
Sudah hampir satu bulan lamanya baik Arhan maupun Aiza tidak saling bertukar kabar, Arhan sibuk dengan penyelesaian misinya begitu juga dengan Aiza yang saat ini sedang menghadapi ujian akhir semester membuat dirinya lebih fokus untuk mendapatkan nilai terbaik dengan harapan bisa mempertahankan beasiswanya yang selama ini dia dapatkan.
"Liburan kali ini mau kemana nih..?" tanya Floren pada Arsyila yang merapikan isi tasnya.
"Entahlah.. rasanya lebih nyaman di rumah saja deh..,lagian bodyguard gue lagi persiapan masuk kuliah ga bisa diandalkan saat ini, pastinya ga dapat ijin dari bokap juga eyang kalau jalan sendiri,ya.. mungkin saat ini rumah salah satu pilihan terbaik menikmati liburan " ucap Cila yang memang anak rumahan banget,dia sudah seperti princess selalu dikawal.
"Makanya cari pacar non.." tegur Floren dengan tertawa.
"Jangankan cari pacar tukang ojek online yang kebetulan laki-laki mengantarkan orderan food ke rumah sampai dicecar dengan seribu pertanyaan apalagi pacar bisa anak orang kencing berdiri saat main ke rumah " Cila menjelaskan fakta kenapa dirinya enggan memiliki pacar.
"Ditambah loe juga yang menutup diri dengan sikap putri malunya..bisanya cuma mengekor gue atau Aiza,gimana cowok mau kenal loe Cila.." Floren menjabarkan dengan jelas siapa Arsyila.
"Ga..punya pacar ga berarti rugi juga.. ngapain di bikin repot sih yen.." Aiza menengahi.
"Sesama jomblo saling memberikan dukungan" cibir Floren dengan terkekeh.
"Sok cantik loe,bilang kita berdua jomblo dirinya..pawangnya jomblo " balas Cila yang tumben berani menimpali.
"Jangan mentang-mentang ada yang belain ya..Cila " Floren pura-pura marah dengan memiting leher Arsyila.
"Yen..lepasin ga anak orang bisa mati " tegur Aiza dengan memisahkan keduanya.
"Maaf " balas Floren yang langsung memeluk Arsyila yang masih terbatuk-batuk.
"Lagian becanda kalian kelewatan deh " tegur Aiza pada Arsyila dan Floren karena Aiza tidak ingin membedakan keduanya.
"Maaf " keduanya langsung memeluk Aiza sebab Aiza yang selalu ada bagi keduanya.
Sebenarnya banyak teman di kampus ini tapi mereka selalu melihat dari strata keluarga untuk menjadikan seseorang menjalin pertemanan sedangkan Aiza tidak dia lebih menunjukkan kelebihan di bidang studinya dari pada latar belakangnya.
Floren yang latar belakangnya orang berada tapi selalu di manfaatkan teman saat sekolah menengah atas, Floren berubah saat kuliah menjadi pribadi yang menutup diri ditambah sifat latahnya jadi bahan kejahilan temannya, faktor ini yang membuat enggan berteman.
Dengan Aiza ada pengecualian sebab kehadiran Aiza lebih membuat Floren nyaman dan tidak pernah memancing Floren untuk latah.
Intinya Floren dan Arsyila merasa nyaman dan terlindungi bila bersama Aiza yang ternyata memiliki kemampuan bela diri,dia salah satu atlet karate dengan sabuk hitam yang sudah mendapatkan ijin terbang sebagai pelatih,tapi tidak pernah dia tunjukkan kemampuan itu bila di kampus.
"Ai.. kalau loe mau kemana liburan?" tanya Floren yang sebenarnya sudah tahu jawabannya.
"Kalau diijinkan ingin menghilang dulu dari peredaran untuk menyelesaikan masalah Tita" ucap jujur Aiza.
__ADS_1
"Mereka butuh loe juga.. keluarga aneh " cibir Floren terlihat tidak suka.
"Walau bagaimana pun mereka masih saudara dimata gue " Aiza selalu berbuat baik yang ada dipikiran Arsyila dan Floren.
"Mungkin orang lain belum pernah melihat malaikat yang nyata tapi gue sudah dan dengan jelas melihat malaikat itu didepan mata " Floren memeluk Aiza dan n di lanjut Arsyila ikut bergabung.
"Kalian ini terlalu berlebihan menilai gue, sudah lepasin.." protes Aiza dengan muka serius.
"Jadi orang jangan terlalu baik apa Aiza.." Cila ikut bicara.
"Gue paham dengan maksud kalian berdua tapi gue juga tidak bisa diam saja bila ada orang lain memerlukan bantuan, apalagi ini masih saudara yang ditindas orang lain terus gue diam saja gitu pura-pura tidak tahu,hati gue isinya tidak semuanya setan non.." ucapan Aiza membuat Floren dan Arsyila tertawa.
"Malaikat dalam hati loe lebih menguasai di banding setan.." Floren kembali berkata.
"Ayo..cabut,udah sepi " ajak Aiza pada kedua gadis cantik yang langsung ikut berjalan di samping Aiza.
"Loe..pulang atau mau langsung ke tempat kerja Ai..?" tanya Cila yang memperhatikan ponselnya.
