
Happy reading <3 jangan lupa like dan komennya :)
Chapter 8
Eldira terbangun, sinar matahari menyapa kulit wajahnya ia tersenyum dan membuka sedikit jendelanya agar dapat menghirup udara segar pagi ini. Ia keluar dari kamarnya melihat sekeliling ‘bersih’ setelah beberapa agenda tadi malam hanya ada dua perempuan yang tegeletak dibawah masih menikmati mimpinya walaupun dipagi hari. kemudian Ia berangkat ke kamar mandi.
Dering alarm sangat membingungkan, dua alarm sama-sama menyala tapi sang empu tak mau mendengarnya. Eldira mendengus kesal dan membiarkan alarm tetap berbunyi selagi ia membuat sarapan untuk dirinya dan sahabatnya itu. Sampai akhirnya gia tersadar dan mematikan alarmnya dan berangkat ke kamar mandi juga.
Eldira berpakaian rapi, melihat list barang yang harus ia bawa hari ini dan tidak ada satupun barang yang tertinggal.
“beres..” ucapnya
“el jangan lupa baterai kamera ku ya” eldira mengangguk kemudian mengambilnya, ditaruhnya dalam tas.
“vio! Ih molor banget, bangun! Nanti kesiangan, kita belum sarapan juga. Cepetan ah” gia menggoyang-goyangkan badan vio dengan kakinya. Sebenarnya ia juga masih mengantuk akibat semalaman begadang dengan vio dan dryan, dimas pulang setelah eldira masuk kedalam kamarnya. Dryan pamit pulang setelah semua merasa ngantuk, ia pulang dan tugas hari ini ia harus menjemput jono dan kawannya untuk pemotretan.
Kini mereka sedang sarapan, masih ada waktu 1 jam untuk mempersiapkan barang dan berangkat. Mereka harus membawa barang satu-satu untuk dipindahkan dimobil, yaa itung itung olahraga pagi heheh.
“udah semua kan?” tanya eldira
“gia masih diatas, kayaknya itu barang terakhir” jawab vio
#
“baterai baterai.. bisa mati kalau nggak bawa ini nih” gia menyeret tas besar itu ia sudah tidak bertenaga untuk mengangkatnya ia mengecek barang terakhir yang ia bawa dan masuk kedalam lift. Ia lupa belum bercerita ke eldira soal dimas ia masih merasa bersalah tapi wajah eldira kembali ceria yaa lebih baik dari semalam. Rasanya eldira siap untuk memakan seseorang. Lift nya ia tak menyangka ada sebuah bantuan datang
“eh gia?”
“fylian fylian tolong bawain ini kemobil” dorong gia sampai fylian menjauhi lifnya dan otomatis tidak jadi menaikinya.
“apa ini?” tanya nya kemudian mengangkatnya sesuai perintah
“udahlah ayo”
__ADS_1
“mau pemotretan ya?” gia mengangguk meng-iyakan
Dari jauh gia diberi isyarat untuk cepat mendekat kemudian ia berlari meninggalkan fylian yang berjalan sangat santai dibelakang sana.
“ada apa?” tanya gia
“dryan bilang temennya jono nggak bisa dateng jadi dia dateng sama jono doang. Gimana dong? Telfon ke agensinya kek” ungkap vio dengan keresahan
Eldira kaget barangnya dibawa oleh fylian, pria yang ia hindari akhir-akhir ini. Eldira memaku dan mencoba bergeser di belakang vio agar ia tidak kelihatan.
“gi.. gia barang nya” bisik eldira
“ah iya fyl, makasih” gia tidak menghiraukan ucapan eldira karena sibuk menelpon
“taruh mana?” vio dan gia masih menunggu telponnya diangkat oleh seseorang disebrang sana. Eldira yang kasihan dengan fylian kemudian menghampirnya dan menunjukkan tempat untuk barang itu. Mereka tak bersapa, gia yang melihatnya sedikit curiga mungkin asumsi gia benar kalau mereka bertengkar.
“aku pamit dulu, sukses pemotretannya”
“iya ikut aja, deket kok” imbuh vio.
