku tersenyum mendengar jawaban Airin, walau terasa canggung aku tetap berusaha mengajak Airin mengobrol sesantai mungkin.


"Silahkan minum, Mbak," ucap Santi seraya meletakkan teh yang baru dibuatnya di hadapan aku dan Airin.


"Terima kasih, San," ucap Airin pelan.


Santi pun mengangguk seraya tersenyum manis kepada Airin.


Tak lama berselang, Rido pun pulang. Dia sedikit kaget melihat Airin di rumahnya.


"Airin...sudah lama?" sapa Rido.


"Lumayan lamalah, Mas. Sudah bermain bersama Raffa dan Raisa," sahut Airin.


"Oo..." ucap Rido seraya mengangguk, kemudian ingin meraih Raisa yang sedang duduk di pangkuan Santi.


"Mandi dulu sana, Yah. Bauk acem," ucap Santi seolah Raisa yang berbicara.

__ADS_1


Rido terkekeh, "Baik sang putri," ucap Rido seraya mengangkat tangannya menirukan gaya orang sedang hormat.


Santi pun tersenyum melihat kelakuan suaminya itu. Aku turut bahagia melihat keharmonisan mereka.


Tak sengaja aku melirik ke arah Airin, dia memandang lama ke arah Rido dan Santi. Tatapan Airin terlihat tajam dan penuh arti. Ah tidak, itu cuma perasaanku saja, Airin sekarang sudah berubah, aku yakin dia tak akan mengacaukan kedamaian keluarga kami lagi.


__________________________


"Kau kenapa, Res?" tanyaku seraya cepat-cepat mengambil Abella yang sedang tertidur pulas di gendongannya.


Aku dan bang Rozi begitu terkejut, karena malam-malam begini Resti datang dengan menenteng tas besar. Mata adik iparku itu terlihat sembab.


"Bang Ferdi, Kak. Huhuhu." Resti menangis tergugu.


"Ada apa dengan Ferdi, Res?" tanya bang Rozi pula.


Tangisan Resti tambah menjadi-jadi dan itu membuat abangnya kebingungan.


"Ceritakan pada kami, Res," bujukku.


"Bang Ferdi, dia mengkhianati ku..." ucap Resti lirih.


"Aku tinggal di sini dulu ya, Kak. Aku nggak mau pulang ke rumah emak, takut emak syok," lanjut Resti pula.


"Kurang ajar Kau, Ferdi!" gerutu suamiku.


"Aku mendapatkan kiriman foto dari nomor yang tidak dikenal. Foto bang Ferdi sedang makan dan jalan-jalan dengan seorang wanita," jelas Resti lagi.


"Mana fotonya? Abang mau lihat," ucap bang Rozi.


Resti pun mengeluarkan ponselnya, dan mengusap-usapnya sebentar, setelah itu dia memperlihatkan foto Ferdi bersama wanita lain. Tak ada aneh, di foto itu tampak seperti biasanya, hanya foto Ferdi dan seorang wanita sedang makan dan berjalanlah di sebuah pusat perbelanjaan.


"Apa sudah Kau tanyakan tentang foto ini pada Ferdi?"


"Sudah, Bang. Tapi, bang Ferdi tak mau jujur padaku..."


Aku dan bang Rozi pun tersenyum, sepertinya kami sepemikiran kalau Resti sedang cemburu buta.


_____________________


"Ayolah Dek, kita pulang." Berulang kali Ferdi membujuk istrinya itu.


"Nggak, aku mau di sini. Abang saja yang pergi, temui kekasih Abang itu."


"Sudah abang bilang, kalau abang dan dia baru kenal, tak ada hubungan apa-apa. Itupun karena kami akan berbisnis bersama dan itupun aku mengenalnya karena di kenalkan oleh teman."


"Aku tak percaya, kalau hanya berteman kenapa tiap hari wanita itu menelpon Abang. Pesannya pun sangat mesra."

__ADS_1


"Abang nggak tahu, Dek. Dia saja yang merayu abang, abang tak pernah menanggapinya dengan serius."


"Ayolah, Dek. Kita pulang..."


"Tidak!...aku mau tetap di sini!" teriak Resti.


"Fer... biarlah Resti di sini dulu untuk menenangkan pikiran dan hatinya," ucapku pada Ferdi.


"Aku tak masalah Resti mau menginap di sini. Tapi, aku ingin Resti mengerti kalau aku tak pernah selingkuh, memang aku akui wanita sering merayuku," ucap Ferdi sungguh-sungguh.


"Jadi, wanita itu teman bisnis Kau, Fer?"


"Tadinya...iya, tapi setelah Resti tak terima, aku batalkan semua..."


"Ada apa ini, kok dari tadi aku dengar ribut-ribut saja?" tanya Rido tiba-tiba masuk ke dalam rumahku.


"Aku mau menjemput Resti, Bang," sahut Ferdi pelan.


"Aku nggak mau pulang ke rumah dia lagi, Bang!" seru Resti.


"Kalian ada masalah?" tanya Rido pula.


"Dia selingkuh, Bang," sahut Resti cepat.


"Selingkuh?... kurang ajar Kau!" ucap Rido seraya membabi buta ingin menyerang Ferdi.


"Rido... tunggu!" teriakku kencang, "Dengarkan penjelasan Ferdi dulu," lanjutku lagi.


Rido pun melemah, ia lebih memilih duduk dan mendengar penjelasan Ferdi. Tapi, di luar dugaanku, Rido malah tersenyum ke arah Resti.


"Cieee ada yang cemburu," ledek Rido pada Resti, "Cemburu itu boleh, Dek. Tapi, jangan buta juga dong, hahaha," Rido pun terkekeh.


"Apaan sih, Bang..." ucap Resti seraya merenggut.


"Coba sini abang lihat foto wanita yang buat Kau cemburu itu, cantik nggak?"


Dengan wajah cemberut Resti pun memperlihatkan foto wanita itu pada Rido.


"Siska?..."


"Abang kenal?" tanya Ferdi heran.


"Iya, dia 'kan sepupu jauhnya Airin, dia ini memang sangat akrab dengan Airin."


"Sepupu?..." ucap kami hampir bersamaan.


Ya Tuhan, apakah kehadiran wanita bernama Siska itu di tengah-tengah Resti dan Ferdi ada hubungannya dengan Airin?

__ADS_1


__ADS_2