Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh

Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh
05


__ADS_3

Pagi ini terdengar kicau burung bersahutan menadahkan cuaca cerah,ditambah kemerahan mentari yang sudah menunjukkan sinar keemasannya menambah kagum akan kuasanya sang pencipta.


"Wih..sudah bersiap saja sepagi ini " tegur Arslan pada Arhan yang kebetulan sudah duduk dimeja makan.


"Bang Bisma meminta untuk membantu pelatihan anak-anak SAR yang baru bergabung mas " Arhan menjelaskan pada Arslan.


"Memang kamu masih berhubungan dengan Bisma?" tanya Arslan yang sedikit tahu.


"Masihlah.. silaturahmi mah harus mas,lagian selama ini kami tidak ada masalah" Arhan sedikit bingung dengan ucapan Arslan.


"Bukan begitu maksudku, dengan kesibukan kalian masih bisa bertukar kabar gitu loh" ujar Arslan yang tidak ingin Arhan salah mengartikan.


"Ya.. sesekali kami saling bertukar kabar atau berkunjung bila ada waktunya,hanya sebatas itu sih selama ini " kini Arslan mengerti.


"Si cantik masih libur mas ?" tanya Arhan pada Arslan.


"Sepertinya, kalau ada kuliah biasanya dia sudah ada di meja makan saat ini " Arslan menjelaskan kebiasaan putrinya.


"Sepagi ini kamu akan pergi ?" tanya Arief pada putra bungsunya.


"Kita kumpul dulu di Batalyon yah..masa aku langsung ke tempat latihan mana aku tahu lokasinya " jawab Arhan pada ayahnya yang baru bergabung.


"Ya..sudah hati-hati " Arief mengingatkan putranya.


"Ya..yah,aku pamit pergi dulu " Arhan mencium tangan ayahnya.


"Bun..aku pergi dulu " Arhan pun tidak lupa berpamitan pada bundanya.


"Hati-hati, bukannya istirahat saat libur malah kerja terus kerja " Erina ngedumel pada putranya.


"Maaf Bun..sudah janji ga enak kalau di batalin " ujar Arhan dengan memeluk pundak bundanya.


"Iya..bunda paham,cepat cari istri biar selalu ingin cepat pulang " goda Erina pada putranya.


Arhan hanya mengucapkan salam tanpa membalas ucapan bundanya yang selalu seputar istri dan pendamping hidup.


🌹


🌹


Dalam perjalanan Arhan melihat seorang gadis yang berdiri diatas jembatan, seperti hendak terjun ke sungai yang saat ini berarus deras.


"Jangan konyol..sayangi umur mu !!" teriak Arhan dengan mendekap erat tubuh gadis itu.


"Ah..maksud bapak apa ?!" balas gadis itu dengan kesal sekaligus heran dengan ucapan lelaki yang berseragam TNI.


"Kamu mau bunuh diri kan..?!!" teriaknya lagi dengan tegas membuat sakit telinga.


"Iman saya tidak selemah itu..pak !" dengan memberontak gadis itu ingin lepas dari dekapan Arhan.


"Terus yang barusan kamu lakukan itu apa ?" Arhan tidak mau kalah.


"Saya mau menolong kucing yang jatuh..bapak bisa lihat sendiri" Arhan pun menurut melihat seekor kucing basah kuyup yang berpegangan pada tiang jembatan.


"Menyusahkan saja.." pungkas Arhan yang langsung turun dengan cepat tanpa susah payah.


"Nih..mau kamu bawa pulang ?" tanya Arhan pada gadis yang sudah memeluk dengan erat tubuh kucing yang basah tanpa merasa jijik.

__ADS_1


"Tidak.., setidaknya dia tidak tenggelam atau terbawa arus " gadis itu mengusap tubuh kucing yang kedinginan.


"Aneh" Arhan hanya bisa mengomel sendiri.


"Terimakasih banyak ya..pak " ucap tulus gadis itu dengan tetap memperhatikan kucing.


'Pak..apa setua itu gue, apa karena gue memakai seragam jadi gue di panggil pak' Arhan memperhatikan penampilan dirinya.


Tidak lama Arhan menasehati gadis itu seperti mengingatkan keponakannya.


"Ya..lain kali pikirkan keselamatan mu dulu jika melakukan sesuatu" Arhan merapikan seragamnya.


"Maaf.." gadis itu berucap tanpa melihat sosok Arhan.


"Kenapa harus berkata maaf " dengan bingung Arhan berkata.


"Sudah menyusahkan bapak " tutur gadis itu dengan lebih fokus pada kucing dari pada lawan bicaranya.


"Sudahlah.." Arhan hanya bisa mendengus kesal seorang diri.


"Sekali lagi terimakasih pak.." gadis itu melangkah meninggalkan Arhan yang hanya bisa bengong dengan sikap gadis itu.


"Kok ada yang cewek seperti itu ya.." Arhan menggelengkan kepalanya dan berbicara seorang diri kembali mengendarai motor sport miliknya.


🌻


🌻


"Maaf dan..telat " Arhan dengan malu menghampiri Bisma.


"Tumben.. begadang semalam, sampai kau telat" goda Bisma dengan menepuk pundak Arhan.


