
Hai.. Semoga kalian suka dengan
ceritanyaaaa..
Jangan lupa meninggalkan jejak ya
selamat membaca xoxo
Chapter 1
“Bukankah kita pernah ketemu?”
Eldira membuka pembicaraan karena memang wajahnya tidak asing menurutnya. Tapi
orang yang disebrangnya terlihat hanya terdiam dan berpikir.
“Kamu anak universitas negeri A
nggak?” Eldira masih penasaran dengan pria itu, seperti memang pernah ketemu
tapi dimana
“iya” jawabnya
“ah.. kelas bisnis, iya kan?”
“iya” jawabnya singkat
“wah.. salam kenal, aku eldira.
Kita satu kelas loh, hehe”
“ah iya, aku Fylian. Maaf berapa
tadi totalnya?”
******
Suasana malam seperti biasa, dingin,
gelap dan nyaman. Eldira, wanita 20 tahun mendengarkan lagu sembari menikmati
milktea favoritnya. Dia duduk di jendela yang posisinya rendah, menikmati waktu
senggang dan pelepasan penat hingga waktunya untuk menutup toko. Kawannya masih
di luar untuk tugas photoshoot brand nya yang akan di jual mulai lusa. Saat ia
akan menutup tokonya tiba-tiba ada suara lelaki menghentikannya.
“maaf, tokonya udah tutup?” Tanya
pelanggan itu sopan
__ADS_1
“Belum, silahkan” eldira
mempersilahkan pelanggan itu masuk, terlihat seperti pria yang sangat modis dan
santai, celana chino warna army yang kakinya di lipat keatas dan kaos oblong
putih yang bagian depannya di masukkan celana sedikit, entah sesantai itu dan
sebiasa itu tapi berhasil menarik perhatian eldira, tubuhnya memang sangat
mendukung, jika saja dia di pakaikan baju compang camping pun bakal terlihat
menarik, tingginya saja kira-kira 180 cm, kalau kata mamaku sih kulitnya ini
termasuk kulit-kulit bersih, nggak tau juga yaa, hehe. Eldira masih
memperhatikan tubuhnya, “ah.. bahu itu,”
batinnya. Dia sangat-sangat terpesona dengan lelaki yang memiliki bahu yang
lebar, seperti ayahnya. “Pasti sangat
nyaman untuk di sandari”, batinnya lagi. Pelanggan itu terlihat
kebingungan, Eldira menghampirinya dan menanyakan apa yang bisa ia bantu
bermaksud baik melayani pelanggan terakhir hari ini. Selain itu, mungkin ia
“tolong saya mau setelan, tapi
yang santai tidak terlalu formal” baru saat ini eldira memperhatikan wajahnya,
yaaaa biasa saja. Kaca mata itu, ia terlihat seperti anak kutu buku.
“Buat anda?” pelanggannya hanya
mengangguk meng-iyakan
“sebentar” eldira mengambil
beberapa koleksi bajunya untuk diperlihatkan
“silahkan, ini koleksi kami”
Eldira memperlihatkan beberapa koleksinya dan pelanggannya memilih satu
stel dan menyerahkannya kepada Eldira
“yang ini? Langsung dipakai apa
di kantongi?”
“bisa di bungkus untuk kado
__ADS_1
nggak?”
“di sebrang sana ada beberapa
kotak kado yang sudah jadi, silahkan anda pilih”pelanggannya mengambil asal
dari sebuah tumpukan kotak kado.
“totalnya Rp. 430,000 pak”
pelanggannya merogoh dompetnya. Eldira merasa pernah melihat atau bertemu
dengan laki-laki ini, tapi entah dimana. Dia mencoba memberanikan diri bertanya
dan memang mereka satu kelas dikelas bisnis, ternyata memang teman tapi tidak
pernah dekat.
“wah.. salam kenal, aku eldira.
Kita satu kelas loh, hehe” eldira menjulurkan tangannya
“ah iya, aku Fylian.”
“semoga kita bisa berteman”
Eldira tersenyum manis, mereka menjabat tangan sangat lama dan canggung
beberapa menit berlalu dan Fylian melepas genggamannya.
“Maaf berapa tadi totalnya?”
“Rp. 430,000” Fylian menyerahkan
beberapa uang dan membawa kantong belanjaannya. Eldira mengantarnya keluar
“terimakasih selamat datang
kembali” tak ada jawaban dari pelanggannya itu. Eldira kembali masuk dan
menutup beberapa jendela yang terbuka. Di mobil yang terparkir dekat dengan
toko eldira terlihat ada dua laki-laki didalam mobil, terlihat sangat mesra. “itukan
mobil fylian” ungkapnya penasaran, fylian duduk di kursi kemudi terlihat ia
memakaikan seatbelt pada laki-laki yang ada disebelahnya, dan laki-laki itu
menepuk beberapa kali pipi fylian. “ah, mungkin ia sahabatnya ya hahah. Orang ganteng jaman sekarang mah
sahabatanya lengket. Positive thinking eldira!” kemudian ia tak lagi melihat
aktifitas fylian dan mulai menutup toko.
__ADS_1