"Memang kenapa?" balas Aiza yang memperhatikan lorong kampus yang mulai lengang.
"Ehm..pak Kumis ga bisa jemput gue.. boleh ga gue nebeng loe ?" Cila menunjukkan senyum dengan muka memohon.
"Berani order berapa non..?" goda Aiza pada Cila.
"Gila loe Cila..masa loe tega,temen loe harus dapat aki-aki,amit..amit" protes Floren dengan suara nyaring.
Aiza hanya ketawa mendengar perdebatan kedua temannya,dia sendiri bingung harus berkata apa, bisa jadi Cila hanya bergurau.
"Yen..dengar dulu,om gue itu single tampan ga seperti yang loe kira, apalagi loe bilang aki-aki salah besar..loe pasti naksir bila ketemu om gue..,cogan di kampus lewat pokoknya om gue lebih segalanya dari mereka " Cila dengan bangga membanggakan Arhan yang Aiza tidak tahu kalau Arhan adalah om Cila.
"Ai.. sombong bener nih anak " pungkas Floren dengan menyenggol lengan Cila.
"Serius..om gue tampan ya.." Cila masih dengan percaya diri mengakui kalau omnya tampan.
"Boleh..loe tunjukkan ke gue setampan apa om loe "Floren meminta Cila menunjukkan sosok om yang di klaim sebagai cowok tampan.
"Sorry..saat ini di ponsel gue ga ada foto dia" Cila memang enggan mengambil gambar saat kebersamaan dengan Arhan.
"Alah..itu sudah jelas,om loe ga seperti yang loe banggain " Floren masih dengan keyakinannya.
__ADS_1
"Sudah,sudah..niat nebeng ga " ajak Aiza pada Arsyila yang langsung mengekor Aiza dan meninggal Floren yang membawa mobil, karena berbeda arah sedangkan Aiza dengan Arsyila satu arah.
"Dah..Yen.." goda Arsyila pada Floren yang masih belum puas.
"Loe hutang janji nunjukin om loe yang aki-aki" teriak Floren dengan tertawa terbahak-bahak.
"Om gue bukan aki-aki..awas ya,loe naksir om gue " sewot Cila dengan muka masam.
"Udah..niat pulang apa mau gelut,gue siap jadi wasit" ujar Aiza yang sudah memakai helm.
"Oyen..tuh yang nyebelin" Cila mengadu seperti adik pada kakaknya.
"Ya..sudah tinggal tunjukkan pada Floren kalau om loe itu setampan yang loe bilang " Aiza menenangkan Cila.
"Tapi gue ga punya foto om "dengan muka memelas Cila menjelaskan pada Aiza.
"Ajak ketemuan aja om loe sama Floren, untuk membuktikan omongan loe benar" Aiza menengahi berharap Cila tidak lagi sedih.
"Tapi om lagi tugas,ga ada di sini gimana dong buktiin ke Floren.." Cila menerangkan fakta yang sebenarnya.
"Hubungi dulu om loe kali aja om loe berniat untuk pulang,pegangan cantik.." Aiza memang selalu membuat siapapun yang didekatnya merasa nyaman.
"Terimakasih tante kecil gue " balas Cila dengan tertawa.
"Cil..jangan mengada-ada,loe bikin rumor baru aja.."Aiza seperti biasanya enggan untuk menerima bila di jodoh-jodohkan,saat ini fokus Aiza secepatnya menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang didapatkan.
"Loe menolak om gue, berarti loe ga mau jadi tante gue dong..sedih gue, jangan-jangan loe seperti Floren kalau om gue aki-aki" Cila menunjukkan muka sedih.
"Cila.. tolong mengerti keadaan gue,loe kan tahu siapa gue, gue harus fokus untuk menyelesaikan kuliah gue, biar gue cepat cari gawe kalau loe tahu gue capek kerja sampai malam Cila " mendengar penjelasan Aiza Cila memeluk Aiza dari belakang merasa bersalah.
"Maaf..gue ga mikir kearah itu " Cila semakin merasa bersalah karena tidak memahami Aiza.
"Ya..gue paham maksud baik loe,kenapa sedari awal gue diam ga ikut dengan perdebatan kalian karena gue sadar siapa gue,jadi maaf bila maksud baik loe gue ga respon " Aiza berusaha tidak ingin menyinggung perasaan Arsyila.
"Gue yang salah Ai..yang ga memahami loe " ucap Cila yang mulai mengerti dan memahami Aiza.
"Mau.. mampir?" tanya Cila begitu motor Aiza berhenti.
"Terimakasih..gue ada urusan yang harus di kerjakan.. untuk lain kali gue akan menerima permintaan loe " dengan tersenyum Aiza menjawab.
__ADS_1
"Terimakasih untuk tumpangannya.. untuk bayarannya gue traktir loe lain waktu..dah " Cila melambaikan tangannya sedangkan Aiza kembali berbelok arah untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Bagi Aiza saat ini dirinya ingin memiliki penghasilan sendiri dengan bekerja sesuai dengan ilmunya, tidak ingin direndahkan dan tidak ingin membebani orang lain,simpel keinginan Aiza saat ini.