
Pagi hari.
Lucius terdiam lalu bangun dengan Raut wajah lesuh menatap Temannya Tedy bangun sangat pagi .
“Apakah kau kerja lagi Tedy?” Tanya Lucius serius berwajah Pucat.
“Wajah Anda pucat Sekali Lucius, Anda tidak Perlu Khawatir Saya Akan Baik-baik saja dengan Kerja, kau tahu kemarin malam Itu adalah Malam Yang Indah.” Senyuman Muncul di wajah Tedy dan Lucius masih terdiam Sedikit Bingung .
“Malam yang menyenangkan ya?…..” entah kenapa Lucius masih tidak mengerti apakah dia merasa Baik-baik saja bahkan setelah kekacauan yang kemarin malam di rasakan semua orang.
“Baiklah hati-hati” meninggalkan Tedy Lucius masuk ke kamar kecil , menatap Wajah Lesuh nya di Kaca kecil yang menggantung di Wastafel yang Rapuh dan Gelap.
“Ini Hampir sama mengerikannya dengan Wajah Zombie gila itu” hampir shock Lucius menyiram mukanya untuk menghilangkan Rasa Kantuk nya dan Segera membilas Seluruh tubuhnya.
Setelah mandi untuk menghilangkan Seluruh debu dari Tubuhnya Lucius Mengenakan Pakaian Rapih nya dengan Kemeja Putih Dan Jaket Double Brested.
Karna Lucius menghabiskan Cukup banyak Uang untuk membeli Beberapa Jaz dan Jaket Double Brested dia bisa setidaknya berpakaian yang rapih kali ini.
Menata sedikit rambutnya mata Birunya bersinar cerah dengan keindahan yang Luar biasa dan memiliki keberanian dan Ketenangan yang dalam.
“Sekarang Mari pergi, seharusnya Asosiasi adalah Tujuan ku hari ini” keluar dari Apartemen kecilnya dia berjalan melihat kerumunan Pagi hari yang Ramai dengan Banyak hal.
Kereta Kecil dapat di temui di kota tetapi Lucius tidak memilih Menggunakan Kereta karna Jarak Nya ke Asosiasi Cukup dekat.
“Ah sekarang adalah Hari membalikan Buku itu, saya sudah cukup membaca banyak seharusnya sekarang waktunya membalikkannya” mengambil arah ke bagian Selatan Lucius memilih untuk membalikann Buku Itu terlebih dahulu dengan lambat menikmati Pagi hari yang penuh dengan Kebisingan dan suara beberapa orang dan Mesin mesin Industri.
……..
“Ah, kenapa saya harus masuk lagi sial? Apa pekerja keparat Itu kehilangan Otak nya? Kenapa dia selalu bermalas malasan!”Jirome dengan raut wajahnya masih kesal menatap beberapa Pengunjung dengan tatapan mengerikan dari resepsionis yang Bekerja terlalu berlebihan.
Dia benar-benar tampak kesal wajahnya kusam tangannya Juga beberapa kali memukul Meja resepsionis dengan kesal.
“Sial bahkan selama seminggu Keparat itu tidak mengizinkan ku libur! Ini penghinaan sial!” Menutup wajahnya dengan kesal Jirome membentukkan Dahi nya itu ke Meja dan membiarkan Wajah nya bersandar di Meja besar coklat itu.
“Selamat Pagi Tn. Jirome.” Suara itu cukup halus dan Wajah lembut dan Mata Biru nya membuat Jirome dengan Mudah mengingat nya.
“Ouh penggila sejarah, Anda Ingin mengembalikkan Buku?” Tanya Jirome dengan senyuman.
__ADS_1
“Tentu saya Ingin mengembalikkan Buku, saya Cukup senang mempelejari buku ini” jawab Ramah Lucius. Jirome terdiam merasakan Kegilaan yang memikat dari Lucius yang tampak seperti Penggila sejarah.
Memasang ekspresi sedikit Jiji, Jirome mengambil Buku itu dan Lucius juga segera pamit meninggalkan Perpustakaan.
“Terkadang Sejarahwan lebih mengerikan ketika membaca Buku sebesar ini dengan senyumannya.” Merasa sangat aneh dia hanya mengutuk Hari kerja berlebiham dari Bos nya itu dan berjalan di perpustakaan besar untuk Menaruh Buku itu
…….
Asosiasi Musik
“Apa kau Telah Mendengarnya? Itu musik yang indah! Bahkan banyak Kritikus telah bekerja menerbitkan Koran dan Kritikan yang Penuh dengan Komentar Positif.” Tn. Leopard berbicara di Kantor Tn. Jilgo dengan raut senangnya.
Tidak bisa berbicara lagi Tn. Jilgo juga terdiam melihat Ratusan Kertas datang ke meja nya dengan Gila.
“Hahaha, bahkan Kertas-kertas ini menjadi banjir, benar-benar Pemuda yang menarik” tn. Jilgo bergumam kecil juga bersama Tn. Leopard dan terus berbicara dengan ekspresi Senang sekaligus Cukup lelah.
Karna Setelah Konser di Malam hari itu, meski Terjadi kejadian yang tidak Menyenangkan Awalnya Asosiasi Khawatir Bahwa Musik itu akan di Rilis lebih lama.
