
Chapter 7
Bel apartemen eldira
berbunyi ia menghampirinya dan membukakan pintu, ia tertegun sosok lain dibelakang gia. Sosok yang sebenarnya (tidak) diharapkannya, entah perasaan di ambang lagi setelah sekian lama. Hanya sekedar melihat sosoknya belum sampai beberapa menit ia merasa kembali ke perasaan itu.
“eldira?” senyum itu, ia sangat amat membencinya. eldira menunduk dalam-dalam menyingkirkan kenangan yang melukai hatinya.
“h-hai kak.. udah lama nggak ketemu” sapa eldira mencoba senormal mungkin
“masuk kak” yang dipersilahkan masuk memasuki apartemen baru eldira dan memberikan tanaman hias yang dipot-nya terdapat tulisan tegak bersambung yang berbunyi “Peace Lily” benar-benar sangat cantik
“em.. aku nggak tau harus bawa apa hehe. Tapi waktu di toko bunga tadi aku inget kamu pengen punya tanaman yang sama dengan yang ada dikamarku. Jadi aku membawanya” eldira kembali mengingat moment yang sudah lama ia ingin tinggalkan
“halo yang udah didepan? Oke tak bukain pintu” vio bergegas membuka pintu untuk kekasihnya setelah ia masuk kembali ia tertegun melihat sosok pria yang ada didepan eldira
“kk-kak dimas?” iya dimas, pria yang dulu pernah menjadi kekasih hati eldira, usianya 4 tahun diatas eldira. Kurang lebih sekarang dimas 24 tahun, pria yang rencananya akan dinikahinya setelah tamat SMA tapi entah apa yang dipikirkan eldira sampai memutuskan dimas tiba-tiba.
“ah.. iya maaf kak bikin kakak berdiri disini lama, ayo masuk yang lain pasti udah menunggu” ajak eldira meninggalkan vio yang masih berdiri ditempatnya.
Gia berkali-kali melirik kearah eldira dan dimas, ia merasa bersalah karena membawa dimas kesini. Gia pasti tau apa yang dirasakan sahabatnya itu saat ini, bisa dilihat ia hanya memainkan sendoknya padahal yang lain sudah makan. Ia tidak mungkin menjelaskan semuanya di meja makan ini. Bisa-bisa akan kacau dan tak terkendali.
“el, jono nggak bisa dateng tadi dia titip salam ke kamu. Katanya ada pemotretan tiba-tiba”
“ah.. dasar pemodel sok sibuk” sambung vio
“el..” panggil gia menyadarkan eldira
“eh.. iya? Jono?”
“ Dryan tadi bilang kalau jono nggak bisa ikutt gabung karna ada pemotretan dadakan jadi dia titip salam ke Dryan buat kamu”
“ah iya, nggak apa apa kok” kata eldira sambil tersenyum. Percakapan yang sungguh sangat singkat, suasana kembali tenang gia tertekan dengan suasana ini sampai akhirnya ia membuka pembicaraan walaupun hanya basa-basi
“kak dimas apakabar? Udah lama kita semua nggak kumpul kayak gini heheh”
__ADS_1
“ah iya, baik kok. Kalau kalian gimana?”
“kak masih ingat aku kan?” tanya vio
“tentu dong viola” balas dimas dengan tersenyum
“kakak kok udah lama nggak ada kabar, kakak pindah ke luar negeri sama orang tua kakak ya?” tanya vio
“iya tapi nggak terlalu lama, setelah emm.. berpisah dengan eldira aku langsung pergi ke luar negeri tapi hanya sekitar 1 tahun trus kembali lagi” yang lain ber-oh dengan jawaban dimas.
“eldira kamu sibuk apa sekarang?”tanya dimas
“Aku kuliah dan menjalani bisnis kecil-kecilan sama mereka”
“yang berhubungan dengan model? Fashion?” eldira mengangguk meng-iyakan
“kalau kakak?”
