Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh

Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh
16


__ADS_3

Malam semakin larut Arhan belum mendapatkan balasan pesan dari Aiza, membuat Arhan terlihat gelisah padahal pesan yang Arhan kirim hanya menanyakan hal yang sepele tidak penting juga untuk Aiza balas tapi mampu membuat Arhan uring-uringan tidak jelas.


"Aku..baru tahu seumur-umur bareng kau dinas, melihat kau persis kucing kecemplung got kusut tak jelas,tak enak untuk dipandang" cecar Ari salah satu rekan satu tim Arhan yang berasal dari Maluku.


"Benar yang kau bilang bro..macam tak bergairah hidup,ada apa gerangan kawan" tegur Agam dengan logat khas Aceh.


"Kalau tidak salah tebak sepertinya rekan kita kena demam rindu..semacam jatuh cinta guti,ya..macam ini kawan".


Dengan tertawa Dadang memastikan kalau dugaannya benar, lelaki ini lebih sering di sapa kang Dadang..darah sunda mengalir ditubuhnya juga nama yang melekat lebih memperjelas berasal dari mana dirinya berasal.


"Kita selesaikan tugas dulu lah.. setelah selesai baru kejarlah..cinta kau" ujar Agam dengan menepuk pundak Arhan.


"Kita semua paham apa yang kau rasakan sobat" Ari ikut menambahkan.


"Wis..to,lagian ora ngandi-ngandi Iki,wis rampung langsung tilik" Bayu tidak kalah memberikan semangat pada Arhan.


Arhan seperti terdakwa yang terus di cecar untuk saat ini untuk melupakan dulu urusan asmaranya pada seorang wanita pujaannya.


Untuk pertama kalinya Arhan merasa pikirannya tidak sejalan dengan suasana hatinya, padahal dulu dengan mantannya dia tidak merasakan hal seperti ini,sampai dimana dirinya menjadi korban putusnya hubungan keduanya juga tidak berpengaruh terhadap tugasnya tapi dengan Aiza yang baru mengenalnya dan belum ada kejelasan status tentang hubungan tapi Arhan dibuat dunianya teralihkan dahsyat banget cinta.


🌻


🌻


Pagi menyapa penghuni bumi dengan sinar mentari yang menghangatkan seisi semesta tapi tidak dengan suasana hati Arhan yang masih belum menghangat karena didalam ponsel miliknya belum ada balasan dari seseorang yang mengalihkan dunianya.


"Aku perhatikan kau sering memeriksa isi ponsel kau,ada apa dengan isi ponsel kau..?" goda Ari dengan tersenyum jail.


"Masih belum di balas ?" tanya Dadang ikut membuat Arhan makin tidak semangat.


"Sudahlah berpikir positif sajalah,kali aja dia sedang sibuk..dan tidak memegang ponsel" ucapan Agam sedikit membuat Arhan lebih mengunakan akal sehatnya.


"Lagian dia juga tahu loe dalam tugas, mungkin menurutnya takut loe keganggu" ucap Bayu semakin membuat Arhan lebih tenang.


Selepas apel mereka menghadap komandan siap menerima tugas baru,yang mereka tidak tahu apa tugas yang akan di berikan kali ini oleh komandan.


"Siang semua.." ucap komandan yang masuk kedalam ruangan kerjanya.


Semua yang ada di dalam ruangan memberikan hormat kepada komandan dan siap dengan segala perintah untuk menjalankan tugas.


"Tugas ini..cukup besar tapi kalian hanya membantu dalam operasi kali ini, karena tugas ini kita hanya membantu dalam hal ini pihak kepolisian untuk mengusut kasus jual beli anak dibawah umur untuk dijadikan objek napsu lebih tepatnya protitusi terselubung yang terhubung dengan jaringan luar negeri" komandan menjelaskan dengan detail apa yang harus dilakukan oleh mereka.

__ADS_1


Komandan langsung memberikan petunjuk, untuk pembagian tugas mereka menunggu petunjuk dari pihak kepolisian, karena kewenangan ada pada pihak mereka yang harus dilakukan dan dimana tempat yang dijadikan transaksi berlangsung.


Perhatian Arhan teralihkan sesaat untuk mendengarkan instruksi dari komandan menyangkut pembagian tugas.


Pelaksanaan tugas dijadwalkan lusa jadi masih ada waktu untuk mereka menyiapkan segalanya baik strategi maupun kesiapan secara fisik.


Selepas sholat magrib Arhan memilih untuk bersantai ruang tamu dengan menonton TV seorang diri walaupun pikirannya tetap pada Aiza yang tak kunjung membalas pesan darinya.


'Sesibuk itukah.. sampai pesan yang ku kirim tak kamu baca' Arhan memandang isi pesan yang masih belum di buka oleh Aiza.


Seandainya saja Arhan tahu sebenarnya Aiza dalam kesulitan yang besar, membantu masalah yang dihadapi Tita.


🌾


🌾


Menjelang malam Aiza baru tiba dirumahnya dengan tubuh yang cukup lelah,dia membersihkan diri terlebih dahulu sebelum merebahkan tubuhnya yang berasa remuk.


"Bismillah.. akhirnya aku bisa rebahan.." Aiza merebahkan tubuhnya kasur yang sudah tidak seempuk dulu lagi.


Sebelum berdoa Aiza menyempatkan diri membuka ponselnya yang seharian tadi tidak aktif karena baterainya habis.


"Katanya ada tugas dinas sempat-sempatnya mengirimkan pesan yang ga penting" Aiza mengomentari isi pesan dari Arhan dan membalas dengan gambar emoji 😩 lelah.


