
Kehadiran Arhan langsung disambut dengan baik oleh komandan Batalion dengan memeluk erat tubuh gagah Arhan.
"Lama tak jumpa tambah berkharisma aja kau"Bisma nama komandan itu memuji Arhan.
"Bukannya komandan yang tambah berwibawa" balas Arhan yang sudah di persilakan untuk duduk.
Bisma adalah kakak tingkat Arhan dalam pendidikan tentara,dia banyak membantu adik tingkat baik dalam pelajaran maupun di lapangan dan dia juga salah satu kakak tingkat yang dikagumi karena mudah bergaul.
"Kapan saya terima undangan dari kau ?" sindiran halus yang Arhan terima dari seniornya.
Arhan hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal dengan senyum yang tertahan,Arhan paling malas bila menyangkut pembicaraan ini.
"Kau mau minum apa ?" Tanya Bisma dengan memegang telpon sepertinya akan menghubungi seseorang.
"Apapun saya minum dan, asalkan tidak bikin saya mabuk saja " ucapan Arhan membuat Bisma tertawa.
"Mana ada di tempat dinas minuman yang memabukkan Ar " Bisma menjelaskan yang sebenarnya dia tahu Arhan hanya ingin membuat suasana tidak formal.
"Ada dan.. minum teh manis tapi dengan suasana hati lagi dimabuk cinta, sama-sama bikin mabuk kan...dan " canda Arhan yang sebenarnya garing.
"Kau bisa saja " Bisma tertawa mendengar candaan Arhan.
Tidak lama seorang laki-laki masuk kedalam ruangan Bisma dengan sopan membawa nampan dengan minuman dan kue diatasnya.
"Permisi.." dengan sopan lelaki itu meletakkan isi nampan.
"Terimakasih Yud.." ucap Bisma pada seorang office boy yang membantu.
"Sama-sama dan.." ucapnya sebelum pamit keluar ruangan.
"Silakan diminum..maaf seadanya " ujar Bisma mempersilakan pada Arhan.
"Terimakasih ini sudah lebih dari cukup dan.. kalau mau yang lebih kita nongkrong di Cafe dengan banyak pilihan"pungkas Arhan yang membuat Bisma manggut-manggut membenarkan.
"Ngomong-ngomong..kau ada kesibukan tidak besok ?" Bisma mengutarakan permintaan pada Arhan.
"Ehm.. sepertinya tidak ada,apa ada yang penting sampai komandan meminta secara langsung " Arhan tahu Bisma tidak ingin mengganggu masa libur Arhan.
"Tidak ada yang penting hanya tidak ingin mengganggu masa libur kau saja " ucap jujur Bisma pada Arhan.
"Insyaallah akan saya sanggupi, apalagi untuk komandan yang sudah seperti Abang buat saya " ucapan Arhan membuat Bisma tersenyum.
"Sebelumnya terimakasih untuk bersedia membantu.. sebenarnya ini hanya latihan rutin biasa, berhubung ada kau yang suka terjun di lapangan sepertinya latihan ini cocok , setidaknya ada ilmu yang kau bagi dalam latihan kali ini " Bisma menjelaskan maksud permintaannya.
"Saya kira apa dan.." Arhan kini mengerti maksud permintaan Bisma.
__ADS_1
"Kali aja ditempat latihan kau ketemu jodoh" ujar Bisma dengan tersenyum.
"Sudahlah dan.." tolak Arhan dengan terlihat tidak senang yang Bisma lihat.
"Mereka masih muda dan cantik loh Ar.. kalau memang jodoh jangan kau tolak lah.." Bisma masih dengan keyakinannya berharap Arhan mendapatkan pasangan.
"Mau cari jodoh apa mau membantu latihan dan.." Arhan mempertegas berharap Bisma menyudahi pembahasan.
"Apa salahnya menyelam sambil minum air, mudah-mudahan airnya dapat menghilangkan rasa dahaga kau " Bisma masih saja menggoda Arhan yang terlihat malas.
"Kenapa tidak sekalian disediakan cemilannya dan..biar sekalian diajak ngobrol" balas Arhan pada Bisma yang makin ngelantur kemana-mana.
"Ide bagus tuh " Bisma makin mendukung,yang membuat Arhan semakin gila.
"Sudahlah dan..itu urusan nanti,jam berapa dan dimana lokasinya ?" tanya Arhan untuk kesekian kalinya mengalihkan pembicaraan.
"Sepertinya kau sudah tidak sabar untuk menjemput jodoh, sabarlah" cecar Bisma yang sebenarnya hanya ingin menggoda.
"Jangan disalah artikan dan..saya hanya ingin mempersiapkan diri terlebih dahulu, sebab saya tidak tahu medannya seperti apa" Arhan menyesal berkata itu sebab diartikan lain oleh Bisma.
"Mempersiapkan diri untuk melamar anak gadis orang gitu maksudnya" Bisma tertawa puas sudah mengerjai Arhan.
"Sudahlah suka-suka komandan saja " Arhan hanya bisa diam menahan kesal.
