
Kini Tita sudah berada di sekolah baru yang jarak tempuhnya tidak jauh dari rumah, dengan harapan Tita aman dan nyaman bukan harus sekolah elit seperti apa maunya Nella selaku mamanya Tita.
Tindakan yang dilakukan Aiza atas persetujuan dari Hendri karena Aiza tidak mau suatu saat akan disalahkan oleh Nella karena tindakannya yang tanpa persetujuan darinya.
"Kamu suka ?" tanya Aiza selepas Tita keluar dari ruang guru.
"Suka mba.." senyum manis menghiasi bibir Tita.
"Ok..kita langsung pulang " Aiza mengajak Tita pulang hanya dengan berjalan kaki Arhan sendiri mengekor di belakang dengan mengunakan motor.
"Mba..ada hubungan apa dengan pak Arhan ?" Tita memberanikan diri bertanya.
"Pak Arhan,kita hanya teman..dia salah satu pelatih kegiatan yang diadakan pihak kampus" jawab jujur Aiza.
"Tapi mba dia baik banget dari yang Tita lihat sepertinya dia suka sama mba deh " Tita hanya menyampaikan apa yang dia lihat.
"Dia punya pacar ta..ga mungkin dia suka sama mba " sekali lagi Aiza berkata jujur dan tidak ingin ada kesalahan dari yang Tita lihat.
"Tapi mba.. beneran deh,dia suka loh sama mba dari tatapan matanya " Tita kembali menyampaikan apa yang dia lihat.
"Itu hak pak Arhan,yang jelas mba ga mau di cap perebut pacar orang ta.." Aiza dengan tegas mengatakan pada Tita.
"Iya mba bener ga enak di cap seperti itu padahal yang berpaling cowoknya " ucap Tita seperti paham dengan maksud Aiza.
"Sudahlah yang penting masalah yang kamu hadapi sudah selesai,kini lanjut perbaiki diri..masih tetap semangat kan ?" Aiza meminta persetujuan dari Tita.
"Harus dong,aku mau jadi Tita yang baru " ucap Tita dengan bersungguh-sungguh.
"Ini baru Tita yang mba suka..sudah sana masuk,saya mau langsung ke tempat kerja karena hari ini kuliah libur..dah Tita " Aiza melambaikan tangannya setelah Tita mulai memasuki gerbang rumah.
Tita yang sekarang lebih menghormati dan menghargai Aiza dengan sopan dia memanggil Aiza mba dan sudah menganggap sebagai bagian dari keluarga.
"Kenapa ga masuk ?" tanya Arhan yang melihat Aiza masih di luar gerbang.
"Saya mau langsung kerja pak..bapak mau saya antar pulang,ayo.. sebelum saya kerja " Aiza berniat bertukar tempat untuk mengendarai motor miliknya dengan Arhan.
"Apa kamu ga capek ehm..?" tanya Arhan pada Aiza yang terlihat biasa-biasa saja.
"Tenang pak.. baterai saya masih full,sini biar saya yang bawa motornya " pinta Aiza dengan sopan.
__ADS_1
"Ga..za,biar saya saja " pinta Arhan menolak yang langsung duduk di depan jok motor milik Aiza" mau tidak mau Aiza kembali membonceng di belakang.
"Bapak langsung pulang saja biar saya antar " tiba-tiba Arhan menghentikan motor milik Aiza.
"Za..boleh tidak kalau kamu hari ini ijin untuk tidak masuk kerja ?" tanya Arhan dengan hati-hati bertanya karena Arhan tidak ingin Aiza terbebani dengan permintaannya.
"Apa ada hal yang penting sampai bapak meminta itu sama saya ?" tanya Aiza sebab dia tidak ingin membuang waktu dengan sesuatu yang tidak berguna.
"Saya hanya ingin ditemani kamu seharian ini, karena waktu libur saya tidak lama dan ingin di temani kamu..apa kamu mau menemani saya hari ini ?" terlihat Arhan memohon pada Aiza.
"Ehm.. seenaknya tidak bisa pak,sebab saya sudah buat janji pada teman kerja yang lain mulai hari ini saya akan masuk shift pagi sampai siang selama waktu libur kuliah pak" Aiza selalu disiplin dala bekerja dan selalu konsisten dalam memegang janji.
"Saya akan temui pemilik Cafe untuk mengganti kerugian karena kamu hari ini tidak masuk untuk menemani saya " Arhan terlihat tidak main-main.
"Pak..bukan seperti itu, manusia itu janjinya yang harus dipegang kalau janjinya saja tidak bisa di pengang apa yang akan dipercaya dari orang itu " Arhan cukup mengerti dengan penjelasan Aiza.
"Baiklah..saya faham,tapi ijinkan saya mengantar kamu sampai tempat kerja kamu dan motor akan saya bawa untuk saya bawa ke bengkel " terlihat Arhan serius berkata.
