Can I Love You?

Can I Love You?
Episode 6


__ADS_3

Chapter 6


Detik terdengar memekakkan, tak ada yang bisa didengar selain


dentingan jam. Suasana begitu sunyi dan canggung, entah kenapa tak ada yang


memulai pembicaraan. Eldira tak tau apa yang harus diperbuatnya. Jarak mereka


sudah sedekat ini, saat ia menarik tangannya dari genggaman fylian malah


ditarik kembali oleh fylian. Eldira mencoba memikirkan topik pembicaraan tapi


otaknya benar-benar kosong saat ini. “wah..


matanya indah” batin eldira saat mengeksplor wajah fylian saat pandangan


mereka bertemu. Eldira memperjelas wajah fylian yang biasanya ia lihat dari


jarak jauh, ia perlahan menyentuh wajah fylian. Ia meraba setiap inci wajah


tampan yang ada didepannya itu, ia menghentikan aktifitasnya itu setelah


menjelajah di wajah fylian, tapi jari nya masih menyentuh bibir bawah fylian


dan perlahan mengusapnya. Masih tak ada yang buka suara dan benar-benar sunyi. Fylian


mendekatkan wajahnyabenar-benar dekat sampai nafas mereka menyapu permukaan


masing-masing, eldira menutup matanya pelan merasakan sentuhan di bibirnya terasa


sangat.... eldira membuka matanya dan mendorong fylian kasar. Ia tersadar fylian  terdorong jauh dan kebingungan mengatasi


semua perasaan yang campur aduk dibenaknya. “a.. ah, maaf, aku harus pulang”


ucapnya terbata-bata meninggalkan fylian yang masih tertegun memikirkan


tindakan konyolnya yang bisa saja merusak hubungannya dengan eldira. Ia


membenarkan posisi duduknya menunduk dan mengusap rambutnya kasar, ia hanya


takut eldira membencinya setelah ini.


Di sisi lain, eldira menatap langit-langit kamarnya,


mengayunkan kakinya pelan. Merutuki dirinya berkali-kali “yaaaaa, bagaimana aku


bisa segila ini? Hah?”


“wah, betapa malunyaa”


“bagaimana kalau besok ketemu dikampus?” argghhhh


Ia benar-benar membenci situasi konyol ini, berguling-guling


ke kanan ke kiri dan memukuli kasur yang benar-benar tidak akan membantunya.


Beberapa saat kemudian ia berhenti


“tapi... apa yang aku lihat terus muncul dipikiranku bahkan


ketika dia akan menciumku, sampai aku mendorongnya seperti itu” katanya pelan


“apa aku salah? Dia bahkan tidak pernah menjelaskan


kehidupannya denganku tapi.. ta.. tapi tiba-tiba dia akan menciumku setelah aku


melihatnya bermes..” suaranya menghilang mencerna perkataannya sendiri


“bermesraan dengan laki-laki lain” eldira terdiam dan


membiarkan pikirannya berkecamuk, apa yang harus ia pikirkan adalah bagaimana

__ADS_1


cara menghadapi fylian besok.


“mungkin dengan ke toko aku bisa menyingkirkan


pikiran-pikiran ini”


Malam telah benar-benar berlalu, kini eldira sudah menikmati


pagi dikampusnya. Ia berangkat awal untuk menghindari fylian, betapa salah


tingkahnya nanti kalau dia ketemu dengan fylian. eldira menghubungi vio dan gia


untuk menemaninya tentu saja tidak dengan alasan untuk menghindari fylian tapi


masalah project toko eldira. Bisa bahaya kalau dua sahabatnya ini sampai tau.


