
Pagi ini seharusnya menjadi waktu ternyaman bagi lelaki berparas tampan ini untuk menikmati tidurnya selepas sholat subuh,yang menurutnya kapan lagi dirinya bisa tidur dengan nyenyak tanpa terbebani dengan tugas yang harus diemban dipundaknya.
"Om..ayo, katanya mau antar aku ke kampus!"
Gadis pemalu ini menggoyangkan tubuh lelaki tegap dengan tinggi diatas rata-rata dengan suara manjanya.
"Ehm..ya,sayang memang ini jam berapa?"
Lelaki itu menjawab tanpa membuka matanya karena rasa kantuk yang masih dia rasakan.
"Ih..ayo om, nanti aku terlambat"
Rengek gadis muda dengan paras cantik, imut, berkulit putih dengan rambut Panjang yang selalu di ikat.
"Iya..sayang,ini jam berapa?"
Tanya lelaki itu yang sebenarnya ingin menggoda keponakannya yang makin mengemaskan.
"Jam 7.30,bukan kah om sudah janji "
Gadis manis ini sudah berkaca-kaca dengan memainkan ujung bajunya terlihat memelas.
Dengan pura-pura malas lelaki bertubuh tegap itu menyingkirkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Tunggu sepuluh menit om bersiap,jangan nangis..nanti hilang manisnya"
Lelaki itu mengusap kepala gadis manis yang berstatus keponakan lelaki itu,yang terlihat sedih.
"Yea..aku tunggu om !!"
Teriak gadis itu dengan senang dan berlari kecil keluar kamar yang cukup luas.
"Jangan lari "
Pinta wanita paruh baya pada gadis manis itu sepertinya mengkhawatirkannya.
"Maaf "
Dengan sedikit malu gadis manis itu berkata dengan suara manja.
"Mana om..?"
Tanya lelaki paruh baya dengan tersenyum manis pada gadis manis itu yang akan ikut duduk bergabung menikmati sarapan pagi seperti biasanya.
"Ehm..sedang bersiap "
Ucap gadis itu dengan menunggu giliran mengambil menu sarapan paginya.
"Mau diantar om ?"
Tanya lelaki yang berstatus ayah gadis itu yang mengunyah makanan paginya.
"Apa aku juga boleh ikut diantar om ?"
Tanya lelaki yang usia lebih muda dari gadis manis dengan tersenyum,dia sepupu gadis manis yang sama-sama tinggal satu rumah walaupun tidak dengan ayahnya yang tidak tinggal bersama, beliau tinggal di kota yang berbeda.
"Ayo..,kita pergi bersama"
Balas gadis manis itu dengan senang hati sebab dia sangat sayang pada lelaki itu yang sudah seperti adik baginya.
"Pagi semua"
Sapa lelaki tegap itu dengan tersenyum ramah menyapa semua anggota keluarganya yang menikmati menu sarapan pagi.
"Pagi "
Ada salah satu dari mereka yang mewakili membalas ucapan lelaki itu yang merapat mencari salah satu bangku untuk dirinya tempati.
__ADS_1
Suasana sarapan pagi ini serasa lengkap walaupun ada anggota keluarga yang lain tidak ada diantara mereka.
"Ayo..om "
Ajak gadis muda itu yang telah menyelesaikan sarapan paginya dengan melihat jam ditangannya.
"Sabar sayang..biarkan om mu menghabiskan sisa makanan di mulutnya "
Tegur wanita paruh baya yang disapa eyang putri oleh cucunya.
"Aku takut telat eyang "
Gadis muda itu terlihat cemas takut akan terlambat masuk kelas sebab dia tahu saat ini dosen yang akan mengisi jam pelajarannya adalah dosen yang terkenal killer cukup ditakuti semua mahasiswa.
"Ayo.."Lelaki berperawakan tegap itu selalu saja mengalah bila menyangkut keponakannya, baginya kebahagiaan mereka diatas segalanya.
"Awas ya.. kalau sampai aku kena hukum,om tanggungjawab"
Gadis itu dengan cemberut masuk kedalam mobil milik lelaki tegap itu.
"Iya..siap,om akan tanggungjawab bila perlu om akan menemui dosen mu "
"Jangan..om, pasti kedatangan om akan menambah masalah baru buat ku "
Lelaki muda yang duduk disebelah omnya hanya bisa tertawa mendengar penuturan dari kakak sepupunya yang terdengar plin-plan.
"Terus mau mu apa cantik?"
Ujar omnya yang sudah menghidupkan mesin roda bundar untuk mengantarkan keponakannya.
"Pokoknya sebelum kelas masuk aku sudah harus ada di kampus"
Dengan cemberut gadis itu mengeluarkan isi hatinya tanpa segan.
"Siap tuan putri..les go"
🌹
🌹
Ciiit...(suara gesekan ban mobil yang di berhentikan secara mendadak).
