Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 14: Hopeless (2)


__ADS_3

Memegang Lengan dengan erat Lucius terus berpikie Positif dan menjaga Fantasi Liarnya yang terlaly Kabur untuk di jelaskan.


Dia berusaha terus tenang berpikir dengan Nyaman untuk sesekali Mengingat Pelajaran Pelajaran Membaca dan Menulis yang dia dapatkan.


Setelah mendapatkan Pengumuman ini dia harus segera pergi ke Rumah Ny. Grace, dia Harus berpamitan karna tepat hari ini adalah hari Pembelajaran Terakhirnya.


Duduk diam Lucius terus mengingat dengan Baik huruf demi huruf tetapi di Lain sisi Pikirannya Juga kacau dan Tidak Karuhan karna tidak cukup tenang Untuk Berpikir .


“Hah….. saya Takut sekali” melepas sedikit ketagangan Lucius bersandar di Bangku Tempat duduk di Koridor itu.


“Anda Harus tenang Lucius, Anda masih Sangat muda, saya tahu ini berat, Anda pasti Akan menjadi Musisi termuda yang di kenal sejarah Lucius” tegas Tn. Hartpart.


“Anda Membuat saya Semakin Gugup Tn. Hartpart” jawab Lucius yang Gugup dan berkeringat itu.


“Musisi? Musisi terkenal di usia muda?! Itu terlalu gila!” Pikiran Lucius kacau dia semakin Gugup tetapi juga senang.


Di lain Sisi Lain Pengetahuannya Yang dia dapatkan di dunia cukup berguna dan beruntung Karna dia bisa menggunakannya di sini.


Selain itu Lagu yang Lucius tahu sangat banyak dia bahkan Bisa menulus karya karya atau bahkan Mengambil Lagu yang ada di dunianya sebelumnya


Meski begitu Plagiat tidak pernah menghasilkan Hasil yang baik, sesekali dia Juga ingin menciptakan sesuatu Yang menunjukkan Identitasnya di dunia ini dan Bukan sebuah Salinan yang ada di Dunianya sebelumnya.


Menarik napas Yang dalam Kakinya terus bergerak menghentakkan Tanah di bawah Kakinya itu.


Lucius terus menunggu ,tanpa sadar Sebuah Denyit Bunyi Pintu terbuka terdengar.

__ADS_1


“Aa….” Sedikit Kaku Lucius berdiri ke Pintu yang terbuka itu bersama Tn. Hartpart Yang Melihat Sesosok Orang Keluar dari Pintu Coklat Gelap itu.


“Apakah Anda Menunggu Mr. Lucius, Mr. Hartpart?” Tanya Tn. Leopard itu yang tersenyum dengan ramah.


…….


Duduk Di meja yang Cukup Santai Tn. Leopard memegang Tumpukan Kertas di tangannya itu yang berada di Dalam Sebuah Rak Penampung Kertas Kecil untuk Menyimpan Tumpukan Kertas itu.


“Apakah Saya Bisa mengetahui Hasilnya Tuan?” Tanya Lucius dengan Cepat dan tamoak sedikit tak sabar.


“Anda bisa menegetahuinya Lucius” jawab senyum ramah Tn. Leopard, “Anda Berhasil Membuat Semua orang terkejut dengan KaryaAndaa, bahkan Presdir Asosiasi Musisi Anda Buat terkejut dengan karya indah Anda, mereka dengan sangat setuju menyetejuinya dan Kedua karya Anda Akan di mainkan di Aula Flizo Tepat seminggu kemudia dari hari ini.” Lanjut Tn. Leopard yang dengan cepat membuat Jantung lucius berdebar sangat kencang.


“Berhasil?” Itu cepat mulai terlintas di dalam hatinya


Dia sangat senang dia bisa berhasil.


“Justru saya yang sangat Bangga Melihat Musisi yang Belum Mencapai 18 Tahun sudah Bisa Tampil dengan Karya memukaunya yang Akan melambungkan Sejarah Musik Ke Tren yang baru.” Senyuman itu tulis dan Wajah Tn. Leopard Juga sangat jelas terlihat Bangga dan Juga terlihat sangat menantikan Penampilan Lucius.


Tn. Hartpart di samping Lucius terdiam dengan Bangga dengan senyumannya merasa Tuhan memberikannya berkah yang begitu besar untuk di berkahi sebuah Murid yang sangat Baik.


“Lalu Bagaimana Untuk Karya Tn. Hartpart?” Tanya Lucius


“I-itu….” Menjawab dengan ragu, Lucius sedikit merasa tertekan dan Tidak Nyaman dengan apa yang akan Tn. Leopard Bicarakan.


