Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh

Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh
17


__ADS_3

Kicau burung bersahutan menandakan pagi ini cerah dan berharap penghuni bumi lebih bersemangat menyambut hari untuk memulai beraktivitas dengan harapan lebih baik dari hari kemarin.


"Wih..seger bener,ada apa gerangan?" Agam menaikkan volume suaranya menyambut kedatangan Arhan yang baru bergabung.


"Memang harus ada apa gitu..baru selesai mandi ya..jelas seger" balas Arhan yang langsung mencari tempat untuk duduk.


"Ini baru..loe yang gue kenal,gue suka yang seperti ini semangat,ga mudah galau" Bayu menepuk pundak Arhan pelan.


"Ah..ini mah,pasti si Eneng yang kasih energi tambahan" ucap Dadang yang baru selesai menyeruput kopi hangat.


"Mau siapa pun itu..aku akan dukung,aku tak suka lihat kau seperti singa sakit gigi..murung tak jelas " ujar Ari yang tidak suka rekannya tidak dalam keadaan lemah.


"Aku merasa tak seburuk itu kawan" sangga Arhan dengan muka masam.


"Kau tak percaya..tanya kawan yang lain, sayangnya kau tak bercermin kalah itu "protes Ari dengan meminta persetujuan yang lain.


"Ya..benar,buruk kali wajah kau,hantu saja kalau ketemu dengan kau akan takut melihat rupa kau yang pucat seperti tak ada darah " Agam ikut mengompori.


"Makane.. pikir sing apik,mun kangen ya..obate ketemu,wis ndang rampung kerjaan ben lekas soan.."Bayu ikut mengingatkan Arhan.


"Kau ini kebiasaan..ada kita-kita bahasa planet kau selalu kau gunakan " tegur Ari dengan tersenyum.


"Hehehe.. kelepasan maaf suka susah mulut ini.. kalau bertemu satu spesies " Bayu menepuk mulutnya sendiri.


"Kamu kira saya hewan spesies " tolak Arhan pada Bayu yang nyengir kuda.


"Memang kau golongan spesies.. spesies dikagumi wanita" balas Ari dengan terkekeh.


"Ayo.. sebelum keduluan komandan tidak enak " ajak Arhan pada rekan setimnya yang masih menertawakan dirinya.


Dan benar saja mereka sudah ditunggu komandan walaupun belum telat tapi ada rasa tidak enak.


"Ayo..masuk,santai saja " ucap komandan dengan tersenyum ramah.


Tidak lama datang beberapa orang anggota kepolisian dan komandan menyambut baik kedatangannya.


"Ehm... sebelum kita berbicara misi ada baiknya kalian saling berkenalan terlebih dahulu,agar tidak canggung" pinta komandan dari tim Arhan.


Mereka saling berjabat tangan memperkenalkan diri mereka, berlanjut merancang skema skenario penyergapan.


🌻

__ADS_1


🌻


Arhan dengan misi penyergapan untuk menggagalkan jual beli anak di bawah umur, begitu juga dengan Aiza yang membantu Tita dalam masalahnya.


"Ta.. untuk menu sehatnya saya sudah serahkan sama mba Ima untuk membuatnya dan kamu ga boleh protes karena jika ingin sehat maka menu sehat bukan menu enak" ucap Aiza pada Tita yang saat ini berada didalam kamar Tita berdua.


"Tidak masalah aku sudah bertekad kok,lalu untuk jadwal olahraganya bagaimana ?" tanya Tita penuh harap.


"Pagi kamu cukup lari seputaran rumah saja, begitu juga sore kamu bisa manfaatkan alat olahraga di rumah, kecuali hari libur saya temani kamu lari di gelora..ok" Aiza meminta persetujuan dari Tita.


"Ok..aku suka " balas Tita dengan tersenyum bahagia.


"Bagaimana dengan urusan sekolah ?" tanya Aiza pada Tita.


Sesaat Tita diam, dengan sedikit keberanian akhirnya Tita membuka suara walaupun tidak berani menatap Aiza.


"Beberapa hari ini aku lebih banyak di kelas tidak berani untuk keluar dan saat pulang aku memilih pak supir untuk menunggu tidak kembali pulang " sebenarnya Aiza senang dengan apa yang baru disampaikan Tita tapi adalah pertanyaan di benaknya Aiza,apakah akan selamanya hal itu berlangsung sedangkan pelaku masih dengan bebasnya berkeliaran di luar sana siap mencari mangsa siapapun korbannya.


"Apakah dengan cara seperti itu kamu aman dan waktunya sampai kapan Ta..?" Aiza berbicara dengan tegas.


"Entahlah aku juga takut dan untuk saat ini hanya itu yang terlintas di pikiranku" jawab Tita dengan berkaca-kaca karena merasakan trauma.


"Kalau pun kita bicara dengan pihak sekolah tanpa ada bukti susah.. ujung-ujungnya dikira mencemarkan nama baik seseorang,saya yakin kamu bisa dan kamu harus ingat juga pasti ada korban yang lebih dari yang pernah dia lakukan kepada kamu.. mungkin lebih parah dan sama seperti kamu tidak ada keberanian untuk menyampaikan kepada pihak sekolah,kalau disekolah ada kejahatan yang terjadi dan pelakunya salah satu siswa disana " dengan panjang lebar Aiza menyakinkan Tita.