“Aku ikut di bisnis keluarga dan mengelola beberapa cafee”
“el.diosa”
“ah.. akanku cari”
“deket dengan kampus kalian. Mampirlah kalau ada waktu” mereka semua mengangguk dan tersenyum atas
tawaran dimas
“eldira.. bisa keluar sebentar?” ajak dimas, eldira menoleh dan mengangguk kemudian mengikuti dimas.
#
Mereka berjalan mengelilingi komplek, sama sekali tak bergeming, menikmati hilir angin malam dan beberapa cahaya dari langit. Sejak putusnya hubungan asmara mereka dimas sama sekali tidak pernah bertanya alasan eldira memutus dimas hal ini yang memperkuat alasan eldira. Dan kenapa dimas baru menemuinya sekarang? Walaupun sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu dimas masih tidak sanggup untuk menghadap eldira. Tapi ia dihadapkan kesempatan sehingga saat ini ia coba beranikan diri menemui eldira.
“kenapa ngajak keluar?”
__ADS_1
“capek ya?” eldira tidak menjawab suasana hatinya berantakan, ia sedang malas berbicara mulutnya
terkunci rapat-rapat
“aku nggak nyangka sampai bisa ngajak kamu keluar gini. Maaf karena lama untuk datang menemui mu. Bahkan wisudamu aku nggak dateng” jelas dimas
“itu lampau banget, lupain aja kak” mereka masih menyusuri jalanan, tidak ada tujuan mengikuti kemana arah kaki mereka bergerak. Terkadang mereka berbicara beberapa topik dan kadang diam menikmati keadaan. Dimas masih tidak berani menanyakannya, ia rasa waktunya tidak tepat lihat saja eldira sangat irit bicara, ia tau betul sifat
anak itu. Mungkin lain kali, untuk sekarang perbaiki hubungannya dengan eldira agar bisa sedekat dulu. Tapi diujung sana fylian melihat eldira dengan pria yang ia temui di kampusnya tadi, ia teringat cerita singkat gia tentang pria itu tapi fylian meninggalkannya dan masuk ke gedung apartemen.
“duduk dulu yuk” ucap dimas sembari menarik tangan eldira
“haus nggak? Aku beli minum dulu” dimas beranjak tapi tiba-tiba eldira mencegahnya
“nggak! Aku nggak haus kok. Kakak duduk aja.”
“ee.. kakak mau ngobrol apa? Tanyain aja, menurutku dari tadi kakak udah basa-basi” lanjut eldira
“ah.. heheh maaf ketauan ya. Nggak ada yang pengen aku obrolin sih, aku ngajak kamu keluar biar
ada waktu berdua aja. Mungkin ada yang kamu belum selesaikan dulu selesaikan aja sekarang”
“menurutku udah jelas sih, dan udah selesai” mereka saling menatap pancaran kemarahan eldira
terlihat jelas dimata nya, kemudian ia berdiri, dimas ingin meraih tangan eldira
“ayo keatas, temen-temen pasti menunggu” dimas mengurungkan niatnya kemudian mengikuti
eldira dari belakang. Tak ada yang bicara sampai mereka bergabung dengan yang lain di apartemen eldira.
“maaf temen-temen aku ke kamar dulu” eldira berjalan menjauhi perkumpulan itu, ia masih shock dengan munculnya dimas ditambah lagi ia capek karena pindahan langsung hari ini. Ia harus istirahat mengisi energi untuk pemotretan besok. Ia hari ini mengijinkan vio dan gia menginap agar nggak kesiangan untuk pemotretan besok. Antusias untuk liburan dan pemotretan ini menurun sebab kenangan yang ingin ia buang kembali lagi, merobek hatinya sekali lagi. Ia pernah berharap dimas datang dan memperbaiki semua tapi jika itu sekarang rasanya terlambat bagi eldira kembali bersama dimas. Ia perlahan terlelap dengan musik yang masih mengalun di samping
ranjangnya. Berharap pagi akan segera datang dan malam membawa semua lukanya menghilang.
__ADS_1
@