Bukan Menantu Sempurna

Bukan Menantu Sempurna
Bab 61. Kejahatan Terencana


__ADS_3

Bab 61


Hafsah terbangun dan tidak melihat sang suami padahal jam di dinding sudah menunjukan pukul 23:15 biasanya sekitar pukul 22:00 sudah sampai rumah. Lalu, dia pun bangun dan mencari ponsel miliknya. Ternyata ada pesan dari Ghani.


Assalamualaikum, Hafsah. Maaf mengganggu malam-malam. Tadinya aku mau menghubungi Ali tetapi nomornya tidak aktif. Apa kamu kenal dengan perempuan yang bernama Yasmin? Soalnya wanita itu menyebut-nyebut nama Alika. Dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat. Lalu, aku juga minta kamu jaga diri baik-baik. Jangan pergi ke mana pun sendirian karena Sarah sedang mengincar kamu. Katakan ini semua kepada Ali. Aku tidak punya maksud untuk menyakiti kalian. Aku punya bukti tentang ini semua.


Tubuh Hafsah bergetar saat mengingat kejadian tadi sore. Meski kandungannya baik-baik saja, tidak menutup kemungkinan ada orang yang akan mencelakainya atas suruhan seseorang.


Lalu, Hafsah menghubungi Aki karena sampai tengah malam belum juga pulang. Dia takut terjadi sesuatu kepada suaminya.


"Assalamualaikum, Bang."


"Wa'alaikumsalam, Sayang. Ada apa?" 


"Abang di mana?" 


"Abang sudah di rumah, Sayang. Ini sedang bicara dengan Alika di lantai bawah. Kenapa? Tidak bisa tidur?"


"Aku kira Abang belum pulang. Makanya aku cemas sekali. Apalagi ada hal penting yang ingin aku bicarakan."

__ADS_1


"Baiklah abang akan naik ke atas."


"Tidak, Bang. Biar aku saja yang turun ke bawah karena ini masih ada sangkut pautnya dengan Alika."


Hafsah pun turun dan langsung mencium tangan suaminya. Mereka bertiga duduk di ruang depan dan membahas pesan yang dikirim oleh Ghani tadi.


"Kalau seperti ini keputus kita untuk melaporkan hal itu ke polisi sudah tepat. Dan kalian jangan keluar rumah tanpa didampingi oleh aku," ucap Ali dan kedua wanita hamil itu mengangguk.


Alika sangat marah kepada Yasmin setelah mendengar rekaman suara yang dikirim oleh Ghani. Bagaimana dia tega sesama perempuan berbuat seperti itu.


Malam itu Yasmin yang pada dasarnya benci kepada Alika ditambah ucapan Alika yang menohok dirinya, tega membuat rencana dengan Demitri. Yasmin membuat Alika tidak sadarkan diri dengan obat tidur dosis tinggi. Sehingga Demitri bisa sesuka hati menjamah tubuh Alika. Laki-laki bule itu yang sejak awal suka kepada Alika tentu saja menikmati tubuh molek sang perawan. 


Sementara Yasmin menyusul menikmati tubuh Bimo beberapa saat kemudian di kamar yang sama. Setelah mereka puas, Alika dan Bimo di baringkan di atas kasur yang sama dalam keadaan tidak pakai baju. Jadi, terlihat kalau Bimo adalah orang yang sudah merenggut keperawanan Alika.


Jika rekaman milik Sarah hanya sebentara tetapi di sana disebutkan untuk membuat Ali dan keluarganya hidup menderita dan penuh penyesalan. Bahkan dia menyuruh orang untuk mencelakai Hafsah dan bayi di dalam kandungannya.


***


Ali meminta bantuan pengacara yang dulu menangani kasusnya atas rekomendasi Adam. Bukti-bukti yang dia punya sudah diserahkan. Mereka melaporkan kejahatan beberapa orang itu. Terutama Sarah yang sering melakukan kejahatan terapi sering lolos dari jeratan hukum.

__ADS_1


"Tenang saja, Pak Ali. Aku akan segera meminta polisi untuk menangkap mereka, karena ini sangat berbahaya. Ini merupakan kejahatan yang sudah direncanakan dan terencana dengan baik. Bahkan eksekusi pun mulai mereka jalankan," kata si pengacara.


"Terima kasih, Pak. Aku harap semuanya bisa berjalan dengan baik dan mereka mendapatkan hukuma yang setimpal," ucap Ali.


"Meski begitu Bapak dan keluarga tetap harus hati-hati. Biasanya mereka punya anak buah meski tidak seberapa dan tidak bisa apa-apa hanya mengandalkan modal nekad tanpa persiapan apa-apa yang lainnya," tukas si pengacara.


Ali pun pamit dan akan mencari orang yang bisa menjaga dan mengawasi keluarganya. Apalagi dia satu-satunya lelaki di rumah. Tadi pagi Ali sempat menemui Pak RT dan Pak RW. Dia memberi tahu kalau ada orang yang berniat mencelakai keluarganya. Jadi, jika ada orang asing dia memohon jangan dibiarkan berkeliaran di dekat kediamannya.


***


Alika merasa perutnya mulas dan memanggil Ruqoyah, karena dia takut akan melahirkan saat ini juga. Sementara itu, Hafsah yang ikutan panik mendadak perutnya juga terasa mulas.


"Aduh, Hafsah. Kamu jangan ikutan-ikutan mau melahirkan. Usia kandungan kamu itu masih berumur tujuh bulan," ucap Ruqoyah jadi ikutan panik juga.


"Habis bagaimana lagi, Bu. Melihat Alika meringis kesakitan seperti itu perut aku juga jadi terasa mulas," ucap Hafsah sambil meringis.


Mulut Hafsah tidak berhenti berdzikir. Dia juga meminta perlindungan kepada Allah apa pun yang terjadi semoga dia dan kedua anaknya baik-baik saja.


Ruqoyah meminta tolong ke tetangga untuk membawa anak dan menantunya ke rumah sakit. Dia takut kalau beneran mereka berdua akan melahirkan.

__ADS_1


***


Apakah Alika dan Hafsah akan melahirkan? Apakah kali ini Sarah akan lolos lagi dari jeratan hukum? Ikuti terus kisah mereka, ya!


__ADS_2