Bukan Menantu Sempurna

Bukan Menantu Sempurna
Bab 56. Ketahuan


__ADS_3

Bab 56


Hafsah dan Ali pergi makan malam bersama di sebuah restoran malam ini. Kebetulan Ruqyah sedang pergi berziarah bersama ibu-ibu pengajian.


"Sayang, kamu harus makan yang banyak, ya!" kata Ali sambil menyuapi istrinya.


Tentu saja ibu hamil itu mau makan banyak ikan disuapi oleh sang suami. Belakangan ini dia menjadi sangat manja dan selalu ingin diperhatikan.


Ketika asyik makan, Hafsah melihat kedatangan Bimo bersama keluarganya. Dia menyangka Alika ikut bersama mereka. Namun, setelah ditunggu kehadiran adik iparnya itu tidak tampak.


"Bang, bukannya itu Bimo bersama keluarganya, tapi, kok Alika tidak ikut bersamanya. Apa dia tidak diajak?" tanya Hafsah sambil menunjuk ke arah meja tempat Bimo dan keluarganya makan.


Ali pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh sang istri. Dia membenarkan kalau itu adalah adik iparnya, tetapi tidak ada adiknya di sana.


Ali mengambil handphone miliknya kemudian menghubungi Alika. Dalam deringan ketiga panggilannya diterima oleh sang adik.


"Assalamualaikum, Alika. Kamu sedang apa?" tanya Ali.


"Wa'alaikumsalam, Kak. Aku baru selesai makan malam," jawab Alika diseberang sana.


"Apa kamu sedang di rumah atau di luar?" tanya Ali kembali dengan mata melirik ke arah keluarga Bimo.


"Makan malam di rumah, Kak. Kenapa?" tanya Alika balik.


"Oh, Kakak kira kamu makan malam di luar. Sebenarnya saat ini Kakak dan Mbakmu sedang makan diluar. Mungkin kamu ingin sesuatu, cemilan mungkin?" 


"Hmmm, aku ingin bika ambon."


"Kamu ini sejak hamil suka sekali makan bika ambon. Oke, nanti akan kakak belikan," kata Ali sebelum mengakhiri pembicaraan dengan adiknya.


Mendengar suara Alika yang terdengar ceria tidak membuat Ali khawatir. Dia takut kalau adiknya itu mendapat perlakuan semena-mena dari keluarga Bimo.

__ADS_1


"Aku mengkhawatirkan masa depan rumah tangga Alika," ucap Ali dengan sendu.


"Yakinlah, kalau Allah itu akan memberikan jodoh yang terbaik untuk kita. Setiap kehidupan itu pasti ada ujiannya, mau itu diuji dengan kesenangan atau dengan kesedihan dan penderitaan. Semoga saja Alika bisa melalui semua ujian yang terjadi kepadanya," ujar Hafsah sambil memegang tangan suaminya.


Ali pun mengangguk, dia dulu diuji dengan kesusahan dalam rumah tangganya. Setiap hari merasakan sakit hati akibat ulah sang ibu kepada Hafsah, istrinya. Namun, sekarang buah dari ujian itu dia mendapatkan kenikmatan yang besar, yaitu dua calon anaknya dan perubahan ibu yang jauh lebih baik. Tentu saja semua itu harus dilalui dengan kesabaran dan doa yang tidak pernah terputus.


"Aku harap dengan hijrahnya Alika, segala sesuatu yang terjadi kepadanya itu selalu dalam ridho Allah. Dia juga bisa menjalani kehidupannya dengan berserah diri kepada Allah. Mau itu sesuatu yang baik atau buruk," tutur Ali.


Hafsah juga sering berbincang-bincang dengan Alika mengenai bayi mereka yang masih di dalam perut mereka. Kebiasaan selama hamil, dan sedang ngidam apa. Kalau dulu Alika suka bicara dengan nada sinis atau ketus, kini jauh berubah menjadi lemah lembut. Ini sesuatu yang sangat disyukuri oleh Hafsah.


Ali dan Alika pun mendatangi rumah orang tua Bimo. Mereka membawa bika ambon pesenan sang adik. Begitu sampai terlihat sudah menunggu mereka.


