Card Of Mysteries

Card Of Mysteries
Bab 50: Hal Aneh


__ADS_3

“Sial kenapa perut ku sangat sakit? Bukankah ini menyebalkan?” Duduk di sebuah Toilet besar dia Menghabiskan beberapa menit untuk hanya berfiam dengan kesal di toilet itu.


Karna dia sendirian di sini dia sangat senang dan bisa menghabiskan panggilan alam dengan tenang.


“Sial, bahkan Toilet di sini sangat hebat apa apaan ini?” Lucius masih terdiam menatap toilet yang mewah itu yang di penuhi banyak tempat seperti toilet umum yang besar.


“Mungkin tidak buruk juga perkembangan Toilet di dunia ini” terus bergumam dengan aneh dia sedikit tertawa karna itu juga hal konyol membahas toilet di saat saat seperti ini.


Sedikir tersenyum dia bersandar dengan lemah masih berusaha mengeluarkan Panggilan alam yang mengerikan itu.


Dia menutup pelan matanya itu dan menarik napas yang dalam.


Membuka lagi matanya Lucius melihat hal aneh.


“Apa ini?” Dia menatap aneh berdiri di tengah tengah kota dengan tidak jelas.


Suara terengah engah terdengar seakan akan suara itu begitu lelah dan penuh kecapean.


Dari mana suara itu?….


Lucius menatap melihat dunia gelap aneh di Penuhi warna Putih , Hitam dan abu abu.


“Apa ini lagi?” Melihat sekitar Lucius masuh terdiam tapi mendengar suara aneh itu yang masih terus bergema dengan Terengah-engah seakan akan dia sangat kelelahan.


“Dimana suara itu?” Lucius bertanya sekali lagi dengan tenang merasakan ada yang aneh dan tidak beres di sini.


“T-tedy….” Suara itu pelan dan menusuk Telinga lucius setelah mendengarnya.


“Apa tedy?” Baru lah setelah itu Lucius menatap melihat tubuhnya dan tangannya itu yang sangat kelelahan dan di penuhi darah


Wajah nya yang Pucat dan tangannya penuh darah di ikuti erangan yang menyakutkan seakan akan organ nya siap meledak dan membusuk dengan gila.


Dia masih terengah engah dengan aneh dan hanya dalam sekejap seketika dia menutup matanya lagi dia bangun di rumahnya lagi meluhat tubuh nya tergeletak dan dia berusaha menatap dan menggapai tangan Tedy dan tubuh Tedy yang di penuhi darah dan mati tepat di depannya.


“T-tidak apa ini!” Lucius masih tidak mengerti dia melihat tubuhnya yang mengeluarkan darah sangat banyak dan rumah nya itu yang menjadi Gumpalan darah dari tubuh nya dan tubuh Tedy.


“Apa ini? Tedy mati? Dan apa apaan ini? Saya tidak mengerti!” Dia masih sangat tidak mengerti melihat tubuhnya yang sekarat dan pandangannya yang kabur hanga dengan seketika itu.


Dia berusaha mengerti dan melihat sekita tetapi pandangannya menjadi kabur dan hanya ada kehampaan dalam yang menerangi penglihatannya dengan seketika.

__ADS_1


“Hah!” Dengan cepat lucius terengah engah dengan rasa gila yang menyerang nya.


“Apa itu?” Membereskan urusannya dengan cepat Lucius mengenakan pakaiannya dengan ceoat menyiram Toilet itu dan bangun.


“Apa itu?” Dia bergumam lagi bertanya pada dirinya sendiri dengan bingung.


“Apakah itu Mimpi lagi?” Terus bergumam Lucius menyipitkan matanya merasa ada yang aneh.


“Tidak, ini tidak benar, tidak mungkin Tedy akan mati bukan? Tidak mungkin” masih bergumam Lucius memegang kepalanya itu dengan cepat masih berusaha tenang dan berpikir dengan santai.


Kepalanya penuh dengan badai yang berpikir secara tidak karuhan tapi dia berusaha dengan santai menenangkan Pikirannya.


Membuka Pintu toilet itu Lucius bejalan ke Keran Wastefel dengan wajah yang pucat.


“Sial membuang-buang waktu saja” suara itu membuat Lucius kaget dan menoleh dengan wajah Pucat nya.


“….??” Terlihat Kaget Putri Riestine menatap Lucius yang pucat itu.


Lucius masih tidak bisa menenangkan dirinya tetapi dia berusaha memfokuskan pikiran dan Otaknya lalu tersenyum kecut yang sangat Buruk.


“Putri Riestine?” Ucap lucius yang berwajah sangat pucat itu.


Jelas Lucius bukanlah orang aneh ataupun sesuati yang di khawatirkan Oleh Putri Riestine tetapi dia menyipitkan matanya dengan serius dan menatap Lucius.


