
Bab 58
Ali tahu kalau adiknya ini banyak bergaul dari berbagai kalangan. Tidak aneh jika ada orang yang tidak suka kepadanya, apalagi mengingat kelakuan adiknya dahulu yang suka dengan menarik perhatian banyak orang. Banyak juga prestasi yang dia dapatkan. Hal yang ditakutkan oleh Ali adalah persaingan dia dengan orang lain itu yang menjadi pemicu Alika punya musuh.
"Siapa?" tanya Ali penasaran.
"Yasmin. Dia adalah orang yang secara terang-terangan membenci Alika. Setiap mereka bertemu pasti akan diwarnai dengan sindiran, hinaan, dan ejekan. Dia sangat benci kepada Alika setelah orang yang dia cintai sewaktu SMA mencintai Alika," jawab Elina.
Ali mengerutkan keningnya setelah mendengar penuturan teman adiknya. Setahu dia Alika tidak pernah pacaran karena memang dilarang oleh ayah mereka dan juga dirinya. Mengingat pergaulan zaman sekarang membuat semua orang begitu menjaga Alika agar jangan sampai jatuh ke lubang dosa ini. Salahnya mereka begitu percaya kepada Alika yang mengatakan tidak akan pacaran selama sekolah atau kuliah. Meski pada kenyataannya perempuan itu menjalani jasa kencan, bahkan sampai hamil diluar nikah.
'Yasmin. Aku harus cari tentang dirinya,' batin Ali.
"Dia itu perempuan licik, Kak. Yasmin akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan," lanjut Elina.
"Terima kasih sudah memberi tahu aku. Apa kamu ikut ke acara pesta malam itu?" tanya Ali.
"Tidak. Tapi, ada kenalan yang ikut acara itu. Di malam itu Yasmin pun datang ke acara itu dan bertengkar dengan Alika di sana," jawab gadis berambut sebahu itu sambil menyerahkan handphone miliknya kepada Ali.
__ADS_1
Suami Hafsah melihat foto selfi seorang perempuan cantik dan di belakang terpotret Alika dan seorang perempuan yang sedang saling jambak. Dia bisa mengenali itu sebagai adiknya karena wajahnya mengarah ke arah kamera, sedangkan muka lawannya tidak terlihat karena memunggungi kamera. Lalu digeser ke foto kedua kini muka wanita yang jadi lawan Alika terlihat jelas, malah giliran orang yang tadi selfi malah tidak terlihat. Seperti karena terjadi kehebohan dia sengaja memotretnya.
"Dia itu Yasmin. Dia tidak kuliah di kampus ini kalau Kakak ingin bertemu dengan dia bisa tanyakan ke agensi modelnya," kata Elina.
***
Alika merasa bayi di dalam perutnya sangat aktif sekali hari ini. Mungkin karena perasaan dia sekarang sedang bahagia. Bisa jalan-jalan di komplek bersama ibunya dan bertemu dengan para tetangga yang dulu nyinyir dirinya, kini memuji penampilannya yang memakai jilbab. Katanya jauh lebih cantik dibandingkan tidak pakai jilbab.
"Itu bukannya mobil Kak Sarah, Bu?" Alika menunjuk ke sebuah mobil berwarna merah.
"Iya, mirip. Sedang apa dia di sini?" tanya Ruqoyah karena mobil itu terparkir di komplek kontrakan milik Pak Wawan. Tidak aneh kalau orang yang tinggal di sana itu sering berganti-ganti karena bukan penduduk asli.
Ibu dan anak itu pun kembali ke rumah. Tidak memedulikan Sarah yang sedang ingin melakukan apa.
Sarah menyewa seorang laki-laki untuk mengawasi Ali dan keluarganya. Dia masih sakit hati karena Ruqoyah tiba-tiba saja membuangnya dirinya karena Hafsah sudah hamil.
"Tunggu saja pembalasan dariku. Setelah kalian menginjak-injak harga diriku, bisa berbahagia? Akan aku beri kalian kepedihan yang aku rasakan ini," gumam Sarah.
__ADS_1
***
Ruqoyah membuat rujak untuk Hafsah dan Alika. Mereka memakan itu di teras belakang rumah sambil menikmati semilir angin.
"Besok kamu bagian periksa kandungan?" tanya Hafsah.
"Iya, Mbak. Kak Ali akan mengantarkan aku setelah sarapan. Maunya aku siang hari karena pagi-pagi aku ingin jalan-jalan sambil olahraga," jawab Alika sambil menyeringai nakal menggoda Hafsah.
Alika sering merasa iri kepada kakak iparnya ini. Setiap hari selalu dilimpahkan kasih sayang dari suami dan mertuanya. Sementara itu, dirinya tidak mendapatkan itu dari suami dan keluarganya. Bahkan sampai sekarang Bimo tidak pernah menghubungi atau menanyakan keadaannya. Meski begitu uang bulanan masih masuk ke rekeningnya. Alika sampai sekarang tidak tahu kenapa dia mendapatkan perlakuan seperti ini dari suami dan keluarganya.
"Mbak, jika terjadi sesuatu kepada aku nanti … aku titip anak aku, ya. Karena aku merasa Mas Bimo akan menelantarkan anak ini," ucap Alika dengan tatapan sendu.
Hafsah merasa sakit mendengar ucapan adik iparnya. Dia belakang ini membahas Alika bersama suaminya tanpa sepengetahuan dia. Ali sedang mencari informasi kejadian yang sebenarnya malam itu. Kenapa sikap Bimo tiba-tiba berubah kepada Alika.
"Semua akan baik-baik saja. Baik itu kamu ataupun anak kamu. Mintalah hanya kepada Allah. Insha Allah semuanya akan dipermudah oleh-Nya," ucap Hafsah.
Ruqoyah meneteskan air mata mendengar pembicaraan dua orang wanita dengan perut besar. Dia berharap anak dan menantu bisa menjalani proses kelahiran dengan lancar.
__ADS_1
***
Apa yang akan dilakukan oleh Sarah untuk membalas keluarga Ali? Kenapa Bimo berubah sikapnya kepada Alika? Ikuti terus kisah mereka, ya!