"Maaf.. jangan kau masukkan ke hati,hanya bergurau saja sebab melihat kau serius ingin rasanya menggoda kau " Kini Bisma dengan muka serius.
Keduanya mulai berbincang seputar tugas dengan sesekali saling bertukar kabar rekan dinas yang lain.
🍁
🍁
Menjelang sore Arhan baru beranjak dari tempat pertemuan tapi tidak langsung pulang melainkan ke Cafe milik kawannya tapi sayang tidak bisa berjumpa dengan kawannya karena sedang ada keperluan keluar.
"Maaf pak..pak Prasetyo sedang keluar,apa adanya bisa dibantu untuk keperluan lainnya" ujar lelaki muda pelayan Cafe dengan sopan menjelaskan pada Arhan.
"Ya..sudah bisa pesan buatkan saya capuccino latte dan cake mocha masing-masing satu " pesan Arhan dengan sopan.
"Maaf,apa ada tambahan lain ?" pinta pelayan Cafe sopan.
"Sepertinya untuk saat ini cukup itu saja dulu, terimakasih" balas Arhan yang mengaktifkan ponsel miliknya.
"Sama-sama pak, mohon di tunggu pesanannya " dengan sopan pelayan pamit pada Arhan.
Tidak lama pesanan Arhan datang dan Arhan di persilakan untuk menikmati pesanannya.
__ADS_1
"Silakan dinikmati pesanannya pak..dan ini note pembayarannya " pelayan itu meletakkan apa yang Arhan pesan beserta note yang harus Arhan bayar.
"Ok.. terimakasih" ujar Arhan mengaduk capuccino latte yang dipesannya.
Entah kenapa Arhan terpikirkan atas ucapan Bisma tentang pasangan yang selama ini enggan untuk dia pikirkan.
Sampai dia tidak memperhatikan sekitarnya ada beberapa cewek-cewek seumuran dengan keponakannya yang membicarakan dirinya.
"Wih..gue ga nolak, sepertinya perfek buat gue " cewek itu bersemangat membahas bentuk fisik Arhan.
"Ih..buat gue aja,gue mau " cewek yang lain dengan centil menuturkan keinginannya.
"Tapi ga mungkin cowok seperti dia masih sendiri,atau.. setidaknya dia seorang hot Daddy" dengan tertawa salah satu cewek membahas status Arhan.
"Ga.. masalah buat gue yang penting dia ok buat gue " balas yang lain dengan tidak kalah semangat.
Arhan saat ini jadi bahan ghibahan cewek-cewek di Cafe milik kawannya,tapi sayang yang jadi bahan ghibahan malah sibuk dengan ponselnya dan pikirannya yang melayang jauh entah kemana.
Dan hal yang tidak diinginkan Arhan terjadi dan membuat Arhan tidak hanya menggelengkan kepalanya tapi sangat shock.
"Mas..mas boleh berkenalan dan minta nomor ponselnya,kenalkan saya Claudia" dengan percaya cewek itu meminta nomor ponselnya Arhan dan memperkenalkan dirinya.
Arhan memperhatikan dengan intens dari ujung kepala sampai kaki cewek yang seumuran dengan keponakannya tanpa malu serta percaya diri dihadapan Arhan.
"Maaf..saya tidak ingin berkenalan dengan kamu dan saya tegaskan tidak akan memberikan nomor ponsel saya..bisa tinggalkan saya sendiri" ucapan Arhan terdengar sangat tegas dengan ekspresi muka datar seperti enggan diusik.
"Jangan jual mas,aku baik-baik loh.. memintanya " cewek yang bernama Claudia ini sepertinya tidak mau menyerah begitu saja.
Arhan malas membalas dia lebih memilih diam dan dengan cepat menghabiskan apa yang dia pesan.
"Mas,ga baik loh jutek sama cewek cantik" goda Claudia dengan tersenyum semanis mungkin.
'Cantik.. katanya,muka seperti memakai dempul dia bilang cantik,ya.. bener memang cantik lebih cantik dari ondel-ondel' batin Arhan yang sebenarnya ingin tertawa.
'Jauh-jauh, mudah-mudahan keponakan ku ga begini ih..bikin aku geli ' Arhan kembali membatin.
"Mas..!" panggil Arhan tegas pada pelayan.
"Ada yang bisa saya bantu pak ?" tutur pelayan sopan.
"Ini..sisanya untuk kamu..oh,ya.. terimakasih untuk pelayanannya" ucap Arhan yang langsung berdiri berniat untuk meninggalkan Cafe.
"Ya..pak sama-sama,saya juga terimakasih.. selamat datang kembali" balas pelayan Cafe dengan memberikan senyuman.
"Ih.. nyebelin,sok cakep !" teriak Claudia dengan menghentakkan kakinya terlihat kesal.
__ADS_1
Arhan hanya tersenyum kecut dan mempercepat langkah kakinya untuk keluar dari Cafe, hatinya dibuat kesal oleh cewek genit yang tidak tahu malu pikir Arhan.