
Bab 67
Alika melihat ada sebuah candle holder–tempat lilin–yang diletakan di atas bufet. Tanpa membuang kesempatan dia ambil benda yang terbuat dari tembaga lalu dia berjalan pelan-pelan dan candle holder itu dihantamkan ke kepala Sarah.
"Aaaaa … apa yang kamu lakukan!" teriak Sarah yang terhuyung lalu jatuh tersungkur.
Hafsah yang melihat jarum suntik itu terlepas dari tangan Sarah lalu menendangnya ke arah kolong sofa agar tidak bisa dijadikan senjata.
Ali tidak tinggal diam, dia langsung menarik kedua tangan Sarah ke belakang tubuhnya dan mengikat kuat dengan tali gorden. Tubuh wanita itu meronta dan mengucapkan kata-kata kasar.
Ruqoyah langsung berlari ke luar rumah dan berteriak minta tolong. Bapak-bapak yang sedang melakukan ronda malam langsung berdatangan ke rumah Ali.
"Kita lapor polisi!" Usul salah seorang warga.
"Sudah aku hubungi polisi. Sebentar lagi mereka akan datang," ucap yang lainnya.
Sandra masih memberontak dan berteriak seperti orang kesurupan. Sumpah serapah keluar dari mulutnya kepada orang-orang yang ada di sana.
"Lihat saja pembalasan aku kepada kalian semua!" teriak Sarah mengancam.
Hafsah dan Alika yang sedang berada di dalam kamar sedang menenangkan bayi-bayi mereka. Ruqoyah dan Ali bersama warga berada di ruang depan rumah.
"Kamu sudah berbuat jahat kepada orang lain, bukan bertaubat ini malah mengancam. Akan semakin banyak hukuman yang akan kamu terima," ucap Pak RT kepada Sarah.
Para warga pun geram oleh ucapan Sarah. Mereka rasanya ingin menyumpal mulut wanita itu pakai kain lap.
Tidak berapa lama polisi pun datang dan langsung membawa Sarah ke dalam mobil tahanan. Pak RT dan Ali ikut serta untuk memberikan keterangan dalam laporan mereka. Tidak lupa barang bukti jarum suntik dan beberapa foto bagian belakang rumah Ali yang dirusak oleh Sarah agar bisa masuk.
***
Waktu terus berlalu, Alika sudah sah menjadi seorang janda beranak satu. Untungnya dulu Ali menyuruh ambil cuti bukan keluar dari kampus, meski Ruqoyah menyuruhnya. Dia pun melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda apalagi dia sudah semester enam, dulu. Sayang kalau sampai berhenti, karena keinginan ayahnya juga Alika bisa sekolah sampai dapat gelar sarjana.
__ADS_1
Sarah mendapatkan hukuman selama 10 tahun penjara. Kejahatan-kejahatan yang dulu juga di bongkar di pengadilan. Kali ini dia tidak bisa lolos dari hukuman sehingga harus mendekam di hotel prodeo.
Keluarga Ali hidup bahagia dengan celotehan anak kembar mereka. Sementara Alika membuat rumah sendiri tidak jauh dari dari kampusnya. Dia tinggal bersama dengan Ruqoyah dan anak semata wayangnya mereka.
"Kenapa, Sayang?" tanya Ali karena Hafsah terlihat gelisah.
"Enggak bisa tidur, Bang," jawab sang istri yang kini sedang berbaring saling berhadapan.
"Tumben. Kenapa? Apa ada sesuatu yang jadi pikiran?" tanya Ali.
"I–tu, rasanya aku lapar sekali," jawab Hafsah malu-malu padahal tiga jam yang lalu dia makan banyak.
"Apa nasi dan lauknya masih ada?" tanya Ali.
"Tapi, aku ingin makan sate kambing," jawab Hafsah sambil tersenyum.
"Kalau begitu abang pesan online dulu," ucap Ali lalu meraih handphone miliknya yang ada di atas nakas.
Ali langsung bangun dan melihat ke arah istrinya. Lalu, matanya pindah mengarah pada kalender duduk yang diletakkan di atas meja nakas dekat jam digital.
"Sayang," panggil Ali.
"Apa, Bang," balas Hafsah.
"Sepertinya kita akan kedatangan anggota keluarga baru," kata Ali dengan mata berkaca-kaca.
Hafsah mengalihkan perhatiannya ke arah kalender. Matanya terbelalak dengan mulut menganga.
"Kayaknya si kembar akan punya adik," ujar Ali sambil tersenyum.
"Ya Allah, semoga ini menjadi karunia bagi keluarga kami. Padahal si kembar baru setahun dan belum lancar jalannya juga." Hafsah terharus sambil memegang perutnya. Dia sudah dua bulan tidak mendapatkan tamu bulanannya.
__ADS_1
TAMAT
***
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga karya ini. Yakinlah kalau orang sabar itu di sayang sama Allah. Sabar bukan berarti diam dan pasrah dengan keadaan tanpa melakukan ikhtiar. Allah suka dengan hambanya yang selalu berusaha disertai doa. Baik dan buruk segala hal yang menimpa kita itu adalah bentuk ujian dari Allah. Jangan berpaling dari Allah ketika hal buruk terjadi kepada kita. Jangan lupa kepada Allah saat kebahagiaan menghampiri kita. Ambil nilai kebaikan dari karya ini dan semoga bermanfaat. Maafkan atas segala kesalahan dan kekurangan yang aku perbuat dalam membuat karya ini. Kesempurnaan itu hanya milik Allah.
Sampai jumpa di karya aku yang lainnya.
Selamat untuk pembaca dengan poin tertinggi.
❤️ Juara 1: Pulsa 20.000
Dwi Fitriani
❤️ Juara 2: Pulsa 15.000
Nurul Qolbi
❤️ juara 3: Pulsa 10.000
Muhammad Bardi
Untuk pembaca yang sering memberikan komentar: Pulsa 5.000
🎉 Muhammad Bardi
🎉 Nurlela
Selamat kepada pemenang giveaway, meski hadiah tidak seberapa semoga bermanfaat.
__ADS_1
Terima kasih untuk dukungan kalian semua 🥰.