“Karya Tn. Hartpart Juga di terima, Tetapi ketiga Karyanya Tidak Akan Tampil semua, hanya Lagu Kedua dan Ketiga Anda Tn. Hartpart” jawab Tn. Leopard yang sedikit merasa tidak enak dan Kecewa juga dengan keputusan Asosiasi.

__ADS_1


“Itu adalah Kebanggaan saya Bisa Menampilkan Lagu saya Di Aula Flizo, saya sangat berterimakasih Leopard” benar-benar terlihat sedih Tn. Hartpart menangis dan benar benar merasa bahwa pencapaiannya selama ini yang telah membuatnya berumur 35 tahun Ini akhirnya bisa tercapai juga Untuk bisa tampil di Aula Flizo


“Ini adalah Usaha Anda Hartpart, saya Menyaksikan Banyak Musisi Juga berjuang dengan keras Dan salah Satunya Adalah Anda yang Tampil dengan baik, dan memberikan hasil kerja keras Anda.” Mengambil Segelas Teh di Depan meja itu, Leopard menyeruput nya dengan santai dan tenang.


“Saya menyaksikan, Karya kedua dan Ketiga saya Adalah Karya yang di Bantu oleh Lucius, sepertinya jika Bukan Karena Lucius saya takut Karya saya tidak akan di tampilkan di sini Leopard” tegas Tn. Hartpart itu yang tersenyum ke Lucius


“Saya melihat, karya Ketiga Anda Juga Anda Tulis Dengan atas Nama karya Lucius, saya Melihat Lagu itu sejenak dan itu sangat bagus Hartpart, saya paham Anda Berjuang bersama dengan Murid Anda, tetapi Ide dan karya Anda benar-benar memukau meski itu adalah Hasil pemikirin Lucius.” Jawab Tn. Hartpart, dia menyipitkan Matanya sejenak dan dengan Halus berbicara .


“Anda berdua Sebaiknya segera menyipakan Konser dengan Baik, Anda bisa datang selama Seminggu kedepan Untuk Latihan dengan Team Orkes yang akan membantu Anda di panggung. Dan Untuk Lucius, karna Karya Anda Yang Pertama adalah Solo Piano, Anda Sebaiknya juga Berlatih dengan Baik dan juga jangan terlalu Gugup Lucius.”


“Ah, bagaimana Judul Lagu kedua Anda Lucius?” Tanya Tn. Hartpart itu yang menyela kembalu ucapannya sejenak dengan Cepat” lagu pertama Anda Berjudul My Soul, Lalu Bagaimana Untuk Lagu Kedua Anda?” Diam sejenak Lucius duduk dan Berpikur Untuk Judul karya Keduanya yang Adalah Lagu yang dia Ciptakan sendiri itu.


“Hopeless, itu adalah Judulnya, dan juga saya Ingin Lagu ini di Mainkan duluan dan Untuk My Soul saya akan mainkan di Bagian Terakhir” jawab Lucius yang tersenyum.


Tn. Hartpart terdiam dan Tn. Leopard Hanya mencatat Apa yang Lucius Bilang di dalam Ingatannya dan tetap Fokus mendiskusikan Apa yang akan Di Tampilkan dengan Baik di Konser itu.


……


“Siang Ny. Grace” sapa Lucius yang berdiri di depan Rumah Ny. Grace.


“Siang Lucius, saya Pikir Anda Tidak datang, ini Adalah Hari terakhir Anda jadi saya Pikir Anda Mungkin malas untuk datang” Tanya Ny. Grace.


“Hahaha, saya ada sedikit Urusan Ny. Grace dan saya Di sini Untuk berterimakasih karna Anda Telah mengajarkan saya dengan baik.” Memberikan Ucapan terimakasih nya dengan Tulus wajah Tampan Lucius itu benar-benar penuh kehangatan dan senyuman cerah di hari indah ini.


“Saya melihat Anda sedikit aneh lucius, tapi Anda Juga telah belajar dengan baik, Jika Anda belajar membaca terus sepertinya Anda dapat membaca Dengan baik kedepannya. Kecuali Untuk Bahasa Negara lain Anda Mungkin harus belajar lagi tetapi Untuk bahasa Umum Anda sudah bisa membaca dengan sangat baik , bahkan saya sangat terkejut.” Tegas Ny. Grace yang juga tersenyum.

__ADS_1


“Hahaha, saya Juga tidak menyangka saya dapat belajar dengan baik , Ny. Grace saya Ingin Memberikan Anda Undangan ini, bisakah Anda Datang?” Tanga Lucius yang memberikan Secerih kertas Dengan Warna merah dengan beberapa garis dan lambang-lambang Musik.


__ADS_2