
Duduk Di Bangku Kecil Lucius merasakan Getaran Pelan di tangannya yang Gugup dan hatinya yang tidak cukup tenang seakan akan Dia tidak bisa lebih tenang lagi.
“Anda gemetar Lucius, saya Paham Anda pasti kesulitan” datang sembari membawa Minum, Tn. Leopard memberikan Minuman Itu ke Lucius yang duduk.
“Ada Baiknya Anda Minum” jawab Tulus Tn. Leopard.
Lucius dengan sangat berterimakasih mengambil itu .
“Terimakasih Tn. Leopard, saya benar-benar Gugup” Meminum Pelan Lucius benar benar merasa kegugupannya tidak bisa di sembunyikan atau di tahan-tahan.
Meski dia merasa senang dan Juga gembira, di lain sisi dia sangat Gugup untuk tampil di hadapan sangat banyak orang.
Ini benar-benar kegugupan yang tidak bisa di sembunyikan.
Lagi pula Lucius juga manusia, bahkan meski dia Cukup dewasa Untuk tidak Gugup lagi di hadapan Seseorang apa yang bisa dia lakukan ketika di hadaoannya adalah Seorang bangsawan yang kemungkinan memiliki berkat.
Selain telah mengetahui tentang berkat, lucius sendiri tidak mengetahui dengan jelas Berkat itu seperri apa, tetapi mengetahui sesuatu yang tidak dia kenal ini jelas menakutkan Untuknya.
“Aku mengerti kenapa Ibu Ku bilang bahwa Tidak ada yang aman di dunia ini kecuali di dalam rumah.” Berpikir dalam Pikirannya Lucius bergumam di dalam hatinya dan mencoba untuk tenang.
“Tenang….. aku harus tenang, karna Jika aku gugup itu akan merusak banyak hal.” Duduk dengan Tenang Lucius menatap genangan air yang ada di botol itu.
“Apakah Anda Sudah Tenang Lucius?” Tanya Tn. Leopard.
“Cukup tenang, Terimakasih Tn. Leopard, ini Adalah Konser pertama saya, mungkin saya terlaku takut Untuk hari besok” tegas Lucius yang tertawa kecil.
“Anda tidak perlu Khawatir Lucius , Ketakutan dan kegugupan Bukanlah hal Yang Tidak wajar, Saya pernah mengalami itu dan saya cukup malu bahwa saya Saat itu bahkan sudah jauh Lebih dewasa ketimbang Anda Lucius” Jawab Tn. Leopard dengan rasa malunya dan sedikit tertawa.
“Tetapi apa yang kau tahu? Ketika saya naik dengan Gugup, ketika saya sudah Mulai bermain, saya mendalaminya saya memainkannya dengan penuh hati dan kerja keras saya yang waktu itu saya lakukan, saya masih mengingat dengan jelas Bagaimana Saya Begitu Gugup waktu itu” Lanjut Tn. Leopard itu
“Anda tidak perlu Khawatir, saya hanya berharap Anda Bisa sedikit tenang dan bermain dengan baik, lagipula Anda adalah Musisi yang akan di kenang sejarah dengan karya-karya Anda Lucius, saya merasa Bangga melihat Musisi termuda sepanjang masa berdiri dan berbicara kepada saya” canda Tn. Leopard itu.
Lucius hanya malu dan tersenyum dengan ramah ke Tn. Leopard itu.
“Baiklah saya Akan melakukan Latihan kembali, terimakasih atas Waktu Anda Tn. Leopard” menaruh Cangkir itu di Bangku, Lucius pergi meninggalkan Koridor kecil dan masuk ke aula gelap di mana di tengah-tengah terdapat Papan Tinggi untuk Team Orkes yang akan bermain, di Papan tinggi berbentuk Bulat itu.
“Anda Datang Mr. Lucius, apakah Anda Akan Berlatih Lagi?” Tanya salah satu Team Orkers.
“Saya akan berlatih lagi, apakah Kalian baik-baik saja?” Tanya Lucius.
__ADS_1
“Saya sangat baik dan mereka juga begitu! Mereka sangat senang bisa bermain untuk Lagu Anda Mr. Lucius ini suatu kehormatan!” Ucap Pria tampan yang berdiri memegang Biola.
“Saya sangat senang Anda mengharagai Karya saya, kalau begitu mari berlatih” Jawab Singkat Lucius tetapi membuat semua orang Langsung bersiap.
……..
“Itu adalah latihan yang hebat Mr. Lucius, saya harap Besok Anda Bisa bermain dengan baik” ucap salah satu Team Orkes itu yang pergi.
Beberapa lainnya pergi dengan raut wajah senang dan gembira tetapi juga lelah.
Lucius berjalan keluar meninggalkan Aula gelap dan melewati koridor demi koridor.