"Ini pesenan kamu. Kenapa kamu tidak ikut makan malam bersama?" tanya Ali kepada adiknya.


Alika bingung harus mengatakan apa kepada kakaknya. Kalau itu acara Bimo dan anak juga istri pertamanya. Dia tidak diajak ikut serta. 


"Aku makan malam berdua dengan mami di rumah. Lagian itu dadakan dan aku sudah masak, sayang saja kalau sudah masak tidak di makan. Bukannya kita tidak boleh menyia-nyiakan makanan sedangkan diluar sana banyak orang yang kelaparan," jawab Alika.


Hafsah bisa melihat ada sarat kesedihan di pancaran mata adik iparnya. Namun, dia tidak boleh ikut campur jika itu masalah keluarga. Kecuali, jika Alika meminta pendapat kepadanya.


"Kalau ada apa-apa beri tahu kakak," ucap Ali dan Alika pun mengangguk.


***


Kandungan Alika sudah memasuki usia delapan bulan dan Bimo sudah dua bulan mengabaikan dirinya. Bahkan mereka selama dua bulan ini tidak pernah bertemu. Jika ditelepon pun sering bilang sedang sibuk.


Memang selama dua bulan lebih ini Bimo tidak tinggal di rumah. Alasan sedang sibuk mengembangkan perusahaan baru di luar kota. Jadi tidak bisa pulang ke rumah.


"Alika, sekarang ini suami dan istrinya sedang makan siang bersama anak kecil yang sering berfoto sama kamu," kata Niken lewat telepon.


Alika terdiam karena Bimo dan Anggun sudah berbohong selama ini kepadanya. Minggu kemarin dia juga melihat Bimo dan Anggun keluar dari butik milik si istri pertama. Namun, saat ditanya dia mengatakan itu tidak benar karena Bimo sedang berada di luar kota.

__ADS_1


"Halo, Alika! Kamu masih dengar suara aku?" tanya Niken.


"Iya. Maaf, Nik. Barusan ada perlu sebentar. Memangnya sekarang kamu sedang apa di restoran itu. Kamu tidak kuliah?" tanya Alika balik.


"Jam kuliah tadi masuk pagi. Sekarang aku sedang makan siang dengan tunangan aku," jawab Niken. Gadis itu sekarang tidak melakukan jasa kencan lagi. Dia kapok dan selalu dipantau terus oleh orang tua dan suruhannya.


"Terima kasih, sudah memberi tahu aku. Untuk urusan Mas Bimo itu biar jadi urusan aku," kata Alika.


"Aku sebagai temanmu ikut merasa sedih. Kenapa kamu diperlukan seperti itu. Suami kamu itu tukang selingkuh. Jadi, kamu harus siap-siap saja siapa tahu akan punya istri ketiga nanti," ujar Niken dan Alika malah tertawa.


***


Hafsah dan Azizah baru selesai membeli keperluan untuk anak-anak di sekolah tempat mereka mengajar. Meski sedang hamil, Hafsah masih mengajar mengaji.


"Kita makan siang di sana, yuk!" ajak Azizah.


"Aku telepon Bang Ali dulu kalau aku akan makan di sini. Siapa tahu dia bisa ikut makan. Sudah seminggu ini suamiku kehilangan napsu makan karena terlalu lelah kerja. Belakangan hotel selalu ramai dengan kegiatan event dan pesta. Sampai dua bulan ke depan jadwal sewa ballroom hotel sudah penuh di booking," ucap Hafsah sambil mengotak-ngatik handphonenya.


Ali pun datang ke restoran yang diberi tahu oleh istrinya. Begitu dia masuk dia melihat Bimo sedang bersama Anggun makan siang, padahal Alika bilang kalau Bimo sedang sibuk di luar kota. 


"Assalamualaikum," ucap Ali kepada Bimo dan Anggun.


Kedua orang itu terbelalak saat melihat Ali. Terlihat jelas keduanya kikuk dengan kehadiran Ali dan Hafsah di sana. 


"Mas Bimo … Kak Ali?" Alika berdiri di belakang Hafsah.


"Alika," ucap semua orang tidak menyangka dengan kehadiran wanita yang sedang hamil besar itu.


***


Kenapa Bimo dan Anggun sering berbohong kepada Alika? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1



__ADS_2