"Pak..saya tidak ingin merepotkan bapak lagi,soal bengkel biar besok saya yang akan ke bengkel tapi tidak sekarang karena saya sudah janji untuk kerja siang ini " Aiza tidak mau lagi berhutang budi pada Arhan.
"Kalau kamu ga nurut Frengki akan saya buat hancur sekarang juga " Arhan dengan tegas berkata.
"Ya..saya tahu karena itu Frengki harus sehat dan dalam keadaan layak untuk kamu pakai, Frengki ngadat kamu juga yang repot saya ga mau lihat kamu kesusahan za.." Arhan tidak mau mengalah untuk yang satu ini.
"Ya..sudah,tapi saya hitung hutang sama pak ya.." Aiza akhirnya mengalah.
"Terserah kamu yang jelas saya ga memberi kamu hutang" balas Arhan yang tiba-tiba terkejut dengan kedatangan polisi.
"Maaf ada yang bisa saya bantu bapak ?" polisi bertanya dengan sopan.
"Ini pak,motor saya kehabisan bensin tapi saya tidak tahu pom bensin dekat sini dimana ya.."'bohong Aiza dengan muka bingung.
"Oh.. begitu mas dan mba sepertinya bukan orang sini ya..,ikuti saja jalan ini lurus nanti lampu merah kedua belok kiri dari situ tidak jauh ada pom bensin terdekat" polisi itu menjelaskan dengan detail dan sopan.
"Maaf pak sudah merepotkan, terimakasih banyak untuk pemberitahuannya" kini giliran Arhan yang bicara.
"Maaf apa boleh tahu, tujuan sebenarnya mau kemana ?" tanya polisi dengan sopan.
"Kami berniat mencari tempat untuk foto prewedding pak..apa bapak tahu destinasi foto prewedding yang bagus dimana ya.." Arhan dengan santainya menjelaskan berbeda dengan Aiza yang membulatkan matanya menatap Arhan dengan sesekali mencubit pinggang Arhan.
__ADS_1
"Oh..gitu ya, untuk persiapan pernikahan rupanya..sebaiknya mas nanti sehabis dari pom bensin lurus tidak jauh ada pertigaan belok kanan tidak jauh dari situ ada pantai dan resto dengan didesain menarik untuk foto-foto mas,coba saja " ujar polisi itu tersenyum melihat Aiza yang terlihat malu.
"Ga..usah malu mba, niat masnya baik kok, bertanya lokasi untuk foto-foto" ucap polisi lagi menambahkan.
"Sekali lagi terimakasih banyak pak " ujar Arhan yang bersiap mendorong motor milik Aiza untuk meyakinkan polisi kalau motor Aiza kehabisan bensin.
"Sama-sama, hati-hati di jalan dan selamat bersenang-senang,semoga lancar sampai hari H" balas polisi membuat Aiza makin gemas pada Arhan dengan memukul pundak Arhan pelan.
"Puas..anda puas pak " ucap Aiza dengan muka masam.
Arhan tertawa terkekeh dengan perlakuan yang diberikan Aiza karena kapan lagi mengerjainya pikir Arhan.
"Lagian percaya aja pak polisi sama bapak.." Aiza tidak menyadari ucapannya.
"Bukankah kamu yang lebih dahulu meyakinkan pak polisi dengan berkata bensin motor kamu habis " Aiza kena batunya.
"Hehehe..maaf " dengan malu Aiza mengakui kecerobohannya.
"Makanya pikir dulu sebelum bertindak nona manis " goda Arhan yang tertawa.
"Sudah pak saya malu " pinta Aiza yang mengekor di belakang Arhan.
"Coba kamu tengok pak polisi sudah jauh dari kita belum,biar saya hidupkan motor kasihan kamu pasti lelah berjalan " Arhan meminta pada Aiza.
"Sudah pak,tapi saya haus pak " pinta Aiza tanpa malu.
"Kasih sekali, ayo..mau minum apa ?" tanya Arhan pada Aiza yang kebetulan tidak jauh dari keduanya ada mini market.
"Apa aja tapi yang dingin dan manis " ucap Aiza dengan tersenyum memohon.
"Za.. permintaan kamu langsung terwujud,lihat saya kata orang saya lelaki yang dingin tapi di depan kamu saya bisa paling manis" gombal Arhan tapi tidak ada pengaruh buat Aiza.
"Pak..yang saya butuh saat ini ale-ale bukan laki-laki paham.." balas Aiza dengan muka masam.
"Za..kamu tahu ga,makin kamu seperti itu semakin manis yang saya lihat "'ucap Arhan yang langsung menghilang masuk kedalam mini market.
"Ga,mempan pak..gombalan bapak garing " gumam Aiza tanpa didengar Arhan.
Tidak lama Arhan membawa dua botol minuman salahsatunya untuk di berikan pada Aiza.
__ADS_1
Tampa harus ketempat mahal duduk berdua ditempat parkir mini market jadi tempat ternyaman buat Arhan yang sesekali mencuri pandang Aiza yang bersikap biasa saja pada Arhan.