Setelah berjalan cukup jauh dia melihat Kantor Asosiasi yang masih terlihat sangat sibuk dengan penjualan dan pembagian Tiket Konser besok.
Lucius pamit keluar dari Kantor asosiasi melewati kebisingan dan kesibukan itu dan pergi melihat Kota yang Masih Terlihat Sore.
“Ini masih Jam 3” lucius tahu melihat matahari yang jaraknya tidak jauh tetapi tidak dekat.
“Mungkin bertemu Charline adalah hal yang baik” berjalan Ke arah Selatan Lucius mulai berjalan ke Rumah Ny. Grace.
……
“Apakah Anda Merindukan Lucius Jaena?” Tanya Rui yang menyipitkan matanya.
“Tidak! Kau Berpikir apa? Aku hanya merasa tidak senang karna dia pergi dan itu membuat ruang ini sepi “ jawab Jaena yang berkedut pelan dan merasa kesal
“Bukankah kau hanya Ingin menghina nya Jaena” tegas Charline yang masih sibuk membaca buku.
“Kau tahu sendiri dia baru belajar satu Bulan tetapi bakat nya mengalahkan kita yang bahkan sudah belajar selama 2 bulan Lebih di sini, kau pasti hanya Ingin menghinanya karna dia adalah orang Miskin bukan?” Tegas Charline lagi.
“Hah! Kenapa kau membela anak itu Mulu! Kau pikir dia hebat! Dia hanya Curang!” Jawab kesal Jaena yang terlihat sangat kesal
“Saya melihat, bagaiamana Kau berkata dia curang? Apakah Anda bisa membuktikannya?” Tanya Charline.
“Kau sebaiknya tidak menunduhnya lagi atau saya takut Anda Mungkin akan Gila memikirkan Bagaimana Dia Curang” jawab Charline yang tertawa dan menghina Jaena itu.
“Arghh, baiklah-baiklah! Anda benar-benar membenci saya ya Nona Charline” sedikit mengejek dia tampak berbicara dengan kesal.
“Bicaramu sangat Norak, Anda sebaiknya belajar lebih baik tata Krama, apakah Anda butuh buku Untuk saya memberikannya agar Anda belajar?” Sindir Charline.
__ADS_1
Mereka terus beradu bahkan membuat Rui yang biasanya tampak santai tetapi memiliku hawa yang sangat kasar menjadu semakin tidak tenang dan gerang dengan sikap mereka.
Dalam beberapa menit Pintu berbunyi dan Beberapa Ketokan Terdengar
“Apakah Ny. Grace ada ?” Tanya Charline.
“Tidak, dia bilang Ingin Pergi sebentar” ucap Jaena.
“Siapa itu?” Sela Rui yang tampak bingung tetapi terdiam.
“Saya melihat, mari kira cek bersama “ mengambil Langkah berani Charline berjalan meletakan Bukunya .
……
“Oh kebetukan yang sangat baik, saya memang Ingin bertemu dengan Anda” menatap Charline yang tampak sangat cantik Itu Lucius tersenyum dengan ramah dan menyapa Rui dan Jaena juga meski dia tampak kesal.
“Anda membuang waktu berharga saya Lucius” jawab Jaena yang pergi meninggalkan Pintu bersama Rui yang tampak tak peduli.
“Anda sebaiknya tidak marah, mereka hanyalah Anak yang sedikit mengalami Masa remaja” Kata Charline yang sedikit tersenyum.
“Saya tidak pernah marah Anda mengetahui saya Charline “ lucius tidak marah dan sangat santai sia hanya berdiri di depan menatap Charline yang juga berdiri cukup pendek darinya.
“Baiklah saya tahu jelas, apakah Anda Ingin bicara di dalam? Atau di Luar? Apakah Anda punya Urusan dengan Ny. Grace?” Tanya Charline yang Bertanya dengan pelan.
“Bisakah kita bicara di Luar? Ini sedikit tidak Nyaman Untuk saya” Kata Lucius dan mengambil langkah Mundur.
“Baiklah saya akan Menyampaikan Sebentar ke Jaena dan Rui” pergi dari Pintu Charline masuk ke Kamar di mana Rui dan Jaena terlihat
Lucius hanya menunggu dengan tenang menghabiskan sisa waktunya menunggu di depan Pintu.
……
“Baiklah Anda bisa bicara Lucius” Ucap Charline yang tanpa basa Basinya dia berbicara.
“Baiklah Saya Ingin bertanya tidak masalah?” Tanya Lucius.
“Tentu, Anda Bisa bicara” tegas Charline.
“Kalau begitu Charline Bisakah Anda menjelaskan Apa itu berkat ke saya? Jujur saja saya Kehilangan Ingatan saya dan hanya mengingat beberapa bulan Terakhir.” Ucap Lucius dengan pelan .
__ADS_1