“tapi.. aku nggak akan bisa bantu apa-apa”
“sama dong kaya vio. Hahah” jawab gia sambil tertawa melihat vio yang bersungut-sungut karena omongannya
“udah ayo berangkat dulu, kita diskusi-in sama dryan nanti disana” ajak eldira, kemudian berlalu masuk ke mobil
“keluar, biar aku yang nyetir” perintah fylian
“nggak apa-apa kok, cepet masuk kita udah kesiangan”
“udah fyl ikutin aja kata eldira, dia super driver kok. Haha” fylian mengikuti kata vio, kemudian ia duduk di jok samping eldira. Canggung tapi mau gimana lagi
Eldira perlahan menutup pintunya dan menjalankan mobilnya. Musik mengalun memecah keheningan mereka, eldira dan fylian fokus ke jalan (mungkin hanya karena canggung akibat kejadian tempo hari) sedangkan vio dan gia tertidur, lebih tepatnya gia pura-pura tertidur agar fylian dan eldira lebih leluasa menyelesaikan masalah mereka tanpa takut didengar vio dan dirinya. Tapi menit-menit berlalu ia tidak mendapati apa-apa sehingga tertidur pulas.
__ADS_1
“ada tempat istirahat didepan sana kamu nggak ambil jalur kiri?” tanya fylian
“mampir dong el, kebelet nih” pinta vio dengan mata yang masih tertutup, kemudian eldira meminggirkan mobilnya untuk beralih jalur dan berhenti di tempat istirahat. Mereka bergegas lari kekamar mandi, fylian dan eldira masih stay di mobilnya
“kamu nggak turun?” eldira menggeleng tanpa melihat kearah fylian, dilehernya seperti ada sebuah kayu penyanggah yang tidak membiarkannya menoleh sedikitpun. fylian turun dan memasuki mini market terlihat ia asyik bercanda dengan pegawai minimarket bahkan sepertinya mereka saling bertukar nomor?
“tch.. dasar cewek jaman sekarang” pekik eldira, ia masih bersantai dimobil memainkan smartphone-nya dan sekilas melihat fylian akan kembali ke mobil dengan membawa dua botol.
“fyl.. ih bener banget lagi haus nih” vio tiba-tiba merebut satu botol dari tangan fylian dan kemudian meminumnya. vio dan gia kembali kemobil dengan perasaan lega dan kembali ke posisi untuk tidur. Fylian kembali memberi perintah agar ia duduk di jok penumpang
“turun, gantian yang setir” eldira mendongak, melihat ekspresi dingin fylian saat ini
“eng.. enggak apa-apa kok”
“turun!” ucapan fylian membuat eldira mendongak melihatnya, ekspresi dinginnya mampu menghipnotis eldira untuk berdiri dan beralih ke tempat duduk samping sopir.
Sekarang mobil dijalankan oleh fylian, vio dan gia kembali tertidur. Eldira memastikan fylian tidak salah ambil jalan
“tidurlah, nyetir sampek sini pasti capek” ucap fylian tanpa menoleh sedikitpun
“aku tau jalannya kok tenang aja” imbuhnya meyakinkan eldira. Membuat eldira mulai tenang dan mengatur posisi, ketika ia merogoh saku di jok mobilnya ia menemukan sebuah snack kesukaannya yang masih tersisa sedikit. Ia memakannya tanpa memperdulikan fylian, ia asyik memakannya sampai tersedak dan terbatuk-batuk. Fylian memastikan eldira dan mencari botol minuman tadi yang ia beli.
“kamu nggak apa-apa?” tanya fylian
“air” jawab eldira, ia pikir ini adalah karma karena tidak menawari fylian untuk gabung memakan snack ini, vio dan gia terbangun, mereka juga mencarikan air minum untuk eldira tapi nihil.
“persediaan ada dibagasi bawah gimana dong, air yang disini udah habis dari tadi” sementara eldira masih terbatuk dan menahan sakit di tenggorokannya fylian menemukan botol minumnya di saku pintu mobil dan memberikannya ke eldira. Eldira meminum habis air yang ada di botol tanpa tersisa sedikitpun setelah meminumnya ia berkaca-kaca menahan rasa sakit
“sakit, huhu” ia mulai menangis dan fylian meminggirkan mobilnya. Mereka sedikit panik karena melihat eldira mulai menangis dan berkali-kali mengatakan sakit. Butuh waktu lama untuk mencari kedokter atau alternatif lain, berkali-kali juga fylian mencoba membujuk eldira agar mau diantar kerumah sakit tapi eldira menolak.
“yaudah buat tidur aja” fylian mengusap air mata eldira dengan hati-hati, dan menyenderkan tubuh eldira ke jok. Perlahan posisi jok diturunkan agar eldira lebih nyaman. Ia juga melepas jaketnya untuk menyelimuti eldira. Kemudian ia melanjutkan kembali perjalanan.
@
__ADS_1