Bukan Wanita Malam Biasa

Bukan Wanita Malam Biasa
BAB 23 Apa Hubungan Kiya dan Kinan?


__ADS_3

Elisha dan Mita berangkat kerja seperti biasa. Awalnya semua terasa menyenangkan, sampai akhirnya ia melihat sesosok wanita yang sangat ia kenal. Wanita tersebut tampak sedang bersama seorang pria sebayanya. Namun yang aneh, pria itu terlihat tidak suka berada di tempat tersebut. Suara hingar bingar musik menghalangi pendengarannya sehingga ia tidak dapat mendengar apa yang mereka cakapkan.


Elisha bergegas masuk ke ruangan salon dengan membelakangi mereka, meninggalkan Mita yang masih berada di depan klub.


"Dona, tunggu..."


Astaga, jantung Elisha seperti mau copot mendengar Mita memanggilnya. Untung saja ia selalu memanggil Elisha dengan nama palsunya selama di kota ini. Elisha mematung, tidak menoleh namun juga tidak beranjak. Bahkan ia juga tidak berani bersuara.


"Hei, tumben buru-buru sekali," ucap Mita yang berhasil menyusulnya.


Tanpa menjawab, Elisha langsung menarik tangan temannya agar menjauh dari sana.


"Pelankan suara mu, Mita. Di sana ada mantan bos ku yang pernah aku ceritakan," Ia menunjuk ke meja yang di maksud.


"Bu Kiya yang mau membunuh mu itu?" tanya Mita.


Elisha segera membungkam mulut temannya dengan tangannya.


"Jangan keras-keras, nanti dia dengar," seru Elisha.


"Tenang saja, suara musiknya keras dia pasti tidak akan dengar," meski begitu Mita berkata dengan lirih.


"Bagaimana aku akan bekerja jika dia ada di sini," wajah Elisha terlihat ketakutan.


"Dia pasti tidak mengenali mu, dulu kan kamu bisa mengelabuinya," hibur Mita.


Memang benar dulu ia tak mengenalinya, tapi tidak menutup kemungkinan hari ini ia ketahuan. Apalagi dandanannya tidak menor dan sedikit natural, tidak terlalu mencolok dengan penampilan sehari-hari Elisha.


"Tapi dandanan ku sekarang kan sedikit natural," ucap Elisha.


"Ya sudah kamu duduk saja, malam ini aku make over kamu,"


Mita mendudukkan Elisha dan mulai merubah penampilannya. Setelah 30 menit berjuang akhirnya selesai juga.


"Wah luar biasa, kamu memang berbakat," puji Elisha saat melihat wajahnya di cermin.


"Semoga wanita itu tidak mengenali mu," harap Mita.


"Amin," Elisha juga berharap yang sama.


☆☆☆


Seluruh kampung geger dengan berita terciduknya Doni dan Indah yang sedang berbuat asusila. Orang tua Indah sangat marah dan berniat melaporkan Doni ke polisi. Namun setelah di lakukan pertemuan secara kekeluargaan, mereka akhirnya sepakat untuk menikahkan keduanya.


Doni tersenyum senang. Walau pun harus menanggung malu, akhirnya keinginannya akan terwujud. Ia akan segera mempersunting gadis pujaannya. Sudah terbayang dalam pikirannya yang kotor nikmatnya membuka segel calon istrinya itu.

__ADS_1


"Di sini anak saya sangat di rugikan, namanya sudah tercemar gara-gara kelakuan Doni. Kami minta mahar yang banyak untuk pernikahan ini," seru ayahnya Indah.


"Saya minta maaf atas kelakukan anak saya. Tapi keluarga kami hanya orang biasa, kami hanya bisa memberi mahar seadanya. Apalagi seluruh biaya pesta juga kami yang menanggung," ucap ayah Doni.


"Kami tidak peduli, kami mau 10 gram emas dan uang sebesar 10 juta rupiah untuk maharnya," putusnya.


"Apa?"


Semua terkejut dan saling berpandangan. Rata-rata perekonomian masyarakat di kampung itu menengah ke bawah. Banyak di antara mereka yang hanya menjadi buruh tani atau nelayan. Begitu juga keluarga Doni, ibunya hanya seorang penjual gorengan sedangkan ayahnya buruh tani di tanah milik saudaranya. Mahar sebesar itu sangatlah besar untuk mereka dan sangat sulit di wujudkan.