"Tapi aku tidak memiliki keberanian besar untuk itu.." dengan sedikit ragu Tita berkata.


"Kalau kamu tidak yakin kamu harus bicara dengan om dan Tante biar mereka yang langsung meminta pada pihak sekolah untuk mencari jalan keluarnya.." Aiza masih memberikan keberanian Tita untuk mengungkapkan perlakuan yang dialami Tita.


"Tapi apa papa dan mama akan percaya dengan apa yang aku alami..Ai ?" Tita seperti tidak yakin akan dirinya.


"Semua orang tua akan melindungi anaknya Ta..tidak mungkin orang tua ingin anaknya dicelakai orang lain " Aiza memberikan pengertian.


"Akan aku coba.." walaupun terdengar ragu Tita menyanggupi.


"Harus di coba,bila perlu yakinkan om dan tante bawah kamu tidak nyaman dengan hal itu " Penilaian Tita terhadap Aiza sebagai gadis lemah, ternyata salah Aiza gadis yang tangguh dan tegas yang kini Tita lihat.


"Za.. bagaimana aku harus berterimakasih atas kebaikan mu dan mendukung ku dimana keluarga ku sendiri tidak ada disaat aku memerlukan mereka "Tita memeluk Aiza dengan terisak.


"Dimata saya kamu juga hebat..bisa bertahan untuk mengatasi masalah yang kamu hadapi seorang diri..saya kasih jempol dua untuk kamu " dengan tersenyum Tita melihat Aiza menunjukkan jari jempolnya.


Tita semakin ingin membuka hati untuk lebih dekat dengan Aiza yang baik hati tidak seperti digembar-gemborkan mamanya dan kedua kakaknya.

__ADS_1


"Ai..kenapa kamu baik pada ku padahal.." Tita tidak melanjutkan ucapnya dia tertunduk menahan malu.


"Bukankah tak kenal maka tak sayang.." balas Aiza dengan menggenggam tangan Tita.


"Kamu baik Ai.." ucap Tita pelan.


"Baik atau buruk itu pilihan dari hati yang di perintahkan oleh otak..jadi kenali dulu baru kita bisa menilai, sudahlah yang pasti saya ada untuk dukung kamu dan saya ada kapanpun kamu butuhkan " Aiza memegang kedua pundak Tita.


"Maafkan aku Ai.." Tita langsung memeluk Aiza dengan erat.


"Tidak ada yang salah..kok minta maaf " ucap Aiza yang tidak ingin kembali jarak.


"Kita kembali fokus pada masalah yang kmu hadapi..ehm,kita kembali ke rencana awal bagaimana?" tanya Aiza ingin kepastian.


"Ok..akan aku coba sebatas yang aku bisa bila tidak bisa bagaimana?" Tita seperti meminta Aiza tetap ada untuk membantu.


"Kita pikirkan lagi Ok.." ucap aiza yang tidak ingin Tita patah semangat.


Kedua terlihat semakin akrab membuat Ima dan Nia bertanya-tanya sekaligus khawatir akan keadaan Aiza.


"Aku kok khawatir ya..jangan-jangan non Tita akan berencana tidak baik sama mba Aiza,kmu merasa ga Nia " tanya Ima dengan sedikit berbisik.


"Ya..aku juga mikir gitu mba " ujar Nia seperti satu rasa dengan Ima.


"Keluarga mereka kan, otaknya licik " kini Nia langsung bicara tanpa ada rasa takut.


"Pelan kan suara mu Nia..jika didengar Mak lampir bisa ngamuk" pungkas Ima dengan tengak- tengok.


Dan benar saja yang di ghibah datang dengan muka seperti menahan kesal.


"Apa.. lihat-lihat" sewot Lidya dengan menyenggol lengan Nia.


"Ga.. non" Nia langsung menyingkir tidak ingin kena amuk Lidya yang pasti akan menyuruh ini itu.


"Mana Aiza..?" tanya Lidya ketus.


"Di kamar bersama non Tita, biasanya membantu pekerjaan sekolah non.." Nia asal bicara berharap Lidya tidak bertanya lagi soal Aiza.


"Ehm..buatkan aku minuman yang seger dan ingat gulanya sedikit.. kalau kemanisan kamu aku suruh minum sampai sesuai keinginan saya" dengan entengnya Lidya memerintah dan langsung duduk di meja makan menunggu yang dia perintahkan pada Nia.


"Ingin rasanya aku kasih garam minumannya " ucap Nia yang hanya di dengar Ima.

__ADS_1


Ima tertawa kecil dengan membuang muka sebab tidak ingin tawanya diliat Lidya yang pasti akan curiga.


Keluarga Tita memang paling suka memerintah tanpa mau melakukan sendiri padahal semua fasilitas di rumah serba ada tinggal bergerak tapi mereka malas,hobi mereka main tunjuk dan perintah pada orang lain.


__ADS_2