Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 10: Mimpi Aneh


__ADS_3

Membuka matanya Lucius menatap Dunia Hitam putih dan abu abu yang aneh.


Ini terlihat sangat aneh untuknya, dia menatap beberapa kali terus di dunia aneh itu dan melihat sebuah reruntuhan Melayang di depannya itu.


Dia di sini berada di kota yang Mirip dengan Kota nya sekarang hanya saja tidak ada kehidupan di sini dan dunia hitam putih dan abu-abu ini terlihat sangat aneh.


Melihat sebuah reruntuhan besar di depannya yang terlihat jelas, dia bisa melihat bahwa itu adalah menara jam yang hancur yang beberapa puing-puing nya hancur dengan aneh.


Dia bisa memastikan seperti apa Puing-puing itu dan dia bahkan belum lama ini melihat menara Jam itu masih utuh dengan baik.


“Dimana ini?” Satu hal muncul dengan jelas sebagai pertanyaan untuk Lucius.


Ini bukan di dunianya dan dia benar-benar merasa ini sangat nyata.


Dia memegang Pipinya dan mencubitnya, dia dengan jelas merasakan sakit yang menandakan Ini adalah kenyataan.


Terus berjalan mendekat ke Reruntuhan aneh itu dua melihat Pintu terbuka menuju reruntuhan itu dan tangga yang melayang aneh terlihat di balik Pintu.


“Sangat aneh, apa Seperti ini keadaan di Dalam menara jam?” Dia memasukinya melihat hanya ada anak tangga di sepanjang jalan yang jelas


Dia bisa melihat dari dalam kegelapan ini dan dia bahkan melihat sesuatu yang aneh lagi.


Di dalam Menara, tidak ada bangunan yang hancur tetapi tangga terus melayang dengan aneh meninggalkan Tanah itu


Dia berjalan terus menaiki anak tangga yang rasanya sangat panjang tanpa Ujung itu dan beberapa kabut Putih membawakan perasaan yang tidak menyenangkan untuk Lucius


Berjalan dan terus berjalan beberapa suara teriakan terdengar dia takut tapi Lucius melilih diam tanpa melihat kebelakang nya, terkadang melihat kebelakang adalah Hal yang tidak baik dan Lucius juga merasakan adanya bahaya yang mengancam nya jika dia melihat kebelakang.


Terus berjalan ke Anak tangga yang tanpa Ujung itu, dia mendadak berhenti melihat anak tangga Yang terputus dengan aneh .


Jarak ke anak tangga di depannya Cukup Jauh dan Jika dia melompat dia khawatir bahwa dia hanya akan terjatuh sebelum sampai ke anak tangga itu.


Terdiam sesaat Lucius menatap anak tangga itu yang terputus dan memperhatikan sekitarnya.


Dia berusaha pelan memperhatikan sekitarnya tanpa terlalu banyak bergerak, dia khawatir bahwa dia akan jatuh dia terus memegang Genggaman Anak tangga yang ada di sampingnya itu.


Secara aneh kaca-kaca mulai Muncul dan beberapa Warna dan Pola aneh terlihat di kaca itu.


Kaca itu memiliki banyak kotak-kotak dan warna warna itu tercampur dengan aneh di dunia Hitam putih ini.


Dengan segera warna yang aneh itu memudar dan di gantikan Oleh pemandangan semacam Rekaman aneh yang di putar di kaca itu.


Terlihat di kaca itu banyak orang bergerak dan turun menuruni anak tangga.


Mereka menggunakan Jubah aneh berwarna Hitam yang menutupi wajah dan Muka mereka lalu mereka juga terlihat Sangat terburu-buru.


Orang-orang itu sangat banyak dan Terlihat Berisik dan terus berlari.

__ADS_1


Mereka melemparkan sesuatu aneh seperti Sebuah Bom di anak tangga itu Yang sangat Mirip dengan anak Tangga yang sekarang Lucius lihat


Memperhatikan Kaca itu terus menerus Lucius merasa Jantungnya terus bersebar kencang.


Setelah cukup lama berlari terlihat Seseorang yang mengejar mereka di belakang.


Total terdapat 10 Orang yang mengenakan Pakaian Formal rapih dan satu Orang Yang memegang Salib di tangan kanannya.


Orang yang memegang salib itu menggunakan Pakaian Pendeta rapih dan berdiri merapalkan sesuatu yang aneh.


Secara mendadak hawa yang aneh Dan Kekuatan yang aneh bergerak seperti air yang mengalir dan menyerang Satu Persatu orang menggunakan Jubah Hitam itu.


Beberapa Tembakan datang dan menghancurkan Orang berjubah itu tepat di kepala mereka dan beberapa lainnya pergi .


Mengejar sisa lainnya, beberapa Orang yang terlihat rapih itu berusaha mengejar sisa lainnya dengan menuruni anak tangga dan tepat setelah dia turun anak Tangga Yang di letakan sebuah Bom itu meledak dengan Hebat.


Kaca hancur seketika tanpa melanjutkan apa yang dilihat Lucius dan dengan segera Menara jam Terlihat Runtuh.


Lucius memegang Genggaman Anak tangga di sampingnya dengan Kuat dan secara mendadak banyak kaca Muncul dan hancur seketika.


Dia terjatuh dari ketinggian di jurang yang dalam itu, sembari melihat ke atas banyaknya kaca yang aneh muncul dan hancur.


Dia menatap dengan Pelan dan meliaht sebuah bayangan gelap terbang ke arahnya dengan aneh dan dia menutup mata dengan cepat.


Serasa dunia nya hancur jiwa nya seakan akan runtuh dan tubuh nya mati rasa.


