Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 7: Kesialan


__ADS_3

Lucius duduk di Halaman Lantai dua di tempat Ruang piano bersama Tn. Hartpart , ini adalah pagi yang indah setelah menghabiskan perbincangannya dengan Tedy dia dengan cepat menuju ke rumah Tn. Hartpart untuk melanjutkan studinya.


Tn. Hartpart terus melantunkan musiknya dan bergantian dengan Lucius yang mengikuti Permainan Tn. Hartpart sebelumnya


Itu terlihat dengan jelas mulai dari gerakan Lucius yang masih kaku tetapi dengan benar selalu memencet Tuts yang benar tanpa ada kesalahan


Itu benar benar membuat Tn. Hartpart kaget dengan keahlian dan bakat Lucius


“Kau memiliki Bakat yang indah Lucius, aku yakin kau bisa menjadi Musisi hebat” Tn. Hartpart dengan tulus tersenyum melihat muridnya yang bahkan baru belajar Piano belom satu Bulan telah berkembang dengan baik.


Pada awalmya dia memang melakukan kesalahan memencet Keyboard Keyboard itu.


Tetapu semakin meluhat perkembangan Lucius dia jadi sadar bahwa luciua memiliki bakat yang sangat hebat di dunia musik.


Untuk setidaknya menjadi Ahli Musik dia harus belajar 2-3 tahun, dan untuk bisa membiasakan tangan untuk bermain piano dengan baik itu setidaknya membutuhkan satu tahun.


Tapi melihat Lucius yang paham dengan baik dia ragu bahkan tidak butuh satu tahun bagu Lucius untuk bisa menjadi Seorang Musisi berbakat .


“Aku melihat Anda benar-benar luar biasa Lucius, aku yakin kau memang memiliki Bakat” dengan Bangga dia mengelus Lucius dan berdiri.


“Kau bisa terus berlatih Lucius, aku akan Pergi Untuk Menemui Seseorang” tegas Tn. Hartpart itu yang mengambil Jaket coklatmya itu dan topi hitam.


“Apakah Saya tidak Harus Ikut tuan?” Tanya Lucius.


“Tidak, Anda hanya Harus fokus berlatih dan membersihkan Rumah ku saja, aku akan pergi sendiri “ Meninggalkan Ruang Piano dan Turun ke lantai 1, Tn. Hartpar segera keluar dan Lucius membungkur untuk memberinya pamitan Ke Tn. Hartpart.


Lucius kembali naik menuju ruang Piano dan Melihat Piano yang Sebelumnya dia mainkan itu.


Dia duduk dengan tenang di Bangku yang berada di depan Piano dan Menempelkan Jari-jarinya ke Piano itu.


“Huh……. Aku harus segera terbiasa….” Mengambil nafas yang dalam jari-jarinya Mulai bergerak dengan Indah nya itu dan Mulai terus memainkan Alunan Musik yang nyaman dan Tenang.


Ini adalah Lagu Dengan Judul Valse Sentimentel No. 2 yang ada Di dunianya dulu.


Lagu yang tenang dan Memiliki alunan Santai untuk menenangkan Diri.


Jika mengingat Bagaimana Alunan itu bergerak dan terus bermain mengikuti Jari-jarinya itu.

__ADS_1


Itu benar-benar sangat cocok untuk mengingat Lagu ini dengan Keadaannya sekarang.


Entah kenapa dia yang terbawa ke Dunia aneh ini dengan penuh misterinya terus merasakan Ketidaknyamanan nya dan berharap bahwa dia bisa cukup tenang hidup di dunia ini.


Hidup di dunia yang bahkan dia tidak mengenal apa ini, dan bahkan tidak bisa membaca dia terus mengingat semuanya dan mulai terus memainkan Musik itu dengan tenang dan santai.


Dia begitu santai tetapi perasaan lagu itu bisa terus di sampaikan ke hatinya dengan beberapa Bunyi yang Terus di Mainkan Oleh jari-jarinya.


Ini permainan yang cukup hebat Melihat dia Sudah Mulai terbiasa Memainkan Piano itu dengan nyaman.


Mengambil not-not dan Tuts terakhir untuk Mengakhiri Lagu dia terus bermain Hingga Tuts terakhir di bunyikan dan dia dengan Cepat merasakan Semua Energi dan Ketidaknyamanan nya telah Hilang dan membuat Dirinya Cukup tenang.


Lagu adalah hal terbaik untuk meluapkan emosi, dan Lagu juga adalah Tempat yang terbaik untuk Bisa Menenangkan Diri.


Dia begitu Menyukai Musik, tapi sangat di sayangkan Bahwa dia Harus pindah ke dunia yang aneh ini di Mana dia harus terus Bertahan Hidup dan Hidup dalam Ketidaktahuannya tentang apa yang ada di dunia ini.


