Can I Love You?

Can I Love You?
Chapter 1


__ADS_3

Hai.. Semoga kalian suka dengan


ceritanyaaaa..


Jangan lupa meninggalkan jejak ya


selamat membaca xoxo


Chapter 1


“Bukankah kita pernah ketemu?”


Eldira membuka pembicaraan karena memang wajahnya tidak asing menurutnya. Tapi


orang yang disebrangnya terlihat hanya terdiam dan berpikir.


“Kamu anak universitas negeri A


nggak?” Eldira masih penasaran dengan pria itu, seperti memang pernah ketemu


tapi dimana


“iya” jawabnya


“ah.. kelas bisnis, iya kan?”


“iya” jawabnya singkat


“wah.. salam kenal, aku eldira.


Kita satu kelas loh, hehe”


“ah iya, aku Fylian. Maaf berapa


tadi totalnya?”


******


Suasana malam seperti biasa, dingin,


gelap dan nyaman. Eldira, wanita 20 tahun mendengarkan lagu sembari menikmati


milktea favoritnya. Dia duduk di jendela yang posisinya rendah, menikmati waktu


senggang dan pelepasan penat hingga waktunya untuk menutup toko. Kawannya masih


di luar untuk tugas photoshoot brand nya yang akan di jual mulai lusa. Saat ia


akan menutup tokonya tiba-tiba ada suara lelaki menghentikannya.


“maaf, tokonya udah tutup?” Tanya


pelanggan itu sopan

__ADS_1


“Belum, silahkan” eldira


mempersilahkan pelanggan itu masuk, terlihat seperti pria yang sangat modis dan


santai, celana chino warna army yang kakinya di lipat keatas dan kaos oblong


putih yang bagian depannya di masukkan celana sedikit, entah sesantai itu dan


sebiasa itu tapi berhasil menarik perhatian eldira, tubuhnya memang sangat


mendukung, jika saja dia di pakaikan baju compang camping pun bakal terlihat


menarik, tingginya saja kira-kira 180 cm, kalau kata mamaku sih kulitnya ini


termasuk kulit-kulit bersih, nggak tau juga yaa, hehe. Eldira masih


memperhatikan tubuhnya, “ah.. bahu itu,”


batinnya. Dia sangat-sangat terpesona dengan lelaki yang memiliki bahu yang


lebar, seperti ayahnya. “Pasti sangat


nyaman untuk di sandari”, batinnya lagi. Pelanggan itu terlihat


kebingungan, Eldira menghampirinya dan menanyakan apa yang bisa ia bantu


bermaksud baik melayani pelanggan terakhir hari ini. Selain itu, mungkin ia


“tolong saya mau setelan, tapi


yang santai tidak terlalu formal” baru saat ini eldira memperhatikan wajahnya,


yaaaa biasa saja. Kaca mata itu, ia terlihat seperti anak kutu buku.


“Buat anda?” pelanggannya hanya


mengangguk meng-iyakan


“sebentar” eldira mengambil


beberapa koleksi bajunya untuk diperlihatkan


“silahkan, ini koleksi kami”


Eldira memperlihatkan beberapa koleksinya dan pelanggannya memilih satu


stel  dan menyerahkannya kepada Eldira


“yang ini? Langsung dipakai apa


di kantongi?”


“bisa di bungkus untuk kado

__ADS_1


nggak?”


“di sebrang sana ada beberapa


kotak kado yang sudah jadi, silahkan anda pilih”pelanggannya mengambil asal


dari sebuah tumpukan kotak kado.


“totalnya Rp. 430,000 pak”


pelanggannya merogoh dompetnya. Eldira merasa pernah melihat atau bertemu


dengan laki-laki ini, tapi entah dimana. Dia mencoba memberanikan diri bertanya


dan memang mereka satu kelas dikelas bisnis, ternyata memang teman tapi tidak


pernah dekat.


“wah.. salam kenal, aku eldira.


Kita satu kelas loh, hehe” eldira menjulurkan tangannya


“ah iya, aku Fylian.”


“semoga kita bisa berteman”


Eldira tersenyum manis, mereka menjabat tangan sangat lama dan canggung


beberapa menit berlalu dan Fylian melepas genggamannya.


“Maaf berapa tadi totalnya?”


“Rp. 430,000” Fylian menyerahkan


beberapa uang dan membawa kantong belanjaannya. Eldira mengantarnya keluar


“terimakasih selamat datang


kembali” tak ada jawaban dari pelanggannya itu. Eldira kembali masuk dan


menutup beberapa jendela yang terbuka. Di mobil yang terparkir dekat dengan


toko eldira terlihat ada dua laki-laki didalam mobil, terlihat sangat mesra. “itukan


mobil fylian” ungkapnya penasaran, fylian duduk di kursi kemudi terlihat ia


memakaikan seatbelt pada laki-laki yang ada disebelahnya, dan laki-laki itu


menepuk beberapa kali pipi fylian. “ah, mungkin ia sahabatnya ya hahah. Orang ganteng jaman sekarang mah


sahabatanya lengket. Positive thinking eldira!” kemudian ia tak lagi melihat


aktifitas fylian dan mulai menutup toko.

__ADS_1


__ADS_2