
Chapter 10
Fylian meletakkan tangannya diatas meja dan menjadi alas untuk kepalanya yang kini terasa agak berat. Ia kembali memikirkan beberapa hal yang sampai membawanya kesini. Karena vio dan gia ia bisa mencari kesempatan untuk menjelaskan kejadian tempo hari dengan eldira agar kecanggungan ini segera berakhir dan hubungan mereka bisa kembali seperti semula. Ia mulai teringat ketika eldira tadi terbatuk karena tersedak cemilannya sendiri didalam mobil dan mulai menangis merengek kesakitan, ekspresi eldira terekam jelas diotaknya ‘ah.. imutnya’ batinnya, ia sungguh terjatuh ke sisi eldira yang manja. Ia mulai tersenyum sendiri saat ekspresi itu memenuhi kepalanya. Tiba-tiba handphone-nya bergetar disakunya, saat ia cek ternyata cuman sms dari nomor baru.
Hai kak, aku nadia.Adik kelas kakak waktu SMA yang tadi ketemu di minimarket.
Save ya kak. Heheh
Begitulah isi pesan di handphone fylian. Ia tidak membalas dan meletakkan kembali handphonenya disaku. Angin begitu sibuk membelai fylian hingga ia tertidur dalam sekejap. Ia lupa ia juga manusia yang butuh tidur, semalaman ia begadang mencari cara agar bisa menemui eldira yang ia rasa menjauhinya sejak kejadian itu sampai pagi
menyapa kembali ia tidak tidur sedetik pun sampai ia berada disini dan dipaksa menjadi model sialan.
Dari jauh samar-samar ada yang memanggil namanya namun matanya sangat berat untuk dibuka. Suara yang sangat familiar, tapi ia benar-benar tak bisa membuka matanya sekarang, ia kembali terlelap. Sebuah hembusan nafas menerpa wajahnya membuat fylian terbangun dan mulai membuka matanya. ‘eldira?’ batinnya, sedekat itu ia
meletakkan wajahnya didepan wajah fylian. Fylian mencoba bertindak normal walaupun ia sangat ingin menahan eldira tadi.
“uu-udah waktunya pemotretan sesi ke..kedua” ucap eldira terbata membuat fylian tersenyum saat mendengarnya.
“5 menit” jawab fylian dan menaruh kepalanya di pundak eldira secara tiba-tiba.
Eldira gugup dan kaget, fylian merasakan kekakuan tubuh eldira saat menopangnya membuat fylian tidak bisa lagi tertidur walaupun memejamkan matanya. Ia menikmati aroma eldira yang berkali-kali dihirupnya. Tarikan dan hembusan napas eldira sangat terdengar ditelinga fylian, bahkan jantungnya yang berpacu sedikit lebih keras membuat fylian ikut merona. pikiran-pikiran kotor datang silih berganti, fylian tiba-tiba beranjak dan mengajak eldira kembali.
Ditengah perjalanan ketika mereka hendak kembali, sosok pria dari kejauhan menyapa eldira dan membawa dua kopi ditangannya. Senyumnya merekah ketika mendekati mereka. Iyaa pria itu adalah dimas, entah kenapa fylian sangat membenci pria ini. Walaupun menurut gia pria ini nggak ada tandingannya tapi faktanya sampai
eldira memutuskannya pasti ada yang salah dengan pria ini. Entah itu alasan yang logis atau tidak untuk membenci seseorang yang tidak ada kaitannya denganmu. Hanya saja dia sangat membencinya walau dimas tidak berbuat salah sedikitpun padanya. Saat eldira memeperkenalkan mereka berdua dan dimas berniat untuk memberi jabat tanga fylian malah menaruh tangannya dikantongnya. Sangat-sangat tidak sopan, ia tidak tahan melihat mereka berdua berjalan bersama sampai akhirnya memutar balik mencari jalan lain untuk sampai ke tempat pemotretan.
Ditengah suara bidikan kamera gia dan beberapa persembahan pose-nya, ia memikirkan apa yang terjadi dengan eldira dan dimas saat ini. Apa yang mereka lakukan dan kenapa sampai selama ini nggak kembali kesini. Ia terus memikirkannya hingga tak terasa pemotretan selesai, ia rasa harus segera ganti baju biar nanti dapat kesempatan untuk berbicara dengan eldira ia langsung bisa mengajaknya bicara empat mata. Ia memutuskan untuk ganti dimobil, agar lebih cepat. Tiba-tiba pintu mobilnya terbuka sedikit dan diringi teriakan eldira yang membuatnya
kaget. Ia menahan tawa ketika mengingat ekspresi kaget eldira dan kembali memakai celananya dan keluar sambil membawa bajunya. Kembali eldira dibuat terkaget karena fylian belum juga memakai baju tapi sudah keluar dengan alasan ia pikir eldira terburu untuk masuk ke mobil jadi
ia memutuskan menggunakan bajunya di luar. Kemudian ia bergabung dengan yang lain dan ikut menikmati bekal yang dibawa eldira, tampak dari jauh raut wajah eldira yang kesal sambil memandangi hpnya. Tapi fylian pikir mungkin itu karena batreinya habis atau tidak ada jaringan kemudian ia kembali memakan bekal
eldira.
Beberapa menit kemudian eldira ikut bergabung dengan yang lainnya. Meminum jus dari bekal yang ia bawa tadi, karena sudah sarapan dan minum sebanyak itu ketika tersedak jadi ia masih merasa kenyang dan membiarkan yang lainnya memakan bekalnya sedangkan dia meminum jus alpukat. Eldira sedikit bengong, tidak konsen saat yang lain asik bermain game.
