Bukan Menantu Sempurna

Bukan Menantu Sempurna
Bab 62. Hafsah & Alika Melahirkan


__ADS_3

Bab 62


Sarah mendapat laporan kalau Hafsah dan Alika akan melahirkan. Maka dia pun bergegas membuat rencana baru. Hal ini diluar prediksi dirinya.


"Aku harus cepat-cepat ke rumah sakit!" 


Sarah yang dulu cinta kepada Ali berubah menjadi terobsesi kepadanya. Lalu, sekarang berubah menjadi benci. Dia tidak akan membiarkan orang yang sudah membuatnya sakit hati itu bisa hidup bahagia.


Tadinya dia dan orang suruhannya akan mencelakai Hafsah dengan memasang jebakan di sekolah tepat wanita itu mengajar. Namun, hal itu belum juga terlaksana sudah mendapatkan kabar lainnya.


"Kenapa wanita itu malah mau melahirkan? Bukannya ini belum saatnya bayi itu lahir?" Sarah bermonolog.


Wanita itu melajukan mobil dengan kencang menuju rumah sakit. Di dalam otaknya sudah ada rencana jahat untuk melenyapkan istrinya Ali atau kedua buah hati mereka. Dia akan mencari peluang mana yang bisa dia lakukan saat nanti.


***


Ali yang mendapatkan kabar kalau adik dan istrinya mengalami kontraksi langsung pergi ke rumah sakit. Saat di perempatan jalan dia terjebak lampu merah. Dia tidak menyangka kalau mobil yang berhenti di sampingnya adalah mobil milik Bimo.


"Assalamualaikum, Pak Bimo," ucap Ali.


Bimo yang merasa dipanggil langsung mengalihkan perhatiannya ke arah sumber suara. Dia melihat ada kakak iparnya.


"Wa'alaikumsalam, Pak Ali," balas Bimo.

__ADS_1


"Saya mau memberi tahu kalau saat ini Alika masuk ke rumah sakit sepertinya akan melahirkan," kata Ali.


Bimo terdiam. Melihat reaksi laki-laki itu seperti tidak senang mendengar istrinya akan melahirkan sudah membuat Ali tahu kalau Bimo sudah tidak peduli lagi kepada Alika. Ali pun melajukan mobilnya karena lampu sudah berubah menjadi hijau.


Dokter memeriksa Alika dan sudah mengalami pebukaan tiga. Sementara itu, Hafsah harus melahirkan melalui cesar karena ketuban sudah pecah dan kehamilan dia baru tujuh bulan.


Ruqoyah benar-benar shock saat tahu sang menantu harus mendapatkan tindakan cepat agar ibu dan kedua bayinya bisa selamat. Dengan tubuh yang bergetar hebat wanita setengah paruh baya itu menghubungi putranya kalau Hafsah harus dioperasi.


"Bu," panggil Ali.


Melihat putranya sudah datang Ruqoyah merasa senang. Air matanya tidak berhenti keluar.


"Ali, Hafsah harus dioperasi," ucap Ruqoyah.


"Dokter, lakukanlah yang terbaik untuk istri dan buah hati kami," ucap Ali dengan tatapan mata memohon.


"Insha Allah, kami akan melakukan yang terbaik agar semuanya sehat dan selamat," ujar Dokter perempuan itu.


Ruqoyah menemani Alika di ruang rawat karena pembukaan baru tiga. Dia membantu putrinya untuk jalan-jalan di dalam kamar itu agar proses pembukaan semakin cepat. Sementara itu, Ali ada di depan ruang operasi. Tiada henti laki-laki itu berdoa agar istri dan kedua anaknya selamat.


***


Sarah yang sudah sampai ke rumah sakit mencari tahu keadaan Alika dan Hafsah. Dia menyuruh orang suruhannya untuk menyamar menjadi tim media. Mau itu menjadi dokter atau perawat laki-laki.

__ADS_1


Wanita yang sering berdandan glamour itu berjalan menelusuri lorong ruang kelas VIP. Dia yakin kalau adik dan istrinya Ali pasti di tempatkan di ruang berkelas 


Dari kejauhan dia bisa melihat Ali yang jalan mondar-mandir dengan gelisah di depan ruang operasi. Senyum lebar pun menghiasi wajahnya.


"Wah, siapa yang masuk ke ruangan itu? Aku berharap kalau si wanita kampungan itu yang berada di dalam," kata Sarah.


Tidak jauh dari Sarah ada Bimo. Diam-diam lelaki itu mengikuti Ali tadi. Dia ingin tahu bagaimana kabarnya Alika. Ada rasa rindu ingin bertemu denganny. Namun, di sisi lain dia benci wanita yang sudah membohongi dirinya.


"Semoga kamu dan bayi itu baik-baik saja," gumam Bimo.


Mata Bimo kini tertuju kepada Sarah yang seperti sedang bersembunyi sambil memerhatikan Ali. Dia tahu kalau wanita itu sangat tergila-gila kepada kakak iparnya.


"Dasar wanita tidak punya rasa malu, sudah ditolak ratusan kali, masih saja mengejar-ngejarnya," ucap Bimo sambil menggelengkan kepala.


Ada seorang laki-laki memakai jas putih mendekati Sarah. Lalu, kedua orang itu pergi dari sana. Bimo yang menyangka kalau itu dokter asli dan Sarah adalah pasiennya.


"Alika berada di ruang mana? Apa dia sudah melahirkan?" Bimo bertanya-tanya.


Laki-laki itu pun menelusuri ruang demi ruang di lantai tempat kelas VIP. Dia ingin melihat keadaanya sekarang dan memastikan kalau bayi yang lahir dari perut Alika itu tidak mirip dengan dirinya. Dengan begini dia akan punya alasan untuk menceraikan istri mudanya.


***


Apakah operasi Hafsah berjalan dengan lancar? Bagaimana dengan Alika yang hendak melahirkan juga? Ikuti terus kisah mereka, ya!

__ADS_1


__ADS_2