Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh

Bukan Pangeran Kodok Mencari Jodoh
30


__ADS_3

Pagi menjelang sore ini Aiza masih bergulat dengan pesanan pelanggan yang menurutnya pelanggan adalah raja.


"Uuuh..., sabar za, sebentar lagi waktu mu pulang" Aiza berkata seorang diri menguatkan dirinya.


"Loe, capek za...?"'tanya rekan kerja Aiza yang kebetulan melewatinya Aiza.


"Capek ?, sepertinya ga ada tuh didalam kamus gue " canda Aiza dengan menyeka keringatnya yang kebetulan membasahi pelipisnya.


"Syukurlah kalau loe masih menikmati kerja loe " lelaki seumuran Aiza itu membalas dengan tertawa.


"Hari ini cukup panas, sepertinya hujan akan turun malam nanti " ucap Aiza dengan memandang langit dari balik jendela.


"Mulai kapan kau memiliki kemampuan meramal za..?" kini giliran Mila ikut nimbrung.


"Meramal ?,loe ada-ada saja " Aiza terkekeh dengan ucapan Mila.


"Di depan ada yang nyari loe,za..dua gadis cantik "ucap Aji yang membuat rekan kerja Aiza saling memandang.


"Siapa mas ?" tanya Aiza seperti terlihat bingung dan menduga-duga,siapa yang ingin menemuinya.


"Sepertinya keduanya mengenali kamu,cepat sana.." Aji meminta Aiza untuk segera menemui orang yang ingin bertemu dengan Aiza.


Kedua rekan kerja Aiza saling bertatapan mata dalam benak keduanya berpikir 'siapa yang ingin bertemu dengan Aiza ?'.


"Za.." Mila memanggil Aiza yang membuat Aiza membalikkan badannya.


"Ehm.." hanya gumaman yang keluar dari mulut Aiza.


"Perlu gue temani ?" tanya Mila seperti ada rasa khawatir.


"Terimakasih,tidak perlu gue bis sendiri kok " balas Aiza yang terlihat masih berpikir.


Tidak lama Aiza menemui orang yang ingin bertemu dengan dirinya, ternyata dua orang yang sangat Aiza rindukan dalam beberapa hari ini.


"Kangen !" teriak kedua gadis itu bersama begitu melihat Aiza menghampiri keduanya.


Akhirnya mereka berpelukan seperti melepaskan kerinduan yang dalam dalam beberapa hari ini tidak bertemu.


"Maaf gue masih jam kerja ga bisa ngobrol banyak menemani kalian..mau pesan apa biar gue yang bayar ?" Aiza menunjukkan sikap profesional dalam bekerja.


"Ehm..gue kan masih kangen " rengek Cila yang tidak ingin ditinggalkan Aiza.


"Tunggu beberapa jam lagi gue sudah menyelesaikan jam kerja gue..dan gue bebas mau loe ajak kemana" balas Aiza dengan tegas.


Ucapan Aiza membuat Cila dan Floren langsung bahagia dan berteriak kegirangan.


" Hore..loe milik gue " teriak Floren dengan kembali memeluk Aiza.


Teriak kegirangan itu membuat mata pengunjung teralihkan pada mereka yang terlihat biasa saja.

__ADS_1


"Kecilkan suaramu,lihat pengunjung lain terganggu" tegur Aiza yang langsung memberikan senyuman dan membungkam mulut Floren dengan tangannya.


"Maaf.." ujar Floren begitu mulutnya kembali terbuka.


"Sekali lagi..gue tanya mau pesan apa nih ?" Aiza serius bertanya.


"Gue terserah loe aja " ucap Floren dengan malas membolak-balik buku menu.


"Kalau gue..ehm,ada ga minuman rasa loe ?" dengan tersenyum manis Cila berkata.


"Ada..rasa asem, sebab gue keringetan..mau non ?" balas Aiza dengan muka biasa saja.


"Padahal yang gue lihat loe manis bingit..." Cila menunjukkan muka manjanya pada Aiza.


"Yen..loe lewat nama jalan kesini ?" tanya Aiza pada Floren dengan serius.


"Jalan seperti biasanya memang kenapa?" Floren terlihat bingung.


"Kesambet pohon besar nama ini bocah ?" ucap Aiza dengan mengusap lembut kepala Cila.


Spontan membuat Floren tertawa terbahak-bahak tapi tidak dengan Cila yang terlihat tidak terima.


"Za..loe jahat bener,gue sebegini manisnya loe bilang kesambet..ih, calon tante kecil kok gini amat ya " dengan cemberut Cila pura-pura merajuk.


"Apa..calon tante kecil?" Aiza terlihat bingung.


"Iya..loe mau gue jodohkan dengan om gue,ga boleh nolak " Aiza merasa aneh dengan sika Cila yang kali ini menjadi pemaksa.


