
Chapter 9
Eldira menggeliat pelan, ia merasa hangat sinar mentari menyentuh wajahnya kemudian mulai membuka matanya, melihat teman-temannya sudah turun dan berbincang didepan sana. Eldira menghampiri mereka dengan satu tangan mengucek matanya dan tangan yang lain memegang jaket fylian. Kemudian teman temannya berdiri menghampiri eldira
“kamu udah bangun, tenggorokanmu gimana?” tanya gia
“udah agak mendingan kok” eldira meyakinkan dan menyodorkan jaket ke fylian
“terimakasih” ucap eldira sambil tersenyum ke fylian yang juga dibalas dengan senyuman
“dimana temenmu jon?” tanya eldira ke jono
“maaf mbak, dia diare nggak bisa keluaar rumah jadi tadi aku kesini sama mas dryan. Maaf banget mbak”
“nggak ada pengganti gitu?”
“kalau hari libur kayak gini kebanyakan temen-temen nggak mau mbak” jelas jono
“kemenyek” (arti: sok) cibir vio dengan logat jawanya
“yaudah jadi akhirnya gimana?” eldira mulai kesal, nggak mungkin jadwal release produknya ditunda lagi
mereka berfikir sejenak, membiarkan kicauan burung mengalun menggantikan suara mereka.
“bentar deh” fylian yang dari tadi hanya memperhatikan mereka bicara tiba-tiba kaget ketika gia yang ada disebelahnya mengacak-acak rambutnya dan melepas kaca matanya
“wah.. liat deh,kita punya model baru” ucap gia, mereka tak terkecuali eldira membuka mulutnya takjub dengan paras pria yang ada didepannya itu, walaupun eldira sudah pernah melihat fylian melepas kaca matanya tapi sedikit acakan rambut membuatnya tampak berbeda.
“mungkin sedikit poles akan lebih sempuna”
“e-eh maksud kamu?” tanya fylian
“jadilah model kami” pinta gia dengan posisi memohon menangkupkan kedua tangannya dan memasang ekspresi memelas yang sedikit menjijikkan.
“t-tapi aku nggak bisa pose, kaku”
“nggak masalah asal ada kemauan” bujuk gia, fylian menoleh kearah eldira dan mendapat anggukan dari eldira kemudian ia pasrah dan menjauhkan tubuh bagian atasnya ke meja.
“okeee! Masalah udah clear mari siap-siap kawan, kita bereskan dulu pekerjaannya trus bisa enjoy menikmati suasana ini. Ayoo semangat!” mereka bangkit dari duduknya dan membantu mengeluarkan barang-barang dari bagasi. Eldira tersenyum melihat fylian dengan ketidakberdayaannya yang masih meletakkan kepalanya diatas meja.
__ADS_1
#
Sesi foto dengan produk pertama telah usai, pendapat fylian mengenai pose kakunya sangat ditentang oleh gia, Gia berkali-kali memuji pose fylian yang tampak bagus dijepretannya. Bahkan gia nggak perlu lama-lama mengarahkan fylian sudah paham dan cepat beradaptasi. Sehingga tidak perlu membuang waktu dan sesi pemotretan pertama telah selesai. Dari kejauhan eldira terlihat terburu-buru dan menyibak beberapa rumput liar yang menghalangi jalannya seperti mencari sesuatu. Karena sudah 15 menit waktu istirahat dirasa cukup tapi model-nya tiba-tiba menghilang. Iya.. fylian, dari setelah pemotretan pertama telah selesai ia tidak terlihat sama sekali. Jadi eldira mencoba mencari nya sambil menelponnya berkali-kali tapi berkali-kali pula telponnya dibiarkan berdering. Kemudian ia melihat punggung seseorang yang bisa jadi punggung dari seseorang yang ia cari dari tadi.
“fylian?” panggilnya tapi yang dipanggil masih diam tidak merespon kemudian eldira mendekat kearah wajahnya menghadap. Ia memastikan bahwa itu fylian. Kemudian ia duduk di samping fylian yang masih tidur dengan menjadikan tangan kiri sebagai penopang kepalanya dan wajah yang ia kagumi diam-diam benar-benar terpampang nyata di hadapannya. Eldira tersenyum melihat fylian tertidur seperti ini ‘lucunya, makanya dari tadi dipanggil nggak nyaut’ batinnya. Kemudian ia menyamai posisi fylian sehingga sekarang ia bisa melihat jelas wajah tampan itu. ‘apa ini yang kamu sebut topeng fyl? Sangat-sangat..’ eldira tidak melanjutkan bicaranya dalam hati
ketika ia melihat fylian bergerak dan membuka sedikit matanya. Ia terjingkat mengangkat kepalanya dan membenarkan posisi duduknya sedikit bergeser menjauh dari fylian.
“uu-udah waktunya pemotretan sesi ke..kedua” ucap eldira terbata tidak menyangka fylian akan membuka matanya ketika ia di posisi seperti itu.
“5 menit” jawab fylian sembari kembali tertidur dengan posisi yang berbeda. Kepalanya tidak lagi ditopang dengan tangan kirinya, kepalanya lambat-lambat terjatuuh dipundak eldira. Eldira terkaget kemudian kaku menjaga posisinya tapi ia tidak berniat membangunkan fylian atau meletakkan fylian ke meja atau apalah yang membuatnya bebas dari kepala fylian. Ia benar-benar membiarkan fylian tertidur di pundaknya, membiarkan lehernya merasakan sentuhan rambut fylian, menikmati aroma parfum dari pria ini. Jantungnya berpacu, ia tidak bisa mengontrolnya walaupun sudah beberapa kali ia mengambil nafas dalam-dalam ‘ada apa dengan mu! Sadarlah! Kenapa kau berdetak dengan keras!’ batinnya sambil menyentuh daerah dada nya.