Dia duduk dengan Lelah di Bangku yang berada di depan Piano itu dan masih terus menatap Keyboard dan Piano-piano itu di depannya.


“Mungkin Hanya dalam beberapa Minggu, permainan Ku sudah bisa mencapai Tingkat Yang Maksimal untuk dapat bermain seperti Biasa” dengan tatapannya itu dia menatap Tangannya yang lembut dan Kurus itu , Lalu dia Berdiri Dan Mulai membereskan Beberapa Kertas yang Jatuh dan merapikan beberapa Buku.


Dia juga mulai membersihkan debu-debu yang masuk dan mengelap kaca yang Kotor.


“Tn. Hartpart?” Dengan rasa terkejutnya itu Lucius menatap Bingung melihat Tn. Hartpart yang Duduk Di Sofa Lantai 1 Bersama Satu orang lainnya itu yang dalam keadaan diam.


“Lucius! Kau lagu apa yang tadu kau mainkan!” Dengan rasa terkejutnya dia berdiri memegang lucius yang masih berada di anak tangga itu .


“I-itu…. Tn. Hartpart saya hanya mencoba bermain sesuai Imajinasi saya dan entah Bagaimana Saya membuat Musik itu tanpa saya Sadari.” Dengan Perasaan aneh nya itu Lucius berusaha Berbohong dan menyembunyikan Apa yang baru saja terjadi itu di hadapan Dua orang yang menatapnya dengan keterkejutan itu.


“Lucius, Sejak Kapan Kau Bisa bermain sebaik itu? Kau baru belajar Kurang Dari 2 Minggu!” Ini Kenyataan yang mencengangkan Bahkan Orang yang berada di Belakang Tn. Hartpart lebih syok dari Tn. Hartpart yang juga bingung itu.


“Saya hanya terus berlatih di rumah, meski saya tidak Punya Alat Musik, saya terus membayangkan dan mempraktekan gerakan tangannya dan entah kenapa saya sudah Semakin baik meski tidak Sebaik Anda Tuan.”itu kebohongan lagi dan Lucius tidak bisa melakukan apapun karna hanya bisa memberikan Kebohongan yang sedikit masuk akal untuk Menyelaraskan Apa yang terjadi hari ini.


“Lucius…… kau, bisakah Kau menulis Lagu itu?” Dengan Pertanyaan nya itu Itu mengheningkan seluruh ruangan dan Orang yang berada di belakang Tn. Hartpart juga terdiam dan Mulai perlahan mengangkat Mulutnya.


“Tunggu Hartpart, ini , apa yang kau lakukan” tegas Pria di belakang Tn. Hartpart itu, dia memiliki penampilan Yang Cukup tua tapi Cukup lembut , terdapat Jenggot di Bawah Dagunya itu dan Rambut Keputihannya terlihat tetapi tidak menutupi semua rambut nya yang masuh berwarna hitam. Matanya Berwarna Kuning yang dalam dan tenang dan beberapa Keriput terlihat di wajahnya.


“……” terdiam sejenak Tn. Hartpart kembali tenang dan menyuruh semua orang untuk duduk, itu termasuk Lucius yang Ikut duduk di Sofa itu dan Lucius hanya bisa menunduk dengan ragu-ragu dan Gugupnya itu.

__ADS_1


Dia takut ini akan terjadi sesuatu yang berbahaya dan juga dia tidak tahu apakah Orang yang baru belajar Bermain 1 minggu Lebih adalah Hal yang masuk akal untuk bisa bermain Sebaik yang sebelumnya dia mainkan.


Memang tidak di Pungkiri itu tidak masuk akal, tetapi dia dapat melakukan itu karna bantuan Ingatannya dulu dan dia dengan cepat bisa belajar piano lebih cepat dari kebanyakan orang, meski tangannya masih kaku dan Mungkin setidaknya membutuhkan Satu Bulan Full atau bahkan lebih untuk bisa menjadi Lebih baik lagi.


“Lucius, perkenalkan Dia adalah Perwakilan Dari Asosiasi Musik dan Juga Wakil Presdir di Asosiasi itu, dia lah yang membantu ku Untuk dapat Mengirimkan Naskah Lagu yang telah ku Buat Untuk dapat Di Putar dan Di mainkan. Dia Adalah Tn. Leopard” tegas Tn. Hartpart itu yang masih Cukup shock.


Dengan sapaan Sopan Tn. Leopard tersenyum ke arah Lucius dan Lucius yang mendengar itu hanya mengangguk diam.


