Bukan Menantu Sempurna

Bukan Menantu Sempurna
Bab 37. Ali Kecelakaan


__ADS_3

Video antara Ali dan Sarah sedang menjadi buah bibir di sebagai kalangan penggiat sosial media. Mereka bahkan mencari tahu siap identitas kedua orang itu.


Sarah tertawa terkekeh saat dirinya menjadi bahan ghibah-an orang-orang. Baik itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Dia sengaja menyebarkan video itu dengan menggunakan akun fake. Dia sengaja melakukan hal ini karena terinsipirasi oleh kasus Alika yang viral dan mengakibatkan laki-laki di video itu mau menikahinya. Maka dia pun melakukan semua ini agar bisa menikah dengan Ali.


"Kamu milikku Ali," gumamnya sambil tersenyum manis.


Roma bahagia terpancar di wajah Sarah. Dia tidak peduli jika orang-orang terdekatnya mengenali dirinya sebagai pemeran di video itu. Asal endingnya dia bisa bersama Ali.


"Apa Hafsah sudah tahu video ini? Semoga saja dia sudah tahu dan meminta cerai dari Ali karena sudah selingkuh di belakangnya," kata Hafsah bermonolog.


***


"Bu Ruqoyah, tunggu!" teriak Bu Ratna saat melihat Ruqoyah hendak masuk ke dalam rumah.


"Ada apa?" tanya Ruqoyah sambil berjalan mendekati tetangganya ini.


"Lihat video ini. Bukannya ini Ali dan calon mantu yang kamu bilang kaya itu," jawab Bu Ratna sambil menyerahkan handphone miliknya dan memutar video.


Mata Ruqoyah terbelalak melihat video itu. Dia yakin sekali kalau itu adalah Ali dan Sarah. Apalagi itu seperti di kamar hotel kemarin. Senyum pun terlukis di wajah wanita paruh baya ini.


"Ini Ali dan Sarah. Kita harus menginterogasi mereka dan menyuruh mempertanggungjawabkan perbuatannya ini," jawab Ruqoyah dengan semangat.


Bu Ratna merasa heran dengan sikap Ruqoyah. Biasanya kalau ada video skandal, orang akan menyangkal meski ujung-ujungnya akan ketahuan juga. Namun, wanita yang sudah melahirkan Ali ini malah terlihat senang putranya terkena skandal.


"Aku akan panggil Ali dan Sarah. Bu Ratna panggil Pak RT dan beberapa warga ke sini sebagai saksi," lanjut Ruqoyah dan semakin membuat Bu Ratna heran sekaligus tidak percaya dengan reaksi yang ditunjukan oleh Ruqoyah.

__ADS_1


'Apa video ini sengaja disebar agar menjadi viral dan nantinya keluarga mereka akan menjadi semakin terkenal?' batin Bu Ratna.


***


Saat ini Hafsah masih dengan isak tangisnya di kamar tidur. Dia masih belum bisa menerima pengkhianatan yang dilakukan oleh suami yang dia cintai.


"Kenapa abang melakukan ini? Apa karena sudah tidak sabar ini memiliki anak? Apa abang sudah menikah diam-diam dengan Sarah? Abang tidak berzina, 'kan?" Hafsah bergumam sambil melihat foto dirinya dengan Ali.


Pigura foto yang biasa diletakkan di atas nakas, dia belai gambarnya. Dia memang mencintai Ali, tetapi tidak sanggup jika harus berbagi cinta dengan perempuan lain.


"Jika abang memang menginginkan Sarah untuk melahirkan anak-anakmu, aku ridho untuk melepaskan dirimu, asal abang bisa bahagia," ucap Hafsah dengan lirih.


Mata Hafsah sudah bengkak dan memerah. Hidung dan pipinya juga memerah karena terlalu lama menangis sampai-sampai suaranya juga serak.


"Ya Allah, jika jodohku dan Bang Ali sampai di sini, tidak mengapa. Namun, jika jodohku dengan Bang Ali masih panjang maka kuatkanlah diri ini dari segala penyakit hati dan pikiran buruk," ucap wanita berjilbab lebar yang kini sedang berbaring di atas kasurnya.


***


"Seandainya saja aku ingat wajah tukang ojek itu, tentu sudah aku panggil ke sini untuk memberi kesaksian," kata Ali meski dia sendiri tidak tahu apa akan membantu atau tidak kesaksiannya itu.


"Aku tidak mau kalau gara-gara perbuatan Anda berimbas kepada orang lain terutama orang-orang yang bekerja di sini. Sebaiknya segera selesai masalah ini," tukas Ghani tidak mau mendengar lagi sanggahan dari pegawainya.


Sore hari Ali pulang ke rumah dengan terburu-buru. Dia agak ngebut menjalankan kendaraannya. Saat di sebuah perempatan jalan ada sebuah bus yang melaju dengan kencang dan dalam sekejap menabrak mobil Ali yang melaju lurus.


Mobil yang dikendarai oleh Ali terseret beberapa meter dan berhenti saat membentur pembatas jalan. Sementara itu, bus mengalami kerusakan di bagian depan.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sekitar sana mencoba menolong Ali dan juga beberapa korban yang ada di dalam bus. Mereka semua dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.


***


Kini di rumah Ali sudah berkumpul beberapa orang. Mereka sedang menunggu kedatangan Ali untuk membicarakan masalah video yang sedang beredar saat ini.


Sarah juga datang bersama dengan kedua orang tuanya. Beberapa warga juga ikut hadir sebagai saksi. Ruqoyah duduk dekat Alika dan terlihat tenang dan senang. Sementara itu, Hafsah masih betah di kamar tidurnya.


Suara dering telepon membuat Hafsah bangun dari rebahannya. Dia berjalan ke arah meja rias di mana handphone miliknya di simpan. Terlihat ada nama suaminya di layar lalu dia pun menggeser tombol berwarna hijau.


"Assalamualaikum, Bang," salam Hafsah.


"Wa'alaikumsalam. Apa ini nomor handphon milik suami ibu?" tanya orang di seberang sana.


"Iya. Ini nomer telpon suami saya. Bapak siapa?" tanya Hafsah balik.


"Kami dari pihak kepolisian mau memberi tahu kalau pemilik handphone ini sudah mengalami kecelakaan dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit," jawab laki-laki yang mengaku sebagai petugas polisi.


"Astaghfirullahal'adzim. Bagaimana keadaan suami saya saat ini, Pak?"


"Untuk lebih jelasnya Ibu segara datang ke rumah sakit," ucap polisi itu sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.


***


Bagaimana keadaan Ali saat ini? Akankah ada drama hilang ingatan? Atau tidak? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1



__ADS_2