
Malam ini ketiga sahabat itu berpenampilan sangat memukau. Tempat kerja mereka mengundang salah satu artis terkenal dari ibu kota untuk memeriahkan hari jadi klub yang ke 10 tahun. Semua pekerja di wajibkan memakai dress code berwarna hitam putih.
Elisha, Mita dan Mirna sangat senang karena dapat bertemu artis idola mereka. Ternyata artis tersebut sangat ramah, mereka meminta foto bersama. Pengunjung malam itu lebih ramai dari biasanya. Ada yang benar-benar datang untuk para wanita di sana. Ada yang datang untuk khusus melihat penampilan artis tersebut.
Elisha sangat menikmati euforia tersebut, tanpa menyadari seorang pria telah menatapnya tanpa berkedip sejak tadi. Pria yang bukan hanya mengagumi penampilannya, namun memiliki perasaan lebih dari pada itu. Pria itu mulai mendekatinya.
"Hai..." sapa pria itu.
Elisha menoleh, ia menatap pria itu dan mencoba mengingat sesuatu.
'Hah, ini kan pria yang malam itu' batin Elisha.
Mita dan Mirna juga ikut melihat pria tersebut. Mereka saling pandang.
"Hai juga," balas Elisha.
"Nama ku Santo, kita pernah bertemu waktu itu. Kamu sangat mirip sekali dengan orang yang aku kenal. Bisakah kita berbicara," ucap Santo.
"Maaf, tapi aku harus bekerja," tolak Elisha dengan halus.
"Aku akan membayar mu. Aku akan membooking mu malam ini. Kita hanya akan berbicara," ucap pria itu lagi.
Elisha memandang kedua sahabatnya seolah meminta persetujuan. Kedua sahabatnya menyerahkan keputusan di tangan Elisha.
"Baiklah," jawab Elisha setuju.
Mereka berdua menuju meja yang sedikit jauh dari keramaian. Hati Santo berdebar lebih kencang. Elisha benar-benar bagai kembaran Kinan dalam versi berbeda.
"Siapa nama mu?" tanya Santo.
"Dona," jawab Elisha.
"Kamu bilang aku mirip seseorang, siapa dia?" tanya Elisha.
Santo membuka folder rahasia di ponselnya. Ia menunjukkan foto Kinan kepada Elisha. Elisha tak percaya dengan apa yang dia lihat, gadis di foto itu sungguh mirip dengannya.
"Namanya Kinan. Dia adalah wanita paling istimewa di dalam hidup ku. Di menghilang sudah sekitar 1,5 tahun yang lalu, tanpa kabar berita," cerita Santo.
"Apa hubungan wanita ini dengan wanita yang bersama mu malam itu di sini?" tanya Elisha penasaran.
__ADS_1
"Kiya? Kinan adalah adik kandung Kiya,"
Jedderrr...
Elisha mulai paham sekarang mengapa Kiya mendekatinya. Itu karena ia memiliki paras yang mirip dengan adiknya. Tapi ia merasa sedikit aneh, mengapa Kiya justru ingin menghabisinya? Apa kehilangan Kinan ada sangkut pautnya dengan Kiya? Atau jangan-jangan justru memang Kiya yang telah membuat Kinan menghilang?
Berbagai prasangka bermunculan di dalam pikirannya. Ternyata masalahnya tidak sesederhana yang ia pikirkan. Terlalu rumit dan penuh rahasia.
"Oh..." hanya itu yang mampu Elisha ucapkan.
"Aku sangat mencintai dia, Dona. Mungkin jika dia tidak pergi, kita telah menikah," kenang Santo.
"Aku turut prihatin mendengarnya. Semoga ia segera ketemu ya, agar kalian bisa segera bersama lagi," ucap Elisha tulus.
"Tidak semudah itu. Aku telah menikahi Kiya. Tapi aku tetap berharap Kinan bisa pulang," balas Santo.
Elisha baru tahu jika Santo adalah suami bosnya. Ia pasti sangat marah jika mengetahui pria itu saat ini sedang bersamanya. Semuanya terlalu kebetulan, pasti ada yang Kiya rahasiakan. Ini sangat menarik, tapi ia takut untuk ikut campur terlalu dalam. Mendengar nama bosnya saja mampu membuat tubuhnya bergetar.
"Maaf, apakah kamu mencintai istri mu itu?" tanya Elisha.
Santo menggeleng.