“ayo kembali, sudah 5 menit” ajak fylian yang tiba-tiba berdiri dan berjalan meninggalkan eldira yang masih tertegun. Kemudian eldira berlari mengejar fylian
“kamu nggak capek tidur diposisi kaya gitu tadi? Butuh balsem?” tanya eldira.
“dasar wanita tua” ejek fylian
“hah? Apa?”
“kamu ini! Wah benar-benar!” eldira mendahului fylian, ia tersenyum melihat eldira merajuk seperti itu, ia mengejarnya dan membujuknya, membuat jokes lucu atau bertingkah gila yang membuat eldira kembali tersenyum.
Sepertinya mereka berjalan menjauhi area pemotretan tapi tentu tidak. Seberapa dekat jarak yang akan kau tempuh, Dengan berjalan bersama seseorang yang kau cintai akan ada banyak hal yang terjadi, akan ada banyak pembicaraan yang bakal kalian ungkap, akan ada masa lalu yang terbentuk, akan ada bibit rindu yang dipersiapkan ketika tidak bertemu dan tawa serta tangis yang selalu menyertai. Waktu yang menurutku sangat lama berlalu ini bisa jadi sangat cepat berlalu ditempatmu karena kau sedang menghabiskan waktu dengan kesayangan yang memenuhi hari-harimu. Kembali ke eldira dan fylian, eldira tiba-tiba merubah ekspresinya. Fylian kemudian melihat kearah tatapan eldira mengarah, ia tidak asing dengan seseorang yang datang mendekatinya dengan membawa dua kopi ditangannya sambil tersenyum ke eldira.
“hai el” sapanya tanpa ada jawaban dari eldira
“kak dimas kok ada disini?” tanyanya
“iya aku ada pekerjaan di sekitar sini juga jadi mampir.” jawabnya
‘ah iya, lelaki yang ku lihat tadi malam bersama eldira dan yang ketemu di kampus. Laki-laki yang pernah menjadi istimewa di hidup eldira’ batin fylian
“ini buat kamu. Terimakasih sudah bekerja keras” kata dimas dan memberikan satu kopi untuk eldira
Dimas menatap fylian dan tersenyum ke arah eldira seakan mengode untuk diperkenalkan
“ah iya.. fylian ini kak dimas, kak dimas ini fylian”
“hai fylian aku dimas. Kita pernah bertemu kan sebelumnya?” ucap dimas dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman tanda perkenalan tapi fylian malah mengantongi tangannya. Ia tidak berniat mengenalnya dan hanya mengangguk untuk jawabannya.
“ah.. maaf aku hanya membawa dua kopi, yang lainnya ku berikan ke gia” fylian memalingkan pandangannya dan menghembuskan napas dalamnya
__ADS_1
“boleh kupinjam eldira sebentar?” setelah bertanya tubuh dimas di putar oleh eldira
“fylian, kamu kembali ke lokasi pemotretan ya, aku mau bicara sama kak dimas dulu” eldira dan
dimas berlalu.
Saat eldira membalikkan badannya ia melihat fylian berjalan menjauhinya, punggung itu...
“kakak tau dari mana ada pemotretan disini?”
“ah itu.. dari gia dan vio semalem, dan kebetulan ada pekerjaan jadi mampir sekalian”
Mereka berjalan mendekati mobil dimas yang terparkir dipinggir jalan
“maaf nggak bisa lama-lama hehe”
“terimakasih udah mampir dan kopinya. Mereka pasti menyukainya”
“kalau kamu?” pertanyaan tiba-tiba dan tidak disangka eldira membuatnya terkejut
“pergilah! Jalanan akan macet sebentar lagi”
“yaudah aku pergi dulu. Bye~” dimas berlalu dengan mobilnya, eldira kembali ke tempat pemotretan yang telah berakhir lagi. Ia tidak menyangka sesi kedua tak kalah cepat dengan sesi pertama
“dimana kak dimas?” tanya gia
“kembali kekantor. Kalian udah selesai? Cepat sekali”
“iya, fylian tidak mengecewakan”
“terimakasih semuanya karena sudah bekerja keras. Akan kutraktir lain kali” ucap eldira yang disertai sorak dari teman-temannya, ia meraba kantongnya mencari handphone yang sedari tadi tidak ia check, ia memutuskan mencarinya dimobil
“aaaaaaa” ketika ia membuka pintu mobilnya ia terkejut karena ada fylian yang sedang mengganti bajunya, kemudian ia tutup kembali
“ma-maaf nggak sengaja” fylian keluar dari mobil masih dengan telanjang dada dan kaos yang masih ia pegang
“udah selesai?” eldira kembali kaget dengan tingkah fylian yang bertelanjang dada ketika keluar dari mobil
“apa kamu nggak bisa menyelesaikannya didalam mobil!” omel eldira
“maaf-maaf kukira kamu buru-buru jadi aku langsung keluar. Aku udah selesai kok masuklah” eldira masuk ke mobilnya mencari handphone-nya dan mengecek beberapa email chat atau telpon yang masuk ke handphone-nya. Ada sebuah pesan teks dari nomor yang tidak bernama masuk ke handphone-nya yang tiba-tiba merubah mood-nya. Handphone-nya kembali ia matikan dan ia tinggalkan di mobil, kemudian ia bergabung dengan teman-temannya yang sedang menikmati bekal yang dibawa eldira.
__ADS_1