"Om..!,sakit "
Gadis manis itu mengusap dahinya yang terbentur kursi mobil yang ada didepannya, begitu juga dengan sepupu lelakinya yang sama mengusap dahinya yang memerah.
"Maaf..bukankah kalian ingin cepat sampai ?"
Dengan tanpa bersalah lelaki tegap itu berkata dengan suara santai.
"Ya..tapi ga harus berhenti mendadak juga om"
Tutur gadis itu dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman berniat berpamitan.
"Maaf, cantik jangan cemberut nanti hilang cantiknya"
"Tau..ah, assalamualaikum"
Pamitnya dengan membuka pintu mobil, berbeda omnya yang tersenyum melihat muka keponakannya yang cemberut terlihat menggemaskan.
"Waalaikumsalam "balas Arhan yang melihat keponakannya cemberut.
"Lagian om, berhenti ga bilang-bilang"
lelaki muda itu ikut buka suara yang sebenarnya tidak menyalakan hanya mengeluarkan pendapatnya saja.
Bukannya menanggapi lelaki tegap yang disapa om itu hanya tersenyum dan menghidupkan kembali mesin mobil untuk mengantarkan keponakan laki-lakinya.
__ADS_1
Tapi naas hal yang tidak diinginkan terjadi,mobil yang baru akan melaju itu hampir menabrak salah satu mahasiswa yang baru saja menyeberang tanpa melihat terlebih dahulu.
"Gadis ceroboh !!"
Pekik lelaki tegap itu dengan mengerem mendadak diiringi suara klakson yang panjang terdengar.
Keterkejutan juga dirasakan oleh keponakan laki-lakinya yang mengusap dadanya karena terkejut.
Berbeda dengan mahasiswa yang menyeberang dia menunjukkan rasa bersalah dengan membungkukkan badannya dan kedua tangannya menangkup di dadanya tanda dia meminta maaf.
"Tapi cantik sih..om "
"Wie..anak kecil sudah tahu yang cantik rupanya " Arhan melirik keponakannya.
"Memang cantik kok om,coba lihat dengan seksama..awas naksir "
Memang benar mahasiswa itu terlihat cantik walaupun dengan penampilan sederhana bahkan terlihat tomboy, rambut yang diikat asal tapi terlihat manis dengan tas yang dipakai asal saja menambah fashion natural.
"Mana bisa baru lihat langsung naksir dek.."
"Jangan sesumbar om..bukankah cinta pandangan pertama itu sudah banyak terjadi "
Lelaki muda ini bila berdua dengan omnya sudah seperti kawan saling terbuka,maklum ayahnya jauh dengan dirinya,sedangkan omnya memberikan perhatian lebih bahkan lebih welcome.
Tidak ingin memperpanjang masalah, lelaki tegap itu memberikan kode dengan klaksonnya kalau semua baik-baik dan menerima permintaan maafnya.
Balasan mahasiswa cantik itu dengan melambaikan tangannya pada pengendara mobil yang tidak menampakkan jati dirinya.
"Ya..orang kaya mah bebas non.."
Ucap gadis manis itu dengan memperhatikan lajunya kendaraan yang melintas padahal beberapa saat lalu hampir saja menabraknya.
"Tapi gue juga salah sih..ga melihat-lihat dulu asal nyelonong aja,ah..ngapain juga gue mikirin mereka..aduh gue bisa kena hukum dosen killer nih "
Dengan langkah seribu gadis manis itu berlari masuk kedalam gerbang utama kampung tanpa memperdulikan mahasiswa lain.
"Ya..gue pikir bakal kena hukuman ga tahunya.. Alhamdulillah,gue masih bernasib baik hari ini "
Tutur dengan mengusap dada dan mengatur napasnya memasuki kelas.
"Hai..say, bagaimana kabar hari ini "
Sapanya pada kedua teman wanitanya yang asyik berbincang tanpa disadari kehadirannya.
"Baik..baik"
Karena terkejut salah satu teman yang memiliki sifat latah menjawab, dengan celoteh latahnya dengan mengulang kata.
Sebaliknya salah satu temannya hanya bisa tersenyum sendiri karena sudah terbiasa melihat kelucuan temannya yang latah.
"Bisa ga sih loe ga bikin gue latah "
"Lah..gue ga bikin loe kaget juga ga, bener ga ?"
"Ya.. benar-benar"
Kembali dia mengeluarkan kata-kata yang bikin ingin tersenyum bahkan ketawa.
"Tuh..kan,loe sendiri yang gitu bukan gue "
"Iya..ya,bukan loe "
Ucapnya dengan memukul mulutnya yang tidak bisa diam.
"Udah apa gue capek"
Tuturnya dengan menutup mulutnya berharap tidak lagi mengeluarkan kata-kata.
__ADS_1
Kedua temannya memilih diam dari pada teman yang latah itu terus berbicara yang tidak semestinya.