Bukan Menantu Sempurna

Bukan Menantu Sempurna
Bab 33. Jebakan Sarah


__ADS_3

Bab 33


Hafsah mengirim pesan kepada Ali kalau ibunya dan Sarah akan mengajaknya makan siang. Dia tidak bisa meneleponnya karena tidak diangkat, meski sudah beberapa kali dihubungi.


Hati wanita itu selalu merasa tidak enak jika mendengar Ali bertemu dengan Sarah. Mungkin dia cemburu kepadanya, kerena ibu mertuanya secara terang-terangan selalu mendukung perempuan itu agar bisa menjadi istri putranya. Selain itu perasaannya sering diinjak-injak oleh mereka berdua dengan sengaja memanasi kalau akan menghabiskan waktu untuk beberapa saat.


"Ya Allah, semoga Engkau selalu melindungi suami hamba di mana pun dia berada," gumam Hafsah memohon kepada Tuhannya.


Masakan yang sudah tertata di atas meja makan untuk makan siang ini tidak menggugah napsu makannya. Sekarang dia juga sedang sendirian di rumah, karena Alika sedang mengurus dokumen untuk menikah dengan Om Bimo.


***


Ali menatap bosan kepada ibunya dan Sarah yang memaksa dia untuk makan di restoran hotel mewah berbintang lima. Dia terpaksa mengikuti keinginan ibunya untuk makan siang bersama setelah Ruqoyah membuat kegaduhan di kantornya.


"Ali kamu mau pesan apa?" tanya Sarah dengan senyum menawan terukir di wajahnya.


"Samakan saja," jawab Ali tanpa melihat menu makanan apa saja yang tertata di buku yang disodorkan oleh Sarah.

__ADS_1


Ruqoyah tentu saja memesan makanan yang paling mahal dan minumannya juga sama mahalnya. Seumur hidup dia tidak akan bisa makan makanan seperti ini jika tidak ditraktir oleh orang kaya raya.


'Sekarang aku akan sering-sering makan makanan yang enak-enak dengan harga yang fantastis. Dulu tidak pernah terbayangkan akan makan makanan seperti ini,' batin Ruqoyah sambil melihat daging ikan hiu yang sudah diolah. Wangi makanan itu sangat enak ditambah rasanya membuat lidah Ruqoyah goyang terus saat memasukan makanan ke mulutnya.


Setelah makan Ali merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Tiba-tiba dia merasa bergairah dan ingin bercinta.


'Astaghfirullahal'adzim, apa yang sedang terjadi pada tubuhku?' batin Ali mulai merasakan gelisah.


'Ya Allah, lindungilah aku dari segala sesuatu yang bisa membahayakan diriku dan jatuh ke dalam lobang dosa yang Engkau benci,' lanjut Ali di dalam hatinya.


Sandra tiba-tiba menyentuh tangan Ali dan itu memberikan getaran kuat pada tubuhnya. Pria itu sangat menyukai sentuhan lembut itu.


"Ali ada apa?" tanya Sarah sambil memegang tangan laki-laki itu.


Setiap sentuhan yang diberikan Sarah kepada tubuh Ali, laki-laki itu merasa sesuatu yang bergelora di dalam tubuhnya. Sementara itu, tubuhnya memberikan respon balik dan bertentangan dengan hatinya.


"Bu, sepertinya Ali tidak enak badan. Aku akan suruh dia untuk istirahat di sini dulu. Aku akan menyewa kamar untuknya. Ibu tunggu dulu di sini, ya!" titah Sarah kepada Ruqoyah.

__ADS_1


Wanita paruh baya itu pun mengiyakan karena takut terjadi sesuatu kepada putranya. Ruqoyah merasa kalau Ali sedang tidak enak badan karena kecapean.


Ali merasa marah kepada dirinya sendiri karena tubuhnya tidak menolak tarikan tangan Sarah yang memang cukup kuat. Hal paling menjijikan baginya adalah saat mereka masuk ke lift dan perempuan mencium pipinya sementara tubuhnya tidak bisa memberikan penolakan.


Sarah tersenyum lebar karena rencana yang dia buat sekarang ini berjalan sesuai keinginannya. Dia memesan sebuah obat yang bisa membangkitkan gairah dan si korban tidak akan bisa melakukan perlawanan. Obat ini buatan khusus seorang profesor yang memberikan efek rangsangan, halusinasi, dan obat kuat. Tentu saja harga obat ini begitu sangat mahal. Namun, demi mendapatkan Ali itu tidak masalah bagi dirinya.


'Hari ini kamu akan menjadi milikku,' batin Sarah.


Ali melihat ada Hafsah yang berdiri di sampingnya. Tentu saja dia merasa senang. Lalu dia peluk tubuh wanita itu dengan erat dan memberikan ciuman di seluruh wajahnya.


"Bang, sabar, ya. Kita ke kamar, kalau di sini malu nanti dilihat banyak orang," bisik Sarah menirukan gaya bicara Hafsah.


"Tentu saja, Sayang," balas Ali setelah memberikan ciuman di kening.


Kedua manusia berbeda gender itu pun keluar dari lift dan dan berjalan menuju kamar paling ujung di lorong itu.


***

__ADS_1



__ADS_2