
Bab 64
Alika merasa mulas dan sakit yang teramat sangat. Dokter sudah memeriksa dan pembukaan juga sudah sempurna. Alika melahirkan ditemani oleh Ruqoyah karena Ali harus mengurus segala keperluan di kembar dan istrinya.
"Sudah siap, Bu?" Dokter kandungan itu selalu memberikan nasehat kepada Alika agar hati ikhlas dan pasrah saat melahirkan bayinya.
"Insha Allah, siap," balas Alika.
Proses mengeluarkan bayi tidak memakan banyak waktu. Sekitar 15 menit bayi laki-laki berambut pirang dengan bola mata berwarna abu lahir dengan berat 3,2 kilogram dan tinggi 58 sentimeter lahir dengan cara normal.
Alika menangis haru saat melihat bayinya. Dengan begini dia sudah memantapkan hati untuk bercerai dengan Bimo, karena bayi yang dia kandung bukan benih milik Bimo.
"Alhamdulillah, cucu nenek lahir dengan selamat dan sehat," ucap Ruqoyah saat melihat bayi merah itu menyusu pada ibunya.
***
Ali senang karena sang adik juga melahirkan bayinya dengan selamat. Hari ini merupakan hari terbaik bagi keluarga Ali. Ada tiga anggota baru di dalam keluarganya.
"Alika bagaimana keadaanya, Bang?" tanya Hafsah yang baru saja sadar.
"Alhamdulillah, Sayang. Dia baik … bayinya juga terlahir dalam keadaan baik," jawab Ali.
Ali pergi ke ruang bersalin di mana Alika dan bayinya berada saat ini. Dia menggendong keponakannya lalu mengadzani bayi merah itu.
"Kak, bagaimana keadaan Mbak Hafsah?" tanya Alika.
__ADS_1
"Alhamdulillah, dia baik," jawab Ali sambil meletakan bayi itu ke pelukan Alika.
"Kamu jangan lama-lama meninggalkan dia, Ali. Cepat kembali ke sana! Kasihan anak dan istrimu. Kalau adikmu ini biar ibu yang urus," titah Ruqoyah.
***
Orang suruhan Sarah sudah berhasil masuk ke ruang rawat di mana Hafsah sedang tidur. Laki-laki itu mengeluarkan sebuah suntikan yang sudah terisi cairan. Dengan tangan bergetar dia menyuntikan cairan itu ke kantong infus.
"Hei, apa yang sedang Anda lakukan?" teriak Ali dan membuat Hafsah membuka matanya.
"Kamu!" pekik Hafsah.
Istri Ali melihat wajah laki-laki itu sama dengan orang yang mendorong tubuhnya beberapa hari yang lalu. Melihat orang itu sedang memegang jarum suntik. Hafsah langsung mencabut selang infus yang terpasang di tangannya. Dia meringis kesakitan karena jarumnya tercabut. Darah pun langsung mengalir.
Ali yang melihat itu langsung curiga kalau orang yang menggunakan jas putih ini adalah penjahat. Orang yang menyamar menjadi dokter gadungan untuk melakukan sesuatu kepada istrinya.
Hafsah pun menekan bel pemanggil dokter dan perawat. Berharap bantuan segera datang dan penjahat itu bisa ditangkap.
Laki-laki itu berhasil dibekuk setelah kalah adu jotos dengan Ali dan keamanan rumah sakit datang untuk mengamankan orang itu. Pihak rumah sakit meminta maaf kepada keluarga Ali atas terjadinya insiden ini.
Hafsah pun kembali mendapatkan penanganan dan pemeriksaan secara menyeluruh, takut cairan itu sudah masuk ke dalam tubuhnya. Belakangan hasilnya diketahui kalau cairan racun itu belum masuk ke dalam tubuh Hafsah.
***
Polisi mendatangi apartemen Yasmin, setelah masuknya laporan dari Alika dan Ali. Wanita itu baru bangun tidur dengan penampilan acak-acakan dan belum mandi setelah semalam dia lelah bercinta.
__ADS_1
"Ada apa, ya?" tanya Yasmin tidak sadar kalau di hanya memakai lingerie yang menampilkan lekuk tubuh yang dipenuhi oleh tanda-tanda merah di leher dan dadanya.
Polisi yang datang untuk menangkap Yasmin hanya mendengus kesal. Lalu salah seorang dari mereka menyerahkan bukti surat penangkapan kepada Yasmin.
"Atas tuduha apa aku bisa kalian tahan?" tanya Yasmin dengan garang.
"Atas tuduhan penjualan atau perdagangan manusia, perbuatan yang tidak menyenangkan, dan penggunaan obat terlarang," jawab polisi.
"Tunggu … itu semua tidak benar! Perdagangan manusia apanya? Aku tidak pernah terlibat dalam hal seperti ini. Lalu, aku juga bukan pemakai nar_koba. Kenapa bapak menuduh saya seenaknya saja?" bentak Yasmin.
"Menjual keperawanan para gadis kepada hidung belang, itu apa namanya? Kamu menjalankan aksi itu dengan mendekati korban terlebih dahulu, orang-orang yang masih labil pikirannya, sehingga banyak yang ada yang mudah dihasut oleh kamu," balas polisi.
Mau tidak mau Yasmin pun digiring oleh kedua polisi itu untuk masuk ke dalam mobil. Wanita itu tidak mau kalau nanti dia sampai dipenjara. Setelah salah satu polisi masuk ke kursi pengemudi dan satunya lagi sedang membuka pintu mobil, Yasmin menyundul sang polisi dengan keras sampai terjengkang ke belakang.
Yasmin berlari di area parkir dan dikejar oleh dua orang polisi tadi. Wanita itu hendak naik taksi yang berhenti di seberang jalan. Dia tidak melihat ke kanan dan ke kiri saat mau menyebrang. Ada sebuah mobil kontainer yang melaju dengan kecepatan normal, tetapi kehadiran Yasmin yang muncul tiba-tiba membuat wanita itu tertabrak dan mental beberapa meter.
Orang-orang yang menyaksikan kejadian itu berteriak. Tubuh Yasmin dipenuhi oleh darah. Kedua polisi tadi langsung menelpon ambulans.
***
Pak Adam menyuruh Ali untuk meminta perlindungan kepada polisi, karena nyawa Hafsah dan Alika juga anak-anak mereka berada dalam bahaya. Untungnya Ali langsung sigap melakukan saran dari atasannya itu. Semenjak hari di mana Hafsah dan Alika melahirkan selalu ada polisi yang menjaga mereka.
Sarah tidak bisa masuk ke ruang rawat Hafsah dan Alika yang sengaja disatukan dalam satu kamar. Begitu juga dengan bayi-bayi mereka. Sekarang dia sudah tidak punya kaki tangan lagi untuk mencelakai keluarga Ali. Kalau mau dia harus turun tangan sendiri.
***
__ADS_1
Apakah Sarah akan berbuat nekad untuk mencelakai Ali dan keluarganya? Ikuti terus kisah mereka, ya!