
Sesuai kesepakatan Arhan menemani Arsyila yang Arhan sendiri tidak tahu akan kemana dan berjumpa dengan siapa,Arhan hanya menuruti apa maunya Cila.
Seperti saat ini keduanya berada di sebuah Mall terbesar dan termegah,Arhan hanya mengikuti langkah kaki Cila yang berjalan dengan sesekali melirik Arhan dan tersenyum simpul.
"Apa yang ingin kamu beli, sayang ?" tanya Arhan pada Cila yang terlihat mencari seseorang.
"Ayo om, kita kesana " ajak Cila yang tidak menjawab pertanyaan Arhan malah menarik tangan Arhan menuju salah satu restoran cepat saji.
Arhan hanya bisa menurut tanpa bertanya pada keponakan cantiknya yang hari ini menguasai dirinya.
"Om,maaf pesan apa ?" Cila bertanya pada Arhan yang sudah menempati salah satu meja yang disediakan.
"Om..,hanya ingin minum saja " balas Arhan yang melihat sekeliling.
"Ok..om tunggu disini saja " pinta Cila dengan meninggalkan Arhan seorang diri.
Tidak lama seorang gadis seumuran dengan Cila datang dan langsung menghampiri Cila yang berbaris menunggu antrian untuk memesan.
"Der..,maaf telat biasa ada si Komo lewat" canda Floren dengan merangkul pundak Arsyila menunjukkan rasa bersalah dan tersenyum malu.
"Kebiasaan loe..Yen,untung om gue ga minta pulang" sewot Cila suara pelan.
"Maaf.." pinta Floren lagi dengan menunjukkan muka bersalah.
"Mau pesan apa nih,sekalian " Cila bertanya pada Floren yang langsung menjawab.
"Samain aja sama loe,Cil " jawab Floren yang memperhatikan sekeliling seperti mencari seseorang.
"Loe penasaran sama om gue, tapi loe harus janji ga naksir om gue ya..dia mau gue jodohkan dengan Aiza calon tante kecil gue" tutur Cila dengan muka tegas tidak seperti biasanya.
"Siapa juga yang penasaran, justru gue khawatir Aiza akan loe jodohkan dengan aki-aki tua yang untuk jalan saja dia kerepotan,tegah bener loe..teman macam apa loe" ucap Floren dengan terkekeh.
"Sialan loe,om gue belum jadi aki-aki Yen.." balas Cila dengan muka kesal.
Kini tiba giliran Cila memesan makanan yang ditemani Floren berbeda dengan Arhan yang mulai merasa bosan karena merindukan seseorang.
Dan tidak lama Cila sudah membawa pesanannya, untuk di berikan pada Arhan juga untuk dirinya dan Floren.
"Om..ini pesanan om " Cila meletakkan segelas minuman pesanan Arhan.
"Cil.. serius ini om loe ?" bisik Floren pada Cila yang langsung memperkenalkan Arhan pada Floren.
__ADS_1
"Om.. kenalkan ini Floren teman Cila " Cila memperkenalkan Floren pada Arhan yang hanya tersenyum simpul dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan, berusaha untuk ramah pada teman Cila.
"Arhan omnya Cila " ujar Arhan dengan ramah.
"Floren " balas Floren dengan ramah.
"Kalian duduk disini saja,biar om pindah ke sebelah " Arhan langsung meninggalkan kedua gadis manis untuk berbincang,dia sendiri memilih duduk sendiri.
"Serius,dia om loe ? jangan-jangan loe nyomot orang dijalan untuk loe jadikan om loe " Floren masih terlihat tidak yakin.
"Mana ada gue berani melakukan itu Yen.., memang om Arhan om gue,adik dari bokap gue,bilang aja loe naksir kan sama om gue..ga boleh,om udah gue jodohkan dengan Aiza " Cila kembali menegaskan.
"Iya,iya itu om loe dan gue setuju Aiza untuk om loe tapi loe harus janji kalau om loe akan menyayangi Aiza dengan sepenuh hati dan akan membahagiakan Aiza sampai maut memisahkan " Floren terlihat tegas pada Cila.
"Gue janji om gue itu lelaki penyayang walaupun pernah dikecewakan oleh seseorang dimasa lalunya " balas Cila dengan serius.
"Kenapa loe ga ajak Aiza sekalian biar langsung ketemu om loe " Floren bertanya pada Cila.
"Soal itu gampang yang penting membuktikan sama loe kalau omongan gue ga bohong " Cila membalas dengan senyuman penuh kemenangan mengejek Floren.
"Iya..gue ngaku salah" balas Floren dengan tersenyum kecut.
"Berarti loe mengakui kalau om gue ganteng dan bukan aki-aki seperti yang loe pikirkan selama ini " ujar Cila lagi dengan terkekeh.
"Ehm.. ngomong-ngomong,apa Aiza mau sama om loe dan apa om loe mau sama Aiza ?" tanya Floren yang sedikit banyak tahu kalau Aiza tidak pernah dekat dengan siapapun selama ini.
