
Bab 36
Hafsah mendapatkan sebuah pesan dari nomer tidak dikenal berupa foto yang menampilkan Ali dan Sarah yang sedang berciuman. Bagai terkena pukulan godam, wanita itu merasakan sakit di dadanya. Tangan yang sedang memegang handphone bergetar hebat sampai benda pipih itu terjatuh dari tangannya.
Air mata Hafsah langsung meluncur begitu saja tanpa bisa dia tahan lagi. Hatinya sakit saat melihat laki-laki yang dia cintai sedang bermesraan dengan wanita lain.
'Ya Allah, ada apa ini? Lindungilah aku dan suamiku dari fitnah,' batin Hafsah.
Rasanya perempuan itu ingin langsung menghubungi suaminya untuk menanyakan tentang foto itu, tetapi saat ini sedang waktunya bekerja. Dia pun teringat akan ucapan Alika tadi pagi tentang mobil Ali yang ada di hotel begitu juga dengan mobil Sarah yang dilihatnya.
Teringat akan hubungan masa lalu antara Ali dan Sarah membuat Hafsah berpikir kalau cinta di dalam hati mereka masih ada dan kembali bersemi. Meski suaminya bilang itu hanya cinta monyet dan benar-benar bukan cinta layaknya laki-laki dan perempuan dewasa. Bisa saja perasaan itu terus berkembang, bukannya cinta monyet itu merupakan perasaan yang spesial dan menjadi kenangan indah bagi kebanyakan orang.
Seharusnya Hafsah mengecek persiapan bahan masakan untuk memasak makan siang, tetapi tubuhnya terasa masih lemas dan perasaannya juga sedang tidak baik. Jadi, dia akan memasak yang sesuai dengan bahan yang ada. Tidak peduli jika ibu mertuanya ngomel karena tidak banyak variasi menu.
"Hafsah, bangun! Jangan tidur terus kamu. Ayo, cepat masak!" teriak Ruqoyah di balik pintu kamar tidur.
Mau tidak mau Hafsah pun bangun tidur meski tubuhnya masih berasa lemas. Dia pun turun ke lantai bawah untuk masak. Seperti dugaannya kalau bahan yang ada di kulkas tidak terlalu kumplit. Jadi, dia hanya memasak bakwan jagung, oseng tempe cabe ijo, dan telur dadar.
Begitu selesai masak Hafsah mengambil handphone miliknya yang sejak tadi terus terdengar berdering, baik itu suara panggilan ataupun pesan. Terlihat banyak panggilan dari Azizah dan juga beberapa pesan darinya.
Hafsah, maafkan aku. Mungkin ini akan menyakiti perasaan kamu, sebenarnya adalah sebuah video yang beredar dan memperlihatkan wajah laki-laki itu mirip dengan Ali.
__ADS_1
Pesan pertama dari Azizah sudah membuat Hafsah bergejolak hatinya. Sebuah foto saja sudah membuat dirinya kacau apalagi video.
Aku rasa ini Ali dengan Sarah. Wajah keduanya jelas terlihat.
Lagi-lagi tubuh Hafsah bergetar. Dia takut, sungguh hatinya belum siap untuk menerima pengkhianatan suaminya.
Aku akan kirim video itu kepadamu. Sebenarnya aku berharap kalau ini bukan Ali, suami kamu. Semoga saja hanya wajahnya saja yang mirip.
Saat ini Hafsah sedang berada di ruang keluarga karena tadi dia meletakkan handphone miliknya di atas meja. Untung saja dia saat ini sedang duduk di sofa sehingga saat dia melihat video yang berdurasi 55 detik yang memperlihatkan Ali yang sedang mencumbu Sarah dengan ganas dan penuh napsu.
'Astaghfirullahal'adzim. Ya Allah, apa ini? Ini memang Bang Ali bersama Sarah. Jadi, mereka sudah melakukan hal itu,' batin Hafsah.
***
Ali yang sedang sibuk bekerja dikejutkan oleh kedatangan Pak Harun. Laki-laki setengah paruh baya itu menatapnya tajam berbeda dengan biasanya. Tentu saja ini membuat dia merasa heran.
"Ada apa, Pak? Apa ada yang perlu saya bantu?" tanya Ali sambil berdiri.
"Kamu dipanggil oleh Pak Ghani ke ruangannya!" perintah Pak Harun.
Mendengar perintah atasannya Ali pun langsung pergi ke ruang yang ada di lantai paling atas. Dia berjalan dengan cepat seakan ada sesuatu yang penting.
__ADS_1
Dengan perasaan gugup Ali mengetuk pintu ruangan Ghani. Begitu dia masuk terlihat kalau tatapan pemuda yang dua tahun dibawahnya ini menatap tajam ke arahnya.
"Ada perlu apa, Pak?" tanya Ali.
"Aku ingin tanya apa video yang sedang viral saat ini adalah kamu?" Ghani balik bertanya.
Mendengar itu sontak saja Ali terkejut dan langsung melihat video yang dimaksud oleh atasannya. Betapa shock dia saat melihat video dirinya sedang bersama Sarah di atas ranjang dan mencumbunya dengan penuh napsu. Ali ingat samar-samar kejadian ini karena dia juga kemarin masih dalam keadaan bingung atas apa yang terjadi kepada tubuhnya.
"Sebenarnya kemarin ada yang menjebak aku, Pak," aku Ali dan Ghani terlihat tidak percaya.
"Kemarin ibuku dan Sarah mengajak makan siang bersama. Setelah selesai makan aku merasa bergairah. Dan perempuan yang aku lihat di sampingku itu adalah Hafsah, istriku. Namun, di saat aku mencumbu dirinya, bau tubuh wanita itu berbeda dengan wangi tubuh Hafsah. Dari sanalah aku baru sadar kalau wanita yang bersama dengan aku saat itu bukanlah Hafsah. Alhamdulillah, Allah masih melindungi aku dan bisa pulang ke rumah dengan selamat. Aku pun bisa melampiaskan hasratku kepada Hafsah. Kalau bapak tidak percaya aku akan menghubungi istriku," jelas Ali dengan sungguh-sungguh.
Kedua laki-laki itu saling beradu pandang. Seakan yang satu mencari kebohongan atau kejujuran dari ucapan orang di depannya. Sementara itu yang satunya lagi berusaha menyakinkan kalau dirinya tidak berbohong.
"Jika gara-gara video Pak Ali memberi efek yang buruk pada perusahaan, maka akan ada sangsi untuk Pak Ali nanti," ucap Ghani dengan ekspresi wajah yang datar.
***
Apakah hubungan Ali dan Hafsah akan merenggang? Siapakah yang sudah menyebarkan video itu? Ikuti terus kisah mereka, ya!
__ADS_1