"Iya..lah sebab hanya loe yang pantas bersama om gue,mau ya.." Cila menunjukkan sikap manisnya.


"Udah..ah,loe makin aneh.. serius nih pesanan terserah gue " Aiza pun meninggalkan kedua temannya.


Sepeninggal Aiza keduanya terlihat saling bicara serius dengan ras khawatir Aiza menolak perjodohan yang Cila mau.


"Yen.. gimana nih ?" rengek Cila dengan muka meminta bantuan.


"Lah,gue juga bingung sebab loe tahu gimana Aiza " Floren terlihat sama dengan Cila yang tidak seantusias awalnya.


Di sudut ruangan berbeda Aiza telah menyiapkan pesan dibantu rekan kerja yang lain.


"Siapa yang mau menemui loe za ?" tanya Mila yang datang tiba-tiba.


"Ehm..teman kuliah gue " balas Aiza dengan malas.


"Kirain calon suami yang ingin menemui loe za " ujar rekan kerja yang lain dengan terkekeh.


"Suami..suami,kerja aja dulu kuliah masih butuh duit bro.." pungkas Aiza dengan muka masam.


"Lah.. kan ada suami loe yang siap tanggungjawab za..kenapa mikir kerja terus " ujarnya lagi menambahkan.

__ADS_1


"Udahlah bro..gue masih bisa membiayai hidup gue kenapa juga harus membebani orang lain " terdengar ketus dari tiap Kat yang terlontar dari mulut Aiza yang tidak seperti biasanya.


"Sorry za..gue cukup sekedar bercanda" balas lelaki yang tidak jauh usianya dengan Aiza yang menunjukkan rasa bersalah ada Aiza.


"Becanda loe ga tahu tempat" balas Mila yang mewakili Aiza yang lebih memilih diam.


"Lah,jadi loe yang sewot sih " pungkas lelaki itu pada Mila.


"Tahu ah..loe nyebelin" balas Mila yang memilih meninggalkan Aiza dan lelaki itu.


"Sorry za,gue ga ada maksud.." ucap lelaki itu yang langsung Aiza potong ucapannya.


"Gue tahu maksud loe tapi untuk pembahasan soal itu,ga usah loe ulang lagi gue ga suka " ucapan Aiza langsung sampai ke hati lelaki itu.


"Sekali lagi sorry za.." ucap lelaki itu yang hanya bisa menatap kepergian Aiza tanpa ada balasan dari Aiza.


Aiza memang terbilang ramah dan baik hati tapi dia akan sensitif bila menyangkut urusan hubungan dengan seseorang.


"Di habisin,di luar sana masih banyak yang membutuhkan" Aiza menyajikan beberapa makanan ringan dan dua gelas minuman dingin.


" Terimakasih za " balas Floren dengan menunjukkan senyumnya.


"Siap tante za.." balas Cila dengan tersenyum.


"Jangan mulai Cila" Aiza menguap lembut pipi Cila.


"Siapa juga yang mulai, bukannya loe yang memperlakukan gue seperti keponakan loe jadi wajar bila gue panggil tante kecil " dengan terkekeh Cila menjawab.


"Makin aneh temen loe Yen.." balas Aiza yang meninggalkan keduanya.


"Mungkin dengan candaan loe Aiza akan menerima permintaan loe Cil.." ujar Floren seperti memberikan ide.


"Yup.. sepertinya ide bagus tuh,apa salahnya kita coba " dengan menjentikkan jarinya Cila menyetujui usulan Floren.


"Za..ga bisa di paksa,sebab kehidupan dia sudah keras hanya dengan kelembutan cara terbaiknya"kali ini Floren bersikap dewasa di mata Cila.


"Ternyata loe bisa dewasa juga sis.." ucap Cila dengan menepuk pundak Floren yang membuat Floren tersedak minuman yang diminumnya.


'Uhuk..uhuk '


"Sorry, sorry Yen.." Cila langsung mengusap punggung Floren.


"Ga, apa-apa" Floren membalas pelan selepas menenangkan dirinya.


"Sepertinya loe tahu banyak tentang Aiza " Cila memang sedikit tahu tentang Aiza.


"Ga, banyak tapi gue tahu sedikit masalah yang Aiza hadapi" kini Floren sedikit memberi tahu Cila.


"Tapi loe harus tahu Aiza tidak pernah mau orang lain tahu bagaimana keadaannya,dia akan berusaha memperlihatkan kalau dirinya baik-baik saja kembali menjelaskan.

__ADS_1


Arsyila hanya mengangguk seperti memahami setiap ucapan Floren, kalau Aiza bukan wanita yang mudah direndahkan.


Floren bukan tidak memperbolehkan Arsyila menjodohkan aiza dengan omnya tapi Arsyila harus dengan usaha ekstra untuk meyakinkan Aiza agar usahanya berhasil.


__ADS_2