Kasihan juga bosnya itu. Harus hidup bersama pria yang tidak mencintainya. Entah bagaimana keadaan rumah tangga mereka, yang jelas pasti tidak ada kebahagiaan.
Mereka terus saja berbicara. Terkadang keduanya terlihat tersenyum. Kedua sahabatnya juga telah di booking sehingga tidak dapat memperhatikan mereka lagi.
☆☆☆
"Mas, apa benar besok kamu akan bekerja?" tanya Indah.
"Iya aku akan bekerja, capek dengar ibu dan bapak ngoceh terus," jawab Doni.
"Tidak boleh begitu, mereka itu orang tua mu. Lagian mereka seperti itu demi kebaikan mu juga," ucap Indah.
"Aku juga malu jika terus menumpang kepada mereka. Aku sudah tidak bekerja lagi karena kamu melarang. Jadi tolonglah Mas bekerja dengan baik," imbuh Indah.
Doni menghela napas dalam. Sebenarnya ia kesal istrinya bertingkah seperti orang tuanya. Namun ia tak ingin membantah, ia tidak mau bertengkar dengan Indah. Ia memilih mengalah dan mengalihkan pembicaraan.
"Iya, aku mengerti itu. Besok aku akan bekerja. Sekarang kamu harus melayani aku dulu," ucap Doni dengan senyum nakalnya.
__ADS_1
"Melayani apa?" Indah pura-pura tidak mengerti.
"Ah masa kamu tidak tahu,"
"Tidak tahu," ucap Indah.
Doni segera menerkam istrinya. Membuat Indah berteriak karena terkejut. Padahal suaminya sudah melakukannya beberapa kali hari itu, namun seakan tenaganya tak pernah habis. Mungkin karena sudah lama tidak tersalurkan jadi begitu menggebu-gebu. Walau pun masih merasa sedikit nyeri di tubuhnya, Indah tak bisa menolaknya. Mereka bergumul kembali.
☆☆☆
Malam semakin larut, tapi klub malam tersebut justru semakin ramai. Lebih banyak orang yang datang untuk mencari hiburan. Kebanyakan dari mereka adalah pria-pria yang ingin suasana baru. Hanya beberapa orang saja yang terlihat datang bersama pasangannya. Selebihnya adalah mereka yang ingin menikmati keindahan para wanita malam.
"Ini sudah larut malam, apa istri mu tidak mencari?" tanya Elisha.
Santo tahu Kiya pasti mencarinya. Ia pasti akan menghubunginya berulang kali sampai ia mengangkat panggilannya. Oleh karena itu, sejak berangkat ia telah mematikan ponselnya.
"Biarkan saja, aku sudah mematikan ponsel ku," jawab Santo.
"Jangan begitu, bagaimana pun dia itu adalah istri mu. Kamu harus menghargainya jika masih ingin tetap bersama. Tapi jika kamu memang merasa tidak nyaman, sebaiknya di lepaskan dan kembalikan kepada orang tuanya baik-baik, seperti halnya saat kamu memintanya menjadi istri mu," saran Elisha.
Ia adalah korban pengkhianatan seorang suami. Ia tahu betul bagaimana rasanya di dikhianati dan tidak di cintai dengan tulus. Sangat menyakitkan. Walau pun Kiya sudah jahat kepadanya, ia tak ingin menyakiti wanita itu.
Santo sangat kagum dengan wanita di depannya. Walau pun penampilannya terlihat seperti "wanita nakal", ternyata ia sangat baik dan memikirkan perasaan orang lain. Benar-benar seperti sifat Kinan.
"Aku tidak mengerti mengapa kamu bisa berada di tempat ini. Yang jelas kamu wanita yang baik. Harusnya kamu mencari pekerjaan yang sesuai dengan karakter mu," ucap Santo.
Elisha tertawa. Setiap pria yang bersamanya hampir semua mengatakan hal yang sama dengan Santo.
"Aku sudah mencari pekerjaan halal kemana-mana, tapi tidak satu pun yang aku dapat. Mungkin memang sudah takdir ku untuk berada di tempat ini," jawab Elisha.
"Dona, maukah kamu bekerja untuk ku?" tanya Santo.
Elisha menatap pria itu dengan lekat.Santo memandangnya dengan serius.
"Bekerja sebagai apa?"
"Bekerja berpura-pura menjadi Kinan," jawab Santo serius.
"Hah?"
__ADS_1