
Bab 59
Alika pergi memeriksakan kehamilannya ditemani oleh Ali. Usia kandungannya yang sudah memasuki bulan kesembilan jadi harus sering dipantau. Untungnya keadaan bayi itu dalam keadaan sehat.
"Apa Bimo belum menghubungi kamu?" tanya Ali.
Alika hanya menggelengkan kepala. Dia sudah tidak mengharapkan kehadiran laki-laki itu dalam kehidupannya. Dia yakin perceraian akan terjadi di antara mereka nanti dan dirinya sudah siap.
"Kak, boleh antarkan aku ke rumah Niken! Hari ini dia ulang tahun dan aku ingin memberikan ucapan selamat dan ada kado untuknya," pinta Alika.
Ali pun mengantarkan sang adik ke rumah temannya. Dia tidak bisa menemani adiknya di sana karena harus masuk kerja bagian shift siang.
Kedatangan Alika ke rumah Niken mendapat sambutan dari tuan rumah. Mereka pun duduk di taman belakang.
"Orang suruhan aku sudah mendapatkan bukti kalau malam itu kamu sudah dijebak oleh Yasmin," kata Niken sambil menyerahkan salinan rekaman cctv kepada Alika.
"Di sana terlihat jelas kalau Yasmin memasukan obat ke minuman kamu dan Om Bimo," lanjut Niken.
Tangan Alika bergetar saat menerima flashdisk.
"Ada ada juga rekaman di lorong yang mengarah ke kamar itu?" tanya Alika dengan suaranya yang bergetar.
"Di sana sudah ada juga rekaman cctv di lantai di mana kamar menginap malam itu dan siapa saja yang masuk dan keluar dari kamar itu," jawab Niken dengan sendu.
__ADS_1
"Jadi pembicaraan itu benar kalau anak yang aku kandung sekarang ini bukan anak Mas Bimo?" tanya Alika dengan menahan tangisnya.
Niken yang tidak sanggup melihat kesedihan sahabatnya langsung memeluk tubuh ringkih Alika. Dia ikut merasakan bagaimana sakitnya perasaan orang yang sudah berteman lama dengannya.
"Yang sabar. Orang-orang itu pasti akan mendapatkan balasannya," jawab Niken karena tidak sanggup menjawab pertanyaan dari sahabatnya.
"Aku ingin melihat isi rekaman ini. Boleh aku pinjam laptop milik kamu?"
Alika mengurai pelukan Niken. Apa pun yang terjadi dia sudah siap. Toh, dirinya sendiri yang menjalaninya. Hanya saja anak dia yang butuh kepastian siapa ayahnya.
Video rekaman menayangkan Yasmin berjalan mendekati Alika lalu mereka terlihat perdebatan dan ibu hamil itu apa yang menjadi perdebatan mereka malam itu. Sambil bersiteru dia memasukan sesuatu ke minuman Alika yang di dekatnya. Setelah itu dia pergi karena dipisahkan.
"Terlihat jelas dia memasukkan sesuatu ke dalam minuman kamu. Berarti ini dia sengaja melakukan itu untuk menjebak dirimu," ujar Niken.
"Ya, aku tidak menyangka kalau dia akan sejahat itu kepadaku. Sebesar itukah dia benci sama aku?" tanya Alika.
"Kamu tahu siapa laki-laki bule itu?" tanya Niken.
"Ya, aku sempat berbicara dengannya meski sebentar. Dia adalah Mister Demitri kenalan Mas Bimo," jawab Alika.
Video masih berputar, dalam rekaman itu kedua orang yang membawa Bimo keluar dari kamar hotel. Jadi, di dalam itu hanya ada Alika, Bimo, dan Demitri.
Video pun berganti dengan waktu perbedaan sekitar hampir 2 jam. Terekam Yasmin kali ini yang masuk ke sana.
__ADS_1
Video selanjutnya dengan perbedaan waktu 3 jam dari video sebelumnya. Terlihat Demitri dan Yasmin keluar dari kamar itu sambil tersenyum bahagia. Keadaan mereka juga sedikit acak-acakan.
"Kalau dilihat dari video ini. Kemungkinan kamu mengandung benih si bule," kata Niken dengan kesal.
"Ya." Alika memegang perutnya.
'Siapa pun laki-laki yang menanamkan benihnya. Bayi ini adalah anakku seorang,' batin Alika.
Niken sangat iba melihat sahabatnya ini. Dulu Alika yang terkenal cantik, ceria, dan cerdas sangat digandrungi oleh para laki-laki. Apalagi memiliki bentuk tubuh yang bikin mata kaum adam melirik ke arahnya tanpa sadar. Kini sosok itu berubah menjadi perempuan pendiam yang memperlihatkan tatapan sendu dan garis wajah yang sedih
"Sebaiknya kita laporkan hal ini kepada pihak berwajib. Kamu harus tegakan keadilan untuk kamu dan bayi kamu," ucap Niken.
***
Bimo menatap foto Alika di handphone miliknya. Foto-foto dia saat bersama istri keduanya itu masih tersimpan rapi di file khusus. Dia memang mencintai Alika, tetapi sangat sakit hati karena sudah dibohongi olehnya.
"Kenapa kamu berbohong? Gara-gara kamu aku dan Anggun hampir bercerai," ucap Bimo.
"Apa segitu inginnya dirimu menjadi orang kaya sehingga menghalalkan segara cara?" lanjut Bimo meracau.
"Apakah perasaan yang kamu tunjukan kepadaku selama ini juga bohongan?" Air mata Bimo jatuh dalam sekali kedipan.
"Aku benci kamu, Alika!"
__ADS_1
***
Nggak tahu harus nulis apa. Bab berikutnya akan dibuka rahasia yang lainnya. Apakah Alika akan menuntut keadilan? Ikuti terus kisah mereka, ya!