__ADS_1
“el.. suka dandelion nggak?” suara fylian menyadarkan eldira dari lamunanya
“ha? Apa?”
“nglamun aja! Awas kesambet”
“ih.. ngomong apa tadi ? maap nggak denger”
“suka dandelion nggak?” eldira sedikit berpikir, ia rasa pernah mendengar nama itu tapi ia lupa
“apa itu?” tanya eldira
“mau liat?” ajak fylian yang dibarengi anggukan dari eldira
“oke karena jono yang kalah jadi yang beresin si jono dan yang lain boleh pergi.. yeay~ jangan lupa kumpul disini lagi jam 4 ya!” teriak vio mengingatkan
Mereka mulai berpencar vio dan dryan berlarian ke arah sungai yang sangat jernih. Gia mulai memotret apa saja yang menarik perhatiannya, jono yang ketiban sial masih membereskan semuanya. Sedangkan fylian dan eldira berjalan beriringan seperti ayam yang mengikuti induknya menyibak semak-semak yang menghalanginya, berjalan
lagi berjalan terus sampai ia menemukan hamparan bunga putih yang benih tertiup angin kesana-kemari dan eldira baru ingat dandelion adalah nama bunga yang mampu melepaskan benihnya untuk menancap di hamparan lain.
“udah tau apa itu dandelion?” ejeknya
“hehe iya iya, aku pernah denger tapi lupa ya maklum dikota udah nggak ada tanaman kayak gini yang masih hidup seger.”
“katanya sih, kalau kamu ngucapin harapan sebelum niup dandelion, harapanmu bakal terbawa dan tumbuh bersama benihnya”
“harapanku bisa terkabul?” fylian mengangguk meyakinkan. Eldira memetik dandelion yang ada di dekatnya dan memejamkan mata sejenak melantunkan harapan-harapan yang ia inginkan selama ini. Tangannya mengangkat dandelion kemudian meniupnya kuat-kuat, tersenyum ketika melihat benih dandelion bertebaran bersama yang
lainnya.
Fylian meraih tangan eldira, mungkin ini waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya. Kembali ke keadaan semula menjadi teman baik, sekarang atau tidak sama sekali. Eldira menatap fylian lekat-lekat mencari arti tindakan fylian saat ini.
“boleh aku bicara sesuatu?” fylian membuka suara, eldira yang masih tertegun hanya mengangguk
memberi persetujuan
__ADS_1
“untuk kejadian waktu itu..”
“saat di apartemenku...” belum sempat fylian menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba eldira
memotong
“aa-ah.. kukira itu sudah lampau dan nggak perlu dibahas bukan?” eldira melepaskan tangannya yang di genggam fylian kemudian ia berjalan menjauhi fylian.
“kenapa? Kau pikir itu kesalahan?” teriak fylian yang membuat eldira berhenti dan membalikkan badannya
“kau pikir itu kesalahan bukan?” fylian mempertegasnya dan mendekati eldira yang tak terlalu jauh dari nya
“maafkan aku karena selama ini aku nggak berpikir itu kesalahan” fylian berhenti setelah dirasa jaraknya sudah dekat dengan eldira, ia tidak menyangka akan bicara seperti ini. Ini diluar kendalinya, rencananya hanya ingin meminta maaf dan mengembalikan keadaan ke semula, tapi apa ini. Mulutnya tidak terkontrol mengucapkan hal yang tidak sesuai dengan pikirannya.
“bahkan ketika aku dikembalikan diposisi itu, aku nggak akan menghindarinya” eldira tidak bergeming, ia melihat sorot mata fylian yang mempertegas ucapannya.
“baiklah, aku harap kamu bisa melupakannya” jelas fylian tak ada tanggapan sedikit pun dari eldira kemudian ia berjalan menjauhi eldira. ia rasa pembicaraan sudah selesai walaupun ia sedikit kecewa karena eldira ingin melupakannya tapi setidaknya ia sudah menghilangkan kecanggungan diantara mereka.
Fylian merasa ada yang mencegahnya, saat ia menoleh ia mendapati bajunya ditarik oleh eldira dari belakang.
“kamu pikir segampang itu?”
“tiba-tiba akan menciumku dan kemudian tidak ada kejelasan setelahnya”
“memangnya kau siapa berani membuatku menanti penjelasanmu?” ucap eldira sambil menahan air matanya yang kini memenuhi pelupuk matanya. Fylian kaget dengan tindakan eldira saat ini, ini diluar pikirannya. Ia tidak pernah menyangka eldira bakal se emosional ini.
“kenapa kamu menyuruhku melupakannya? nggak mau!” ucap eldira sambil menunduk dalam-dalam.
Fylian mengangkat wajah eldira pelan-pelan, melihat eldira seperti ini ia tidak tega. Ia memeluknya tanpa perlawanan dari eldira tapi eldira beberapa kali memukuli punggungnya.
“dasar cowok jahat! Pergi pergi” fylian sama sekali tidak menghiraukan perkataan eldira. Ia masih mendekap eldira sambil tersenyum, tau bahwa eldira kepikiran pun sudah membuatnya senang.
setelah melepas pelukannya fylian terkekeh mengingat reaksi eldira yang tiba-tiba berkata seperti itu dan sangat diluar dugaannya. "boleh aku menciummu sekarang?" tanya fylian membuat eldira kembali terpaku.
__ADS_1
@