"Tolong jangan keterlaluan, Pak. Kita tahu Doni memang salah, tapi janganlah Bapak memanfaatkan keadaan," sahut paman Doni.


"Kami tidak mau tahu. Jika tidak, lebih baik Doni kami laporkan ke polisi saja,"


Seluruh keluarga Indah segera meninggalkan rumah itu.


Keluarga Doni di buat pusing dengan ulah anaknya. Dari mana mereka mendapatkan uang sebesar itu sedangkan penghasilan mereka hanya pas-pasan. Tapi apabila mereka tidak mendapatkan uang tersebut, Doni bisa di penjara.


☆☆☆


Elisha sedang menemani tamunya saat perutnya tiba-tiba sakit. Ia segera berpamitan ke toilet.


"Bang, aku permisi ke toilet sebentar ya,"


"Ok, cepat kembali ya," jawab tamu Elisha.


"Betah banget sih wanita itu di sini," ucapnya.


Ia melangkah membelakangi wanita itu. Walau pun wajahnya sudah di poles sedemikian rupa, tetap saja ia merasa takut ketahuan.


"Akh..." Elisha menabrak seseorang dan hampir saja terjatuh kala keluar dari toilet.


Beruntung pria itu berhasil menangkapnya.


"Maaf ya... terima kasih sudah membantu ku," ucap Elisha.


Namun bukannya menjawab, pria tersebut justru menatapnya sangat lekat.


"Kinan..." panggil pria itu.


"Apa?" Elisha bingung.


"Kamu Kinan kan, kemana saja kamu?" pria itu menggenggam tangannya.


Spontan ia melepaskan genggamannya karena merasa tidak mengenalnya.

__ADS_1


"Maaf, sepertinya kamu salah orang," ucap Elisha.


Ia segera kembali ke ruangannya dan lanjut bekerja. Ia sama sekali tidak sadar jika pria tersebut adalah pria yang tadi bersama bosnya.


"Kamu dari mana saja sih, ke toilet kok lama sekali," seru Kiya.


"Tadi sedikit antri," jawabnya.


"Antri atau kamu berusaha mencari wanita penghibur," ejek Kiya.


"Cukup Kiya, jangan menguji kesabaran ku. Kamu tahu dengan pasti siapa wanita yang aku cinta," pria itu naik pitam.


"Santo, jangan membentak ku begitu. Aku ini istri mu, jadi berhenti memikirkan dia. Kinan itu sudah pergi bertahun-tahun yang lalu," teriak Kiya.


"Aku percaya dia selalu ada di sini, bahkan tadi aku sempat melihatnya," ucap Santo.


"Tidak mungkin itu terjadi, Kinan itu sudah mati!" Kiya keceplosan.


"Apa kamu tadi bilang? Apa maksud mu?" tanya Santo.


Karena tidak ingin berdebat, Kiya segera meninggalkan tempat tersebut di susul Santo suaminya yang masih penasaran dengan kata-kata istrinya tadi.


☆☆☆


Akhirnya pekerjaan Elisha selesai. Ia segera pulang bersama Mita dan yang lainnya.


"Untung ya tadi kamu tidak ketahuan, padahal bos mu sangat lama tadi di klub," ucap Mita.


"Iya, aku juga tadi sempat kuatir. Ternyata pas keluar lagi dia sudah tidak ada,"


"Eh, tadi aku melihat bos mu itu bertengkar dengan pria yang bersamanya. Dia nyebut nama Kinan atau siapa gitu," cerita Mita.


"Kinan?" Elisha berusaha mengingat sesuatu.


"Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu," Elisha diam sejenak.


"Oh iya, tadi pas aku ke toilet ada seorang pria yang memanggil ku dengan nama Kinan," ucap Elisha.


"Terus?" tanya Mita.


"Aku tidak kenal dia, jadi aku lari kembali ke ruangan," jawabnya.


"Kok rasanya terlalu kebetulan ya. Apa mungkin bos mu itu mengejar mu ada hubungannya dengan wanita bernama Kinan itu," Mita berpendapat.


"Aku juga tidak mengerti sih, karena aku sama sekali tidak mengenal wanita bernama Kinan,"

__ADS_1


Keduanya merasa bingung. Tapi semuanya tidak mungkin hanya kebetulan. Pasti semua itu ada kaitannya. Mereka mulai mereka-reka apa yang sebenarnya terjadi.


"Mungkin saja bos mu yang merebut pria tadi dari wanita yang bernama Kinan itu," ucap Mita.


__ADS_2