Bukan Menantu Sempurna

Bukan Menantu Sempurna
Bab 55. Bimo Selingkuh


__ADS_3

Bab 56.


Alika membelalakkan matanya saat melihat foto yang dikirimkan oleh temannya. Tentu saja Alika yang pernah menjadi teman kencan tahu apa yang sedang terjadi. Hatinya sakit karena merasa dikhianati. Dia ingin marah dan memaki suaminya itu saat ini. Namun, dia tidak bisa karena orangnya tidak ada.


"Kenapa kamu selingkuh, Mas? Apa aku dan Mbak Anggun masih kurang bagi kamu!" Alika meraung dalam tangisannya.


Suara kamar itu kedap suara jadi suara teriakan tangisnya tidak akan terdengar sampai ke luar. Ibu hamil itu melampiaskan rasa amarahnya dengan memukul-mukul guling ke kasur.


"Dasar buaya darat. Doyan selingkuh!" teriak Alika.


Lelah teriak dan menangis, Alika pun tertidur. Dia begitu pulas dan tidak mendengar saat Bu Dewi memanggilnya dan mengetuk pintu. Bahkan telepon pun dinonaktifkan. Tentu saja ini membuat ibu mertuanya itu murka.


"Alika, bangun! Mau sampai kapan kamu tidur terus," teriak Bu Dewi yang kini sudah bisa masuklah Om dengan menggunakan kunci cadangan.


Alika membuka matanya lalu bangun. Dia melihat jam sudah hampir pukul 16:45 dan waktu sholat ashar akan segera berakhir. Wanita itu pun buru-buru ambil ambil wudhu kemudian sholat.

__ADS_1


Hari ini Alika disuruh memasak tongseng daging kambing karena tekanan darah ayah mertuanya sedang turun. Selian itu Bia ingin makan ayam goreng. Sementara untuk Anggun, sayur daun kantuk. Tadi wanita itu mengeluhkan air susunya keluar sedikit sudah tiga hari ini.


Alika memasak dengan bantuan pembantu rumah tangga. Namun, di dalam pengawasan Bu Dewi. Wanita setengah paruh baya itu memberi instruksi sambil duduk dan menikmati salad buah.


"Ma–mi? Bagaimana caranya agar kita bisa lari dari kehidupan seseorang?" tanya Alika tiba-tiba. 


Bu Dewi mengerutkan kening dan menghentikan kunyahannya, setelah mendengar ucapan menantunya. Sangat aneh sekali Alika tiba-tiba bicara seperti ini ketika ada orang lain.


"Kenapa kamu ingin lari dari kehidupan orang itu? Apa kamu punya dosa besar kepadanya?" tanya Bu Dewi dengan tatapan penuh selidik.


"Ada seorang teman yang meminta saran aku dan bingung bagaimana menjawabnya. Mami 'kan sudah banyak pengalaman dalam berumah tangga. Makanya aku tanya saja pada Mami terlebih dahulu," jawab Alika dan Bu Dewi hanya diam mendengarkan.


Melihat ada respon dari sang mertua, maka Alika pun melanjutkan pembicaraannya. "Ceritanya teman aku mempunyai seorang suami, ternya dia itu banyak sekali melakukan perselingkuhan. Terutama dengan perempuan muda. Jadi, apa yang sebaiknya dilakukan oleh temannya itu?" 


"Teman kamu itu cantik, nggak?" tanya Bu Dewi.

__ADS_1


"Banyak orang bilang dia cantik, Mami," jawab Alika sambil meletakan mangkok sayur di atas meja.


"Kalau dia cantik lebih baik tinggalkan laki-laki itu dan cari laki-laki baru yang lain. Di dunia ini masih banyak laki-laki yang baik. Kecuali kalau dia selingkuh karena kelakuan istrinya yang selalu bikin pusing, baru itu yang salah istrinya," ujar Bu Dewi.


Malam ini pun Bimo tidak makan di rumah. Justru malah menyuruh Anggun membawa anak-anak mereka sekalian ke restoran karena dia hanya sebentar saja setelah itu akan kembali lagi pergi mengurus bisnisnya.


'Kenapa hanya Mbak Anggun dan anak-anak saja yang dia suruh datang? Sementara aku tidak pernah turut diajak,' batin Alika.


'Bener, deh. Kayaknya aku akan dibuang setelah melahirkan nanti. Mulai sekarang aku harus mempersiapkan diri agar nanti tidak terpuruk,' lanjut Alika.


***


Benarkah Bimo akan melepaskan Alika begitu dia melahirkan? ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_1


__ADS_2