"Soal om itu urusan gue cuma kalau Aiza gue ga tahu sebab loe tahu Aiza sangat tertutup untuk urusan cowok " ujar Cila dengan muka murung.
"Gue juga ga tahu yang gue tahu Aiza sibuk dengan tugas dan pekerjaannya, kalau boleh jujur gue sebagai teman ingin dia bahagia " Floren terlihat sedih bila melihat Aiza dalam kesusahan.
"Gue juga ingin dia bahagia..Yen " ujar Cila seperti menerawang jauh membayangkan wajah Aiza yang selalu terlihat bahagia walaupun sebenarnya dia menyembunyikan sesuatu di balik kebahagiaan itu.
Sesekali Arhan memperhatikan Cila yang masih berbincang dengan Floren,ada rasa tidak nyaman karena Arhan merasa bosan dan ingatannya melayang jauh pada seseorang yang mulai mengusik hari-harinya dengan senyuman manisnya.
"Sedang apa dia saat ini ?" gumam Arhan dengan tersenyum mengingat seseorang yang sebenarnya dia tahu kalau seseorang itu belum tentu mengingat dirinya.
"Kalau saja kamu tahu saat ini aku merindukan mu " Arhan kembali bergumam merasakan sesuatu rasa di hatinya.
Tanpa Arhan sadari Cila dan Floren memperhatikan Arhan yang sesekali tersenyum seorang diri.
"Cil..om loe ga lagi stres kan ?" tanya Floren asal yang membuat Cila sedikit sewot.
__ADS_1
"Mulut loe itu jahat banget deh,apa ga ada bahasa yang halus dari itu " balas Cila dengan muka masam.
"He..he,maaf sebab om loe senyum-senyum sendiri,wajar kalau gue bilang seperti itu " dengan tanpa dosa Floren menjelaskan.
"Bisa jadi om sedang berkomunikasi dengan seseorang,loe bisa lihat om gue memainkan ponselnya,bahkan saat ini terbilang wajar orang bicara seorang diri lewat ponselnya dengan tertawa, tersenyum bahkan marah-marah seorang diri " Cila menjelaskan pada Floren sesuai faktanya.
"Iya..gue yang salah,om loe yang paling benar" Floren kembali mengakui kalau dirinya salah menilai Arhan.
"Kapan loe mau memperkenalkan om loe dengan Aiza ?" tanya Floren dengan serius.
"Ehm.. secepatnya karena gue ga mau om nikah dengan wanita lain selain Aiza " ucap jujur Cila.
"Oh..jadi om loe akan menikah dengan seseorang?" balas Floren dengan rasa penasaran.
"Ehm.. belum sih,cuma gue dengar om ingin memperkenalkan seseorang pada eyang " Cila hanya menyampaikan apa yang dia tahu.
"Kalau om loe ingin memperkenalkan seseorang berarti om loe udah serius dengan dia Cila..kenapa loe mau kenalkan dengan Aiza,gue ga mau nanti Aiza merasakan sakit hati karena cinta " pungkas Floren dengan serius.
"Tenang,gue akan lebih dulu memperkenalkan om dengan Aiza, Yen " Cila dengan yakin Arhan akan berjodoh dengan Aiza.
"Loe yakin om loe akan menyukai Aiza ?" Floren terlihat ragu.
"Gue yakin Aiza akan menyukai om gue begitu pun sebaliknya,susah loe tenang aja itu urusan gue,loe cukup berdoa untuk kelancaran perjodohan ini " dengan tersenyum Cila menyakinkan Floren.
"Sebegitu yakinnya loe,Cil.." dengan muka ragu Floren memandang Cila.
"Loe,ga percaya gue ?" dengan muka masam Cila bertanya pada Floren.
"Bukan ga yakin cuma,loe tahu lah.. bagaimana Aiza,dia lebih memprioritaskan kuliah dan kerja dari pada urusan mencari jodoh " Floren menjelaskan yang Cila juga tahu.
"Karena itu,gue mau dia berjodoh dengan om gue yang sama-sama sendiri dan sangat gila kerja " ujar Cila dengan semangat.
"Lah.. kalau dua-duanya gila siapa yang waras,ga bener ini " canda Floren membuat Cila sedikit cemberut.
"Dua-duanya waras lah cuma sama-sama menyukai kesibukan gitu maksud gue " dengan malas Cila menjelaskan.
"Becanda Cil..loe dari tadi serius mulu,kapan rencana loe mempertemukan keduanya?" tanya Floren dengan serius.
"Secepatnya lah.. kalau bis sebelum om kembali ke tempat dinas " balas Cila dengan melirik Arhan yang masih memainkan ponsel miliknya tanpa memperhatikan sekitarnya.
Arhan memang lebih memilih memperhatikan gambar profil seseorang yang saat ini sibuk melayani pengunjung untuk menghabiskan waktu libur kuliahnya dari pada berlibur seperti teman-temannya.
__ADS_1
**Note :
Mohon maaf lahir batin,semoga masih setia dengan goresan cerita hanya ingin berbagi tanpa ada maksud lain.🙏🙏🙏**