“Saya bertanya kepada Duke dimana Toilet dan ketika dia bilang dia menyebutkan tempat ini dan menegaskan secara dua kali dengan penyebutan Pintu berwarna Kuning cerah.” Ucap Lucius yang menyalakan keran tetapi menatap wajahnya sepucat dan semenyeramkan Zombie.


“Ugh….. dia Lupa lagi kenapa dia menyebutkan ini padahal aku telah memberi tahunya sebelumnya” merasa jengkel Putri yang Tampak sangat menawan dengan Rambut Perak cerah nya itu tampak mengeluarkan perasaan aslinya dengan kesal.


Mata Ungunya yang terang dengan indah seperti Langit berbintang itu benar benar tenggelam dalam pesona dan kecantikan yang indah itu.


Lucius di sisi lain hanya merasa sangat Kosong , Bingung, dan terus bertanya tanya apa yang terjadi .


Putri Riestine masuh memperhatikan Lucius dengan Bingung yang wajahnya sepucat Pepaya yang basi.


“Kau baik baik saja? Siapa nama mu? Kenapa kau pucat sekali?” Riestine dengan jelas mengingat Semua orang tetapi Wajah Lucius cukup asing baginya dan dia juga merasa aneh.


Tentu saja dia sangat waspada terhadap orang jahat jadi dia sedikit menjauh dan mengerutkan keningnya.


Kekuatan spiritual nya menyebar dan Bayangannya juga tampak bergerak dengan aneh.

__ADS_1


“Putri dia seharusnya bukanlah Orang aneh saya tidak merasakan apapun” suara yang dalam bergema di telinga Putri Riestine dan dia mengangguk seakan paham tetapi juga tetap waspada.


“Ah maaf sepertinya saya mengganggu Anda saya baik baik saja hanya sedikit melamun” tersenyum Pucat Lucius keluar meningalkan Putri Riestine itu dengan Keanehan dan Kecanggungan yang aneh.


“A-apa apaan dia? Ini pertama kalinya saya Di perlakukan seperti ini, wajah nya Pucat dan raut wajahnya terlihat serius dan Khawatir akan sesuatu, apakah dia Adalah Tamu yang di undang ayah? Siapa dia?” Bergumam dalam hati Putri Riestine terlihat Cukup bingung seakan akan dia tertular kebingungan dengan Lucius.


“Oliver Tolong Perhatikan dia “ ungkap Putri itu yang mencuci tangannya dan berbicara dengan serius.


“Anda yakin putri? Saya Khawatir Anda Akan dalam bahaya” ungkap Oliver yang keluar dari bayangannya.


Wajahnya Yang Indah keluar dengan bayangan menyelimutinya.


Dia mempunyai Poros wajah indah yang memiliki Rambut Hitam legam dengan Mata Hitam pekat penuh cerah Bintang.


Dia mempunyai satu Pedang di Pinggang nya dan Tubuh langsingnya juga terlihat jelas.


Dia wanita yang tampak cantik tetapi tidak secantik Putri Riestine secara Alami.


“Tidak perlu Khawatir apakah saya tampak mengkhawatirkan Bagi Anda?” Putri Riestine berbicara lagi dengan serius lalu merapikan Gaun Hitam nya itu dan berjalan.


Oliver di belakang nya mengangguk dan tubuhnya terpecah lagi menjadi bayangan Hitam yang menyatu ke Putri Riestine.


…….


“Lucius baguslah Anda Sudah datang, tapi ada apa dengan Anda? Saya yakin ini lebih buruk dari sebelumnya” ungkap duke Trutis yang bahkan lupa dengan kesalahannya tentang Toilet tapi menatap Lucius dengan serius.


“Saya baik-baik saja duke ini adalah kebanggan terbesar saya jadi saya akan melakukan terbaik, ini juga lagu saya dan saya merasa Sedikit Gugup” lucius sedikir memberikan senyumnya menutupi semua hal nya dengan Alasan Gugup yang rapuh.


Duke Trutis menyipitkan matanya seolah olah merasa aneh tetapi hanya tersenyum.


“Baiklah silahkan Anda akan tampil” duke hanya memberikan senyum penuh pikirannya itu tetapi terus berjalan sembari berpikir.


“Mungkin Itu hanya kebetulan saya yakin” duke hanya tampak tersenyum kecil dan mulai menepuk tangannya .


Beberapa orang yang berdansa kembali ke tempatnya dan perhatian mereka penuh menuju ke Duke yang tampil elegan.


“Baiklah semuanya Ini adalah Musisi hebat kita yang akan bermain dan ini Juga sebagai hadiah untuk Putri saya, saya mengundang Musisi hebat yang banyak di bicarakan orang baru-baru ini dan ini juga menjadi kesempatan untuk dirinya menujukkan Karya baru yang memukainya itu di hadapan kita.”


“Mari Kita sambut dan dengarkan Musisi Baru kita yang akan bermain, Lucius Cromwell !” Seakan membuat Sambutan yang meriah beberapa tepuk tangan datang dan Lucius yang masih berwajah Pucat hanya berjalan dengan senyumnya.

__ADS_1


__ADS_2