
Bab 63
Dokter sudah selesai mengeluarkan kedua bayi kembar milik Hafsah dan Ali. Kedua bayi mungil itu terlahir prematur dengan berat badan 2kg dan tinggi 48 sentimeter. Untungnya kedua bayi itu dalam keadaan sehat meski harus dimasukan ke dalam inkubator. Hafsah juga dalam keadaan baik meski masih dalam pengaruh obat bius. Ali menangis terharu saat melihat sepasang buah hatinya. Akhirnya dia menjadi ayah.
Ruqoyah yang mendengar kalau operasi berjalan dengan lancar dan semua dalam keadaan baik, membuatnya mengucapkan syukur tiada henti. Dia juga langsung menyedekahkan 10 juta uang dari tabungannya untuk sedekah ke panti asuhan anak yatim, sebagai tanda syukur nikmat karena Allah sudah memberikan kemudahan dan kelancaran operasi dan kini menantu dan cucunya dalam keadaan baik.
"Aduh, Bu. Mukanya semakin sering terasa," ucap Alika sambil meringis menahan sakit.
"Tunggu dokter datang untuk meriksa kamu kembali," kata Ruqoyah sambil mengusap-usap punggung putrinya.
"Aku ingin melihat keponakan aku, Bu. Apa bayi itu setampan kak Ali?" Alika membayangkan wajah keponakannya.
"Mereka tampan dan cantik," balas Ruqoyah dengan sedikit bangga akan kedua cucunya itu.
Sebenarnya Ruqoyah juga ingin segera datang ke ruang Hafsah dan melihat keadaanya pasca operasi, tetapi dia tidak bisa meninggalkan Alika saat ini. Apalagi putranya selalu wanti-wanti agar merek jangan sendiri-sendiri saat di mana pun atau pergi ke mana pun, karena ada orang jahat yang sedang mengintai mereka.
***
Sarah dan orang suruhannya yang menyamar sebagai dokter gadungan itu sedang berada di dekat ruang inap Hafsah. Mereka sedang menunggu Ali lengah, baru bisa melakukan apa yang sudah mereka rencanakan.
__ADS_1
"Ingat, jangan sampai kita ketahuan!" Sarah memberikan peringatan kepada orang suruhannya.
"Tenang saja Nona. Selagi uang bayaran gede, semua akan bisa diatasi," ucap laki-laki yang sedang menyamar menjadi dokter.
Sarah sudah tidak sabar ingin membuat Hafsah mati agar Ali menderita dan nanti mau menikah bersama dengannya. Wanita ini terus memperhatikan gerak-gerik orang di lantai ini.
***
Ghani seperti biasa mengantarkan Kakek Qomar untuk cek up. Saat dia hendak mencari dokter spesialis yang menangani kakeknya dia melihat ada Sarah berjalan memasuki lift. Dia mengira kalau wanita itu memang sedang berobat atau menjenguk kenalannya. Ghani tidak tahu kalau Hafsah dan Alika sedang melahir di rumah sakit ini.
Setelah melihat Sarah kini Ghani bertemu dengan Bimo yang sedang berdiri sambil menatap ke sebuah ruangan. Laki-laki itu pun menjadi curiga ada apa dengannya.
"Apa yang sedang Anda lakukan di sini?" tanya Ghani kepada Bimo.
Laki-laki yang sejak tadi melamun itu tersentak. Lalu, dia memalingkan wajahnya ke arah samping di mana ada Ghani menatap ke arahnya.
"A–ku menjenguk ke–nalan," jawab Bimo terbata-bata.
"Oh. Aku kira Alika melahirkan," ucap Ghani.
__ADS_1
"Aku mau memberi tahu sesuatu kepadamu. Mungkin ini akan membuat kamu terkejut dan bisa saja marah," lanjut cucu Kakek Qomar.
Bimo mengerutkan kening tanda tidak mengerti. Namun, dia diam dan ingin mendengarkan apa yang ingin dibicarakan oleh saingan bisnis keluarganya.
"Apa kamu tahu wanita bernama Yasmin?" tanya Ghani dengan tatapan tidak lepas dari adik iparnya Ali.
Bimo sebenarnya tahu Yasmin karena mereka beberapa kali bertemu dan membahas tentang Alika. Istri kesayangan yang dia puja ternyata wanita murahan dan tidak pantas dicintai.
Melihat Bimo diam saja, Ghani mengira laki-laki itu tidak tahu siapa itu Yasmin. Lalu, dia pun mengatakan, "Yasmin adalah perempuan jahat yang selalu mencoba mencelakai Alika karena sifat iri dan dengkinya. Beberapa hari yang lalu, aku mendengarkan pengakuan dia kepada seorang temannya kalau dia berhasil menjual keperawanan Alika kepada laki-laki bule bernama Demitri. Dia sengaja memasukan obat tidur berdosis tinggal sampai Alika tidak sadarkan diri sampai keesokan harinya," ucap Ghani.
Bukan maksud Ghani membongkar aib Alika, tetapi perempuan itu dalam bahaya karena orang bernama Yasmin. Kejahatan dia dahulu sudah berani sampai seperti itu, maka tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang nyawa Alika akan menjadi taruhannya.
Kepala Bimo tiba-tiba saja terasa sakit. Ucapan Ghani berbanding kebalik dengan cerita Yasmin yang diceritakan kepadanya. Yasmin bilang kalau Alika menjual keperawanan kepada Dimitri lalu menjebak dirinya karena jaga-jaga takut hamil. Ternyata dugaannya benar, satu bulan kemudian Alika hamil dan dirinya yang harus bertanggung jawab. Dia marah kepada istri mudanya karena sudah gelap mata akan cinta dan harta jadinya seperti ini rela melakukan apa pun demi poin, vote, hadiah. Apalagi ibu adalah mertuanya yang mata duitan dan kedudukan atau kehormatan.
"Kenapa diam saja?" tanya Ghani.
***
Apakah Bimo akan menceraikan Alika atau mempertahankannya? Apakah Sarah bisa berhasil menjalankan rencananya? Ikuti terus kisah mereka, ya!
__ADS_1