Tetapi setelah melihat Musik di siarkan dan di terbitkan di seluruh Kota bukan hanya Para bangsawan yang datang dengan Gila dan memberikan Banyak Surat.
Tetapi bahkan banyak Musisi dan Kritikus yang datang ingin Melihat Musisi Lucius Cromwell.
Karna Dia adalah Guru Lucius Cromwell bahkan dengan Bantuan Musik yang Tn. Hartpart Buat dengan nama Lucius itu juga memberikan banyak Komentar hebat .
Bukan hanya itu Hampir Seluruh Musik mereka bahkan di putar di seluruh radio selama berjam-jam .
Selain membuat dan menambah pekerjaan yang sangat Banyak Asosiasi bahkan di Buat Kewalahan dengan Ratusan tawaran Untuk bermain Dan Menawarkan Lucius Dan Tn. Hartpart Untuk bermain di Aula Manor mereka.
Di sisi lain Lucius masuk dengan Jaket Double Brested nya itu tanpa mengetahui apapun dan Masuk dengan senyumannya.
“Pak mohon tunggu, Anda harus memberikan Surat bapa ke sini dan tuliskan permintaan Anda di surat.” Ucap aalah satu Pegawai yang berusaha menenagkan Salah saty Pengunjung dengan aneh.
Lucius cukup mengenal pegawai itu karna dia sering menyapa nya dan menatapnya ketika dia memasuki Asosiasi.
Tidak mengetahui apapun Lucius juga menatap Ke sekitar di mana sangat banyaj orang berkumpul.
“Apa apaan ini? “ Lucius cukup bingung dan menatap dengan aneh di kerumunana Yang ramai.
__ADS_1
“Saya ingin bertemu Lucius Cromwell! Saya ingin memperkerjakan nya! Bisakah Anda memanggil nya?” Salah seorang bangsawan berbicara.
Karna tidak banyak Bangsawan yang bisa masuk ke Aula Flizo beberapa bangsawan yang mendengarkan dari Radio bahkan juga kagum dan Ingin mempekerjakan Lucius.
Lucius mendengarkan sembari terdiam tetapi kembali menatap banyak orang di sana
“Sepertinya Ini Hari yang besar” tersenyum kecil merasa dia memenangkan sebuah Lotre Lucius berjalan dengan Langkah cukup cepat tapi juga cukup senang.
Setelah berjalan di koridor dan melihat Kantor Presdir Lucius dengan pelan mengetuknya.
“Pagi Tn. Jilgo, ini Saya Lucius” ucap Lucius pelan.
“Oh masuk Lucius” menjawab Dengan Tenang Tn. Jilgo menyambut Lucius yang masuk ke kantornya itu.
Selain itu di Kantor juga terdapat Tn. Leopard beserta ratusan Kertas yang ada di kantor itu.
“Saya melihat Anda Sangat Sibuk Tn. Jilgo” ungkap Lucius dengan senyuman.
“Hahaha, berkat Anda kita sangat sibuk Lucius, selain itu karna masalah Kemarin malam saya takut Anda tidak datang, tetapi sepertinya itu baik-baik saja?” Kata Tn. Jilgo dengan senyum.
Lucius tidak menjawab hanya tersenyum di antara keduanya.
“Baiklah Lucius, Pekerjaan Anda Sangat banyak , Sebaiknya Anda mulai menyiapkan Apa yang Anda Butuhkan.” Kata Tn. Jilgo yang mulai merapikan Kertas.
Tn. Leopard di sisi nya hanya tertawa dan melontarkan beberapa pujuan atas karya Lucius yang indah itu.
Beberapa juga saran dan bahkan cerira dunia musik yang Kejam.
Setelah menunggu cukup lama Tn. Jilgo mengambil Kain Coklat Hitam besar yang Berisikan Banyak Koin itu dan Menyerahkan ke Lucius.
“Ini adalah Komisi Anda 30% Untuk Musisi , 20 % Untuk asosiasi, 50 % Untuk Aula Flizo.” Ungkap Tn. Jilgo yang menyerahkan Koin itu.
“Komisi Anda Adalah 80 Bronz dan 20 Silver.” Mendengarkan dengan sekaama Lucius mengambil Koin itu dengan perasaan bangga sekaligus perasaan yang hebat.
“80 Bronz bahkan Melebihi Gaji nya selama beberapa bulan!” Ungkao Lucius dalam batinnya yang cukup kaget.
Meski 80 Bronz termasuk Banyak Lucius tidak bisa cukup senang dengan duitnya sekarang karna 80 Bronz masihlah sangat sedikit dan Lucius tahu itu.
__ADS_1
“Anda Juga memiliki Kantor sekarang Lucius, Anda Bisa Mengerjakan Musik dan Mengurus Dokumen Anda di sana, nanti Yuri akan membantu Anda Menuntun Anda Ke kantor Anda dan tentu saja itu akan menjadi Milik Anda dan Anda bisa menggunakannya di situ selama Anda masih terus bekerja pada asosiasi Musik” Tn. Jilgo tampak senang dan Lucius cukup kaget tapi dia hanya mengangguk ramah.