“perkembangannya gimana?” tanya eldira


“kalau tempat dari usulanmu aja yang kemaren-kemaren itu,


hutan XZ. Aku cari di internet sih view nya nge-pas banget sama baju yang mau


kita jual” saut gia


“kalo dari produknya sih udah 80%, jadi mungkin minggu depan


kita udah bisa foto-foto” jelas vio


“oke, tempat udah, produk juga udah 80%, kita foto hari sabtu


depan aja ya biar minggu bisa istirahat. Oh modelnya udah dihubungi? Kita pakai


jasa lama atau cari yang baru? Butuh 2 laki-laki kan?”


“Model aku pakai jasa lama aja el, kalau baru susah


nyesuai-in harganya”


mah” mereka berbincang santai sebelum masuk kekelas. Sedikit membicarakan


perkembangan toko eldira, seputar hubungan asmara masing-masing, skincare dan


persoalan cewek lainnya sampai lupa waktu.


“fylian, tugas yang kemarin dikumpulin sekarang. Aku lupa


nggak bilang kekamu”


“ah.. iya ndre, softfile kan?” Fylian celingak-celinguk


mencari eldira, pagi ini dia sama sekali tidak bertemu dengan eldira. Ia hanya


ingin meminta maaf dengan sikapnya yang kurang ajar kemarin tapi sedari tadi ia


tidak menemukan sosok yang ia cari.


“fyl... kamu dengerin aku kan?” fylian tersadar ada orang


didepannya sedari tadi


“a ah.. iya ndre paham-paham, makasih. Aku duluan ya” ia


meninggalkan temannya itu dan mendekati gia


“eldira ada” gio yang tiba-tiba di cegat kaget. Dan sontak


memundurkan tubuhnya


“ih.. ngagetin aja sih” omelnya


“ada, kenapa? Kalian berantem?”

__ADS_1


“eng.. enggak. Sekarang dia dimana?”


“sikap kalian aneh deh. Dia baru aja pulang sama vio, mau


nyiapin kepindahannya”


“pindah kampus?”


“pindah negara!”


“serius gia?” Fylian sudah kepikiran kemana-mana, ia


membelalakkan matanya dan bingung harus berbuat apa


“ih.. nggak bisa becanda ya, pujangga ini heheh. Dia mau


pindah apartemen” jelas gia


“oh..” ada rasa lega di benak fylian


“nanti malem ada pesta kecil-kecilan di apartemen barunya


eldira. Satu kawasan kok Cuma beda gedung. Mau ikut?” ajak gia


**


“waaahh.. suasana baru nih”


“vio bisa bantu angkatin ini nggak”


“kamu nggak bisa angkat ini sendiri? Aduh manusia lemah” ejek


vio


“lumayan nggak sih, dapet suasana baru walaupun masih satu


kawasan setidaknya kamarnya nambah satu hehe”


“sip sih menurutku, pemandangan dapet, matahari dapet, angin


sepoy sepoy dapet. Sip banget deh. Jadi pengen nginep terus disini” vio


berkali-kali mendapatkan tatapan tidak suka dari eldira sebagai respon dari


keinginannya untuk menginap ditempatnya. Mereka mulai  menyiapkan beberapa masakan dan minuman untuk


pesta kepindahan eldira. Karena eldira tidak memiliki banyak teman jadi yang


diundangnya hanya vio, gia, gebetan vio jadi mungkin ini idak bisa disebut


pesta, lebih tepatnya makan malam bersama. Setelah beberapa jam berlalu,


walaupun prabotan-prabotan masih acak tapi seetidaknya sudah tertatat rapi


dipinggir, barang-barang sudah masuk salah satu kamar dan em.. yaaa lumayan


bersih. Sebuah bel berbunyi eldira dan vio saling pandang yang akhirnya eldira


membukakan pintu untuk tamunya itu.


“wih.. gila bagus banget” tanpa permisi dan disuruhpun gia


sudah nyelonong masuk


“vioooo makaaannn, laper banget iniii” teriak gia


Eldira masih tidak bisa bergerak mendapati sosok yang


benar-benar tak disangkanya datang.


“h-hai..”

__ADS_1


__ADS_2