“Hah…. Hah…. Apa itu? Mimpi? Tidak, itu sangat nyata!” Merasa ada yang aneh Lucius segera membawa Tubuhnya Untuk bangun dengan buru-buru dan segera masuk ke Toilet untuk meninggalkan Dirinya berpikir di Dalam Toilet itu.


Dia duduk dengan wajah Pucatnya sembari melaksanakan Panggilan alam nya itu, dan terus bengong meratapi sesuatu yang aneh.


Tangannya mati rasa dan Tubuh nya benar-benar lemas.


Dia merasa ada yang aneh di tubuhnya dan dia merasa seakan akan dadanya sesak dan Tubuhnya Di cabik-cabik oleh sesuatu yang sangat aneh.


Terus berdiam menghabiskan waktunya untuk tenang dia berusaha cukup fokus untuk menenangkan dirinya.


Hari ini jadwal nya adalah Untuk belajar Membaca dan Besok Juga begitu, jadi dia harus tenang dan fokus


Mengingat semua kejadian di Dalam Mimpinya itu dia juga berusaha melihat dan mengingat apa yang bisa dia dapatkan.


“Saya yakin ini Ada yang aneh, semua itu sangat Mirip, siapa pria berjubah? Siapa yang terlihat seperti pendeta itu? Apa Ini semacam Film Action?” Dia tidak tahu dan terus bertanya-tanya tentang apa yang bisa dia dapatkan dan ketahui.


Minimnya Pengetahuan membuatnya begitu merasa kesal tetapi Juga berusaha untuk tenang.


Keingintahuan yang berlebihan terkadang membawanya kedalam sesuatu yang lebih mengerikan dan sebab itu dia akan sedikit sabar Untuk melihat ke beberapa Hari kedepan tentang apa yang dia Lihat dalam Mimpinya itu.


Menghabiskan sisa waktunya Untuk menyegarkan dirinya dan mandi dia mengambil Pakaiannya yang Cukup bersih.

__ADS_1


Dia mengenakan Pakaian Putih berkerah dengan Celana panjang Hitam.


Tidak ada tambahan di pakaiannya dan dia merapikan sedikit gulungan Pakaian di lengannya hingga ke Siku nya.


Pakaian yang di kenakana cukup panjang di bagian kedua tangan dan dia menggulung nya dengan rapih.


Mengambil Beberapa Koinnya dia memasukkan nya ke Saku Celana nya dan pergi meninggalkan Apartemen itu.


Dia tidak melihat tedy karna dia yakin Tedy masih tidur, jadi Lucius hanya memutuskan pergi terlebih dahulu meninggalkan Tedy yang tertidur.


Ini pagi yang cerah dan Matahari masih terlihat cukup rendah .


Berjalan Ke Sebuah pedagang Roti dia membeli dua Lembar Roti dengan Selai coklat yang berharga 20 Silver.


Dia memberikan 1 Bronz dan di berikan 80 Silver untuk kembaliannya.


Uang nya menyisahkan 5 Bronz dan 85 Silver, ini masih Cukup banyak Untuknya dan ,untuk menambahkan Biaya Sewa Apartemen nya.


Menghemat Uang nya ,lucius memutuskan Untuk menyimpan dan tidak membelu apapun lagi.


Dia hanya membeli Sebotol Air kecil seharga 2 Silver yang membuat Duitnya menyisahkan 5 Bronz 83 Silver.


Sembari berjalan dan menikmati Roti dengan Selai nya dia terus berjalan di pagi hari yang Indah itu.


Beberapa Bangsawan terlihat beraktivitas di pagi hari dan dia juga melihat Kereta kuda yang di kawal dua Ksatria dengan Kuda di depan dan belakang. Melihat Kota yang masih Cukup pagi itu dia memutuskan untuk berjalan menikmati pagi nya sebelum dia menuju Ke rumah Ny. Grace.


Dia berjalan dan sesekali dia Melihat Anak anjing yang di bawa Oleh beberapa Orang.


Memelihara anjing di sini cukup mahal dan Lucius tahu bahwa mereka Adalah anak yang cukup kaya yang dapat memelihara Anjing di sini.


Jika bukan bangsawan dia menebak bahwa Orang tua mereka adalah pembisnis yang sangat baik dan pedagang yang berpengaruh.


Sejujurnya dia juga tidak mengetahui banyak tentang Kerajaan ini dan sebab itulah dia ingin belajar mengetahui seperti apa dunia dan kerajaan kerajaan di sini.


“Saya merasakan Bahwa terkadang saya melihat saya berada di dunia Film Yang mengerikan” itulah bayangan Lucius melihat keadaannya sekarang, jujur saja dia menikmati banyak Film Fantasi tetapi dia tidak menyangka bahwa Dunia lain benar-benar nyata.


Menghabiskan Sisa Roti yang tersisa dengan Gigitan terakhirnya itu dia mengambil Air dan Meminum nya.


Dia berhenti sejenak Menatap Jalan yang Baru-baru ini menjadi perhatiannya.


Jalan panjang dengan lampu-lampu Di setiap kanan dan Kiri jalan, dan Beberapa Toko Penjual Pakaian dan Restoran yang mencolok.


Lalu yang paling membuatnya tertarik adalah, menara Jam besar yang ada di depannya.


“Sekarang apa Yang bisa ku lakukan? Menjadi Detektif karna Mimpi aneh ku? Itu tidak masuk akal, bahkan Saya tidak pernah mempunyai Mimpi senyata itu seumur hidup saya.” Merasa sedikit Bingung dia Menahan Ekspresinya dan memegang kepalanya itu .


“Ada baiknya agar aku tidak Gila karna Mimpiku sendiri.” Dengan helaan kecil dia berjalan.

__ADS_1


__ADS_2