"Ehm.. assalamualaikum.." ucap Aiza terdengar lemah karena lelah.


"Waalaikumsalam..kamu sakit ?" Arhan seperti mengkhawatirkan Aiza.


"Bapak..!" Aiza langsung bangun dari tempat tidurnya duduk di pinggir tempat tidur.


"Kenapa,apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Arhan yang mendengar Aiza setengah berteriak memanggil namanya.


"Saya hanya terkejut mendengar suara bapak" ucap Aiza masih dengan rasa terkejutnya sehingga rasa kantuknya sirna seketika.


"Kenapa terkejut,bukankah kamu sudah pernah mendengar suara saya" Arhan terlihat bingung kenapa Aiza bisa terkejut mendengar suaranya.


"Ya.. terkejut saja sebab ini sudah malam pak,waktunya untuk istirahat bukan waktunya bertukar kabar " Aiza seperti biasa langsung membalas tanpa basa basi.


"Saya tahu ini waktu untuknya istirahat,tapi kamu yang kemana saja seharian ini tak membaca pesan yang saya kirim,kamu marah sama saya ? padahal saya mengkhawatirkan kamu za.." Arhan ingin mengetahui apa yang membuat Aiza tidak membaca pesannya.


"Ponsel saya mati seharian ini karena baterainya habis pak..,belum lagi banyak tugas kuliah ditambah banyak pekerjaan di tempat kerja pak..maaf bila membuat bapak menunggu balasan pesan dari saya karena saya tidak tahu kalau ada pesan masuk" Aiza tidak sungkan meminta maaf bila merasa dirinya bersalah.

__ADS_1


"Kamu pasti lelah seharian ini sangat sibuk..maaf bila mengganggu istirahat kamu,saya hanya ingin mendengar kabar keadaan kamu apa baik-baik saja atau dalam masalah..harapan terbesar saya kamu baik-baik saja,apa kamu sudah makan malam ?" ucapan Arhan membuat Aiza tertawa.


"Apa ada yang lucu..?" tanya Arhan dengan mengingat apa ada yang salah dari perkataannya.


"Tidak ada,hanya saja bapak ini aneh.. apakah bapak tidak melihat jam berapa saat ini menanyakan apa saya sudah makan malam sedangkan jam di tempat saya yang sudah menunjukkan tengah malam lewat..apa mau ngajakin sahur pak" Arhan yang kini giliran tertawa.


"Maaf saya tidak melihat jam" Arhan pun tidak sungkan untuk meminta maaf.


"Pak boleh saya matikan ponselnya saya, karena saya sudah sangat mengantuk" sebenarnya Aiza tidak enak hati tapi rasa kantuknya sudah tidak tertahan lagi.


"Besok saya akan menjalankan tugas,mohon doakan saya bisa menjalankan tugas dengan baik tampan hambatan" Arhan memberanikan diri meminta pada Aiza untuk mendoakan dirinya.


"Saya akan doakan bapak untuk dilancarkan dalam tugas dan dalam keadaan baik-baik selama bertugas" Aiza membalas permintaan Arhan dengan mendoakan keselamatan untuk Arhan sesuai permintaan Arhan,yang membuat Arhan senang bukan kepalang.


"Terimakasih untuk doanya..ehm apakah kamu tidak marah untuk masalah yang kemarin" Arhan memberanikan diri bertanya.


"Sudahlah pak lupakan saja..itu tidak penting" Aiza yakin ada alasan yang membuat Arhan melakukan itu.


"Tidak penting..? tapi bagi saya penting karena kamu sudah menolong saya" balas Arhan yang membuat Aiza terlihat bingung.


"Saya tidak melakukan apapun,bapak sebut saya menolong bapak..aneh" Aiza menilai Arhan aneh.


"Kapan-kapan akan saya jelaskan.." menurut Arhan ada hal yang lebih penting untuk di bicarakan dari pada hal lain.


"Kalau bapak tidak lupa" ujar Aiza dengan dengan menahan kantuk.


"Untuk kamu saya tidak akan lupa"terdengar suara Arhan tertawa kecil.


"Ehm..lihat saja nanti " Aiza sudah tidak tahan untuk menahan rasa kantuknya.


"Apakah kamu tidak merasa merindukan saya,Aiza.." Arhan memberanikan diri.


Suasana hening membuat Arhan kembali memanggil nama Aiza berharap ada sahutan dari tempat yang berbeda.


"Aiza..Aiza..za,za..kamu dengar saya " Arhan merasa sedih karena Aiza tidak merespon balik.


Tidak lama terdengar suara Aiza dengan suara sedikit parau,efek dari rasa kantuknya.


"Pak..sudah dulu ya,saya ngantuk sekali..jaga kesehatan, semoga sukses misinya dan hati-hati keluarga bapak menunggu pulang dengan selamat..." suara itu kini hilang tampa menunggu balasan dari lawan bicaranya.


Aiza tidak mematikan ponselnya Arhan masih bisa mendengar suara dengkuran halus milik Aiza dengan jelas, bahkan Arhan jujur merasa iba sebab bisa dipastikan bagaimana kesibukan yang di jalani Aiza sampai dia merasakan kelelahan.

__ADS_1


Di luar semua itu Arhan merasa senang karena Aiza menyemangati dirinya untuk tugas esok seperti ada energi baru untuk dirinya,Arhan ingin cepat menyelesaikan tugasnya dan kembali menemui Aiza secepatnya sebagai pengobat rindu walaupun dalam status yang belum jelas.


__ADS_2