“Seperti yang sebelumnya ku bilang, Dia adalah Murid ku Lucius Cromwell, dan Juga Asisten Musik ku, tetapi Aku khawatir bahwa Sekarang dia Bukan Lagi menjadi Asistenku” tegas Tn. Hartpart itu yang dengan cepat membuat keheningan dan membuat Lucius mengeluarkan Ekspresi anehnya dan Bingung nya itu.


“Tuan? Apa maksud Anda? Apakah itu berarti saya di Pecat?” Dengan Ekspresi sedih Lucius terdiam menatap Tn. Hartpart itu dengan penuh kekhawatirannya


Jika dia di pecat dia khawatir bahwa dia tidak bisa mendapat pekerjaan dan yang lebih mengkhawatirkannya lagi bahkan dia takut bahwa dia akan di curigai Karna dapat bermain Piano sebaik itu dalam Seminggu!


Memdengarkan Kekhawatiran dan pertanyaan Lucius Tn. Hartpart terdiam dan mengambil Nafas untuk Melanjutkan Ucapannya itu.” Ini Sepertinya Keputusan Yang sulit Lucius, tapi Aku Ragu Bahwa Sekarang Kau masih Harus menjadi Asistenku” dengan Pikiran yang Bimbang Itu Tn. Hartpart memasang Ekspresi Yang sangat aneh.


“Apa maksud Anda Tuan? Apakah saya tidak cukup baik? Saya akan terus berusaha dengan baik membantu Anda Tuan!” Tegas Lucius yang membuat ekspresi sedihnya itu dan hanya dengan sekejap merasakan rasa Hampa yang begitu dalam Menimpa nya.


“Maksud dari Ucapan Guru Anda adalah, Bahwa Kau Sekarang Dapat menjadi Musisi yang Hebat Lucius” tegas Tn. Leopard yang tersenyum.


“Apa? Musisi? Tapi aku baru belajar Kurang Lebih 1 Minggu Lebih tuan” Tegas Lucius yang shock itu.


“Tapi Tn. Leopard Apakah Kau Mengizinkan Musik seperti itu di Mainkan di Hadapan Duke dan Grand Duke?” Itu Sedikit membawa Kerutan di Wajah Tn. Hartpart dan dia menatap Bingung ke Leopard.


“Itu adalah Musik yang Indah , aku percaya Perkembangan Musik Akan berkembang jauh leih baik terus menerus, dan Karya Lucius telah membukankan Ku wawasan yang penting dalam Sejarah Musik.” Sembari memegang Dadanya itu dia membungkuk dan merasakan gemetar di tangannya lalu Melanjutkan Ucapannya, “Lucius pasti akan Menjadi Orang yang tercatat dalam Sejarah Musik, dan Aku yakin Muridmu ini adalah Orang yang sangat berbakat Tn. Hartpart.”


“Aku Akan Membujuk dan Berbicara Kepada Presdir, Kau memiliki Waktu 2 Bulan Dari sekarang dan Aku Ingin Karya itu telah di tulis dengan Baik pada Saatnya Pemilihan Karya yang akan Tampil Di Aula Flizo” mengheningkan Ruangan, Lucius Sangat kaget dan Tn. Hartpart jauh lebih kaget mendengarkan Ucapan Leopard.


“Aku akan Pergi Hartpart, Ini adalah Berita yang mengejutkan, Presdir pasti akan Shock Jika dia Mendengarkan Ucapanku hari ini” dengan senyuman lebar dia membungkuk pelan meninggalkan mereka berdua yang terdiam dengan Kaku dan Pergi dari Rumah Tn. Hartpart.


“Lucius, Anda jenius! Aku tahu kau Sangat jenius dan berbakat!” Dengan bangga Tn. Hartpart memeluk Lucius yang memegang kepalanya.


“I-itu Tuan, apakah saya tidak dapat menjadi Asisten Musik Anda lagi?” Tanya Lucius yang merasa kecewa itu dan menjadi Sedikit khawatir.


“Anda dapat melakukan yang Anda Mau Lucius, Anda tetap menjadi Murid saya dan Kita akan terus berlatih dan memperbaiki Musikmu yang kurang.” Tegas Tn. Hartpart itu yang merasa sangat Bangga dan senang.


“Terimakasih Tn. Hartpart, karna Bimbingan Anda saya dapat terus belajar Musik dengan baik” Dengan Rasa terimakasih yang dalam Lucius membungkuk kepada Gurunya itu dan Tersenyum lebar dengan Hangat.

__ADS_1


“Itu Bukan masalah Lucius, Anda Jenius dan Saya Takut bahwa Dunia Musik akan segera Mulai memperbincangkan Anda.” Dengan Candaan itu , Lucius membuat wajah yang kemerahan karna malu.


__ADS_2