"Kirain menggoda gadis cantik di jalan" Arhan merasa Bisma seperti tahu dirinya bertemu seorang gadis.


"Tidak sepenuhnya seperti itu dan.." Arhan pada akhirnya berkata jujur.


"Ternyata tebakan ku benar..,sudah langsung gas pol aja jangan pakai kendor" Bisma berkata dengan bahagia.


"Bukan seperti itu ceritanya dan.." dengan malu Arhan menjelaskan.


"Apa harus aku yang turun.., siapa dan dimana rumahnya,ayo langsung minta sama keluarganya " Bisma terlihat serius.


"Main minta ke keluarganya saja,kenal juga tidak " jujur Arhan pada Bisma yang terlihat bengong setelah mendengar penuturan Arhan.


"Lalu kalian berdua ngapain aja ?" Bisma mencari tahu.


"Menyelamatkan kucing " Bisma semakin bengong sebab menurutnya aneh.


"Kucing ? " Bisma di buat bingung.


"Iya.. kucing " Arhan berkata seadanya.


"Memang kau menabrak kucing miliknya ?" sebenarnya Arhan malas perkara kucing jadi panjang.


"Tentu tidak dan..,kucing itu hanyut terbawa arus "pungkas Arhan menjelaskan.


"Dan kalian berdua yang menyelamatkannya ?" tanya Bisma yang sepertinya bisa menebak.

__ADS_1


Arhan mengangguk tanpa berucap yang membuat Bisma tertawa senang


"So sweet..awal yang manis,semoga berjodoh" ucap Bisma yang mengamini.


"Mana ada jodoh dan..sudahlah tidak penting juga " Arhan langsung bergabung dengan yang lain.


"Jangan kesal.. kalau semesta mengamini mana bisa kau menolak " ujar Bisma dengan tersenyum jail.


"Sebenarnya saya dibutuhkan tidak disini kalau tidak saya pulang saja " Arhan pura-pura ngambek.


"Kau seperti anak perawan saja mudah sensi" Bisma senang Arhan masuk kedalam jebakannya.


Bisma tertawa membuat anak bawahan memperhatikan kedekatan keduanya begitu akrab.


"Di mana peserta pelatihannya dan.." tanya Arhan yang memperhatikan sekeliling hanya ada anggota TNI yang pangkatnya dibawah dirinya.


"Sebentar lagi mereka datang,kita datang lebih awal untuk mempersiapkan kelengkapan dan pengenalan medan " Bisma menjelaskan pada Arhan yang langsung mengangguk mengerti.


"Dari kalangan mana dan..?" tanya Arhan ingin tahu lebih banyak.


"Hanya anak mahasiswa saja..daun muda,bisa dong pilih-pilih untuk calon mama muda " Bisma dengan gaya tengil.


"Mau, mau nambah dan..? hebat " balas Arhan dengan menjentikkan jarinya.


"Nambah..? yang ini untuk kau,satu saja masih awet karena terawat dengan baik" ujar Bisma menunjukkan gigi putihnya.


"Kenapa harus saya dan..yang lain juga pasti tidak menolak " dengan tersenyum kecut Arhan menjelaskan.


"Yang lain tanpa diminta sudah mulai melirik " Bisma menegaskan.


"Punya komandan meresahkan..susah di tolak bila sudah maunya " oceh Arhan dengan memeriksa peralatan untuk persiapan pelatihan.


"Kau yang susah diajak enak " dengan tertawa Bisma berucap.


"Enak dari mananya bikin sakit hati iya..dan " tegas Arhan dengan muka datar.


"Aku sangsi dengan ucapan kau, karena kau belum bertemu orang yang tepat saja " Bisma menepuk pundak Arhan.


"Entahlah dan..saya sudah terlalu nyaman seperti ini " pungkas Arhan dengan menghela nafasnya panjang.


"Bukan nyaman tapi hati mu kau tutup,bukalah biarkan masa lalu berdamai dengan hati mu " Bisma kembali memberikan masukan pada Arhan.


"Masuk angin dong dan.. kalau di buka " canda Arhan yang membuat Bisma tersenyum kecut.


"Terserah kaulah..mana yang menurut lau baik " dengan muka dia datar Bisma melangkah.


"Katanya kalau ngambek seperti anak perawan, kalau komandan sendiri seperti apa ?" goda Arhan dengan tersenyum jail.


"Suka-suka kau mau menamai aku apa " balas Bisma dengan masam.


"Ternyata komandan bisa ngambek juga ya..,ehm sepertinya hanya kakak ipar yang bisa melunaknya" Arhan masih menggoda Bisma.


"Memang dia yang bisa melunakkan hati ku" dengan bangga Bisma memuji istrinya.


"Cie.. cie,bisa jinak juga komandan saya " Arhan ingin tertawa tapi dia berusaha menahannya.


"Memang dia pawangnya" Bisma kembali memuji istrinya.

__ADS_1


"Sudahlah kau pandai mengalihkan pembicaraan..kau turun memperagakan simulasi pada peserta didik yang sebentar lagi datang" perintah Bisma dengan menunjuk ke lapangan.


walaupun enggan Arhan tetap tidak menolak dia turun kelapangan yang sudah ada beberapa anggota TNI yang sudah bersiap.


__ADS_2